Posts made by Muhammad Dzikri Rofa

Teknik Informatika A -> Forum Analisis Video-2

by Muhammad Dzikri Rofa -
Nama: M. Dzikri Rofa
NPM: 2255061022
Kelas: PSTI A

Analisis Video 2

“Detik-detik Hiroshima & Nagasaki di Bom, Peristiwa Sejarah Sebelum Proklamasi RI”

dapat dianalisis bahwa Indonesia mengalami masa masa yang sulit saat berada dipenjajahan jepang dan pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia akhirnya mewujudkan harapan bangsa dengan mendeklarasikan kemerdekaan bangsa Indonesia. Tetapi pada masa-masa sebelum proklamasi, terdapat peristiwa sejarah yaitu pengeboman kota Hiroshima dan Nagasaki di Jepang pada tanggal 7-9 Agustus 1945 oleh tentara sekutu yang mengakibatkan jepang menyerah pada tanggal 15 Agustus 1945. Hal ini membuat kekuatan jepang yang menjajah Indonesia saat itu melemah sehingga pada saat itu merupakan kesempata bagi rakyat Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaanya. Oleh karena itu, dimasa sekarang kita sepatutnya menghargai peristiwa bersejarah proklamasi kemerdekaan republik Indonesia dengan mempelajari dan menerapkan nilai-nilai Pancasila di kehidupan berbangsa dan bernegara.

Teknik Informatika A -> Forum Analisis Video-1

by Muhammad Dzikri Rofa -
Nama: M. Dzikri Rofa
NPM: 2255061022
Kelas: PSTI A



ANALISIS VIDEO 1

Berdasarkan video tersebut, akibat limbah pabrik yang langsung dibuang ke sungai membuat ratusan warga Desa Pegaden Tengah melakukan unjuk rasa dengan cara menutup saluran pembuangan limbah karena merasa tidak nyaman akan bau busuk yang ditimbulkan dari limbah pabrik tersebut dan mencemari sungai. Warga menuntut saluran limbah pabrik tersebut ditutup karena tidak memiliki alat untuk mengolah limbah pabrik. Hal ini dilandasi minimnya pengetahuan pemilik pabrik akan pentingnya mengelola limbah pabrik sebelum dibuang sehingga tidak mencemari lingkungan dan tidak menggangu aktivitas masyrakat. Dengan ini masyarakat berharap pabrik tersebut dapat mengelola hasil limbahnya sebelum dibuang jika tidak ingin para warga mengancam menutup pabrik yang sudah merusak lingkungan sungai serta menggangu aktivitas mereka karena baunya yang menyengat.

Melihat respon warga yang melakukan unjuk rasa untuk menutup saluran pembuangan limbah pabrik tersebut adalah hal yang harus dilakukan agar pihak pabrik bisa sadar akan pentingnya mengolah limbah pabrik sebelum dibuang agar tidak mencemari lingkungan sungai dan menggagu aktivitas warga akibat baunya. Seharusnya pihak pabrik sudah mengolah limbah pabrik sebelum dibuang mengingat pabrik tersebut sudah berdiri selama 25 tahun dan kemajuan teknologi saat ini yang sudah pesat.

Teknik Informatika A -> Forum Analisis Jurnal

by Muhammad Dzikri Rofa -
Nama: Muhammad Dzikri Rofa
NPM: 2255061022
Kelas: PSTI A

