Posts made by Puji Endang Lestari 2213053301

Nama: Puji Endang Lestari
NPM: 2213053301

Analisis Video 1

Video yang berjudul Etika, Nilai dan Moral tersebut menjelaskan kenapa nilai dan moral saling berkaitan.
Nilai dan moral saling berkaitan karena umumnya berusaha untuk mengarahkan manusia agar memiliki pola pikirpikir, sikap dan perilaku yang baik dalam hidup bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

Etika moral atau hukum kebiasaan dapat memberi makna hidup yang menjiwai tindakan atau perilaku seseorang mengapa demikian karena sesuai rencana untuk mengatur berbangsa dan bernegara dan tidak bertindak semaunya sendiri.

Moral-moral adalah hanya dapat mendorong manusia untuk melakukan tindakan memeksamai kewajiban atau keharusan sebagai sarana untuk mengukur. salah satu contoh etika dan moral pada video tersebut adalah seseorang yang naik sepeda yang melewati nenek tersebut dan dia memilih untuk turun dari sepeda tersebut dan menyapa sebagai tanda menghormati orang yang lebih tua.

Dalam video juga dibahas mengenai pentingnya toleransi, etika yang baik, dan peningkatan kemampuan. Ini menunjukkan bahwa nilai-nilai seperti toleransi dan peningkatan pengetahuan atau skill juga dianggap penting dalam pembahasan yang ada di video.
Nama : Puji Endang Lestari
NPM : 2213053301

Nama jurnal : Pengabdian
Dharma Laksana Mengabdi Untuk Negeri
Nomor : 1
Volume : 3
Tahun : 2020
Judul jurnal : MENANGKAL DEGRADASI MORAL DI ERA DIGITAL BAGI
KALANGAN MILLENIAL
Penulis : Ahmad Yani Nasution, Moh Jazuli

Jurnal yang berjudul MENANGKAL DEGRADASI MORAL DI ERA DIGITAL BAGI
KALANGAN MILLENIALmembahas permasalahan degradasi moral di kalangan milenial di era digital dan upaya penanggulangannya. Penulis melakukan program pengabdian masyarakat di sebuah sekolah untuk memberikan pelatihan dan bimbingan tentang pentingnya nilai moral dan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab. Hal ini menunjukkan bahwa penulis menyadari pentingnya mengatasi degradasi moral di kalangan generasi muda dan terlibat aktif dalam mencari solusi.

Program ini bertujuan untuk membekali siswa dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan era digital sambil menjaga integritas moral mereka. Hal ini menunjukkan bahwa penulis percaya bahwa pendidikan dan kesadaran sangat penting dalam mendorong pengembangan moral yang positif dalam menghadapi kemajuan teknologi.

Penulis menekankan pentingnya melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung program tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa mereka menyadari perlunya kolaborasi dan upaya kolektif dalam mengatasi degradasi moral. Hal ini juga menunjukkan bahwa mereka memahami pentingnya pendekatan holistik yang tidak hanya melibatkan pendidik tetapi juga orang tua, anggota masyarakat, dan pembuat kebijakan.

Para penulis menyerukan upaya berkelanjutan untuk mengatasi degradasi moral di kalangan generasi milenial. Hal ini menyiratkan bahwa mereka percaya bahwa masalah ini sedang berlangsung dan memerlukan perhatian dan tindakan yang berkelanjutan. Hal ini juga menunjukkan bahwa mereka berkomitmen untuk memberikan dampak jangka panjang dan tidak hanya fokus pada solusi jangka pendek.

Secara keseluruhan, jurnal yang dianalisis menyoroti isu degradasi moral di kalangan generasi milenial di era digital dan memberikan wawasan mengenai upaya untuk memberantasnya. Ini menekankan pentingnya pendidikan, kesadaran, dan kolaborasi dalam mendorong perkembangan moral yang positif. Temuan dan rekomendasi jurnal ini dapat bermanfaat bagi para pendidik, pembuat kebijakan, dan pemangku kepentingan lainnya yang terlibat dalam mengatasi tantangan sosial ini.
Nama : Puji Endang Lestari
NPM : 22130530301

Nama jurnal : Pedagogik
Nomor : 1
Volume : 5
Tahun : 2018
Judul jurnal : REKONSTRUKSI EVALUASI PENDIDIKAN MORAL
MENUJU HARMONI SOSIAL
Penulis : Ulil Hidayah

Artikel jurnal berjudul “Rekonstruksi Evaluasi Pendidikan Moral Menuju Harmoni Sosial” membahas tentang peran pendidikan dalam mendorong keharmonisan sosial di Indonesia. Artikel tersebut menyoroti pentingnya sistem pendidikan nasional dalam membentuk dinamika negara dan menyikapi berbagai konflik yang muncul akibat perbedaan agama, etnis, budaya, dan ideologi.

