Posts made by Annisa Ghaida Fadhila 2213053216

Nama : Annisa Ghaida Fadhila
Npm : 2213053216
Kelas : 2A

Pertemuan 15
Ketahanan nasional

Ketahanan nasional adalah keuletan, keterampilan, ketangguhan dan kemampuan mengembangkan potensi nasional untuk menghadapi ancaman yang datang.

Ancaman-ancaman terdiri dari ancaman secara langsung, ancaman dari luar, ancaman dari dalam dan ancaman secara tidak langsung. Biasanya yang diserang yaitu integritas, identitas, kelangsungan hidup dan perjuangan mencapai tujuan nasional.

Adapun ancaman unsur alami atau tri gatra yaitu :
1. Lokasi, diwujudkan dengan peningkatan potensi laut dan darat serta kemampuan posisi dengan negara tetangga
2. Keadaan dan kekayaan alam, diwujudkan dengan kesadaran akan kekayaan alam seperti sumber daya alam
3. Kemampuan penduduk, diwujudkan dengan keadaan dan kemampuan penduduk dengan pendidikan dan pelatihan

Adapun ancaman unsur sosial atau manca gatra yaitu :
1. Ideologi, diwujudkan melalui rangkaian nilai mampu menampung aspirasi secara ideologi contohnya Dengan memahami nilai-nilai Pancasila secara praktis.
2. Politik, diwujudkan melalui demokrasi sebagai wujud dari pertahanan keamanan dari sisi politik.
3. Ekonomi, diwujudkan melalui sarana, modal dab teknologi.
4. Sosial budaya, diwujudkan melalui kepemimpinan, pendidikan serta tradisi yang dipertahankan seperti belajar bahasa daerah untuk mempertahankan tradisi agar tidak hilang.
5. Hankam, diwujudkan melalui partisipasi dan kesadaran masyarakat.
Nama : Annisa Ghaida Fadhila
Npm : 2213053216
Kelas : 2A

Ketahanan Nasional

Ketahanan nasional merupakan segala upaya yang dilakukan untuk tetap mempertahankan kedaulatan negara dan salah satu upayanya ialah bela negara. Dimana bela negara dapat dilakukan secara meningkat dan non militer.

Upaya-upaya mempertahankan ketahanan nasional
• Aspek ekonomi, mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan yang adil dan merata di seluruh wilayah Indonesia dan pemerataan pembangunan di seluruh daerah.
• Aspek sosial budaya, mewujudkan kehidupan sosial budaya bangsa dan masyarakat Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa mewujudkan persatuan dan kesatuan cinta tanah air serta mampu memperbesar budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia.
• Aspek pertahanan dan keamanan, Meningkatkan semangat, memiliki ketangguhan dan keuletan dalam menghadapi segala tantangan dan hambatan yang datang dari luar maupun dari dalam yang mengancam ketahanan nasional.
• Aspek ilmu pengetahuan, penguatan sistem pendidikan, teknologi perbaikan pos pelayanan kesehatan dan mewujudkan masyarakat yang mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
• Aspek Ideologi, mengamalkan Pancasila dan juga menjadikannya sebagai pandangan hidup berbangsa dan bernegara serta menguatkan kembali pendidikan Muara pada silat di sekolah maupun di lingkungan sehari-hari.
• Aspek Politik, Mewujudkan sistem pemerintahan yang adil dan menjalin politik dua arah yaitu pemerintahan dan masyarakat.
•Aspek politik luar negeri, Meningkatkan kerjasama internasional di berbagai bidang dan juga mengembangkan sistem politik luar negeri untuk meningkatkan persahabatan dan kerjasama dengan negara lain.

Kaitan ketahanan nasional dengan bela negara dirumuskan pada pasal 27 ayat 3 undang-undang negara Republik Indonesia 1945 yang berbunyi "Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara".
Nama : Annisa Ghaida Fadhila
Npm : 2213053216
Kelas : 2A

Ketahanan Nasional

Ketahanan nasional merupakan segala upaya yang dilakukan untuk tetap mempertahankan kedaulatan negara dan salah satu upayanya ialah bela negara. Dimana bela negara dapat dilakukan secara meningkat dan non militer.

