Kiriman dibuat oleh Muhammad Azka Naufal

Teknik Informatika B-2022 -> Forum Analisis Jurnal

oleh Muhammad Azka Naufal -
Nama: Muhammad Azka Naufal
NPM: 2215061066
Kelas: PSTI-B

Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalam Menyikapi 
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Berdasarkan hasil analisis saya terhadap jurnal "Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalam Menyikapi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi" kita perlu tahu bahwa sikap terdiri dari komponen kognitif (ide yang umumnya berkaitan dengan pembicaraan dan dipelajari), perilaku (cenderung mempengaruhi respon sesuai dan tidak sesuai) dan emosi (menyebabkan respon-respon yang konsisten). Kemudian Ciri-ciri sikap menurut Heri Purwanto (1998) dalam buku Notoatmodjo (2003, p.34) adalah: Sikap bukan dibawa sejak lahir melainkan dibentuk atau dipelajari sepanjang perkembangan itu dalam hubungannya dengan obyeknya, Sikap dapat berubah-ubah karena itu sikap dapat dipelajari dan sikap dapat berubah pada orang-orang bila terdapat keadaan-keadaan dan syarat-syarat tertentu yang mempermudah sikap pada orang itu. Menurut Notoadmodjo (2003) dalam buku Wawan dan Dewi (2010), sikap terdiri dari berbagai tingkatan yaitu: (1) Menerima (receiving) Menerima diartikan bahwa orang (subyek) mau dan memperhatikan stimulus yang diberikan (obyek), (2) Merespon (responding) Memberikan jawaban apabila memberikan jawaban apabila ditanya, mengerjakan tugas yang diberikan adalah suatu indikasi sikap 
karena dengan suatu usaha untuk 
menjawab pertanyaan atau mengerjakan 
tugas yang diberikan. Terlepas dari 
pekerjaan itu benar atau salah adalah 
berarti orang tersebut menerima ide itu, (3) 
Menghargai (valuing) Mengajak orang lain 
untuk mengerjakan atau mendiskusikan 
dengan orang lain terhadap suatu masalah 
adalah suatu indikasi sikap tingkat tiga, (4) 
Bertanggung jawab (responsible) Bertanggung jawab atas segala sesuatu yang telah dipilihnya dengan segala resiko 
adalah mempunyai sikap yang paling 
tinggi.

Teknik Informatika B-2022 -> Forum Analisis Soal

oleh Muhammad Azka Naufal -
Nama: Muhammad Azka Naufal
NPM: 2215061066
Kelas: PSTI B
1. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!

2. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi !
Jawab:
1. Menurut saya, system etika perilaku politik masih belum sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila ini terbukti dari adanya Paradigma pemerintahan yang seharusnya dibangun, tetapi berbalik menjadi kelemahan jajaran pemerintah yang dihadapkan dengan polemik etik, antara lain:
a) Independence
b) Impartialy
c) Integrity
d) Transparency
e) Efficiency
f) Profesionalism
g) Service mindedness

2. Etika generasi muda saat ini masih belum 100% mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia, hal ini dikarenakan masih banyaknya generasi muda yang lalai dan tidak peduli akan etikanya terhadap orang lain, di tambah dengan adanya etika luar negeri yang masuk ke dalam dan banyak generasi muda yang mengikutinya sehingga membuat etika dan nilai bangsa Indonesia terlupakan. Solusi-solusi yang dapat diterapkan guna meningkatkan etika generasi muda mengenai adanya dekandesi moral dapat berupa:
a) Mengontrol dan membawa diri dalam semua situasi
b) Memanfaatkan Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sebaik-baiknya.
c) Menanamkan pendidikan karakter sejak dini.
d) Pemilihan teman bergaul dan lingkungan yang tepat.
e) Memperluaswawasan dan pengetahuan dalam ranah ilmu penegetahuan dan kehidupan sosial.
f) Meningkatkan keimanan dan ketakwaan dalam diri.
g) Mengadakan pendidikan moral dan pengembangan karakter pada mata pelajaran yang diajarkan di sekolah, dll
Nama : Muhammad Azka Naufal
NPM : 2215061066
Kelas : PSTI B

