གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Annisa Ghaida Fadhila 2213053216

Nama : Annisa Ghaida Fadhila
Npm : 2213053216
Kelas : 2A

Dinamika sosial politik menjelang Pemilu serentak 2019

Pemilihan umum serentak Indonesia 2019 merupakan pemilihan umum pertama di mana pemilihan presiden dan wakil presiden dilakukan bersamaan dengan pemilihan parlemen. Oleh karena itu, menarik untuk melihat dinamika sosial politik menjelang Pemilu 2019. Di pemerintahan Presiden Joko Widodo, dinamika koalisi juga menjelaskan upaya koalisi. Dalam pelaksanaan pilkada serentak tahun 2019, dapat dikatakan bahwa penerapan sistem presidensial memiliki kelemahan yang bersumber dari penerapan sistem multi partai. Kurangnya perubahan besar dalam fungsi sistem pemilu kepada masyarakat umum pada tahun 2019 pada saat yang sama karena ambang batas presiden saat ini dan lemahnya kelembagaan partai politik. Kurangnya perubahan yang signifikan dalam penerapan sistem pemilu serentak tahun 2019 ini disebabkan oleh masih berlakunya ambang batas pemilihan presiden dan lemahnya institusi partai itu sendiri yang meneruskan model koalisi yang dibangun oleh dua pasangan calon presiden murni pragmatis.

Di Indonesia, empat pemilihan parlemen diadakan sebagai bagian dari reformasi agama. Namun, pada pemilu kelima tahun 2019, khususnya pemilihan presiden, terdapat entitas politik yang lebih banyak mendapat perhatian publik. Dalam konteks Indonesia, berlangsungnya proses demokrasi dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti budaya politik, perilaku aktor dan kekuatan politik. Pendalaman demokrasi juga dapat dilihat sebagai upaya untuk menciptakan pemerintahan yang efektif. Dari sisi sosial, memperdalam demokrasi berarti melembagakan partisipasi dalam kegiatan politik resmi di tingkat lokal. Pemilihan presiden secara langsung merupakan langkah awal untuk memperkuat peran masyarakat. Tentu saja peran ini harus dilanjutkan hingga pergantian pemerintahan.

Sebagai pilar dasar demokrasi, pemilu merupakan sarana dan motivasi terbaik bagi rakyat, terutama untuk mengarahkan aspirasi politiknya, untuk secara damai memilih wakil-wakil terbaik untuk parlemen dan presiden/wakil presiden. Pemilu serentak 2019 akan menjadi pemilu kelima sejak masa orde baru dan pemilu serentak pertama di mana pemilu parlemen dan presiden dilaksanakan secara bersamaan. Namun, tantangan pendalaman demokrasi meningkat ketika kondisi sosial, ekonomi, politik dan hukum juga tidak memadai. Nilai-nilai demokrasi tidak cukup terwakili dalam pemilihan presiden. Sebagai negara demokrasi terbesar keempat di dunia, tampaknya Indonesia masih harus membuktikan diri sebagai negara yang menjalankan demokrasi substantif.
Nama : Annisa Ghaida Fadhila
Npm : 2213053216
Kelas : 2A

Analisis Jurnal Semangat Bela Negara Di Tengah Pandemi Covid-19 ( The National Spirit Of DefenseE In The Middele Of The Covid-19 Pandemic)

Bela Negara adalah sikap dan perilaku warga Negara yang dijiwai oleh kecintaan dan kesetiaan terhadap bangsa dan Negaranya berdasarkan pancasila dan undang undang dasar 1945. Semakin tinggi kesadaran suatu warga Negara tentang bela Negara maka akan semakin kokoh juga Negara tersebut.

Oleh karena itu kita harus selalu sadar akan bela Negara agar Negara kita ini bisa maju dan tidak mudah untuk di provokasi oleh Negara lain serta konflik di Negara kita ini bisa rendah serta permasalahan yang berkaitan dengan runtuhnya suatu Negara karena kekurangan pada generasi muda yang sadar akan bela Negara tersebut.

