Nama : Annisa Ghaida Fadhila
Npm : 2213053216
Kelas : 2A
Analisis Soal 2
1. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Tahun 2019 dapat dikatakan sebagai tahun yang kelam; banyak agenda HAM mengalami kemacetan, mutu HAM pun mengalami kemunduran, dan bahkan begitu banyak serangan terhadap para pembela HAM.
Hal ini ditunjukkan lewat beberapa hal. Pertama, tidak ada proses keadilan dan akuntabilitas atas pelanggaran HAM yang dilakukan oleh aparat keamanan. Kedua, menguatnya pembatasan kebebasan berekspresi dan kebebasan beragama yang sewenang-wenang melalui aturan maupun praktik kebijakan. Ketiga, diskriminasi berbasis gender yang mengakar serta pelanggaran hak-hak perempuan yang diikuti oleh pernyataan pejabat yang diskriminatif dan merendahkan martabat perempuan.
Keempat, kegagalan pemerintah dalam menghadirkan keadilan, pengungkapan kebenaran, dan pemulihan untuk korban pelanggaran HAM masa lalu. Kelima, pelanggaran HAM yang masih berlangsung bahkan meningkat tajam di Papua. Dan keenam, berlanjutnya penjatuhan dan penerapan hukuman kejam baik melalui vonis mati maupun juga tindakan-tindakan eksekusi hukum di luar pengadilan, dengan cara tembak di tempat.
Tahun 2019 bisa dikatakan sebagai tahun kelam. Banyak program HAM terhenti, kualitas HAM menurun, bahkan para pembela HAM diserang. Dapat dilihat dalam banyak hal, seperti tidak ada hak atau tanggung jawab atas pelanggaran HAM yang dilakukan oleh aparat keamanan, 0enegakan pembatasan sewenang-wenang atas kebebasan berbicara dan beragama melalui aturan dan praktik politik, diskriminasi gender yang mengakar dan pelanggaran hak-hak perempuan, diikuti dengan pernyataan resmi yang diskriminatif dan merendahkan perempuan, pemerintah tidak mampu memberikan keadilan, mengungkap kebenaran dan membayar ganti rugi kepada korban pelanggaran HAM masa lalu dan pelanggaran HAM meningkat drastis di Papua dan berlanjutnya penggunaan dan penerapan hukuman yang kejam, baik hukuman mati maupun eksekusi di luar hukum oleh regu tembak.
Hal positifnya Indonesia terus melakukan beberapa langkah reformasi kunci guna memastikan perlindungan HAM yang lebih baik, menegakkan supremasi hukum, dan mereformasi sektor keamanan publik.
2. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Demokrasi Indonesia diambil dari kearifan lokal sebagai pencerminan nilai-nilai yang berakar pada kehidupan masyarakat
lokal atau daerah. Negara Indonesia merupakan negara yang berbhineka tunggal ika yaitu memiliki kemajemukan di antaranya dalam hal budaya, etnik, agama, lingkungan alam dan lainnya, tetapi tetap satu kesatuan dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Berbeda, tapi satu tujuan yang didasarkan pada perbedaan, tetapi dirasakan penting untuk menggali nilai-nilai demokrasi yang berasal dari kearifan lokal. Seberapa jauh nilai-nilai demokrasi yang dapat terungkap dan bagaimana nilai-nilai tersebut tercermin dalam kehidupan masyarakat di tataran budaya. Bagaimana kaitannya antara nilai-nilai demokrasi yang ditegaskan dalam prinsip negara demokrasi berdasarkan rule of law dengan nilai-nilai demokrasi yang berakar pada kearifan budaya lokal. Nilai-nilai tersebut juga dipandang penting apabila dikaitkan dengan pembelajaran
Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah.
Pendapat mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berketuhanan yang Maha Esa yaitu setiap wakil rakyat yg terpilih untuk melakukan peran dan
tugas nasional tak cuma bertanggung jawab pada rakyat. Namun pada hari akhir zaman, segala perbuatannya pula menjadi tanggung jawabnya pada Tuhan Yang Maha Esa. Begitu pula dgn insan sebagai pemegang kekuasaan tertinggi, mereka pula mesti bertanggung jawab atas apa yg mereka kerjakan di hadapan Tuhan. Oleh karena itu, dalam melakukan demokrasi antara pemerintah dan rakyat pula harus disadari bahwa aturan yg berlaku tak hanya aturan produksi insan, namun pada aturan hukum Islam pula sehingga semua tujuan cuma untuk menerima rahmat Tuhan, bukan untuk melakukan sikap buruk seperti korupsi dan penyuapan.
3. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Penerapan demokrasi pancasila jelas lebih sesuai dengan karakter bangsa Indonesia dimana senantiasa lebih mengutamakan musyawarah mufakat. Musyawarah mufakat dianggap lebih sesuai dengan nilai-nilai bangsa Timur. Konsep dasar demokrasi merupakan pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Namun proses demokrasi Indonesia belum menjunjung nilai-nilai pada hak asasi manusia. Hal ini dapat dilihat dari banyak peristiwa pelanggaran HAM masa lalu yang belum terselesaikan hingga saat ini.
Dapat mengatas namakan rakyat karena Indonesia adalah negara demokrasi, dimana kedaulatan berada di tangan rakyat. Jika sering kali berbeda, maka ada penyalahgunaan. Seharusnya bisa lebih diwaspadai, karena tidak semua agenda politik berkaitan dengan kepentingan rakyat.
4. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Karena kelompok ini hanya mementingkan kepentingan mereka sendiri yang kemudian Kelompok inilah yang sering menyuarakan isu separatisme, federalisme, otonomi luas bahkan isu putra daerah.