གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Puji Endang Lestari 2213053301

Nama: Puji Endang Lestari
NPM: 2213053301

Kriteria nilai hard skill Ini terkait dengan keterampilan dan pengetahuan konkret yang bisa diukur dan diajarkan dengan relatif mudah. Kriteria nilai hardskill lebih terfokus pada hasil yang bisa diukur dan seringkali melibatkan jawaban benar atau salah.
Contoh kriteria nilai hardskill adalah ujian matematika di mana jawaban benar memiliki nilai yang tinggi, dan jawaban salah memiliki nilai rendah. Sedangkan Kriteria nilai softskill Ini melibatkan aspek perilaku, kepribadian, dan kemampuan interpersonal yang lebih sulit diukur secara kuantitatif.
Kriteria nilai softskill seringkali lebih subjektif dan melibatkan penilaian terhadap kemampuan seseorang untuk berinteraksi, berkomunikasi, atau beradaptasi.
Contoh kriteria nilai softskill adalah memberikan penilaian terhadap seberapa baik seseorang berkolaborasi dalam tim atau kemampuannya untuk menyelesaikan konflik dengan baik.

Jadi, intinya adalah hardskill lebih fokus pada pengetahuan dan keterampilan konkret yang dapat diukur, sementara softskill lebih berkaitan dengan perilaku, kemampuan interpersonal, dan interaksi antar manusia yang seringkali subjektif dalam penilaian. Keduanya penting dalam kehidupan sehari-hari dan karier seseorang.
Nama: Puji Endang Lestari
NPM: 221305330

Analisis Video 4

Video tersebut membahas tentang pentingnya etika
dan moral dalam berkomunikasi dan berperilaku, baik dalam pembelajaran daring maupun dalam kehidupan sehari-hari. Video tersebut juga menyoroti pentingnya mengikuti aturan dan norma yang berlaku, serta menjaga sopan santun dalam berkomunikasi dengan guru atau orang lain.

Dalam video juga mengungkapkan bahwa generasi muda saat ini dihadapkan pada banyak informasi dan pengaruh dari media sosial, sehingga penting bagi mereka untuk mampu membedakan mana yang baik dan buruk. Videotersebut mengaitkan perilaku generasi muda dengan etika dan moral, yang merupakan pedoman dalam menentukan tindakan yang benar atau salah.

Video tersebut juga menekankan bahwa etika dan moral tidak hanya dipengaruhi oleh faktor keturunan, tetapi juga dapat dikembangkan melalui pendidikan, pembiasaan, dan keteladanan dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Keluarga dianggap sebagai kelompok yang paling utama dalam membentuk nilai-nilai dan perilaku seseorang, namun seringkali nilai-nilai tersebut diabaikan atau tidak diterapkan dengan baik.

Dalam konteks pembelajaran daring, video tersebut memberikan beberapa contoh etika berkomunikasi yang baik, seperti memperhatikan waktu saat menghubungi guru, menggunakan bahasa yang baik dan sopan, mengucapkan salam, memperkenalkan diri dengan lengkap, menyampaikan tujuan dengan jelas, dan mengakhiri pesan dengan ucapan terima kasih. Video tersebut juga menekankan pentingnya menggunakan nama asli dan menampilkan foto asli dalam grup chat atau video, serta menghindari pembicaraan diluar topik pembelajaran.

Dalam hal pengembangan etika dan moral, video tersebut menyebutkan bahwa sekolah memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai tersebut melalui tata tertib yang mengontrol siswa.
Nama: Puji Endang Lestari
NPM: 2213053301

Analisis Video 1

Video yang berjudul “Pentingnya Pendidikan Moral Bagi Anak Sekolah Dasar” mengartikan pendidikan sebagai suatu proses perbaikan tingkah laku dan pengembangan ilmu pengetahuan, sedangkan pendidikan akhlak adalah proses penanaman nilai-nilai baik dan buruk guna mencapai kedewasaan. Dalam video dijelaskan bahwa pendidikan moral sangat penting bagi anak-anak sekolah dasar karena membantu mereka mengembangkan sikap dan perilaku yang baik baik di lingkungan sekolah maupun keluarga. Hal ini juga bertujuan untuk memahami nilai-nilai, membuat keputusan yang tepat, dan membentuk pola perilaku yang bertanggung jawab.

Video tersebut mengidentifikasi dua penyebab menurunnya nilai moral pada anak. Penyebab pertama adalah kurangnya perlindungan di sekolah, dimana pendidikan moral sangat penting agar anak menjadi individu yang kompeten di masyarakat. Dalam video menyebutkan kasus-kasus intimidasi di sekolah, di mana anak-anak membentuk kelompok dan merugikan teman-temannya secara fisik atau sosial. Kurangnya perlindungan ini disebabkan oleh kurangnya perhatian orang tua sehingga menyebabkan anak mencari perhatian dengan melakukan perilaku yang mengganggu.

Penyebab kedua adalah kekerasan fisik dalam keluarga, dimana saudara kandung dapat saling menyakiti secara fisik karena ketidakseimbangan kekuasaan. Dalam video menekankan pentingnya peran orang tua dalam membentuk nilai moral dan perilaku anak. Orang tua berperan sebagai panutan yang penting, dan perilaku mereka sangat mempengaruhi perkembangan moral anak. Guru juga memainkan peran penting dalam memperkaya dan memperkuat kepribadian anak dengan membekali mereka dengan nilai-nilai yang diperlukan untuk menjadi individu yang bertanggung jawab dalam masyarakat.