Bela Negara bukan hanya angkat senjata saja, tetapi banyak cara lain yang kita bisa lakukan dengan mudah, contohnya saat pandemi kita mematuhi semua aturan yang dikeluarkan oleh pemeritah agar kita tidak terkena penyakit virus covid-19 serta tidak menyebarkan berita bohong atau hoax karena dapat mengakibatkan hal yang kurang baik. Kita juga bisa melakukan isolasi mandiri dengan lingkungan, dengan demikian kita sudah melakukan bela Negara secara mandiri dan membantu orang yang rentan terkena virus covid-19. Kita dapat melakukan isolasi lebih besar lagi dengan kerjasama bersama pemerintah setempat agar bisa melakukan isolasi lebih besar lagi, serta menaati himbauan pemerintah untuk tidak mudik ke kampung halaman terlebih dahulu.
Nama : Annisa Ghaida Fadhila
Npm : 2213053216
Kelas : 2A

Demokrasi itu gaduh, tapi kenapa bertahan dan dianut banyak negara?

Dalam berdemokrasi memang sering terjadi kegaduhan, namun yang terpenting adalah jangan berpolmik dan jangan ada yang membuat kegaduhan. Dengan adanya demokrasi dapat menjamin kebebasan untuk kita berpendapat. dalam berdemokrasi pasti terdapat kebisingan dan keributan namun yang terpenting ributnya Masih dalam konteks yang sesuai dengan prosedur.

Alasan dari negara-negara yang menganut sistem demokrasi adalah dengan adanya demokrasi kita dapat lebih mampu mempertahankan keamanan dan kemakmuran jangka panjang, berdemokrasi pun dipandang sebagai alat yang paling efektif menunjukkan kesejahteraan masyarakatnya, mengurangi konflik dan meningkatkan partisipasi publik, dengan demokrasi pun negara dapat lebih kaya, punya tingkat perkembangan manusia yang lebih tinggi, punya angka korupsi yang lebih rendah, memiliki warga negara yang lebih bahagia dan sehat serta lebih menjamin atas hak asasi manusia di negaranya.
Nama : Annisa Ghaida Fadhila
Npm : 2213053216
Kelas : 2A

Analisis jurnal pertemuan 12

Hukum merupakan keseluruhan peraturan-peraturan dalam berkehidupan. Penegak hukum adalah orang yang pertama dijadikan panutan dan hendaknya mempunyai kemampuan berkomunikasi dan mampu menjalankan peran sebagai pemberi keadilan bagi yang berperkara. Banyaknya faktor yang mempengaruhi lemahnya mentalitas aparat penegak hukum dan perlindungan negara seperti lemahnya pemahaman agama, ekonomi, serta proses rekruitmen yang tidak transparan dan lain sebagainya.

Persamaan dimata hukum nyatanya tidak berjalan dengan efektif dan wajar kalau reaksi masyarakat terhadap aparat penegak hukum semakin hari semakin buruk di indonesia. Reformasi hukum yang digadang gadang hingga saat ini pun belum memenuhi harapan masyarakat, terbukti masih tingginya angka kriminilitas, Narkoba, Korupsi, asusila dan permasalahan hukum lainnya. Aparat penegak hukum serta jajarannya yang tidak amanah serta tidak jujur dalam menjaga kepercayaan masyarakat dan negara bahkan ketidakpuasan terhadap pendapatan menjadi penyebab utama tingginya KKN serta persoalan hukum lainnya.
Nama : Annisa Ghaida Fadhila
Npm : 2213053216
Kelas : 2A

Analisis Jurnal DEMOKRASI SEBAGAI WUJUD NILAI-NILAI SILA KEEMPAT PANCASILA DALAM PEMILIHAN UMUM DAERAH DI INDONESIA

Negara Republik Indonesia merupakan Negara hukum, semua warga Negara dalam menjalankan sistem pemerintahan harus tunduk terhadap hukum yang berlaku di Indonesia. Indonesia menganut sistem demokrasi yang memiliki sistem pemerintahannya seluruh rakyat turut serta memerintah dengan perantara wakilnya.

Dari jurnal diatas dapat disimpulkan bahwa demokrasi diindonesia merupakan wujud nilai-nilai dalam sila keempat yang memiliki keinginan untuk mengikutsertaan rakyat didalam menjalankan roda pemerintahan, melindungi demokrasi dan melindungi sesuatu yang menyandang status minoritas seperti minoritas dalam hal pencalonan kepala daerah yang bertarung sesuai dengan amanat nilai demokrasi dalam sila keempat Pancasila.