Nama: Fany Primandari
Npm: 2213053032
Kelas:2D
Analisis Video
Jokowi menyatakan pada situasi pandemi yang terpenting adalah menghindari polemik dan tidak membuat kegaduhan kegaduhan. Pernyataan yang tersebut dinilai muskil terpenuhi dalam negara demokrasi. Demokrasi menjamin kebebasan untuk berpendapat dan demokrasi juga memberi ruang atau memfasilitasi perbedaan pendapat. Demokrasi itu berisik dan memang tempat orang berisik dan ribut karena dalam demokrasi terjadi penyampaian argumen yang berbeda-beda. Walaupun berisik, demokrasi harus tetap dalam konteks koridor demokrasi yang prosedural.
Ada beberapa alasan mengapa banyak negara menggunakan demokrasi walaupun itu terkesan berisik. Alasan utamanya yaitu negara dengan sistem demokrasi yang baik lebih mampu mempertahankan keamanan dan kemakmuran negaranya secara jangka panjang. Demokrasi juga dipandang sebagai alat paling efektif untuk mewujudkan kesetaraan, mengurangi konflik, dan meningkatkan partisipasi masyarakat atau publik. Contohnya dari sisi penegakan HAM, negara yang menganut demokrasi mempunyai skor penegakan HAM yang lebih tinggi. Warga negara penganut demokrasi akan cenderung memiliki angka harapan hidup yang tinggi. Secara umum negara yang menganut demokrasi akan memiliki kekayaan dan tingkat perkembangan manusia yang lebih tinggi dibanding negara yang tidak demokratis. Negara yang demokratis juga punya angka korupsi yang lebih rendah dan warga negaranya lebih bahagia, sehat, dan memiliki jaminan Hak Asasi Manusia.
Setelah terjadinya perang dingin banyak negara menginginkan kebebasan dan kemakmuran seperti negara demokrasi. Negara yang menganut demokrasi meningkat pesat pada akhir tahun 1980-an dan rezim autokrasi semakin banyak yang berjatuhan. Walaupun begitu, demokrasi bukanlah sistem pemerintahan yang sempurna. Para kritikus demokrasi berpikiran bahwa, apakah memberi hak pilih kepada warga mengenai persoalan yang tidak mereka kuasai adalah hal yang tepat? Pernyataan ini terasa relevan ketika demokrasi menghasilkan pimpinan-pimpinan populis yang anti sains. Para politikus juga menolak dikritik dan tidak menerima kebebasan berpendapat. Saat ini beberapa analisis menyatakan bahwa demokrasi berada dalam fase kritis. Pada 2019, skor rata-rata indeks demokrasi di 165 negara merosot dan menjadi skor yang terburuk sejak 2006. Begitupun dengan Indonesia yang mengalami penurunan ranking demokrasi pada tahun 2013 sampai sekarang. Kondisi ini tidak hanya terjadi di Indonesia melainkan di berbagai negara bahkan yang sudah estabilized demokrasinya. Berikut ini beberapa alasan yang mengemukakan Mengapa demokrasi dilanda krisis yaitu rendahnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah dan politikus, penurunan jumlah keanggotaan partai politik dan regulasi pemerintah yang dianggap tidak transparan. Demokrasi bukanlah sebuah tujuan melainkan adalah sebuah perjalanan yang ditempuh bersama sebagai warga negara bangsa dan negara.
Npm: 2213053032
Kelas:2D
Analisis Video
Jokowi menyatakan pada situasi pandemi yang terpenting adalah menghindari polemik dan tidak membuat kegaduhan kegaduhan. Pernyataan yang tersebut dinilai muskil terpenuhi dalam negara demokrasi. Demokrasi menjamin kebebasan untuk berpendapat dan demokrasi juga memberi ruang atau memfasilitasi perbedaan pendapat. Demokrasi itu berisik dan memang tempat orang berisik dan ribut karena dalam demokrasi terjadi penyampaian argumen yang berbeda-beda. Walaupun berisik, demokrasi harus tetap dalam konteks koridor demokrasi yang prosedural.
Ada beberapa alasan mengapa banyak negara menggunakan demokrasi walaupun itu terkesan berisik. Alasan utamanya yaitu negara dengan sistem demokrasi yang baik lebih mampu mempertahankan keamanan dan kemakmuran negaranya secara jangka panjang. Demokrasi juga dipandang sebagai alat paling efektif untuk mewujudkan kesetaraan, mengurangi konflik, dan meningkatkan partisipasi masyarakat atau publik. Contohnya dari sisi penegakan HAM, negara yang menganut demokrasi mempunyai skor penegakan HAM yang lebih tinggi. Warga negara penganut demokrasi akan cenderung memiliki angka harapan hidup yang tinggi. Secara umum negara yang menganut demokrasi akan memiliki kekayaan dan tingkat perkembangan manusia yang lebih tinggi dibanding negara yang tidak demokratis. Negara yang demokratis juga punya angka korupsi yang lebih rendah dan warga negaranya lebih bahagia, sehat, dan memiliki jaminan Hak Asasi Manusia.
Setelah terjadinya perang dingin banyak negara menginginkan kebebasan dan kemakmuran seperti negara demokrasi. Negara yang menganut demokrasi meningkat pesat pada akhir tahun 1980-an dan rezim autokrasi semakin banyak yang berjatuhan. Walaupun begitu, demokrasi bukanlah sistem pemerintahan yang sempurna. Para kritikus demokrasi berpikiran bahwa, apakah memberi hak pilih kepada warga mengenai persoalan yang tidak mereka kuasai adalah hal yang tepat? Pernyataan ini terasa relevan ketika demokrasi menghasilkan pimpinan-pimpinan populis yang anti sains. Para politikus juga menolak dikritik dan tidak menerima kebebasan berpendapat. Saat ini beberapa analisis menyatakan bahwa demokrasi berada dalam fase kritis. Pada 2019, skor rata-rata indeks demokrasi di 165 negara merosot dan menjadi skor yang terburuk sejak 2006. Begitupun dengan Indonesia yang mengalami penurunan ranking demokrasi pada tahun 2013 sampai sekarang. Kondisi ini tidak hanya terjadi di Indonesia melainkan di berbagai negara bahkan yang sudah estabilized demokrasinya. Berikut ini beberapa alasan yang mengemukakan Mengapa demokrasi dilanda krisis yaitu rendahnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah dan politikus, penurunan jumlah keanggotaan partai politik dan regulasi pemerintah yang dianggap tidak transparan. Demokrasi bukanlah sebuah tujuan melainkan adalah sebuah perjalanan yang ditempuh bersama sebagai warga negara bangsa dan negara.