Kiriman dibuat oleh DWI RATNA ASIH 2213053037

Dari video tersebut yang dapat kita ambil yakni 6 tahap perkembangan moral yang dikemukakan oleh kohlberg
Di sini telah terdapat 3 level dan pada setiap level terdapat 2 tahap, maka
Level 1
- pra-konvesional
1. Menghindari hukuman
Pada tahap ini yakni seseorang harus memiliki alasan untuk bertindak atau tidak bertindak sesuatu di karenakan agar dapat menghidari hukuman.
2. Keuntungan dan minat pribadi
Pada tahap ini terdapat tindakan yang dilakukan dengan mempikirkan kembali untuk kedepannya apa yang akan ia peroleh.

Level 2
-Konvensional
1. Menjaga sikap orang baik
Dalam sikam ini seseorang telah memikirkan bagaimana adanya kesepakatan sosial dan adanya pendapat orang lain.
2. Memelihara peraturan
Pada tahap ini jika suatu peraturan tidak ada yang mematuhinya maka akan dapat terjadinya kekacauan. Maka dari itu peraturan harus di patuhi.

Level 3
-pasca-konvensional
1. Tahap orientasi kontrak sosial
Di tahap ini setiap seseorang pasti memiliki latar belakang. Oleh sebab itu tidak ada hal yang absolut atau pasti saat melihat suatu kasis. Karenanya hal yang individu harus dilihat secara bersamaan dengan hukum yang telah ada.
2. Tahap prinsip etika universal
Pada tahap ini telah menggambarkan prinsip internal seseorang. Ia telah melakukan hal ia sendiri anggap telah benar, padahal hal tersebut telah bertentangan oleh hukum
Nama : Dwi Ratna Asih
NPM :2213053037

Dari video tersebut yang saya dapat yakni bagaimana cara pembelajaran tentang mpral dari orang tua yang didik ke soarang anak yang dimana pertama kali pengajaran moral yang di dapat anak yakni dari orang tuanya. Lalu ketika soerang anak kurang pengawasan dari orang tua dapat terjadilah seperti peristiwa yang berada pada tayangan video tersebut yang di mana anak tersebut dapat melakukan hal-hal yang melanggar moral seperti pembuliy antar teman, dan saling menghina kepada teman. Maka dari itu bagaimana pentingnya pengawasan dan pembelajaran tentang moral dari sejak dini atau sejak ia sebelum mengjiak di pendidikan sekolah dasar.
Nama: Dwi Ratna Asih
NPM : 2213053037

Dari video tersebut telah jdijelaskan yakni tentang trntang moralitas, yakni salah satunya The trolley problem yang di mana membuat kita untuk dapat lebih berfikir. Moralitas ialah moralitas yang belum pernah berdiri sendiri di dalam posisi yang netral. Dan pada jaman sekarang kebanyakan orang yang mendorong orang tetapi untuk dirinya sendiri telah lupa bahwa dari perstiwa ini lah telah dapat memicu bawasannya moralitas menjadi sebuah dilema.
Dan pembelajaran dalam mengorbankan yang ebih sedikit untuk menyelamatkan yang lebih banyak adalah merupakan perilaku moral yang di mana telah masuk di dalam doktrin, yang dimana memang harus ada yang di korbankan demi untuk kepentingn yang lebih besar .
Nama : Dwi Ratna Asih
NPM : 2213053037

Dari jurnal tersebut telah di dapat globalisasi dan dampaknya terhadap nilai-nilai dan moral.
Menurut A. Jamil Edison, dkk 2005 globalisasi pada hakikatnya yakni suatu proses dari gagasan yang telah dimunculkan, lalu kemudian ditawarkan agar dapat diikuti oleh bangsa lain yang pada akhirnya sampai suatu saat kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa-bangsa di seluruh dunia. Globalisasi sendiri telah berlangsung di semua aspek kehidupan, seperti politik, ekonomi, sosial budaya, dan sebagainya. Dan era globalisasi telah dapat membuat kehidupan mengalami perubahan yang signifikan, bahkan terjadi degradasi moral dan sosial budaya yang cenderung kepada pola-pola perilaku menyimpang. Peristiwa ini telah sebagai dampak pengapdosian budaya luar secara berlebihan dan tak terkendali oleh sebagian remaja kita.
Nama : Dwi Ratna Asih
NPM :2213053037

Pada jurnal tersebut telah terdapat bagaimana kondisi pendidikan di aceh yang bagaiman pendidikan di Aceh saat ini sedang mempersiapkan kurikulum Aceh yang telah disusun
dengan berdasarkan ajaran Qanun Aceh yakni tentang penyelenggaraan pendidikan Islam. Kurikulum Aceh juga
dapat disebut sebagai kurikulum nasional plus, dukarenakan seluruh muatan kurikulum nasional 2013
yang juga termasuk kurikulum Aceh ditambah dengan materi pendidikan Islam dan materi muatan lokal. Dan juga di jurnal tersebut terdapat bagaimana peran guru sedangkan
menurut Ulavere & Veisson,
2015 Peran guru
yakni sebagai panutan bagi siswa dinilai sangat penting dalam pendidikan nilai. Guru juga sebagai pembina dalam pendidikan nilai juga telah mempunyai tugas untuk bagaimana menciptakan
lingkungan yang sesuai untuk perkembangan peserta didik. Selain itu, kepastian guru terhadap peserta didik juga menjadi faktor bagaiman penting keberhasilan pendidikan nilai di sebuah sekolah.