Judul Artikel
IMPLEMENTASI PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA

Isi Artikel
Penulis memulai dari bagian abstrak disitu penulis menjelaskan bahwa artikel ini bertujuan untuk lebih mengetahui dan memahami tentang Pancasila dan nilai nilai yang terkandung dalam Pancasila itu sendiri, dan pentingnya Pancasila bagi suatu negara.

Di dalam bagian pendahuluan penulis menjelaskan Pancasila adalah dasar negara dan digunakan sebagai ideologi nasional. Penulis juga menjelaskan bahwa Pancasila berisi lima sila yang pada hakikatnya berisi lima nilai dasar yang fundamental. Nilai nilai dasar dari Pancasila tersebut adalah nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, nilai Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, nilai Persatuan Indonesia, nilai Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan nilai Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan pernyataan secara singkat bahwa nilai dasar Pancasila adalah nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan nilai keadilan. Penulis juga menjelaskan bahwa Pancasila juga dapat di artikan sebagai ideologi dari negara Indonesia atau sering di sebut rumusan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Metode Penelitian yang digunakan oleh penulis adalah pendekatan deskriptif analitis. Menurut penulis pendekatan ini dipilih karena merupakan metode paling tepat untuk menggambarkan, mendeskripsikan, dan menganalisis Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.

Penulis juga memaparkan hasil penelitian dan pembahasannya, Penulis menyatakan dihasil penelitiannya bahwa Pancasila adalah dasar negara dan hukum utama di Indonesia. Pancasila terdiri dari dua jenis kata yaitu "pantja" dan "sila". Pantja berarti lima, dan sila berarti asas atau sendi. Pancasila berisi lima asas yang meliputi aspek, ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan sosial. Pembahasan yang diberikan berdasarkan hasil penelitian juga cukup jelas.

Penulisan memberikan kesimpulan bahwa Pancasila merupakan dasar falsafah dan ideologi negara yang diharapkan menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai pemersatu, lambang persatuan dan kesatuan serta sebagai pertahanan bangsa dan negara. Pancasila sebagai pandangan hidup Pancasila dianggap memiliki nilai-nilai kehidupan paling baik. Pancasila dijadikan dasar dan motivasi dalam sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Semua sila dari Pancasila tidak dapat dilaksanakan secara terpisah-pisah karena Pancasila merupakan satu kesatuan yang utuh dan saling berkaitan.

Kelebihan:
Hasil penelitian dan pembahasan yang diberikan cukup lengkap dan menyeluruh sehingga artikel yang dibaca dapat dipahami.
Kekurangan:
Masih terdapat beberapa penggunaan huruf kapital yang salah dan kalimat yang tidak efektif.
Nama : Muhammad Azka Naufal
NPM : 2215061066
Kelas : PSTI B

Judul Jurnal
Meneguhkan Pancasila Sebagai Ideologi Bernegara: Implemetasi
Nilai-Nilai Keseimbangan dalam Upaya Pembangunan Hukum di
Indonesia

Isi Jurnal
Berdasarkan isi jurnal tersebut, Pancasila menjadi ideologi negera yang bersifat universal, dengan kata lain nilai-nilai dalam Pancasila berlaku menyeluruh bagi semua masyarakat Indonesia. Para pendiri negara kita dengan sangat bijak menyepakati pilihan yang terbaik tentang dasar negara sesuai dengan karakter
bangsa kita, menjadi sebuah negara modern yang berkarakter
religius, tidak sebagai negara sekuler juga tidak sebagai negara agama.