Tahap evaluasi pendidikan diidentifikasi sebagai komponen penting dalam menilai kemajuan dan prestasi siswa. Proses evaluasi meliputi penilaian kemampuan kognitif, keterampilan afektif, dan keterampilan psikomotorik siswa. Aspek kognitif evaluasi berfokus pada pengetahuan, pemahaman, sintesis, dan analisis materi pembelajaran siswa, sedangkan aspek afektif mengukur penerimaan, partisipasi, penilaian, pengorganisasian, dan pembentukan gaya hidup. Aspek psikomotorik menyangkut kemampuan siswa dalam mempersepsi, melakukan gerakan-gerakan kompleks, menyesuaikan pola gerakan, dan mengembangkan kreativitas.

Artikel tersebut menyarankan agar evaluasi pendidikan moral hendaknya mencakup ketiga aspek (kognitif, afektif, dan psikomotorik) secara seimbang. Namun praktik evaluasi di sekolah saat ini seringkali lebih mengutamakan penilaian kognitif, mengabaikan aspek afektif dan psikomotorik. Waktu yang terbatas dan isi kurikulum yang luas berkontribusi terhadap ketidakseimbangan dalam praktik evaluasi.

Proses evaluasi dalam pendidikan akhlak meliputi kegiatan penilaian seperti diskusi, pengayaan materi, refleksi akhlak mulia, dan penilaian dalam bentuk soal esai dan pilihan ganda. Selain itu, guru juga harus mempertimbangkan sikap dan keterampilan siswa sehari-hari selama masa observasi.

Untuk mencapai keselarasan sosial yang diinginkan, artikel tersebut menyarankan untuk merekonstruksi evaluasi pendidikan moral dengan mempertimbangkan lingkungan dan keadaan kehidupan siswa. Pedoman kurikulum yang ada saat ini mungkin belum cukup menjawab kondisi spesifik masing-masing lembaga pendidikan. Oleh karena itu, para pendidik dan pimpinan sekolah perlu mendefinisikan kembali model evaluasi pendidikan moral, beralih dari fokus pada hafalan dan soal pilihan ganda. Pendekatan evaluasi yang lebih komprehensif dan holistik diperlukan untuk menilai pemahaman moral dan Pancasila (ideologi Indonesia) siswa.

Kesimpulannya, artikel jurnal ini menekankan pentingnya pendidikan dalam mendorong keharmonisan sosial di Indonesia. Hal ini menyoroti perlunya proses evaluasi seimbang yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Artikel tersebut menyarankan untuk merekonstruksi evaluasi pendidikan moral agar lebih selaras dengan tujuan meningkatkan keharmonisan sosial dan untuk memenuhi kebutuhan khusus siswa dalam berbagai bidang pendidikan.
Nama : Puji Endang Lestari
Npm : 2213053301

Identitas Jurnal
Nama jurnal : Jurnal JIPSINDO
Volume :6
Nomor : 2
Halaman : 131- 145
Tahun Terbit : 2019
Judul : PERKEMBANGAN MORAL SISWA SEKOLAH DASAR BERDASARKAN
TEORI KOHLBERG
Nama penulis : Enung Hasanah

Jurnal ini membahas tentang perkembangan moral siswa sekolah dasar berdasarkan teori kohlberg. Hasil penelitian menunjukan bahwa anak-anak SD yang berusia 11-12 tahun secara umum termasuk dalam tahap pra konvensional tahap ½ yang dominan diikuti tahap 2 dan 2/3, yang cenderung melakukan sesuatu kegiatan bukan karena membutuhkan hasil melainkan karena takut dihukum.

Penilaian penelitian dalam jurnal ini diambil berdasarkan pada apa yang mereka sampaikan tentang motif perbuatan para peserta ketika mereka menyatakan akan tetap pergi belajar, bukan karena ingin pintar atau karena hal yang lain, melainkan mereka menganggap bahwa mereka harus taat hukum karena takut dihukum: patuh semata-mata karena ingin berbuat patuh menghindari hukuman fisik atau kerusakan hak milik.

Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan teori perkembangan moral Kohlberg, anak-anak usia 11-12 tahun memang masih berada pada tahap pra konvensional tahap ½ yang dominan diikuti tahap 2 dan 2/3, yang cenderung ingin melakukan sesuatu karena takut dihukum. Dalam hasil penelitian sederhana ini, responden yang berusia 11-12 tahun cenderung baru memasuki tingkat 1 tahap 1, meskipun pada kasus tertentu mungkin saja ada pengecualian yaitu pada usia 11-12 bisa saja berada pada tingkat perkembangan moral yang lebih rendah atau yang lebih tinggi.