Nama : Nicholas Vitto Adrianto
NPM : 2217051024
Kelas : D
Berdasarkan video diatas, kita dapat simpulkan bahwa perkembangan demokrasi di Indonesia terdiri dari beberapa fase.
Yang pertama adalah demokrasi masa revolusi kemerdekaan. Pada masa ini, demokrasi masih dalam kondisi yang sangat terbatas. Nilai demokrasi yang hanya muncul di masa ini adalah pers nasional yang mendukung revolusi kemerdekaan. Berlanjut ke masa selanjutnya pada tahun 1945 sampai 1959, yaitu demokrasi parlementer. Masa ini menjadi masa puncak kejayaan demokrasi di Indonesia karena semua nilai-nilai demokrasi dapat ditemukan dalam perwujudan kehidupan politik di Indonesia. Contohnya dilaksanakan Pemilihan umum pertama pada tahun 1955. Sayangnya, demokrasi parlementer masih gagal karena kondisi ekonomi dan sosial yang tidak memadai, dominannya partai politik aliran, sehingga membawa konsekuensi terhadap pengelolaan konflik, dan persamaan kepentingan antara presiden Soekarno dan tentara Angkatan Darat yang sama-sama tidak senang dengan proses politik pada masa itu.
NPM : 2217051024
Kelas : D
Berdasarkan video diatas, kita dapat simpulkan bahwa perkembangan demokrasi di Indonesia terdiri dari beberapa fase.
Yang pertama adalah demokrasi masa revolusi kemerdekaan. Pada masa ini, demokrasi masih dalam kondisi yang sangat terbatas. Nilai demokrasi yang hanya muncul di masa ini adalah pers nasional yang mendukung revolusi kemerdekaan. Berlanjut ke masa selanjutnya pada tahun 1945 sampai 1959, yaitu demokrasi parlementer. Masa ini menjadi masa puncak kejayaan demokrasi di Indonesia karena semua nilai-nilai demokrasi dapat ditemukan dalam perwujudan kehidupan politik di Indonesia. Contohnya dilaksanakan Pemilihan umum pertama pada tahun 1955. Sayangnya, demokrasi parlementer masih gagal karena kondisi ekonomi dan sosial yang tidak memadai, dominannya partai politik aliran, sehingga membawa konsekuensi terhadap pengelolaan konflik, dan persamaan kepentingan antara presiden Soekarno dan tentara Angkatan Darat yang sama-sama tidak senang dengan proses politik pada masa itu.
Setelah Dekret Presiden 1959 dan mulainya masa Orde Lama, kita masuk ke masa demokrasi terpimpin. Politik di masa ini diwarnai oleh tiga kekuatan politik utama yang membuat kehidupan politik di masa demokrasi terpimpin tidak berjalan dengan lancar. Presiden Soekarno, Partai Komunis Indonesia (PKI) dan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Ketiga pihak ini membuat kondisi politik, sosial, dan ekonomi yang makin buruk. Masa demokrasi terpimpin berakhir pada 1965, sekaligus memulainya masa Orde Baru. Pada mulainya masa Orde Baru (1965) sampai mulainya masa Reformasi (1998), muncullah Demokrasi Pancasila. Pada tiga tahun pertama, demokrasi di Indonesia berjalan dengan lancar karena kekuasaan berada di tangan masyarakat, dengan adanya pemilihan umum. Tetapi pada tahun-tahun berikutnya, peran ABRI mendominasi pada pemerintah negara, sentralisasi negara, dibatasinya peran dan fungsi partai politik, dan beberapa hal-hal yang lain mengikutinya, dan akan menimbulkan berakhirnya masa Orde Baru pada tahun 1998, dengan pengunduran diri Presiden Soeharto.
Lalu, muncullah masa Demokrasi Reformasi yang berlangsung dari 1998 sampai sekarang. Demokrasi reformasi mirip sedikit dengan masa demokrasi parlementer, misalnya dilaksanakan pemilihan umum dari tahun 1999 sampai sekarang setiap lima tahun sekali yang jauh lebih demokratis dengan ditetapkan asas Luber Jurdil. Selain itu, demokrasi reformasi memiliki pola rekruitmen politik untuk pengisian jabatan politik secara terbuka, adanya desentralisasi, yaitu pelaksanaan kekuasaan dari pemerintahan pusat ke pemerintahan desa, dan hak-hak dasar warga negara yang lebih terjamin.