Kiriman dibuat oleh DWI RATNA ASIH 2213053037

Nama : Dwi Ratna Asih
NPM : 2213053037

- kalau hard skills yakni suatu keahlian yang bisa diukur dan bisa dinilai.
Contohnya seperti kemampuan digital marketing, copywriting, content witing, menerjemahkan bahasa, desain, programming, mengelola media sosial, sales, finance, dan lain sebagainya.
- kalau soft skill itu adalah suatu kemampuan-kemampuan yang tidak bisa terligat dan harus dimiliki atau diperlukan untuk mencapai kesuksesan.
contohnya seperti kemampuan seseorang pada saat berkomunikasi, kejujuran atau integritas dan lain sebaginnya.
Nama : Dwi Ratna Asih
NPM : 2213053037

Orang tua memegang peranan yang sangat penting dalam mendidik anak-anaknya. Baik buruknya anakanak di masa yang akan datang banyak ditentukan oleh pendidikan dan bimbingan orang tuanya. Karena, di dalam keluarga itulah anak-anak pertama kali memperoleh pendidikan sebelum pendidikan-pendidikan yang lain. Pendidikan dalam keluarga berjalan sepanjang masa, melalui proses interaksi dan sosialisasi di dalam keluarga itu sendiri. Esensi pendidikannya tersirat dalam integritas keluarga, baik di dalam komunikasi antara sesama anggota keluarga, dalam tingkah laku keseharian orang tua dan anggota keluarga lainnya juga dalam hal-hal lainnya yang berjalan dalam keluarga semuanya merupakan sebuah proses pendidikan bagi anak-anak. Keluarga merupakan unit pertama dan institusi pertama dalam masyarakat di mana hubungan-hubungan yang terdapat di dalamnya, sebahagian besarnya bersifat hubungan langsung dan di situlah berkembang individu dan di situ pulalah terbentuknya tahap-tahap awal proses sosialisasi bagi anak-anak. Dari interaksi dalam keluarga inilah anak-anak memperoleh pengetahuan, keterampilan, minat, nilai-nilai, emosi dan sikapnya dalam hidup dan dengan itu pulalah mereka memperoleh ketenteraman dan ketenangan. Keluarga inilah merupakan lingkungan pertama bagi setiap individu di mana ia berinteraksi.
Peranan pendidikan yang sepatutnya dipegang oleh keluarga bagi anggotaanggotanya secara umum adalah peranan yang paling pokok dibanding dengan peranan-peranan lain. Lembaga-lembaga lain dalam masyarakat, misalnya lembaga politik, ekonomi, kebudayaan dan lain-lain tidak dapat memegang peranan itu. Walaupun lembaga-lembaga lain dapat menolong keluarga dalam tindakan pendidikan, akan tetapi ia tidak sanggup menggantikan, kecuali dalam keadaankeadaan luar biasa, seperti ketika ibu bapak meninggal atau karena ibu bapak
 rusak akhlak dan menyeleweng dari kebenaran, atau mereka acuh tak acuh dan tidak tahu cara-cara yang betul dalam mendidik anak. Orang tua semacam ini tidak akan sanggup mendidik anak-anaknya menjadi orang yang baik dan terhormat, karenanya akan menjadi mashlahat apabila anak-anak itu dididik di luar keluarga mereka, misalnya dalam institusi-institusi yang yang baik, teratur dan bertanggungjawab atas baik dan buruknya kepribadian.
Nama : Dwi Ratna Asih
NPM : 2213053037

Pada jurnal tersebut yakni tentang " pendidikan moral di sekolah" yang dapat kita ambil dari jurnal tersebut yakni perlu dilakukan perencanaan terkait
pendidikan moral di sekolah yang
bersifat komprehensif, yang melibatkan
berbagai komponen: pendidik, materi,
metode, dan evaluasinya. Tulisan ini
akan membahas komponen pendidikan moral tersebut sebagai unsur penting
yang harus diperhatikan agar pendidikan
moral di sekolah dapat berjalan dengan
lebih optimal. perlu kita disadari
bahwa pendidik moral di sekolah tidak
terbatas pada guru semata. Di sekolah
ada pegawai tata usaha, pramu kantor,
tukang kebun, dan komite sekolah.
Semua subjek tersebut berperan untuk
bersama-sama membangun moral siswa
agar menjadi orang yang baik.
Pendidikan moral terhadap diri
sendiri yang penting diberikan kepada
peserta didik berkaitan dengan nilainilai kebersihan diri, kerajinan dalam
belajar/bekerja, keuletan, disiplin waktu.
Pendidikan moral untuk sesama manusia
mencakup nilai-nilai moral sosial seperti
kerjasama, toleransi, respek, berlaku
adil, jujur, rendah hati, tanggung jawab,
dan peduli. Pendidikan moral untuk
hubungan manusia dengan alam semesta
dapat diberikan dengan menguatkan
nilai-nilai keseimbangan alam, menjaga
kelestarian alam, tidak merusak alam,
hemat, dan mendidik untuk
menggunakan kembali barang-barang
bekas (daur ulang) dalam bentuk yang
baru.
Pendidikan moral pada masa
sekarang menghadapi berbagai
tantangan seiring dengan kemajuan
zaman yang ditandai oleh keterbukaan
informasi dan kecanggihan teknologi.
Hal ini tentu berbeda sekali dengan masa
lalu. Anak-anak yang hidup sekarang
ini hidup di zaman modern akhir yang
sangat jauh berbeda cara berpikir dan
perilakunya dengan anak-anak di masa
lalu.
Nama : Dwi Ratna Asih
NPM : 2213053037