JUDUL : Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalam Menyikapi
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Pancasila merupakan warisan luar biasa dari pendiri bangsa yang mengacu kepada nilai-nilai luhur. Hampir tidak ada keraguan lagi, mayoritas bangsa Indonesia ini berpendapat bahwa Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pandangan hidup masyarakat Indonesia yang plural tidak tergantikan. Pancasila yang akomodatif terhadap agama tidak dapat tergantikan oleh ideologi sekulerisme yang tidak selalu bersahabat dengan agama. Oleh karena itu, perlu adanya pemulihan kembali kesadaran kolektif bangsa tentang posisi vital dan urgensi Pancasila dalam kehidupan masyarakat terutama mahasiswa melalui mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila.
Mata Kuliah Pendidikan Pancasila merupakan pelajaran yang memberikan pedoman kepada setiap insan untuk mengkaji, menganalisis, dan memecahkan masalah-maslah pembangunan bangsa dan Negara dalam perspektif nilai-nilai dasar Pancasila sebagai ideology dan dasar Negara Republik Indonesia. Dalam pelaksanaannya Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi memunyai dasar-dasar, yaitu (Kemendikbud, 2013): (1) Dasar Filosofis; Pertentangan ideologi kapitalisme dan komunisme telah menimbulkan ‘perang dingin’ yang dampaknya terasa di seluruh dunia. Namun para pendiri negara Republik Indonesia mampu melepaskan diri dari tarikan-tarikan dua kutub ideologi dunia tersebut, dengan merumuskan pandangan dasar (philosophische grondslag) pada sebuah konsep filosofis yang bernama Pancasila. (2) Dasar Sosiologis; Kebhinekaan atau pluralitas masyarakat bangsa Indonesia yang tinggi, dimana agama, ras, etnik, bahasa, tradisi budaya penuh perbedaan, menyebabkan ideologi Pancasila bisa diterima sebagai ideologi pemersatu. (3) Dasar Yuridis; Pancasila sebagai norma dasar negara dan dasar negara Republik Indonesia yang berlaku adalah Pancasila yang tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Sila-sila Pancasila yang tertuang dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 secara filosofis-sosiologis berkedudukan sebagai Norma Dasar Indonesia dan dalam konteks politis-yuridis sebagai Dasar Negara Indonesia.

Secara spesifik tujuan penyelenggaraan Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi adalah untuk : Memperkuat Pancasila sebagai dasar falsafah negara dan ideologi bangsa melalui revitalisasi nilai-nilai dasar Pancasila sebagai norma dasar kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Memberikan pemahaman dan penghayatan atas jiwa dan nilai-nilai dasar Pancasila kepada mahasiswa sebagai warga negara Republik Indonesia, serta membimbing untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Membentuk sikap mental mahasiswa yang mampu mengapresiasi nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, kecintaan pada tanah air dan kesatuan bangsa, serta penguatan masyarakat madani yang demokratis, berkeadilan, dan bermartabat berlandaskan Pancasila, untuk mampu berinteraksi dengan dinamika internal dan eksternal masyarakat bangsa Indonesia.

Secara garis besar sikap terdiri dari komponen kognitif (ide yang umumnya berkaitan dengan pembicaraan dan dipelajari), perilaku (cenderung mempengaruhi respon sesuai dan tidak sesuai) dan emosi (menyebabkan respon-respon yang konsisten). Ciri-ciri sikap menurut Heri Purwanto (1998) dalam buku Notoatmodjo (2003, p.34) adalah: Sikap bukan dibawa sejak lahir melainkan dibentuk atau dipelajari sepanjang perkembangan itu dalam hubungannya dengan obyeknya, Sikap dapat berubah-ubah karena itu sikap dapat dipelajari dan sikap dapat berubah pada orang-orang bila terdapat keadaan-keadaan dan syarat-syarat tertentu yang mempermudah sikap pada orang itu. Sikap tidak berdiri sendiri, tetapi senantiasa mempunyai hubungan tertentu terhadap suatu obyek. Dengan kata lain sikap itu terbentuk, dipelajari, atau berubah senantiasa berkenaan dengan suatu obyek tertentu yang dapat dirumuskan dengan jelas. Menurut Notoadmodjo (2003) dalam buku Wawan dan Dewi (2010), sikap terdiri dari berbagai tingkatan yaitu: (1) Menerima (receiving) Menerima diartikan bahwa orang (subyek) mau dan memperhatikan stimulus yang diberikan (obyek), (2) Merespon (responding) Memberikan jawaban apabila memberikan jawaban apabila ditanya, (3) Menghargai (valuing) Mengajak orang lain untuk mengerjakan atau mendiskusikan dengan orang lain terhadap suatu masalah, (4) Bertanggung jawab (responsible) Bertanggung jawab atas segala sesuatu yang telah dipilihnya dengan segala resiko.

