Kiriman dibuat oleh Putri Alya

3I 2023 Pendidikan nilai dan Moral -> Forum 2

oleh Putri Alya -
Nama : Putri Alya
Npm : 2213053240

1. Pendidikan nilai dan moral di sekolah dasar memiliki banyak keuntungan, antara lain :
(1) Membentuk karakter siswa yang baik dan memiliki integritas, tanggung jawab, serta sikap positif.
(2) Melatih mental dan moral siswa sehingga mereka memiliki kemampuan berpikir yang lebih baik dan mampu mengambil keputusan dengan cepat dan tepat.
(3) Menjadikan siswa lebih bertanggung jawab dan memiliki kemampuan sosial yang baik.
(4) Menghasilkan warga negara yang baik dan memiliki kesadaran kewarganegaraan.
(5) Merubah perilaku anak sehingga peserta didik jika sudah dewasa lebih bertanggung jawab.
Dengan memahami dan mempelajari pendidikan nilai dan moral di sekolah dasar, siswa akan memiliki dasar yang kuat untuk menjadi individu yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat.

2. Pendidikan nilai dan moral merupakan hal yang penting dalam pembentukan karakter peserta didik. Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan oleh pendidik untuk mengajarkan pembelajaran pendidikan nilai dan moral yaitu menjadi contoh bagi peserta didik dengan menunjukkan perilaku yang baik dan sesuai dengan nilai dan moral yang diajarkan, mengajarkan nilai-nilai moral pada setiap pelajaran, sehingga peserta didik dapat memahami nilai-nilai tersebut dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, kita juga harus membiasakan peserta didik untuk bersikap jujur ​​dan terbuka pada kesalahan, sehingga mereka dapat belajar dari kesalahan dan memperbaiki diri.

Pendidik juga harus memberikan apresiasi pada usaha dan perilaku positif peserta didik, sehingga mereka merasa dihargai dan termotivasi untuk terus berbuat baik. Menanamkan nilai-nilai etika, moral, dan norma dalam setiap tugas dan kegiatan yang dilakukan, sehingga peserta didik dapat memahami pentingnya nilai-nilai tersebut dalam kehidupan.

Pendidik juga harus menjadi guru yang sabar dan terampil dalam memecahkan masalah, sehingga peserta didik dapat merasa nyaman dan terbantu dalam memahami nilai dan moral yang diajarkan. Karena dalam mengajarkan pembelajaran pendidikan nilai dan moral, pendidik harus selalu konsisten dan terus menerus mengajarkan nilai-nilai tersebut agar dapat menjadi kebiasaan dan karakter bagi peserta didik. Hal ini penting untuk membentuk karakter peserta didik yang berkualitas dan dapat berpikir dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai yang telah menjadi kepribadiannyaa.

3. Di lingkungan sekolah, terdapat berbagai nilai dan moral yang diterapkan untuk membentuk karakter siswa. Berikut adalah beberapa contoh nilai dan moral yang diterapkan di sekolah yaitu :
(1) Menghargai pendapat teman dan guru, serta menghormati perbedaan pendapat.
(2) Mendengarkan dengan baik saat guru menjelaskan materi pembelajaran.
(3) Menerapkan nilai-nilai Pancasila, seperti gotong royong, keadilan, dan persatuan.
(4) Menjaga disiplin dan tata tertib sekolah.
(5) Menjelaskan nilai agama dan moral dalam kehidupan sehari-hari.
(6) Menerapkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia dalam tatanan moral.
(7) Menanamkan moralitas dan nilai-nilai dalam tugas-tugas perkembangan siswa.
Dengan menerapkan nilai-nilai dan moral tersebut, diharapkan siswa dapat menjadi individu yang berkarakter baik dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

3I 2023 Pendidikan nilai dan Moral -> Forum 1

oleh Putri Alya -
Nama : Putri Alya
Npm : 2213053240

1. bagaimana pendidikan nilai dan moral diimplementasikan di sekolah dasar? Jawaban : Implementasi pendidikan nilai dan moral di sekolah dasar dapat dilakukan dengan berbagai metode baik langsung maupun tidak dengan pembelajaran langsung yang komprehensif. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pendidikan nilai moral dan karakter dapat diimplementasikan pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Sekolah dasar sebagai institusi menjadi fondasi awal dalam penanaman moral, dan peran guru sangat penting dalam memberikan pengalaman belajar kepada siswa. Selain itu, karakter pendidikan memiliki nilai-nilai yang harus ditanamkan kepada siswa sekolah dasar seperti religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat persahabatan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat dan bersahabat. komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial dan tanggung jawab. Pendidikan moralitas siswa juga dapat ditingkatkan melalui pembelajaran IPS di sekolah dasar.

