གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Rizkia NADIA Al Afifah

Nama : Rizkia Nadia Al Afifah

 NPM : 2218011053

PENANAMAN NILAI-NILAI PANCASILA MELALUI KONTROL SOSIAL OLEH MEDIA MASSA UNTUK MENEKAN KEJAHATAN DI INDONESIA

Penulis :  Ariesta Wibisono Anditya

Isi Jurnal

Pasca era reformasi, muncul revolusi informasi sebagai akibat euforia jurnalisme seiring lahirnya regulasi di bidang kebebasan pers sebagaimana adanya Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Namun di sisi lain, akibat perkembangan masyarakat dan kian pesatnya kemajuan teknologi telah menimbulkan persoalan hukum karena sebagian regulasi media belum ada pengaturannya, padahal hukum mengatur untuk menyelesaikan persoalan yang mengemuka.Adanya teknologi informasi ketika internet menjadi medium baru pada bulan Januari 1998.

pembentukan opini publik dan komunikasi massa sebagai kecenderungan masyarakat modern pada akhirnya dapat menciptakan persepsi publik berupa personal kultur masyarakat dan mengubah nilai-nilai arah kehidupan sampai dengan struktur sosial dan lembaga-lembaga dalam masyarakat.

Dalam konteks kontrol sosial tidak ada integrasi antara pemerintah dan masyarakat. Kerjasama media massa dengan penegak hukum dapat membantu juga timbulnya kerjasama antara lembaga penegak hukum, dimana masih ditemui persaingan antara lembaga penegak hukum dalam upaya kontrol sosial, maka peran media massa di sini adalah dalam rangka mengembalikan citra dan kepercayaan masyarakat yang sama di antara semua lembaga penegak hukum.

Permasalahan yang sering ditemui adalah, karena mengejar tenggat waktu dan kurangnya pemahaman akan etika pemberitaan maka konstruksi berita hukum menjadi berlebihan dan tidak memberikan edukasi. Selain memberikan pelatihan ulang kepada sumber daya manusia di dalam media massa, pengawasan kepada media massa terhadap konstruksi pemberitaan dilakukan oleh Komisi Penyiaran Independen.

Hasil Analisis

Berdasarkan hasil pemahaman terhadap jurnal tersebut didapatkan hasil sebagai berikut.

Pengamalan nilai-nilai Pancasila oleh media massa dalam menerapkan fungsi kontrol sosial di Indonesia khususnya belum terlaksana secara menyeluruh. Berita yang diedarkan kepada khalayak ramai seringkali tidak sesuai dengan fakta dan disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Tanpa menelusuri kembali berita dan sumber berita tersebut, masyarakat justru mempercayai hal tersebut.

Seharusnya sebagai manusia yang berakal kita wajib meneliti kembali berita yang datang  sebelum mempercayainya. Hal demikian telah melanggar nilai-nilai Pancasila khususnya mengenai nilai materiil, nilai kerohanian, dan nilai vital yang berujung pada pelanggaran hak manusia lainnya. Pengamalan jiwa Pancasila yang masih kurang ditunjukkan dengan adanya berita-berita yang menyesatkan. Media massa berdasarkan tinjauan pustaka oleh penulis, hanya memberikan pemuas informasi kepada masyarakat, artinya, masyarakat hanya terpuaskan keingintahuannya saja mengenai berita hukum melalui sajian gambar maupun suara tanpa terdorong pembentukan kepribadiannya. Media massa di Indonesia belum sampai pada keadaan yang dapat membuat masyarakat mengubah moral untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila, hal demikian tercermin pada pudarnya jiwa patriotik, berkembangnya manusia individual-liberalistik, masih tertanamnya kepentingan pribadi atau golongan di atas kepentingan bangsa dan negara.


Assalamualaikum Wr.Wb Bu, Izin mengumpulkan tugas.

Nama : Rizkia Nadia Al Afifah

NPM : 2218011053

A.    Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!

Jawaban :

Sistem etika perilaku politik dilihat dari artikel tersebut dan kondisi birokrasi pemerintah Indonesia saat ini yang semakin mencuat mengindikasi adanya penyimpangan paradigma pemerintahan dan pelanggaran kode etik jajaran birokrat. Pada era reformasi sampai saat ini Pancasila sebagai sistem etika tenggelam dalam hiruk pikuk perebutan kekuasaan yang menjurus kepada pelanggaran etika politik. Salah satu bentuk pelanggaran etika politik adalah abuse of power, baik oleh penyelenggara negara di legislatif, eksekutif maupun yudikatif. Penyalahgunaan kekuasaan atau kewenangan inilah yang menciptakan korupsi di berbagai kalangan penyelenggara negara. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian sistem etika perilaku politik saat ini belum sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

 

B.     Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi !

 Jawaban :

Berdasarkan observasi di sekitar tempat tinggal saya,  etika generasi muda saat ini sebagian banyak yang kurang sopan terhadap orang yang lebih tua misalnya kepada guru, tetangga, pekerja jalanan dan bahkan kepada orang tuanya. Hal ini banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, seperti menaikkan suara ketika berbicara dengan orang yang lebih tua dan tidak menyapa ketika bertemu.

Kondisi ini tidak mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia. Saya memberikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi yaitu :

1. Peran orang tua dan keluarga

Lingkungan keluarga memberikan andil yang sangat besar  terhadap berkembangnya perilaku remaja. Peran orang tua dan keluarga dalam mendidik, membimbing, mengawasi  terhadap perkembangan perilaku anak harus dilakukan karena jika tidak anak akan tumbuh menjadi remaja yang tidak bermoral dan sering melakukan kenakalan seperti mencuri, melecehkan seseorang dan sebagainya.