Penulis menjelaskan sejarah lahirnya Pancasila di era modern berawal dari pemberian janji
kemerdekaan kepada bangsa Indonesia oleh Perdana Menteri Jepang saat itu,
yaitu Kuniaki Koiso pada tanggal 7 September 1944. Dari janji tersebut,
Pemerintah Jepang kemudian membentuk Dokuritsu Junbi Chōsa-kai dalam bahasa indonesia yang berarti Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) yang lebih dikenal sebagai Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (disingkat "BPUPKI") pada tanggal 1 Maret 1945. BPUPKI diresmikan pada tanggal 29 April 1945 dan diketuai oleh Dr. KRT. Radjiman Wedyodiningrat.

Penulis juga menjelaskan mengenai Pancasila sebagai dasar filsafat negara dan filsafat hidup bangsa yang isinya. Pancasila adalah
suatu sistem nilai yang cukup sistematis. Oleh karena itu sebagai suatu dasar
filsafat maka sila-sila Pancasila merupakan suatu kesatuan yang bulat, hierarkis
dan terstruktur. Inilah yang disebut-sebut bahwa Pancasila adalah sebuah
sistem filsafat. Oleh Karena merupakan suatu sistem filsafat, maka kelima sila
bukan terpisah-pisah dan memiliki makna sendiri-sendiri, melainkan memiliki
esensi makna yang utuh. Pancasila sebagai falsafat bangsa dan negara memiliki makna bahwa segenap aspek kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan wajib
mendasarkan pada lima nilai yaitu nilai Ketuhanan, nilai Kemanusiaan, nilai
Persatuan, nilai Kerakyatan dan nilai Keadilan.

Penulis juga memaparkan 4 Fungsi Pancasila Sebagai Ideologi Bernegara
1. Pancasila sebagai ideologi negara
Pancasila sebagai ideologi mengandung pengertian bahwa Pancasila
merupakan ajaran, gagasan, doktrin, teori atau ilmu yang diyakini
kebenarannya dan dijadikan pandangan hidup bangsa Indonesia serta menjadi
pentunjuk dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi masyarakat, bangsa
dan negara Indonesia.
2. Pancasila sebagai Dasar Negara
Pancasila sebagai dasar negara mengandung arti bahwa Pancasila
dipergunakan sebagai dasar (fundamen) untuk mengatur pemerintah negara
atau sebagai dasar untuk mengatur penyelengaraan negara.
3. Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa
Pancasila sebagai petunjuk hidup berbangsa dan bernegara merupakan
pedoman bagi setiap arah dan kegiatan bangsa Indonesia di segala bidang.
4. Pancasila sebagai Kepribadian Bangsa
Pancasila juga merupakan ciri khas bang Indonesia yang tercermin dalam
sikap, tingkah laku, dan perbuatan yang senantiasa selaras, serasi dan
seimbang sesuai deng nilai-nilai Pancasila itu sendiri.

Penulis juga menjabarkan bagaimana hukum harus sesuai dengan Pancasila, pembangunan hukum harus berangkat dari nilai-nilai Pancasila, karena
pada hakikatnya Pancasila merupakan tonggak konvergensi berbagai gagasan
dan pemikiran mengenai dasar falsafah kenegaraan yang didiskusikan secara
mendalam oleh para pendiri negara. Pancasila menjadi kesepakatan luhur
(modus vivendi) yang kemudian ditetapkan sebagai dasar ideologi negara.
Dalam hal ini, Pancasila menjadi dasar rasional mengenai asumsi tentang
hukum yang akan dibangun sekaligus sebagai orientasi yang menunjukan
kemana bangsa dan negara harus dibangun.

Kelebihan dan kekurangan
Kelebihan : penjelasan dan daftar pustaka yang ada dijurnal cukup jelas dan mudah untuk dipahami.

Kekurangan : masih terdapat beberapa kekurangan dijurnal tersebut seperti BPUPKI yang harusnya diresmikan tanggal 29 April 1945 bukan 1 Maret 1945.