Kiriman dibuat oleh Daffa Rizqan Fairuz

Nama : Daffa Rizqan Fairuz
NPM : 2217051066
Kelas : D

Dari video tersebut dibahas tentang perkembangan demokrasi di Indonesia dari masa revolusi hingga sekarang. Pada masa revolusi, demokrasi sangat terbatas,karena pada masa itu masa mencarian jati diri bangsa,dan masih ada pemberontakan dan Agresi militer belanda, serta Pers masih dibatasi sehingga hanya koran koran yang mendukung kemerdekaan seperti Tempo,dll yang diizinkan terbit. lalu Pada masa parlementer, demokrasi mengalami masa kejayaan, namun tidak bertahan lama karena banyak perpecahan politik yang menyebabkan konflik, ekonomi negara yang masih lemah, dan persamaan kepentingan yang tidak tercapai antara Presiden Sukarno dan TNI AD tidak suka dengan politik parlementer karena dewan gagal menyusun undang undang.

Kemudian pada masa demokrasi terpimpin, politik diwarnai oleh tiga tolak ukur penting yaitu ABRI, Presiden, dan PKI,jadi pada masa terpimpin hanya ada 3 peran utama saja yang mengendalikan pemerintahan,partai partai lain tidak dominan.sehingga ada konflik antara PKI dan TNI AD lah yang menimbulkan Peristiwa G30SPKI,sekaligus mengakhiri masa Presiden soekarno. lalu Pada masa orde baru, awalnya demokrasi dibawa seolah-olah demokrasi kemasyarakatan, namun kemudian berubah menjadi banyak dikendalikan oleh ABRI, sentralisasi, birokratisasi, pembatasan partai politik, campur tangan pemerintah dalam persoalan partai politik, monolitisasi ideologi negara dan inkorporasi lembaga pemerintah,dan banyak pembungkaman pendapat,sehingga politik semua dikendalikan oleh partai Golkar atau partai milik seoharto sang presiden,sehingga soeharto mampu bertahan lama.

Sementara itu, setelah reformasi hingga sekarang, Indonesia menggunakan demokrasi pancasila yang hampir mirip dengan demokrasi masa parlementer. Demokrasi pancasila memiliki beberapa karakteristik, antara lain pemilu yang demokratis, rotasi pemerintahan dari pusat sampai desa, pola rekruitmen politik untuk pengisian jabatan politik dilakukan secara terbuka, dan kebebasan pendapat yang lebih terjamin.

Secara keseluruhan, video tersebut memberikan gambaran tentang perkembangan demokrasi di Indonesia dari masa ke masa, dengan menggambarkan tantangan dan masalah yang dihadapi pada setiap periode. Video tersebut juga menunjukkan bahwa Indonesia terus berusaha untuk mengembangkan demokrasinya dalam menghadapi berbagai tantangan dan perubahan sosial-politik yang terjadi
Nama : Daffa Rizqan Fairuz
NPM : 2217051066
Kelas : D

Berikut adalah analisis dari jurnal " Demokrasi dan Pemli Presiden 2019"

Jurnal tersebut menunjukkan bahwa pemilihan umum dan pemilihan presiden memiliki peran penting dalam demokrasi Indonesia. Namun, pilpres 2019 menunjukkan adanya polarisasi politik dan pembelahan sosial dalam masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pandangan dan kepentingan yang berseberangan antara kedua kubu pendukung capres. Pembelahan sosial yang semakin tajam dapat menimbulkan risiko bagi stabilitas politik dan sosial di Indonesia. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya-upaya untuk meningkatkan partisipasi publik dalam proses demokrasi, memperkuat sistem politik yang transparan dan akuntabel, serta mengurangi ketimpangan sosial dan ekonomi untuk meminimalisasi risiko polarisasi politik.

Selain itu, jurnal tersebut juga menyebutkan bahwa fenomena pilpres 2019 merupakan cerminan dari kompleksitas demokrasi Indonesia. Hal ini menunjukkan perlunya upaya-upaya untuk memperkuat demokrasi yang lebih inklusif dan berkelanjutan di masa depan. Diperlukan langkah-langkah konkret untuk memperkuat partisipasi publik, transparansi, akuntabilitas, dan mengurangi ketimpangan sosial dan ekonomi. Dengan demikian, dapat meminimalisasi risiko polarisasi politik dan memperkuat demokrasi yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia. Perlu diingat bahwa upaya-upaya tersebut tidak hanya perlu dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh seluruh elemen masyarakat dan stakeholder lainnya untuk menciptakan demokrasi yang lebih baik di Indonesia.