Upaya-upaya mempertahankan ketahanan nasional
• Aspek ekonomi, mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan yang adil dan merata di seluruh wilayah Indonesia dan pemerataan pembangunan di seluruh daerah.
• Aspek sosial budaya, mewujudkan kehidupan sosial budaya bangsa dan masyarakat Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa mewujudkan persatuan dan kesatuan cinta tanah air serta mampu memperbesar budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia.
• Aspek pertahanan dan keamanan, Meningkatkan semangat, memiliki ketangguhan dan keuletan dalam menghadapi segala tantangan dan hambatan yang datang dari luar maupun dari dalam yang mengancam ketahanan nasional.
• Aspek ilmu pengetahuan, penguatan sistem pendidikan, teknologi perbaikan pos pelayanan kesehatan dan mewujudkan masyarakat yang mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
• Aspek Ideologi, mengamalkan Pancasila dan juga menjadikannya sebagai pandangan hidup berbangsa dan bernegara serta menguatkan kembali pendidikan Muara pada silat di sekolah maupun di lingkungan sehari-hari.
• Aspek Politik, Mewujudkan sistem pemerintahan yang adil dan menjalin politik dua arah yaitu pemerintahan dan masyarakat.
•Aspek politik luar negeri, Meningkatkan kerjasama internasional di berbagai bidang dan juga mengembangkan sistem politik luar negeri untuk meningkatkan persahabatan dan kerjasama dengan negara lain.

Kaitan ketahanan nasional dengan bela negara dirumuskan pada pasal 27 ayat 3 undang-undang negara Republik Indonesia 1945 yang berbunyi "Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara".
Nama : Annisa Ghaida Fadhila
Npm : 2213053216
Kelas : 2A

Analisis Soal 2

1. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Tahun 2019 dapat dikatakan sebagai tahun yang kelam; banyak agenda HAM mengalami kemacetan, mutu HAM pun mengalami kemunduran, dan bahkan begitu banyak serangan terhadap para pembela HAM.
Hal ini ditunjukkan lewat beberapa hal. Pertama, tidak ada proses keadilan dan akuntabilitas atas pelanggaran HAM yang dilakukan oleh aparat keamanan. Kedua, menguatnya pembatasan kebebasan berekspresi dan kebebasan beragama yang sewenang-wenang melalui aturan maupun praktik kebijakan. Ketiga, diskriminasi berbasis gender yang mengakar serta pelanggaran hak-hak perempuan yang diikuti oleh pernyataan pejabat yang diskriminatif dan merendahkan martabat perempuan.
Keempat, kegagalan pemerintah dalam menghadirkan keadilan, pengungkapan kebenaran, dan pemulihan untuk korban pelanggaran HAM masa lalu. Kelima, pelanggaran HAM yang masih berlangsung bahkan meningkat tajam di Papua. Dan keenam, berlanjutnya penjatuhan dan penerapan hukuman kejam baik melalui vonis mati maupun juga tindakan-tindakan eksekusi hukum di luar pengadilan, dengan cara tembak di tempat.
Tahun 2019 bisa dikatakan sebagai tahun kelam. Banyak program HAM terhenti, kualitas HAM menurun, bahkan para pembela HAM diserang. Dapat dilihat dalam banyak hal, seperti tidak ada hak atau tanggung jawab atas pelanggaran HAM yang dilakukan oleh aparat keamanan, 0enegakan pembatasan sewenang-wenang atas kebebasan berbicara dan beragama melalui aturan dan praktik politik, diskriminasi gender yang mengakar dan pelanggaran hak-hak perempuan, diikuti dengan pernyataan resmi yang diskriminatif dan merendahkan perempuan, pemerintah tidak mampu memberikan keadilan, mengungkap kebenaran dan membayar ganti rugi kepada korban pelanggaran HAM masa lalu dan pelanggaran HAM meningkat drastis di Papua dan berlanjutnya penggunaan dan penerapan hukuman yang kejam, baik hukuman mati maupun eksekusi di luar hukum oleh regu tembak.

Hal positifnya Indonesia terus melakukan beberapa langkah reformasi kunci guna memastikan perlindungan HAM yang lebih baik, menegakkan supremasi hukum, dan mereformasi sektor keamanan publik.

2. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Demokrasi Indonesia diambil dari kearifan lokal sebagai pencerminan nilai-nilai yang berakar pada kehidupan masyarakat
lokal atau daerah. Negara Indonesia merupakan negara yang berbhineka tunggal ika yaitu memiliki kemajemukan di antaranya dalam hal budaya, etnik, agama, lingkungan alam dan lainnya, tetapi tetap satu kesatuan dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Berbeda, tapi satu tujuan yang didasarkan pada perbedaan, tetapi dirasakan penting untuk menggali nilai-nilai demokrasi yang berasal dari kearifan lokal. Seberapa jauh nilai-nilai demokrasi yang dapat terungkap dan bagaimana nilai-nilai tersebut tercermin dalam kehidupan masyarakat di tataran budaya. Bagaimana kaitannya antara nilai-nilai demokrasi yang ditegaskan dalam prinsip negara demokrasi berdasarkan rule of law dengan nilai-nilai demokrasi yang berakar pada kearifan budaya lokal. Nilai-nilai tersebut juga dipandang penting apabila dikaitkan dengan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah.

