NAMA : Meidiyana
NPM : 2215061063
KELAS: PSTI-C
PRODI: Teknik Informatika
A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
=> Berdasarkan artikel yang saya baca, saya dapat menyimpulkan bahwa kinerja Indonesia terkait Hak Asasi Manusia selama 2019 masih buruk. Banyak agenda HAM mengalami kemacetan, mutu HAM pun mengalami kemunduran, dan bahkan begitu banyak serangan terhadap para pembela HAM. Selain itu, hal positif yang dapat saya ambil dari artikel tersebut adalah bahwa masyarakat Indonesia tidak membiarkan kinerja terkait HAM ini terus terusan memburuk. Indonesia terus berusaha melakukan beberapa langkah reformasi kunci guna memastikan perlindungan HAM yang lebih baik, menegakkan supremasi hukum, dan mereformasi sektor keamanan publik. Indonesia telah meratifikasi hampir semua perjanjian HAM internasional, dan masih terus terlihat berkomitmen untuk meratifikasi konvensi lainnya meski belum terwujud. Salah satunya adalah konvensi PBB untuk perlindungan semua orang dari penghilangan paksa. Harapan juga terlihat dari kembalinya gerakan mahasiswa sebagai kontrol sosial atas jalannya kekuasaan negara. Di Bali, gerakan masyarakat masih kuat menolak reklamasi Teluk Benoa. Di Kendeng, Jawa Tengah, komunitas masyarakat pegunungan masih mampu mempertahankan tuntutannya di tengah tekanan dari segala penjuru - termasuk ancaman kriminalisasi dan kekerasan.
B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
=> Demokrasi Indonesia memiliki akar yang kuat dari nilai-nilai adat istiadat dan budaya asli masyarakat Indonesia. Salah satu nilai yang cukup dominan adalah gotong royong, di mana masyarakat Indonesia menciptakan kesepakatan bersama untuk mengerjakan suatu proyek agar sukses dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat. Nilai gotong-royong merujuk pada keseluruhan masyarakat bergotong-royong, bekerja sama, dan memperjuangkan kepentingan bersama-sama.,Nilai kebersamaan juga menjadi nilai penting dalam demokrasi Indonesia. Masyarakat Indonesia selalu mementingkan keberadaan kebersamaan dan pengertian di dalam sebuah komunitas, sehingga bisa menciptakan harmoni dan keselarasan.
=>Selain itu, prinsip demokrasi Indonesia yang "berke-Tuhanan yang Maha Esa" mengacu pada adanya keyakinan akan keberadaan Tuhan Yang Maha Esa sebagai kekuatan yang mengatur segala sesuatunya di alam semesta. Ini berarti bahwa prinsip demokrasi Indonesia selalu mengakui hirarki dari Tuhan Yang Maha Esa sebagai sumber berkehendak dan berkuasa tertinggi. Hal ini dapat dilihat dalam lambang negara Indonesia yang terdiri dari empat unsur Pancasila, termasuk kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
=>Berdasarkan fakta-fakta yang ada, praktik demokrasi di Indonesia saat ini masih dihadapkan pada beberapa tantangan dan permasalahan seperti kontroversi dalam proses pemilihan umum, kebijakan yang bertentangan dengan hak asasi manusia, serta masih adanya intoleransi dan diskriminasi terhadap kelompok minoritas. Namun, Pemerintah dan berbagai lembaga yang bertanggung jawab terus berupaya memperbaiki keadaan dan memperkuat prinsip-prinsip demokrasi yang sesuai dengan Pancasila, UUD NRI 1945, dan nilai-nilai hak asasi manusia.
D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
=> Sikap saya adalah menolak dengan keras karena kondisi di mana anggota parlemen mengatasnamakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat dapat disebut sebagai pengkhianatan politik. Hal ini dapat menyebabkan masyarakat kehilangan kepercayaan pada lembaga legislatif dan merasa tidak diwakili dengan baik oleh para wakilnya. Hal ini dapat merusak demokrasi dan ketidakstabilan sosial. Karena kepercayaan masyarakat pada lembaga legislatif sangat penting untuk menjaga stabilitas politik dan sosial dalam suatu negara. Oleh karena itu, perlu adanya tindakan dan pengawasan yang ketat terhadap anggota parlemen yang melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan tidak mnegatasi kepentingan masyarakat.
E. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
=> Pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berasal dari tradisi atau agama biasanya merupakan pemimpin yang memiliki pengaruh besar terhadap massa. Mereka mampu menggerakkan loyalitas dan emosi rakyat untuk mendukung tujuan-tujuannya, bahkan jika hal tersebut memerlukan pengorbanan besar dari pihak rakyat. Dalam konteks demokrasi dewasa saat ini, penggunaan kekuasaan kharismatik seperti ini dapat menjadi kontroversial. Konsep hak asasi manusia menuntut bahwa setiap individu memiliki hak yang sama dalam menerima perlakuan yang adil dan layak, yang mencakup hak untuk tidak dijadikan tumbal kepentingan politik atau kekuasaan.
=> Oleh karena itu, pemandangan bahwa pihak yang berkuasa menggunakan pengaruh kharismatik mereka untuk memaksa rakyat melakukan tindakan tertentu yang bertentangan dengan hak asasi manusia dapat dianggap sebagai tindakan tidak demokratis. Hal ini merusak prinsip-prinsip dasar demokrasi, dimana kekuasaan seharusnya diperoleh melalui dukungan orang-orang yang memilih dan mempercayai pemimpin tersebut, bukan melalui penekanan dan pengaruh emosional.
