གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Mera Dwi Pratiwi Mera

3H 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video

Mera Dwi Pratiwi Mera གིས-
Nama: Mera Dwi Pratiwi
NPM: 2253053040
Kelas: 3H

ANALISIS VIDEO
Nilai - nilai yang harus kita teladani dan kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari adalah pada
Sila Pertama
Karena mengajak kita untuk percaya kepada Tuhan dan melaksanakan perintahnya. Contohnya:
1. Bersyukur kepada Tuhan
2. Melaksanakan ibadah sesuai dengan agama yang dianut
3.Tidak memaksakan agama kepada orang lain.
4. Berdoa sebelum dan sesudah makan
5. Menghormati agama orang lain.

Sila Kedua.
Kita diajak untuk bersikap saling mencintai sesama manusia.
Contoh:
1. Membantu korban bencana alam
2. Membantu adik belajar
3. Tidak berbuat kasar kepada orang lain.
4. Menolong teman yang kesulitan.
5. Bersikap sopan kepada orang tua.

Sila ketiga.
Mengajak kita untuk cinta terhadap tanah air.
Contoh:
1. Mengikuti upacara bendera dengan tertib.
2. Mecintai dan bangga menggunakan produk Indonesia
3. Bermain dengan rukun
4. Melestarikan kebudayaan daerah.
5. Berteman dengan tidak membedakan agama, ras, dan suku.

Sila Keempat
Mengajak kita untuk menyelesaikan masalah dengan bermusyawarah.
Contoh:
1. Menyampaikan pendapat
2. Berdiskusi/berkelompok
3.Menerima hasil musyawarah dengan lapang dada
4. Saling menghargai pendapat
5. Musyawarah dalam pemilihan ketua kelas.

Sila Kelima
Mengajak kita untuk adil kepada sesama
Contoh:
1. Tidak berbuat curang kepada orang lain.
2. Menghargai hasil karya orang lain
3. Tidak boros dan suka menabung
4. Melaksanakan hak dan kewajiban secara seimbang
5. Bergotong royong membersihkan kelas.

Seseorang dapat meneladani dan menerapkan nilai nilai pancasila di era modern dengan cara :
1. Bertakwa kepada Tuhan YME
2. Menggunakan teknologi dengan sebaik mungkin.
3. Menggunakan produk dalam negeri.
4. Belajar dengan sungguh sungguh
5. Bersikap kritis.

3H 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal -2

Mera Dwi Pratiwi Mera གིས-
Nama: Mera Dwi Pratiwi
NPM: 2253053040
Kelas: 3H

A. IDENTITAS JURNAL

1. Nama Jurnal : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan
2. Nomor : 3
3. Halaman : 119-133
4. Tahun Terbit : 2011
5. Judul Jurnal : Pentingnya Pendidikan Nilai Moral Bagi Gnerasi Penerus
6. Nama Penulis : Ahmad Nawawi

B. PEMBAHASAN

Apabila kita melihat dari sudut pandang psikologi perkembangan,
dunia nampak semakin tua, manusia semakin cerdas, pengetahuan se makin dewasa, dan teknologi pun semakin canggih. Namun di balik semua
itu, apakah kehidupan kita menjadi semakin baik, semakin nyaman, dan
semakin sejahtera baik secara lahiriah maupun bathiniah? Mungkin tidak,
bah kan sebaliknya. Kehidupan kita nampaknya semakin mundur dan
ter puruk, reformasi kita gebablasan, korupsi semakin terang-terangan
dan merajalela, krisis multi dimensi pun tak kunjung selesai. Bangsa ini
nampaknya sudah cukup lelah melihat, menyaksikan dan mengalami keadaan yang demikian. Seperti dikemukakan oleh Dedi Supriadi (Pikiran
Rakyat, 12 Juni 2001: 8-9), bahwa orde baru berakhir, dan muncul era
reformasi. Era ini menyaksikan sosok bangsa ini yang lunglai, terkapar
dalam ketidak berdayaan akibat berbagai krisis yang dialaminya.
Keadaan tersebut tidak saja mengakibatkan terpuruknya ekonomi,
tetapi juga mengakibatkan merosotnya kualias hidup, bahkan merosotnya
martabat bangsa. Apakah gerangan yang menyebabkan semua itu? Kalau
kita telaah mungkin akan muncul sederetan faktor penyebab. Ada yang
mengatakan karena pejabatnya tidak jujur, korup, penegak hukumnya
tidak adil, rakyatnya tidak produktif, karyawan bawahannya tidak loyal,
tidak bisa kerjasama, tidak empati, tidak mempunyai keteguhan hati dan
komitmen, pelajar dan mahasiswanya tawuran, dan sebagainya.

C. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN

Kelebihan: Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan jelas untuk dimengerti.

Kekurangan: , -

3H 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal 1

Mera Dwi Pratiwi Mera གིས-
Nama: Mera Dwi Pratiwi
NPM: 2353053040
Kelas: 3H
PENTINGNYA PENDIDIKAN NILAI MORAL BAGI GENERASI PENERUS

Melihat dan memperhatikan fenomena dan kondisi ideal remaja sebagai generasi penerus, maka pendidikan nilai moral perlu ditanamkansejak dini dan harus dikelola secara serius. Dilaksanakan dengan perencanaan yangmatang danprogram yangberkualitas. Misalnya dengan jumlahjam pelajaran yang memadai, program yang jelas, teknik dan pendekatanproses pembelajaran yang handal serta fasilitas yang memadai. Jika hal inibisa dilaksanakan dengan baik, niscaya generasi akan memiliki moral yangbaik, akhlak mulia, budi pekerti yang luhur, empati, dan tanggungjawab.Sehingga yang kita saksikan bukan lagi kekerasan dan tawuran, melainkansaling membantu, menolong sesama, saling menyayangi, rasa empati, jujurdan tidak korup, serta tanggungjawab. Jangankan memukul atau membunuh, mengejek, mengeluarkan kata-kata kotor dan menghina teman pun tidak boleh karena dinilai sebagai melanggar nilai-nilai moral.

