གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Leo Fetri Hendli Hendli

PSTI C dan D Tahun 2023 -> FORUM JAWABAN POST TEST

Leo Fetri Hendli Hendli གིས-
Nama : Leo Fetri Hendli
NPM : 2215061020
Kelas : PSTI D
Prodi : Teknik Informatika

Post Test Analisis Jurnal

Kesadaran bela negara didefinisikan sebagai kesediaan untuk berbakti dan berkorban demi negara. Kesadaran bela negara yang tinggi dapat memperkuat negara dan mengurangi konflik. Selama pandemi, pelaksanaan bela negara dilakukan dengan mematuhi aturan pemerintah, melindungi diri sendiri dan orang lain, serta membantu mereka yang membutuhkan.

Dasar Hukum Bela Negara terdapat pada undang-undang dan pasal dalam UUD 1945 yang mengatur tentang bela negara. Setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban untuk ikut serta dalam upaya bela negara. Pelaksanaan bela negara melalui pendidikan kewarganegaraan, pelatihan dasar kemiliteran, pengabdian kepada negara, dan pengabdian sesuai profesi.

Pelaksanaan bela negara bukan berarti harus terjun dalam medan perang, dapat dilihat saat pandemi covid-19 terjadi pelaksanaan bela negara yang dilakukan melalui penanganan yang dilakukan baik dari segi pemerintah yang cepat tanggap dalam mengeluarkan suatu keputusan dan para tenaga medis yang siap maju menjadi garda terdepan dalam menangani kasus ini. Kemudian, sikap solidaritas yang tinggi ditandai dengan tetap menjaga lingkungan sekitar tetap kondusif walau terdapat tetangga yang sedang karantina secara mandiri akibat terinfeksi Covid -19.

Dari jurnal diatas, dapat disimpulkan jika bela negara merupakan suatu komponen penting dalam pertahanan negara kita dan harus dilakukan oleh semua warga negara. Diharapkan dengan adanya bela negara, negara kita menjadi lebih solid dan mampu menghalau segala macam bentuk masalah dan ancaman baik melalui internal maupun eksternal.

PSTI C dan D Tahun 2023 -> FORUM JAWABAN PRETEST

Leo Fetri Hendli Hendli གིས-
Nama : Leo Fetri Hendli
NPM : 2215061020
Kelas : PSTI D
Prodi : Teknik Informatika

Pretest Analisis Video

Ketahanan Nasional adalah suatu keuletan, keterampilan, ketangguhan, dan kemampuan bangsa dalam mengembangkan suatu potensi untuk menghadapi ancaman yang datang. Ancaman ini ada yang bersifat langsung, tidak langsung, luar, dan dalam. Mempertahankan ketahanan nasional perlu adanya integritas, identitas bangsa, kelangsungan hidup, dan perjuangan akan tujuan nasional.

Ancaman unsur Tri Gatra
1. Lokasi dan posisi geografis.
2. Keadaan dan kekayaan alam.
3. Kemampuan penduduk, sumber daya manusia harus ditingkatkan agar dapat bersaing dengan sumber daya asing.

Ancaman transnasional atau unsur manca gatra mencakup tantangan global yang melintasi batas-batas negara, seperti perubahan iklim yang dapat memicu bencana alam, terorisme yang melintasi negara-negara, perdagangan ilegal yang mencakup perdagangan manusia, narkoba, dan senjata ilegal, serta kejahatan siber yang terkait dengan serangan cyber dan pencurian data sensitif. Ancaman ini memerlukan kerjasama antarnegara dalam penanganannya karena sifatnya yang lintas batas.

Dalam menghadapi semua ancaman, negara perlu mengembangkan strategi yang holistik dan terintegrasi untuk memperkuat ketahanan nasionalnya. Ini melibatkan upaya penguatan pertahanan dan keamanan, penegakan hukum, pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, perlindungan lingkungan hidup, serta diplomasi dan kerja sama internasional untuk mengatasi tantangan berskala global.