Teknik Informatika A -> Forum Analisis Video

by Muhammad Dzikri Rofa -
Nama: Muhammad Dzikri Rofa
NPM: 2255061022
Kelas: PSTI A

Pancasila telah dijadikan nilai dasar bagi pengembangan IPTEK demi kesejahteraan hidup masyarakat Indonesia. Pengembangan IPTEK sebagai hasil budaya masyarakat Indonesia harus dilandasi pada nilai moral ketuhanan dan kemanusiaan yang adil dan beradab. Pada dasarnya sila-sila pada Pancasila merupakan sumber nilai, kerangka pikir, dan dasar moralitas bagi pengembangan IPTEK. Sehingga, silasila dalam Pancasila menunjukkan sistem etika dalam pengembangan IPTEK.

Berikut adalah penjabaran silaila Pancasila yang dijadikan pedoman dalam pengembangan IPTEK.
- Pertama, Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, mengimplementasikan ilmu pengetahuan, mencipta, perimbangan antara rasional dengan irasional, antara akal, rasa, dan kehendak. Berdasarkan sila pertama ini, IPTEK tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan, dibuktikan, dan diciptakan, tetapi juga mempertimbangkan tujuannya dan akibatnya, apakah merugikan manusia dengan sekitarnya atau tidak. Pengolahan diimbangi dengan pelestarian. Sila pertama menempatkan manusia di alam semesta bukan sebagai pusatnya melainkan sebagai bagian yang sistematik dari alam yang diolahnya.
Contohnya pada sila pertama dimana IPTEK harus menciptakan keseimbangan antara rasional dan irasional, antara akal dan kehendak, yang dimana tidak hanya memikirkan hal yang diciptakan tetapi juga dampak nya terhadap lingkungan sekitar.

- Kedua, Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab, memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan IPTEK harus beradab. IPTEK adalah bagian dari proses budaya manusia yang beradab dan bermoral. Oleh karena itu, pembangunan IPTEK harus didasarkan pada hakikat tujuan demi kesejahteraan umat manusia IPTEK harus dapat diabdikan untuk peningkatan harkat dan martabat manusia, bukan menjadikan manusia sebagai makhluk yang angkuh dan sombong akibat penggunaan IPTEK.
Contoh sila ke 2 yaitu bahwa IPTEK harus berdasarkan nilai-nilai moralitas yang ada.

- Ketiga, Sila Persatuan Indonesia, memberikan kesadaran kepada bangsa Indonesia bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia akibat dari sumbangan IPTEK, dengan persatuan dan kesatuan IPTEK bangsa dapat terwujud dan terpelihara, persaudaraan dan persahabatan antardaerah di berbagai daerah terjalin karena tidak lepas dari faktor kemajuan IPTEK. Oleh karena itu, IPTEK harus dapat dikembangkan untuk memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa dan selanjutnya dapat dikembangkan dalam hubungan masyarakat Indonesia dengan masyarakat internasional.
Contoh sila ke 3 yaitu IPTEK harus dapat menciptakan rasa nasionalisme dan rasa cinta tanah air di dalam diri masyarakat.

- Keempat, Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, mendasari pengembangan IPTEK secara demokratis. Hal ini berarti bahwa setiap ilmuwan haruslah memiliki kebebasan untuk mengembangkan IPTEK. Selain itu, dalam pengembangan IPTEK setiap orang juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan harus memiliki sikap yang terbuka artinya terbuka untuk dikritik, dikaji ulang maupun dibandingkan dengan penemuan teori lainnya.
Contoh sila ke 4 yaitu IPTEK harus memiliki asas demokratis, dimana setiap keilmuan harus memiliki kebebasan dan pendapat dalam perkembangannya.

- Kelima, Sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kemajuan IPTEK harus dapat menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan, yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungan dengan dirinya sendiri, manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusia lain, manusia dengan masyarakat bangsa dan negara serta manusia dengan alam lingkungannya.
Contoh sila ke 5 yaitu IPTEK harus dapat menyeimbangkan rasa keadilab dalam kehidupan bermasyarakat.