Pendapat mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berketuhanan yang Maha Esa yaitu setiap wakil rakyat yg terpilih untuk melakukan peran dan tugas nasional tak cuma bertanggung jawab pada rakyat. Namun pada hari akhir zaman, segala perbuatannya pula menjadi tanggung jawabnya pada Tuhan Yang Maha Esa. Begitu pula dgn insan sebagai pemegang kekuasaan tertinggi, mereka pula mesti bertanggung jawab atas apa yg mereka kerjakan di hadapan Tuhan. Oleh karena itu, dalam melakukan demokrasi antara pemerintah dan rakyat pula harus disadari bahwa aturan yg berlaku tak hanya aturan produksi insan, namun pada aturan hukum Islam pula sehingga semua tujuan cuma untuk menerima rahmat Tuhan, bukan untuk melakukan sikap buruk seperti korupsi dan penyuapan.

3. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Penerapan demokrasi pancasila jelas lebih sesuai dengan karakter bangsa Indonesia dimana senantiasa lebih mengutamakan musyawarah mufakat. Musyawarah mufakat dianggap lebih sesuai dengan nilai-nilai bangsa Timur. Konsep dasar demokrasi merupakan pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Namun proses demokrasi Indonesia belum menjunjung nilai-nilai pada hak asasi manusia. Hal ini dapat dilihat dari banyak peristiwa pelanggaran HAM masa lalu yang belum terselesaikan hingga saat ini. 

Dapat mengatas namakan rakyat karena Indonesia adalah negara demokrasi, dimana kedaulatan berada di tangan rakyat. Jika sering kali berbeda, maka ada penyalahgunaan. Seharusnya bisa lebih diwaspadai, karena tidak semua agenda politik berkaitan dengan kepentingan rakyat.

4. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Karena kelompok ini hanya mementingkan kepentingan mereka sendiri yang kemudian Kelompok inilah yang sering menyuarakan isu separatisme, federalisme, otonomi luas bahkan isu putra daerah.
Nama : Annisa Ghaida Fadhila
Npm : 2213053216
Kelas : 2A

Analisis Soal 1

1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?
Tanggapan kasus penyelesaian konflik perbatasan antara Indonesia dengan Timor Leste yaitu Pemerintah Indonesia dan Timor Leste harus turun tangan untuk mewujudkan perdamaian di perbatasan agar konflik tidak meluas jika negara mengambil tindakan. Baik Indonesia maupun Timor Leste perlu memahami batas-batasnya. Sehingga masyarakat daerah perbatasan benar-benar memahami perbatasan. Khusus bagi pemerintah Indonesia, akses pengembangan sumber daya manusia, ekonomi yang sejahtera, dan tentunya pendidikan juga sama pentingnya. Masalah stabilitas ekonomi dan kemakmuran adalah sesuatu yang harus segera ditangani oleh kedua negara. Dari sudut pandang pendekatan keamanan, tradisional, intervensi militer diperlukan, tetapi pendekatan keamanan manusia harus diprioritaskan, karena itu termasuk hak-hak sipil dan tentu saja citra negara yang baik dan keamanan nasional.

Dengan adanya kasus penyelesaian konflik perbatasan antara Indonesia dengan Timor Leste, indonesia dapat membuat langkah antisipasi sehingga kejadian serupa tidak terjadi di masa depan.

2. Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?
Akibatnya, jika masyarakat Indonesia tidak memahami konsep wawasan nusantara berarti tidak ada lagi rasa persatuan antar warga dan rasa menjaga bangsa secara utuh. Sehingga bangsa lain dengan mudah dapat merugikan dan mempengaruhinya. Dengan adanya wawasan nusantara dan sosialisasi sangat penting bagi sebuah negara-bangsa karena dapat menciptakan ketahanan nasional.

3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikell diatas?
Dengan adanya Wawasan Nusantara, mata kita akan terbuka melihat banyak sekali keberagaman yang ada di Indonesia, baik suku, agama, ras, golongan, dan lain sebagainya. Hal tersebut membuat kita bangga tinggal di Indonesia karena kaya akan keberagaman. Ketika kita menyadari bahwa betapa indahnya keberagaman ini, maka dalam diri kita akan timbul rasa ingin menjaga dan mempertahankan keberagaman yang ada dengan menjaga persatuan dan kesatuan antar suku, agama, ras, golongan, dan lain sebagainya. Hal tersebut selaras dengan tujuan Wawasan Nusantara yaitu menjamin persatuan dan kesatuan bangsa di berbagai aspek kehidupan untuk mencegah timbulnya disintegrasi bangsa dan terus berupaya menjaga persatuan dan kesatuan.