Kesimpulannya, video tersebut menyoroti pentingnya pendidikan moral dalam menanamkan nilai-nilai dan membentuk perilaku pada anak-anak sekolah dasar. Hal ini menekankan perlunya upaya maksimal dalam melaksanakan pendidikan moral, tidak hanya oleh guru tetapi juga oleh orang tua, yang menjadi teladan utama bagi anak. Dalam video tersebut menyarankan bahwa pendidikan moral harus diajarkan sejak usia dini untuk memastikan bahwa anak-anak mengembangkan sikap dan perilaku yang baik baik di lingkungan sekolah maupun keluarga.
Nama : Puji Endang Lestari
NPM : 2213053301

Analisis Jurnal 1

Identitas Jurnal
Nama Jurnal : Jurnal Humanika
Volume : Tidak terdapat volume pada jurnal ini
Nomor : 1
Halaman : 1-11
Tahun Terbit : 2017
Judul Jurnal : PENDIDIKAN MORAL DI SEKOLAH
Nama Penulis : Rukiyati

Artikel berjudul “Pendidikan Moral di Sekolah: Teori dan Implementasinya” membahas tentang pentingnya pendidikan moral di sekolah dan memberikan analisis komprehensif mengenai komponen dan implementasinya. Penulis menekankan peran pendidik dalam memberikan bimbingan moral dan memberikan contoh yang baik kepada peserta didik. Evaluasi pendidikan moral menitikberatkan pada penilaian sikap dan perilaku dibandingkan aspek kognitif. Artikel ini juga menyoroti pentingnya klarifikasi nilai sebagai metode untuk membantu siswa mengembangkan nilai-nilai moral mereka sendiri.

Metodologi penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah kombinasi analisis teoritis dan penelitian lapangan. Penulis menyintesis berbagai teori dan temuan penelitian dari para ahli pendidikan moral, seperti Kirschenbaum, Thomas Lickona, Darmiyati Zuchdi, dan Nurul Zuriah. Data lapangan diperoleh dari penelitian penulis sendiri yang dilakukan di sebuah sekolah dasar Islam di Sleman, yang berfokus pada pendidikan moral bagi siswa.

Artikel ini menekankan pentingnya pendekatan komprehensif terhadap pendidikan moral, yang mencakup desain kurikulum, pengajaran metode, dan evaluasi menyeluruh. Tujuannya adalah untuk mengembangkan nilai-nilai moral pada diri peserta didik dan mencetak generasi muda yang mempunyai kualitas moral yang tinggi. Artikel ini juga membahas berbagai tahapan perkembangan afektif dan pentingnya menilai sikap dan emosi dalam mengevaluasi pendidikan moral.

Secara keseluruhan, artikel ini memberikan analisis rinci tentang komponen dan implementasi pendidikan moral di sekolah. Hal ini menyoroti peran pendidik, pentingnya klarifikasi nilai-nilai, dan perlunya pendekatan komprehensif terhadap pendidikan moral.
Nama: Puji Endang Lestari
NPM: 2213053301

Analisis Jurnal 2

Identitas Jurnal
Nama Jurnal:Jurnal Pendidikan Agama Islam -Ta’lim
Judul Jurnal:PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL
DI LINGKUNGAN KELUARGA SEBAGAI UPAYA
MENGATASI KENAKALAN REMAJA
Nama Penulis: Fahrudin
Tahun Terbit: 2014
Vol, No: Vol. 12 No. 1

Artikel jurnal yang dianalisis berjudul "Proses Pendidikan Nilai Moral untuk Mengatasi Kenakalan Remaja dalam Keluarga" oleh Fahrudin. Artikel ini membahas tentang pentingnya pendidikan moral dalam mengatasi kenakalan remaja yang semakin meningkat dalam masyarakat.

Pada awal artikel, penulis menyatakan bahwa dengan semakin pesatnya arus globalisasi dan kemajuan teknologi, muncul berbagai masalah baru dalam masyarakat seperti kenakalan remaja, tawuran antar pelajar, narkoba, dan penyimpangan seksual. Fenomena ini menunjukkan bahwa semakin maju sebuah masyarakat, semakin kompleks dan beragam problematika kehidupan yang dihadapi.

Penulis kemudian mengidentifikasi tiga program westernisasi yang berpengaruh terhadap moral anak-anak, yaitu fun, food, dan fashion. Program-program ini telah merasuk ke dalam masyarakat dan menghancurkan moral. Oleh karena itu, pendidikan moral menjadi sangat penting dalam mengatasi kenakalan remaja.

Artikel juga menjelaskan pengertian moral sebagai ajaran kesusilaan, aturan, dan gejala kejiwaan yang timbul dalam bentuk perbuatan. Dalam konteks Islam, moral dapat disamakan dengan akhlak atau budi pekerti. Akhlak didefinisikan sebagai perangai yang menetap dalam jiwa seseorang dan menjadi sumber perbuatan-perbuatan tertentu.

Selanjutnya, artikel mengidentifikasi tiga jenis kenakalan remaja yang mengganggu ketenteraman dan keamanan orang lain, yaitu kenakalan sosial, kenakalan yang mengganggu ketenteraman dan keamanan orang lain, dan kenakalan seksual. Kenakalan-kenakalan ini menjadi perhatian orang tua dan guru dalam menghadapi anak-anak yang sulit dikendalikan.

Artikel ini menekankan pentingnya pendidikan moral dalam keluarga untuk mengatasi kenakalan remaja. Dengan pendidikan moral yang baik, diharapkan anak-anak dapat mengembangkan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan kebiasaan yang diinginkan yang berguna dalam semua aspek kehidupan