Analisis Jurnal
Nama : Ahmad Aqil Al Falah
NPM : 2255061018
PSTI A
PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT ILMU DAN IMPLIKASI TERHADAP PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
Pancasila adalah dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang terbentuk melalui proses akulturasi budaya nusantara selama satu abad. Dalam kehidupan sehari-hari, Pancasila menjadi pedoman atau landasan bagi bangsa Indonesia untuk melihat realitas alam semesta, manusia, masyarakat, berbangsa dan bernegara, makna hidup, dan landasan bagi bangsa Indonesia untuk menghadapi persoalan hidup dan dalam kehidupan untuk dipecahkan. Pancasila sebagai filsafat ilmu merupakan dasar pemikiran dan kesadaran. Berlawanan dengan pemikiran tersebut, pengembangan ilmu pengetahuan yang dilandasi nilai-nilai Pancasila diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia dan kehidupan masyarakat yang sejahtera, aman, dan damai.
Pancasila sebagai filsafat ilmu bertujuan untuk memecahkan masalah kehidupan dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Pancasila sebagai ilmu harus dikembangkan demi ilmu pengetahuan. Ilmu juga harus mampu menjawab berbagai permasalahan kehidupan. Pancasila yang terdiri dari lima sila, merupakan semacam proses kumulatif untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari bangsa Indonesia, sebagai bangsa dan negara. Implikasi sila sila yang digunakan sebagai perkembangan IPTEK antara lain :
1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
Dalam perkembangan ilmu pengetahuan manusia perlu dipahami batas-batas akalnya, karena tidak semua yang ada di alam ini dapat dijangkau oleh manusia.
pemikiran manusia, manusia harus kembali dari batas kemampuan ini kepada pencipta dan penguasa segala yang ada di alam ini. Agar sains berkembang, manusia harus mencapai keseimbangan antara akal dan irasionalitas, emosi dan akal.
2. Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
Implikasi sila ini dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah memberi arah dan mengendalikan ilmu pengetahuan. Ilmu dikembalikan pada fungsinya semula, yaitu untuk kemanusiaan, tidak hanya untuk kelompok, lapisan tertentu. Iptek adalah bagian dari proses budaya manusia yang beradab dan bermoral. Oleh karena itu, pembangunan iptek harus berdasarkan kepada usaha-usaha mencapai kesejahteraan umat manusia. Iptek harus dapat diabadikan untuk peningkatan harkat dan martabat manusia, bukan menjadikan manusia sebagai makhluk yang angkuh dan sombong akibat dari penggunaan IPTEK.
3. Sila Persatuan Indonesia
Memiliki maksud bahwa nasionalisme bangsa Indonesia adalah karena sumbangan ilmu pengetahuan dan teknologi,
dengan bantuan ilmu pengetahuan dan teknologi, persatuan dan kesatuan bangsa dapat tercapai dan terpelihara,
Terjalin persaudaraan dan persahabatan antar daerah di berbagai daerah
karena tidak lepas dari faktor kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
4. Sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmah Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan
Implikasi perkembangan ilmu pengetahuan merupakan cerminan dari kearifan rakyat yang dimotori oleh Sila ke 4, yang melatar belakangi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang demokratis. Dengan kata lain, setiap ilmuwan harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
5. Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Sila ini memiliki arti bahwa semua orang di Indonesia diperlakukan sama di bidang hukum, politik, ekonomi dan budaya. Makna dari perintah kelima dalam pengembangan iptek adalah bahwa pelaksanaan pengembangan iptek harus menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan masyarakat, yaitu keseimbangan dan keadilan dalam hubungan dengan diri sendiri, Tuhan, orang lain. dan masyarakat, bangsa dan negara serta lingkungan alam.