Teknik Informatika A -> Forum Analisis Soal

by Muhammad Dzikri Rofa -
Nama : Muhammad Dzikri Rofa
NPM : 2255061022
Kelas : PSTI A
Tugas Pertemuan 12 (Analisis Soal)

1. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila?
Jawaban: Sistem etika perilaku politik di Indonesia saat ini di Indonesia ternyata belum sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Paradigma pemerintahan pada masa lalu yang tetap dipertahankan inilah yang menjadi akar masalah pemerintahan dan birokrasi sehingga mengancam demokratis. Persimpangan antar etika dan paradigma pemerintahan semakin mencuat dan menghadapkan diri pada problematika etik.

Adanya penyimpangan paradigma pemerintah dan pelanggaran kode etik jajaran birikrat menyebabkan tingginya ketidakpercayaan masyarakat terhadap jajaran pemerintah yang mengindikasikan adanya kesalahan dalam melaksanakan paradigma pemerintah, masalah ini tentu menjadi isu krusial yang harus dibenahi oleh pemerintah dengan upaya pembenahan pengembalian fungsi dan tujuan birokrasi pemerintahan.

Lalu, mengenai etika politik dan pemerintahan yang diatur di dalam perundangan, secara khusus ada juga aturan yang menegaskan bahwa dalam memberikan pelayanan kepada publik, seorang pejabat negara harus siap mundur dari jabatannya apabila merasa dirinya telah melanggar kaidah dan sistem nilai, ataupun dianggap tidak mampu memenuhi amanah masyarakat, bangsa, dan negara. tetapi pada kenyataannya pejabat yang terkena kasus huku tidak berjiwa ksatria dapat menghadapinya sesuai dengan nilai-nilai etika dan budaya yang tertanam di bangsa ini. Pejjabat tersebut terkesan menghalangi dan menutupi sampai melakukan suap agar dapat terbebas dari kasus nya. hal tersebut menjadikan kelemahan dari jajaran pemerintah sekarang. Sistem etika perilaku politik saat ini masih belum sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, hal ini terlihat dari kinerja dan kebijakan pemerintah yang belum memuaskan. Sistem etika perilaku politik saat ini belum mencerminkan nilai-nilai Pancasila sila ke 2, ke 4, dan ke 5, karena masih kurangnya pelayanan pemerintah dan jajaran birokrasi yang adil, professional, berintegritas, efisien, dan transparan. Contoh dari pelanggaran itu sendiri yaitu maraknya kasus kkn atau korupsi kolusi dan nepotisem. Dimana pemerintah atau "orang" politik melakukan penyalahgunaan kekuasaan untuk melakukan sesuatu yang melanggar hukum. Tentunya ini sangat salah dan melanggar pancasila. Diantaranya yaitu sila pertama, yang menganut konsep Ketuhanan, kasus korupsi sendiri tentu menyalahi aturan yang ada di agama apapun itu. Sehingga kasus kkn menyalahi pancasila sila pertama. Selain itu ada kasus dimana pejabat politik melakukan penyuapan untuk tujuan tertentu. Baik untuk menutupi suatu kasus, untuk mencapai tujuan politik, ataupun untuk mengambil suara. Tentu saja sangat menyalahi pancasila yang ada.

2. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggalmu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi!
Jawab : Jika melihat sekitar tempat tinggal saya, etika para generasi muda bisa dibilang cukup baik, Contohnya, banyak anak-anak yang pergi beribadah di masjid ketika waktunya. Hal ini mencerminkan bahwa mereka beretika dan mengamalkan nilai Pancasila khusunya nilai ketuhanan, tetapi tidak sepenuhnya mencerminakan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia. Contohnya generasi muda sekarang banyak yang tidak memiliki etika untuk menghormati orang yang lebih tua dan tidak bisa menghargai orang lain. Salah satu hal sederhana nya yaitu kurang nya kejujuran, dimana siswa masih sering mencontek saat ujian. Selain itu juga, banyak generasi muda yang terjebak di lingkaran pergaulan bebas, ada yang tawuran, ada yang berkelahi, maupun minum alkohol bahkan menggunakan obat - obatan terlarang. Solusi untuk mengatasi dekadensi moral yang terjadi saat ini bisa dengan memberikan pendidikan karakter, mulai dari lungkup terkecil yaitu lingkup keluarga hingga lingkup yang lebih luas seperti di sekolah.