Pada video tersebut dapat kita ambil bahwa etika dan moral mengacu ke dalam perbuatan, tingkh laku, dan sifat seseorang. Laku yang kedua etika dan moral juga merupakan prinsip atau aturan hidup manusia. Lalu yang ke tiga etika dan moral bukan merupakan faktor keturunan tetapi melainkan potensi positif yang di lakukan oleh setiap orang. Untuk mengembangkan potensi ini di perlukannya pendidikan, pembiasaan, dan keteladanan, dan juga dukungan dari lingkungan sekitar seperti sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat sekitar.
Pada saat membahan etika dan moral yang paling dasar yakni keluarga kenapa demikian karena keluarga merupakan kelompok utama bagi manusia yang di mana pendidikan permanya yakni di dari dalam keluarga.
Dan di dalam suatu keluarga pasti terdapat aturan- aturan nilai-nilai moral seperti :
1. Keagamaan
2. Sopan santun
3. Kejujuran
4. Dll
Selain itu juga terdapat beberapa contoh etika pada saat berkomunikasi dengan baik yakni sebagai berikut :
1. Memperhatikan waktu, jika ingin menghubungi guru sebaiknya pilihlah waktu saat jam kerja, tidak pada waktu ibadah dan istirahat.
2. Menggunakan bahasa yang baik dan sopan.
3. Mengawali dengan salam.
4. Mengucapkan kata maaf, seperti "mohon maaf ibu / bapak mengganggu waktunya."
5. Memperkenalkan diri.
6. Langsung menyampaikan tujuan secara jelas dan tidak bertele - tele.
7. Mengakhiri pesan dengan mengucapkan terimakasih.
Nama : Dwi Ratna Asih
NPM : 2213053037

Dari vide tersebut telah di paparkan yakni tentang " penanaman dan penerapan nialai-nilaai moral melalui 8 fungsi"
1.Fungsi Agama
Dalam fungsi agama telah terdapat nilai moral yakni seperti keimanan, kejujuran, kepedulian, kerajinan, ketaatan, suka menolong, dan disiplin.
2. Fungsi Sosial Budaya
Dalam fungsi sosial budaya telah terdapat beberapa nialai moral yakni seperti gotong royong, sopan santun, kerukunan, kepedulian, kebersamaan, toleransi, dan kebangsaan.
3. Fungsi Cinta Kasih
Dalam fungsi cinta kasih telah terdapat beberapa nilai miral yakni seperti simpati atau peka, keakraban, keadilan, pemaaf, kesetiaan, pengorbanan, suka menolong, dan bertanggung jawab.
4. Fungsi Perlindungan
Dalam fungsi perlindungan telah terdapat beberapa nilai moral yakni seperti pemaaf, tanggap, dan ketabahan.
5. Fungsi Reproduksi
Dalam fungsi reproduksi telah terdapat beberapa nialai moral yakni seperti bertanggung jawab, kesehatan, dan keteguhan.
6. Fungsi Sosial dan Pendidikan
Dalam fubgsi sosial dan pancasila telah terdapat bebebrapa nilai moral yakni seperti percaya diri, keluwesan, kebanggan, kerajinan, kreatifitas, dan bertanggung jawab.
7. Fungsi Ekonomi
Dalam fungsi ekonomi telah terdapat beberapa nilai moral yakni seperti hemat, ketelitian, disiplin, kepedulian, dan keuletan.
8. Fungsi Pemilihan Lingkungan
Dalam fungsi pemilihan lingkungan terdapat bebebrapa nilai moral yakni seperti kebersihan dan kedisiplinan.