2. sebutkan nilai dan moral yang dapat mengajarkan anak SD untuk memahami budaya, agama dan suku di lingkup Sekolah Dasar?
Jawaban : Anak SD dapat memahami budaya, agama, dan suku melalui pembelajaran nilai dan moral yang diterapkan di sekolah dasar. Berikut adalah beberapa nilai dan moral yang dapat diajarkan kepada anak SD untuk memahami budaya, agama, dan suku di lingkup Sekolah Dasar:
• Nilai agama: Anak SD dapat mempelajari nilai-nilai agama yang dianut oleh masyarakat di sekitarnya. Pembelajaran nilai agama dapat membantu anak SD memahami keyakinan dan praktik keagamaan yang berbeda-beda di lingkungan sekitarnya.

• Nilai moral: Anak SD dapat mempelajari nilai-nilai moral yang penting dalam kehidupan sehari-hari, seperti jujur, bertanggung jawab, disiplin, dan menghargai orang lain. Pembelajaran nilai moral dapat membantu anak SD memahami bagaimana cara hidup yang baik dan benar.

• Keanekaragaman budaya: Anak SD dapat mempelajari tentang keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia. Pembelajaran tentang keanekaragaman budaya dapat membantu anak SD memahami perbedaan budaya yang ada di Indonesia dan menghargai keberagaman tersebut.

• Menghargai perbedaan: Anak SD dapat diajarkan untuk menghargai perbedaan suku, agama, dan budaya yang ada di sekitarnya. Pembelajaran tentang menghargai perbedaan dapat membantu anak SD memahami bahwa setiap orang memiliki keunikan dan perbedaan yang harus dihargai.

• Toleransi: Anak SD dapat mengajarkan untuk bertoleransi terhadap perbedaan yang ada di sekitarnya. Pembelajaran tentang toleransi dapat membantu anak SD memahami bahwa perbedaan adalah hal yang wajar dan harus dihargai.

Dengan pembelajaran nilai dan moral yang tepat, anak SD dapat memahami budaya, agama, dan suku di lingkup Sekolah Dasar dengan lebih baik menghargai dan keberagaman yang ada di sekitarnya.

3I 2023 Pendidikan nilai dan Moral -> Forum 1

oleh Putri Alya -
NAMA : PUTRI ALYA
NPM : 2213053240

1. Menurut Santrock perkembangan moral adalah perkembangan yang berkaitan dengan aturan dan konvensi mengenai apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia dalam interaksinya dengan orang lain.

Menurut Havinghurts, moral bersumber dari adanya suatu tata nilai. Tata nilai adalah suatu objek rohani atas suatu keadaan yang diinginkan. Maka kondisi atau potensi internal kejiwaan seseorang untuk dapat melakukan hal-hal yang baik sesuai dengan nilai (value) yang diinginkan itulah yang disebut moral.

2. Menurut saya, bagi anak terlebih pada saat usia sekolah dasar, perkembangan moral mulanya dikembangkan melalui pemenuhan kebutuhan yang bersifat biologis, namun juga perkembangan moral adalah perubahan-perubahan perilaku yang terjadi dalam kehidupan anak berkenaan dengan tatacara, kebiasaan, adat, atau standar nilai yang berlaku dalam kelompok sosial. selanjutnya moral juga dipolakan melalui pengalaman yang diperoleh dalam lingkungan keluarganya yang tentunya sesuai dengan nilai-nilai  yang berlaku didalamnya. Oleh karenanya, dalam perkembangan  moral sangat dipengaruhi oleh peranan orangtua dan guru sebagai sosok yang paling dekat dengan anak (terutama ibu) sebagai kontributor pola  perkembangan moral bagi anak seterusnya.

3I 2023 Pendidikan nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal

oleh Putri Alya -
NAMA : PUTRI ALYA
NPM : 2213053240

Pendidikan nilai dan moral di satuan pendidikan di Aceh diselenggarakan selain sesuai dengan pendidikan nasional, juga mengacu pada penerapan melalui kurikulum islami yang berpedoman sesuai dengan qanun pendidikan di Aceh. Proses pembelajaran yang dilaksanakan di Aceh berbasis dan berorientasi kepada budaya islami yang berbasis syariat islam di Aceh.

semenjak Aceh diberikan status khusus lewat Undang-Undang No 44 Tahun 1999 tentang Keistimewaan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam serta Undang-Undang No 18 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus, Pemerintah Aceh mempunyai kewenangan otonom dalam melaksanakan pendidikan dengan keunikan serta otonomi khusus provinsi Aceh dengan hukum Islam. Berdasarkan peraturan tersebut, Pemerintah Aceh mengembangkan sistem pendidikan yang sesuai dengan karakteristik-karakteristik adat istiadat masyarakat Aceh serta otonomi khusus yang berlaku di Aceh Amin (2018) Sistem pendidikan yang diamanahkan berupa sistem pendidikan Islam seperti yang tertuang dalam Qanun. Qanun Aceh No 5 Tahun 2008 dan pemerintah kemudian diganti oleh Qanun Aceh No 9 Tahun 2015.