Hambatan atau Tantangan dalam Menegakkan Nilai dan Moral Dikalangan Generasi Muda

Hambatan atau tantangannya adalah pola pikir remaja yang terkadang masih labil, dimana sebenarnya mereka sudah bisa membedakan antara yang baik dan tidak baik. Namun, karena terdorong oleh pertemanan, mereka ( remaja ) menjadi ikut ikutan terjerumus ke hal yang tak baik. Oleh karena itu, perlu penanaman nilai dan moral dikalangan muda dilakukan.

Dampak Positif dan Negatif yang ditimbulkan dari Penerapan Nilai dan Moral Dikalangan Generasi Muda

Dampak Positif:
Generasi muda menjadi lebih berkembang secara proporsional dan terarah, dan mendapatkan layanan pendidikan yang berimbang antara pengetahuan umum dan pendidikan nilai moral/agama. Mereka memiliki peran dan posisi strategis dalam kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dampak Negatif:

Fenomena perilaku moral remaja saat ini sangat mencemaskan dan meresahkan, bahkan telah mengganggu ketertiban umum dan membuat kehidupan tidak aman serta nyaman.

3H 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal

Mera Dwi Pratiwi Mera གིས-
Nama: Mera Dwi Pratiwi
NPM: 2253053040
Kelas: 3H

A. IDENTITAS JURNAL

1. Nama Jurnal : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
2. Nomor : 3
3. Halaman : 710-724
4. Tahun Terbit : 2021
5. Judul Jurnal : PENDIDIKAN NILAI DAN MORAL DALAM SISTEM KURIKULUM PENDIDIKAN DI ACEH
6. Nama Penulis :
Iwan Fajri
Rahmat
Dadang Sundawa
Mohd Zailani Mohd

B. Pembahasan:

Menjelaskan mengenai konsep dan kontekstual pendidikan nilai dan
moral dalam sistem pendidikan kurikulum di Aceh. Sebagai provinsi yang memiliki otonomi
khusus selian bidang agama, budaya dan politik. Aceh juga diberikan khusus dalam bidang
pendidikan, sehingga Aceh dalam proses penyelenggaraan nya selain berpedoman dengan
peraturan yang dikeluarkan oleh pusat juga berpedoman pada qanun yang ada di provinsi Aceh.
Dasar qanun tersebut adalah pelaksanaan pendidikan Islam di sekolah di Provinsi Aceh, dapat
terlaksana secara ideal. Penyelenggaraan pendidikan Islam berpedoman pada ketentuan Qanun
Aceh Nomor 9 Tahun 2015 perubahan atas Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 tentang
Penyelenggaraan Pendidikan, dan Pasal 1 ayat 21 adalah pendidikan yang didasarkan atau dijiwai
dengan ajaran Islam. Dengan dasar tersebut satuan pendidikan yang ada di provinsi Aceh
menyelenggarakan pendidikan berdasarkan ajaran islam. Salah satu hasil dari amanah qanun
tersebut adanya kurikulum Aceh (kurikulum islami) sebagai landasan dalam menerapkan
pendidikan di provinsi Aceh. Dengan ciri khas tersebut penerapan pendidikan Islam dalam rangka
pembentukan generasi muda Aceh yang berakhlak mulia mengikuti budaya Aceh dan syariat Islam
(Sulaiman et al., 2020).
Penerapan kurikulum Islam berdasarkan Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2015 perubahan atas
Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan, Pasal 44 ayat (2)
mengatur bahwa kurikulum pendidikan Islam harus memuat mata pelajaran sebagai berikut: (a)
Mata Pelajaran Inti: (1). Pendidikan Islam dan amalannya terdiri dari (Keyakinan dan akhlak, fiqh)
dan Al Quran dan Hadis) (2). Pendidikan Kewarganegaraan; (3) Matematika / aritmatika; (4) Ilmu
Pengetahuan Alam; (5) Ilmu Sosial; (6) Bahasa dan Sastra Indonesia; (7) Bahasa Inggris; (8) Arab;
(9). Pendidikan jasmani dan olahraga; dan (10) Sejarah Kebudayaan Islam. (b). Mata pelajaran
muatan lokal terdiri dari: (1) Bahasa daerah; (2) Sejarah Aceh; (3) Adat, budaya, dan kearifan lokal
dan (4) Pendidikan Keterampilan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Sulaiman et
al. (2020) menjelaskan bahwa secara umum Kepala sekolah di lingkungan provinsi Aceh
menjelaskan bahwa prinsip penyelenggaraan pendidikan di Provinsi Aceh mengacu pada
ketentuan Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2015 perubahan atas Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014
tentang Penyelenggaraan Pendidikan, Pasal 5 Diatur.

C. KEKURANGAN DAN KELEBIHAN

Kelebihan: Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti.
Kekurangan: -