PSTI C dan D Tahun 2023 -> FORUM JAWABAN POST TEST

Leo Fetri Hendli Hendli གིས-
Nama : Leo Fetri Hendli
NPM : 2215061020
Kelas : PSTI D
Prodi : Teknik Informatika

Post Test

A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Jawab :
Beberapa Lembaga mencatat bahwa kinerja Indonesia terkait HAM selama 2019 masih buruk. Komnas HAM mencatat banyak pelanggaran HAM berat di masa lalu. Hal ini dikarenakan tidak ada proses keadilan dan akuntabilitas atas pelanggaran HAM yang dilakukan oleh aparat keamanan, menguatnya pembatasan kebebasan berekspresi dan kebebasan beragama yang sewenang-wenang melalui aturan maupun praktik kebijakan, diskriminasi berbasis gender, kegagalan pemerintah dalam menghadirkan keadilan, pengungkapan kebenaran, dan pemulihan untuk korban pelanggaran HAM masa lalu, dan banyaknya pelanggaran HAM di Papua.

Hal positif nya adalah dunia atau pihak internasional masih mengakui bahwa Indonesia melakukan berbagai macam tahapan dalam pencegahan dan mengatasi pelanggaran HAM. Tentunya pemerintah selalu berusaha untuk mengatasi permasalahan HAM yang ada

B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berketuhanan yang Maha Esa?
Jawab :
Menurut saya, landasan demokrasi Indonesia sudah cukup lumayan baik, hal ini juga menunjukan bahwa Indonesia melestarikan budaya yang ada. Nilai - nilai adat atau budaya asli Indonesia juga merupakan unsur unsur nilai yang baik, sehingga jika digunakan sebagai landasan hal itu akan sangat baik.

Mengenai berlandaskan Ketuhanan, hal ini menunjukan jika Indonesia merupakan negara beragama dan berKetuhanan. Yang dimana asas ini juga merupakan sila pertama pada pancasila sehingga merupakan nilai nilai luhur bangsa. Selain memiliki pengetahuan, juga diperlukan nya nilai moral dan kerohanian.

C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Jawab :
Menurut saya, praktik demokrasi di Indonesia masih kurang sesuai dengan pancasila dan UUD NRI 1945. Hal ini dibuktikan dengan adanya beberapa pelanggaran yang dilakukan serta perbuatan perbuatan yang tidak sesuai dengan nilai luhur dan hukum bangsa. Contohnya, penyalahgunaan kekuasaan dan suap menyuap, dan lain sebagainya.

Praktik demokrasi juga masih belum menjunjung HAM, hal ini dibuktikan dengan banyaknya pelanggaran HAM yang terjadi. Contohnya, dibatasi nya hak berbicara dan menyampaikan pendapat, dan lain sebagainya.

D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Jawab :
Menurut saya, pemimpin seperti tersebut tidak pantas untuk memimpin bangsa kita. Karena mereka hanya menggunakan suara rakyat hanya untuk kepentingan pribadi. Sikap kita sebagai warga negara wajib memantau, mengawasi serta memberikan kritik terhadap pemimpin tersebut. Selain itu juga, sebagai mahasiswa kita bisa melakukan aksi unjuk rasa dan mediasi sesuai dengan peraturan yang berlaku serta tidak ricuh.

E. Bagaimana pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Jawab :
Menurut saya, hal tersebut sangatlah tidak benar dan melanggar HAM masyarakat. Sudah seharusnya para pejabat negara memikirkan rakyatnya dan menjadikan kebebasan rakyatnya sebagai patokan utama. Pejabat yang hanya memanfaatkan rakyatnya sangat tidak bisa dibenarkan dan akan sangat merugikan masyarakat. Pejabat harus menjadi contoh yang baik dan mampu mengayomi semua masyarakat nya.