Posts made by Rifki Zibral Mahardika 2213053224

Nama : Rifki Zibral Mahardika
NPM : 2213053224

Dalam video mengenai "Degradasi Moral Pelajar Zaman Modern," kita dapat menarik kesimpulan bahwa perilaku anak-anak yang mungkin merugikan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah pengaruh pola asuh yang diberikan oleh orang tua dan lingkungan mereka. Sebagai contoh, ketika seorang siswa melakukan tindakan kekerasan terhadap guru, hal ini mencerminkan perilaku yang tidak pantas untuk seorang pelajar yang seharusnya diharapkan memiliki sikap yang baik. Ini adalah situasi yang tragis dan menyedihkan. Namun, kita juga perlu mempertimbangkan bahwa kurangnya perhatian atau pengawasan dari orang tua mungkin telah berperan dalam perilaku semena-mena tersebut.

Selanjutnya, video tersebut juga menguraikan cara mengatasi masalah dengan peserta didik yang menghadapi masalah. Guru harus memiliki berbagai kualitas, termasuk kepribadian yang baik, kemampuan sosial yang kuat, kompetensi profesional, dan kemampuan pedagogik yang baik. Oleh karena itu, guru harus melakukan berbagai tindakan seperti mengadakan tes psikologi pada siswa dan memasuki sekolah dengan pemahaman bahwa anak-anak harus diajar untuk menghargai keputusan dan menerima perbedaan di antara peserta didik mereka.
Nama : Rifki Zibral Mahardika
NPM : 2213053224

Dalam video yang dipresentasikan, Lawrence Kohlberg menguraikan tahapan perkembangan moral yang terdiri dari tiga level, dengan masing-masing level memiliki dua tahap, sehingga secara keseluruhan ada enam tahap perkembangan moral.

Level pertama disebut Pra-Konvensional, dan terdiri dari dua tahap:

Tahap pertama adalah "Menghindari hukuman," yang dapat diilustrasikan dengan contoh ketika seseorang memilih untuk menghindari melakukan tindakan tertentu karena takut akan hukuman, seperti menghentikan kendaraan saat lampu merah menyala untuk menghindari tilang.

Tahap kedua adalah "Keuntungan dan minat pribadi," di mana seseorang mempertimbangkan tindakan mereka dengan memikirkan manfaat pribadi yang mungkin diperoleh, seperti mengharapkan imbalan di masa depan.

Level kedua disebut Konvensional dan terdiri dari dua tahap:

Tahap tiga adalah "Menjaga sikap orang baik," di mana seseorang menghindari konflik dan pertentangan karena peduli terhadap pandangan sosial dan pandangan orang lain terhadap mereka. Mereka menghindari konflik karena dianggap tidak sesuai dengan norma sosial.

Tahap empat adalah "Memelihara peraturan," yang mencerminkan pemahaman tentang pentingnya mematuhi peraturan dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Contohnya adalah ketika seseorang memahami bahwa peraturan harus ditegakkan untuk menjaga ketertiban.

Level ketiga disebut Pasca-Konvensional dan juga terdiri dari dua tahap:

Tahap lima adalah "Orientasi kontrak sosial," di mana individu mulai menyadari kompleksitas situasi dan latar belakang individu yang berbeda-beda. Mereka mempertimbangkan hak individu dalam konteks hukum yang ada dan tidak melihat segala sesuatu dalam kategori hitam atau putih.

Tahap enam adalah "Prinsip etika universal," di mana seseorang bertindak berdasarkan prinsip-prinsip moral internal mereka yang dianggap benar, bahkan jika tindakan tersebut bertentangan dengan hukum yang berlaku.

Dengan demikian, Kohlberg menggambarkan tahapan perkembangan moral yang melibatkan pemahaman dan pertimbangan etika yang semakin kompleks seiring dengan perkembangan individu.
Nama : Rifki Zibral Mahardika
NPM : 2213053224

Pada Trolley Problem, sebuah teori yang menantang kita untuk mengevaluasi tindakan moral. Terdapat dua pilihan yang membuat kita merasa seperti kehilangan moral atau tanpa hati, karena kedua pilihan tersebut akan membuat kita menjadi pembunuh dengan paksa dan harus mengambil keputusan dengan cepat. Memilih untuk menyelamatkan satu orang atau lima orang sama-sama tidak ada yang benar, keduanya hanya akan menimbulkan penyesalan dan rasa bersalah. Oleh karena itu, ketika kita dan rekan-rekan dihadapkan pada situasi semacam itu, kita harus membuat pilihan yang kita anggap benar dan yakin, meskipun kita mungkin akan disalahkan atas pilihan yang kita perbuat. 

Believe in yourself, because no one can see what you see

Nama : Rifki Zibral Mahardika
NPM : 2213053224

Di dalam video tugas analisis video 2 pada pertemuan 5 kali ini, menjelaskan beberapa kasus kekerasan antar anak di bawah umur, terutama di sekolah dasar. Data yang ditampilkan mencakup tiga kasus kekerasan antar siswa di pulau Jawa, di mana mereka terlibat pertengkaran yang berujung pada kematian karena saling tidak menyukai. Ini merupakan situasi yang sangat menyedihkan dan negatif, karena anak-anak di bawah umur masih membutuhkan bimbingan, kasih sayang, dan perhatian dari orang tua, keluarga, guru, dan lingkungan mereka, agar mereka belajar untuk saling menghargai dan mencintai satu sama lain. Sebagai orang dewasa, penting bagi kita untuk memperhatikan perilaku dan tindakan anak-anak di bawah umur, karena terkadang mereka belum sepenuhnya menyadari dampak negatif yang dapat terjadi bagi mereka.
Nama : Rifki Zibral Mahardika
NPM : 2213053224

Dalam sistem pendidikan kurikulum di Aceh, terdapat penekanan yang kuat terhadap pendidikan nilai dan moral yang berlandaskan ajaran Islam. Hal ini didasarkan pada qanun yang mengatur pelaksanaan pendidikan Islam di provinsi Aceh. Kurikulum Aceh (kurikulum Islami) menjadi dasar dalam menerapkan pendidikan di sana, dengan tujuan membentuk generasi muda Aceh yang memiliki akhlak yang baik, menghormati budaya Aceh, dan mengamalkan syariat Islam. Kurikulum ini mencakup berbagai mata pelajaran seperti Pendidikan Islam dan amalannya, Kewarganegaraan, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Sosial, dan lain-lain.

Penyelenggaraan pendidikan di Aceh didasarkan pada ketentuan qanun yang mencantumkan mata pelajaran yang harus diajarkan. Selain itu, kurikulum juga mencakup mata pelajaran muatan lokal yang terkait dengan bahasa daerah, sejarah Aceh, adat istiadat, budaya, dan kearifan lokal.

Hal ini mencerminkan komitmen Aceh untuk menggabungkan ajaran Islam dan nilai-nilai lokal dalam pendidikan, dengan tujuan membentuk generasi yang memiliki moral yang kuat dan tetap berakar pada budaya dan agama setempat.