NPM : 2215061063
KELAS: PSTI-C
PRODI: Teknik Informatika
A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
=> Berdasarkan artikel yang saya baca, saya dapat menyimpulkan bahwa kinerja Indonesia terkait Hak Asasi Manusia selama 2019 masih buruk. Banyak agenda HAM mengalami kemacetan, mutu HAM pun mengalami kemunduran, dan bahkan begitu banyak serangan terhadap para pembela HAM. Selain itu, hal positif yang dapat saya ambil dari artikel tersebut adalah bahwa masyarakat Indonesia tidak membiarkan kinerja terkait HAM ini terus terusan memburuk. Indonesia terus berusaha melakukan beberapa langkah reformasi kunci guna memastikan perlindungan HAM yang lebih baik, menegakkan supremasi hukum, dan mereformasi sektor keamanan publik. Indonesia telah meratifikasi hampir semua perjanjian HAM internasional, dan masih terus terlihat berkomitmen untuk meratifikasi konvensi lainnya meski belum terwujud. Salah satunya adalah konvensi PBB untuk perlindungan semua orang dari penghilangan paksa. Harapan juga terlihat dari kembalinya gerakan mahasiswa sebagai kontrol sosial atas jalannya kekuasaan negara. Di Bali, gerakan masyarakat masih kuat menolak reklamasi Teluk Benoa. Di Kendeng, Jawa Tengah, komunitas masyarakat pegunungan masih mampu mempertahankan tuntutannya di tengah tekanan dari segala penjuru - termasuk ancaman kriminalisasi dan kekerasan.
B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
=> Demokrasi Indonesia memiliki akar yang kuat dari nilai-nilai adat istiadat dan budaya asli masyarakat Indonesia. Salah satu nilai yang cukup dominan adalah gotong royong, di mana masyarakat Indonesia menciptakan kesepakatan bersama untuk mengerjakan suatu proyek agar sukses dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat. Nilai gotong-royong merujuk pada keseluruhan masyarakat bergotong-royong, bekerja sama, dan memperjuangkan kepentingan bersama-sama.,Nilai kebersamaan juga menjadi nilai penting dalam demokrasi Indonesia. Masyarakat Indonesia selalu mementingkan keberadaan kebersamaan dan pengertian di dalam sebuah komunitas, sehingga bisa menciptakan harmoni dan keselarasan.
=>Selain itu, prinsip demokrasi Indonesia yang "berke-Tuhanan yang Maha Esa" mengacu pada adanya keyakinan akan keberadaan Tuhan Yang Maha Esa sebagai kekuatan yang mengatur segala sesuatunya di alam semesta. Ini berarti bahwa prinsip demokrasi Indonesia selalu mengakui hirarki dari Tuhan Yang Maha Esa sebagai sumber berkehendak dan berkuasa tertinggi. Hal ini dapat dilihat dalam lambang negara Indonesia yang terdiri dari empat unsur Pancasila, termasuk kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
=>Berdasarkan fakta-fakta yang ada, praktik demokrasi di Indonesia saat ini masih dihadapkan pada beberapa tantangan dan permasalahan seperti kontroversi dalam proses pemilihan umum, kebijakan yang bertentangan dengan hak asasi manusia, serta masih adanya intoleransi dan diskriminasi terhadap kelompok minoritas. Namun, Pemerintah dan berbagai lembaga yang bertanggung jawab terus berupaya memperbaiki keadaan dan memperkuat prinsip-prinsip demokrasi yang sesuai dengan Pancasila, UUD NRI 1945, dan nilai-nilai hak asasi manusia.
D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
=> Sikap saya adalah menolak dengan keras karena kondisi di mana anggota parlemen mengatasnamakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat dapat disebut sebagai pengkhianatan politik. Hal ini dapat menyebabkan masyarakat kehilangan kepercayaan pada lembaga legislatif dan merasa tidak diwakili dengan baik oleh para wakilnya. Hal ini dapat merusak demokrasi dan ketidakstabilan sosial. Karena kepercayaan masyarakat pada lembaga legislatif sangat penting untuk menjaga stabilitas politik dan sosial dalam suatu negara. Oleh karena itu, perlu adanya tindakan dan pengawasan yang ketat terhadap anggota parlemen yang melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan tidak mnegatasi kepentingan masyarakat.
E. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
=> Pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berasal dari tradisi atau agama biasanya merupakan pemimpin yang memiliki pengaruh besar terhadap massa. Mereka mampu menggerakkan loyalitas dan emosi rakyat untuk mendukung tujuan-tujuannya, bahkan jika hal tersebut memerlukan pengorbanan besar dari pihak rakyat. Dalam konteks demokrasi dewasa saat ini, penggunaan kekuasaan kharismatik seperti ini dapat menjadi kontroversial. Konsep hak asasi manusia menuntut bahwa setiap individu memiliki hak yang sama dalam menerima perlakuan yang adil dan layak, yang mencakup hak untuk tidak dijadikan tumbal kepentingan politik atau kekuasaan.
=> Oleh karena itu, pemandangan bahwa pihak yang berkuasa menggunakan pengaruh kharismatik mereka untuk memaksa rakyat melakukan tindakan tertentu yang bertentangan dengan hak asasi manusia dapat dianggap sebagai tindakan tidak demokratis. Hal ini merusak prinsip-prinsip dasar demokrasi, dimana kekuasaan seharusnya diperoleh melalui dukungan orang-orang yang memilih dan mempercayai pemimpin tersebut, bukan melalui penekanan dan pengaruh emosional.