2. Peran pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta.

Adapun pemerintah dengan tupoksinya sebagai pemangku kebijakan, dapat menciptakan regulasi pendidikan yang berorientasi pada penanaman nilai nilai luhur, maupun pembinaan karakter kaum intelektual muda Indonesia. Pembinaan karakter dalam instansi pendidikan formal belum mencapai output yang di harapkan.

Selanjutnya peran masyarakat, dan swasta dalam pembinaan karakter genarasi muda dapat direalisasikan dengan menumbuhkan dan melestarikan norma-norma yang berlaku dalam lingkungan masyarakat tersebut. Hal ini sangat penting untuk diciptakan, karena lingkungan masyarakat menjadi tempat tumbuh dan berkembang seorang anak setelah keluar dari lingkungan keluarga.


Nama : Rizkia Nadia Al Afifah 

NPM : 2218011053

Analisis isi jurnal

Pancasila merupakan sebuah filsafat karena Pancasila merupakan acuan intelektual kognitif dengan cara berpikir bangsa yang dalam usaha-usaha yang mendapatkan dalam sistem filsafat yang kredibel. Filsafat adalah berfikir secara mendalam dan sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran. Filsafat pendidikan adalah pemikiran yang mendalam tentang pendidikan berdasarkan filsafat. Apabila kita hubungkan fungsi Pancasila dengan sistem pendidikan ditinjau dari filsafat pendidikan, maka Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa yang menjiwai dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, sistem pendidikan nasional Indonesia wajar apabila dijiwai, didasari dan mencerminkan identitas Pancasila.Filsafat pendidikan Indonesia berakar pada nilai-nilai budaya yang terkandung pada Pancasila. Nilai Pancasila harus ditanamkan pada peserta didik melalui penyelenggaraan pendidikan nasional dalam semua level dan jenis pendidikan. Filsafat pancasila dalam membangun bangsa berkarakter. Pembangunan karakter membutuhkan suatu pedoman Pancasila. Pembangunan karakter untuk mewujudkan kualitas warga negara yang baik, cerdas serta beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha esa.

Secara keseluruhan jurnal ini memiliki kelebihan dan kekurangan.

Kelebihannya adalah jurnal ini berisi materi yang mudah dipahami oleh pembacanya dan penulisannya sudah secara sistematis.

Namun kekurangannya adalah jurnal ini ada bagian kalimat yang tidak masuk akal atau sudah dipahami karena menggunakan kata serapan.

 


Nama : Rizkia Nadia Al Afifah

NPM : 2218011053

A. Menurut pendapat saya proses pembelajaran di tengah pandemi covid 19 merupakan  cara reformasi pendidikan yang memiliki dampak positif dan negatif bagi siswa dan lingkungannya. Sistem yang diterapkan yaitu dengan menggunakan pembelajaran online. proses pendidikan Indonesia di tengah pandemi covid 19 memiliki dua persoalan mendasar yakni soal akses dan soal kualitas pendidikan. Terdapat siswa yang terkendala dalam memiliki akses untuk melakukan pembelajaran via online karena tidak memiliki HP,  laptop maupun pulsa untuk internet.

B. Pengefektifan dan pemaksimalan proses pendidikan di tengah pada COVID 19 supaya tetap berkorelasi dengan implementasi nilai Pancasila yaitu dengan cara mengurangi bepergian keluar rumah untuk mencegah kontak fisik merupakan salah satu hal yang termasuk mengimplementasikan nilai Pancasila. Selain itu implementasi Pancasila itu menemukan solusi melalui kerjasama bangsa Indonesia hal itu dilakukan oleh para pemerintah Indonesia dalam menangani pandemi covid 19.

C. Contoh kasus yang terkait dengan pengembangan karakter Pancasila jujur : terdapat mahasiswa yang terlambat masuk kelas dan tidak diperbolehkan mengikuti kelas dari dosen tersebut, setelah kelas selesai terdapat mahasiswa yang belum absen pada berkumpul ingin menandatangani absen. Keadaan ini bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa yang terlambat tadi untuk tetap mengisi absen kalua mahasiswa tersebut mau.

Menurut pendapat saya mahasiswa tersebut sudah mengimplementasikan nilai Pancasila hal ini patut untuk dicontoh.Sikap jujur itu yang paling utama.

D. Pancasila sebagai dasar negara mengandung arti bahwa Pancasila dijadikan landasan dalam penyelenggaraan negara. Pancasila sebagai dasar negara berarti bahwa, seluruh pelaksanaan dan penyelenggaraan pemerintah harus mencerminkan nilai-nilai Pancasila dan tidak boleh bertentangan. Pancasila juga mencerminkan kepribadian masyarakat Indonesia karena didalamnya terdapat butir-butir yang apabila diimplementasikan akan mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia. Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa hakikat Pancasila adalah sesuatu yang terkandung dalam nilai-nilai yang terdapat pada sila Pancasila yang harus dijadikan sebab, sehingga dijadikan sebagai dasar negara. Hakikat Pancasila dalam pengaktualisasian  nilai-nilai Pancasila dijadikan sebagai paradigma atau cara pandang seseorang untuk berpikir bersikap dan berperilaku di masyarakat. Contoh misalnya hakikat sila persatuan terkait dengan semangat kebangsaan hakikat sila kerakyatan terletak pada prinsip musyawarah.