Penyelenggaraan pendidikan Islam berpedoman pada ketentuan Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2015 perubahan atas Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan, dan Pasal 1 ayat 21 adalah pendidikan yang didasarkan atau dijiwai dengan ajaran Islam. memberikan pengertian dasar pengertian pendidikan Islam dan pendidikan Islam, peneliti mengacu pada penjelasan ahli, sebagai berikut, Muhammad Fadhil al-Jamal dalam (Sulaiman, 2017) Pendidikan Islam memiliki upaya untuk melaksanakan, mendorong dan mengajak siswa untuk hidup yang lebih dinamis dengan berlandasan nilai-nilai dan Mulia.

Penanaman nilai kepada siswa di sekolah dapat dicapai melalui berbagai cara. ada enam strategi dalam pembentukan nilai yang membutuhkan proses keberlanjutan seperti pembiasaan nilai, nilai budaya, pengetahuan moral, perasaan dan cinta yang baik, akting moral, dan nilai keteladanan.

Oleh karena itu, para guru perlu mempelajari strategi yang digunakan untuk mengajarkan nilai-nilai baik kepada siswa baik melalui pendidikan formal maupun nonformal. Peran guru sebagai panutan bagi siswa dinilai sangat penting dalam pendidikan nilai. Guru sebagai pembina dalam pendidikan nilai juga mempunyai tugas untuk menciptakan lingkungan yang sesuai bagi perkembangan siswa. Selain itu, kepastian guru terhadap siswa juga menjadi faktor penting keberhasilan pendidikan nilai di sebuah sekolah.

Nilai-nilai moral dalam Islam bertujuan untuk menentukan aktivitas manusia dalam masyarakat Muslim, dan untuk mempromosikan dan mengontrol perilaku mereka untuk kepentingan seluruh masyarakat dan individu, dan untuk membawa kesimpulan yang baik bagi semua individu di kehidupan lain. Ini bertujuan untuk mengintegrasikan atribut manusia, perilaku, aktivitas yang bertujuan untuk mempersiapkan pengikut Tuhan, yang digambarkan Islam kepada mereka dan menjelaskan jalan kebaikan bagi mereka. Nilai-nilai moral dalam Islam kemudian, baik itu individu seperti keikhlasan, kesabaran, kasih amal, perang jiwa, atau kesamaan seperti perasaan diri, kewajiban, dan seruan untuk Islam, dimaksudkan untuk membawa manfaat individu dan masyarakat serta melindungi dari kejahatan manusia.

Pancasila PGSD I T.A 2022/2023 -> Forum Analisis Jurnal

oleh Putri Alya -
nama : putri alya
npm : 2213053240

dari analisis jurnal PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT ILMU DAN IMPLIKASI TERHADAP PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI yakni Pancasila harus menjadi dasar dalam pengembangan ilmu dan teknologi. Perkembangan ilmu pengetauan saat ini dan di masa yang akan datang sangat cepat di berbagai lini kehidupan berbangsa dan bernegara memasuki dan mempengaruhi segala aspek kehidupan adat danbudaya bangsa. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi yang tidak dibarengi dengan dasar-dasar Pancasila yang kuat justru akan menjadi aspek penghancur bangsa, terutama dari segi moralitas dan mentalitas. Perkembangan tekhnologi yang terlampau deras menyebabkan terlalu mudahnya informasi dari seluruh penjuru dunia masuk ke dalam bangsa kita. Segala kemudahan dalam berinteraksi juga semakin tidak dapat dibendung lagi. Hal tersebut didukung dengan adanya perkembangan media informasi yang menyediakan layanan-layanan dan berbagai fasilitas canggih untuk berkomunikasi. Implikasi Sila I Ketuhanan Yang Maha Esa dalam pengembangan ilmu pengetahuan Manusia pada hakikatnya adalah mahluk religi. Sebagai mahluk religi, setiap manusia memiliki potensi untuk sampai pada kesadaran bahwa terdapat kekuatan, dengan segala kemahaan, yang mencipta dan menguasai jagad raya. Implikasi Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah memberi arah dan mengendalikan ilmu pengetahuan. Implikasinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah Sila persatuan Indonesia, memberikan kesadaran kepada bangsa Indonesia bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia akibat dari sumbangan iptek, dengan iptek persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud dan terpelihara, persaudaraan dan pesahabatan antar daerah di berbagai daerah terjalin karena tidak lepas dari factor kemajuan iptek. Implikasinya dalam pengembangan pengetahuan adalah Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan dalam permusyawaratan perwakilan, mendasari pengembangan Iptek secara demokratis dan yg terakhir Implikasi sila ke 5 dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah; Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, mengimplementasikan pengembangan iptek haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri, manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusia lain, manusia dengan msyarakat bangsa dan negara serta manusia dengan alam lingkungannya.