Kiriman dibuat oleh Permata Balqis

Nama: Permata Balqis
NPM: 2213053217

Pada video tersebut menjelaskan mengenai:
1. Pengertian Pendidikan Moral
2. Tahapan Perkembangan Moral
3. Implikasi Perkembangan Sosial dan Budaya dalam KBM
4. Implikasi Identitas Gender di Sekolah Dasar
5. Permasalahan dan Solusi dari Perkembangan Moral

1. Pengertian Pendidikan Moral
Moral adalah usaha yang dilakukan secara terencana untuk mengubah sikap, perilaku, tindakan, kelakuan yang dilakukan peserta didik agar mampu berinteraksi dengan lingkungan masyarakatnya sesuai dengan nilai moral dan kebudayaan masyarakat setempat.

2. Tahapan Perkembangan Moral
–pada usia 6 sampai 12 bulan
–pada usia 12 sampai 18 bulan
–pada usia 18 sampai 30 bulan
–pada usia 30 sampai 36 bulan
–usia 3-4 tahun
–usia 7-8 tahun
–usia 9-11 tahun
–usia 12-15 tahun
–usia 16-20 tahun
–dewasa muda usia 20-40 tahun
–dewasa tengah usia 40-65 tahun
–dewasa tua usia 65 tahun

3. Implikasi Perkembangan Sosial dan Budaya dalam KBM
Pada implikasi dalam KBM perkembangan pribadi dan sosial sangat diperlukan dalam belajar. Anak kadang memerlukan teman untuk membantu proses belajar, tapi kadang anak bisa melakukannya sendiri atau mandiri.

4. Implikasi Identitas Gender di Sekolah Dasar
Guru sebaiknya mengajarkan murid mengenai identitas gender supaya bisa mengontrol perilaku mereka sesuai dengan umurnya. Sebenarnya, bukan hanya guru saja tetapi orang tua juga memiliki peranan yang sangat penting.

5. Permasalahan dan Solusi dari Perkembangan Moral
A. Hilangnya kejujuran. Solusinya, dengan mengajarkan anak untuk lebih percaya diri akan jawabannya dan mengajarkan anak untuk bersikap jujur. Ketika anak berbicara jujur jangan memarahinya, jika dimarahi maka ia akan takut ketika akan berbicara jujur dan memilih dengan berbicara bohong.
B. Hilangnya rasa tanggung jawab. Solusinya, guru bisa mengajarkan anak untuk bersikap tanggung jawab dari hal yang terkecil yang bisa dilakukan misalnya anak diminta maju ke depan dan mengerjakan soal.
C. Rendahnya disiplin. Solusinya, guru bersikap tegas. Jika guru atau sekolah tidak bersifat tegas maka akan membuat siswa tersebut menjadi terbiasa tidak tepat waktu.
D. Kurang bisa bekerja sama. Solusinya, membiarkan anak terlibat dalam kerjasama dan jangan sampai dibiarkan anak tersebut tidak aktif.
E. Mengambil hak orang lain. Solusinya, membiasakan anak untuk menerima apa yang dia miliki dann tidak boleh mengambil hak milik orang lain.
Nama: Permata Balqis
NPM: 2213053217

Pada video tersebut menjelaskan mengenai contoh tanggungjawab dalam keluarga.
Contoh tanggungjawab dalam keluarga yaitu:
1. Mendengar nasihat ayah
2. Menemani kakak ke kedai
3. Menjaga keselamatan adik
4. Membantu ibu
5. Mengunci pintu pagar ketika keluar rumah
6. Belajar sungguh-sungguh

Dengan menjaga tanggungjawab dalam keluarga dapat membuat keluarga harmonis.
Nama: Permata Balqis
NPM: 2213053217

Judul artikel jurnal: Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini
Nama penulis: Lia Yuliana, M.Pd

Ringkasan isi artikel jurnal:
Pendidikan moral, khususnya di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan perilaku anak usia dini. PAUD merupakan landasan awal dalam pembentukan karakter moral anak, yang pada gilirannya akan membantu mereka menjadi warga negara yang baik. Untuk mencapai hal ini, penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini sangat penting. Pendidikan moral tidak hanya berkaitan dengan pengembangan aspek intelektual, tetapi juga mencakup pengembangan karakter, sikap, dan perilaku positif pada peserta didik. Ini bertujuan agar anak dapat mengembangkan potensi mereka secara optimal dan menjadi individu yang berperilaku baik.

Moral adalah pandangan tentang baik dan buruk, dan juga dapat berupa tingkah laku yang didasarkan pada nilai, ajaran, prinsip, atau norma. Pendidikan moral diperlukan sejak usia dini untuk mengembangkan kecerdasan moral anak. Ini melibatkan suatu program pendidikan yang menyederhanakan sumber-sumber moral untuk membentuk budi pekerti luhur. Pendidikan moral adalah hal yang hakiki dan sentral dalam pendidikan yang perlu dirancang secara khusus untuk mentransfer nilai moral ke dalam peradaban bangsa.

Ciri-ciri Nilai-Nilai Moral:
a. Berkaitan dengan tanggung jawab kita
b. Berkaitan dengan hati nurani
c. Mewajibkan
d. Bersifat formal

Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini dapat dilakukan dengan berbagai macam metode yaitu :
1. Metode Bermain
2. Metode Bercerita
3. Metode Pemberian Tugas
4. Metode Bercakap-cakap

Cara Pelaksanaan Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini:
1. Persiapan Kegiatan Pembelajaran
2. Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran
-Penataan lingkungan bermain
-Kegiatan Inti Pembelajaran
-Kegiatan Penutup
Nama: Permata Balqis
NPM: 2213053217

Judul artikel jurnal: Penanaman Nilai-nilai Moral pada Siswa di Sd Negeri
lampeuneurut
Nama penulis: Ruslan, Rosma Elly, dan Nurul Aini
Nama jurnal penerbit: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Prodi PGSD
FKIP Unsyiah Volume 1 Nomor 1, 68-77. Agustus 2016.

Ringkasan isi artikel jurnal:
Dalam konteks masalah nilai-nilai moral, guru dapat melakukan penanaman nilai-nilai moral pada siswa di SD Negeri Lampeuneurut. Penelitian ini berusaha untuk mengungkapkan bagaimana penanaman nilai-nilai moral dilakukan. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk memahami cara penanaman nilai-nilai moral pada siswa di SD Negeri Lampeuneurut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif.

Data dikumpulkan melalui wawancara dengan 10 guru kelas, dengan menggunakan alat bantu perekaman seperti alat tulis dan media elektronik. Selain itu, pengamatan (observasi) juga digunakan, di mana peneliti bertindak sebagai pengamat yang tidak terlibat dalam penanaman nilai-nilai moral pada siswa. Data tersebut kemudian dianalisis dengan tahap-tahap tertentu dalam analisis data kualitatif.

Hasil analisis data menunjukkan beberapa temuan. Pertama, guru mengintegrasikan 10 nilai moral ke dalam semua mata pelajaran yang mereka ajarkan. Kedua, siswa cenderung jujur terhadap guru karena pentingnya nilai kejujuran. Ketiga, hubungan antara siswa dan teman-temannya baik. Keempat, siswa juga memperdalam pengetahuan agama di tempat pengajian dan TPA.

Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa penanaman nilai-nilai moral pada siswa di SD Negeri Lampeuneurut sudah berjalan cukup baik, dengan guru sebagai panutan siswa, nilai-nilai moral terintegrasi dalam mata pelajaran, dan kerjasama dengan orang tua. Siswa juga memiliki perilaku yang baik karena pemahaman mereka terhadap nilai-nilai moral.
Nama: Permata Balqis
NPM: 2213053217

Judul jurnal: Menangkal Degradasi Moral di Era Digital bagi
kalangan Millenial
Nama penulis: Ahmad Yani Nasution dan Moh Jazuli
Nama jurnal penerbit: Jurnal Pengabdian: Dharma Laksana Mengabdi Untuk Negeri Vol. 3, No. 1, Juli 2020

Ringkasan isi jurnal:
Masa depan suatu bangsa sebagian besar ditentukan oleh generasi muda, terutama mereka yang berada dalam usia remaja. Oleh karena itu, sangat penting bagi negara ini untuk meningkatkan kualitas generasi muda guna membangun Indonesia yang lebih baik. Dosen agama dari Universitas Pamulang melihat perkembangan yang mengkhawatirkan di masyarakat, terutama dalam hal semakin menjauhnya agama dari kehidupan sehari-hari akibat perkembangan teknologi digital. Dampak dari hal ini mulai terlihat dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di MTs Insan Madani Kp. Rahong Desa Tegallega Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan tindakan konkret seperti sosialisasi dan penerapan teknologi untuk menjadi solusi yang tepat.

Tim pengabdian kepada masyarakat dari Program Studi Manajemen Universitas Pamulang, yang terdiri dari dosen agama, mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema "Menangkal Degradasi Moral di Era Digital bagi Generasi Milenial" untuk menanggapi fenomena tersebut. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari dan melibatkan berbagai pihak, termasuk Yayasan Sasmita Jaya, dosen Program Studi Manajemen, dan pengurus di Mts Insan Madani. Pelatihan ini berhasil memberikan keterampilan sosial kepada remaja di Mts tersebut.

Saran dari kegiatan ini adalah agar tim dosen dan pihak lainnya terus mendukung program-program yang membantu generasi muda, termasuk pemuda, dalam membangun moral yang kuat dan keterampilan sosial yang baik. Hal ini penting terutama bagi remaja yang sedang mencari jati diri. Harapannya, pelatihan semacam ini dapat terus ditingkatkan di semua tingkatan pendidikan.