Posts made by Rifki Zibral Mahardika 2213053224

Nama : Rifki Zibral Mahardika
NPM : 2213053224

Berdasarkan isi video tersebut, dapat disimpulkan bahwa cerita yang tergambar merupakan kisah nyata sekelompok anak muda yang rela meninggalkan karir dan kehidupan di kota besar demi menjadi guru di desa terpencil di berbagai daerah di Indonesia. Pesan yang dapat diambil dari video tersebut adalah pentingnya rasa syukur terhadap kesempatan dan kehidupan yang dimiliki, sementara masih banyak daerah terpencil yang membutuhkan perhatian, khususnya dalam hal pendidikan. Diharapkan pemerintah dapat lebih memperhatikan dan meningkatkan kualitas pendidikan di daerah-daerah terpencil seperti yang tergambar dalam video, seperti di pelosok Kalimantan, sehingga seluruh masyarakat Indonesia dapat merasakan manfaatnya dan memiliki akses ke pendidikan yang layak, menciptakan kehidupan yang lebih baik dan setara dengan masyarakat perkotaan.
Rifki Zibral Mahardika
2213053224

soft skills adalah kemampuan yang tidak dapat terdeskripsikan atau tidak dapat diukur, contohnya adalah public speaking,manajemen waktu,kerja sama tim dll
hardskill adalah kemampuan yang dapat dideskripsikan atau dapat diukur, contohnya adalah bisa programing,keahlian akademik,keterampilan mekanik dll
Nama : Rifki Zibral Mahardika
NPM : 2213053224

Keluarga berperan sebagai lembaga pendidikan yang paling mendasar dan pertama bagi anak-anak, karena anak pertama kali mengenali konsep pendidikan di dalam lingkungan keluarga sebelum berinteraksi dengan masyarakat yang lebih luas. Dengan kata lain, perilaku dan karakter anak akan dipengaruhi oleh nilai-nilai dan bimbingan yang mereka terima dari orang tua mereka. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk selalu menjadi contoh yang baik bagi anak-anak mereka, karena segala kebiasaan dan tindakan orang tua di rumah akan menjadi pola dan teladan yang diikuti oleh anak-anak. Untuk memastikan bahwa anak-anak membangun moral yang baik, perlu dilakukan pembinaan sejak usia dini di lingkungan keluarga, dan pentingnya kerjasama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam hal ini.
Faktor-faktor kemerosotan moral yaitu sebagai berikut :
1. Kurang tertanamnya nilai-nilai keimanan pada anak-anak
2. Lingkungan masyarakat yang kurang sehat
3. Pendidikan moral tidak terlaksana menurut mestinya, baik di rumah, sekolah maupun masyarkat
4. Suasana rumah yang kurang baik
5. Kurang adanya bimbingan untuk mengisi waktu luang dengan cara yang baik dan yang membawa kepada pembinaan moral
Untuk mengatasi kemerosotan moral tersebut maka perlu adanya pembinaan agama sejak dini dalam keluarga, seperti :
1. Penanaman pendidikan keimanan sejak dini kepada anak-anak
2. Menanamkan pendidikan moral kepada anak-anak
3. Menciptakan suasana rumah tangga yang harmonis khususnya hubungan ibu dan bapak dan keluarga lainnya, sehingga kehidupan mereka dapat menjadi contoh bagi anak-anak.
Nama : Rifki Zibral Mahardika
NPM : 2213053224

Sekolah berfungsi sebagai mikrosistem di mana individu berinteraksi dengan orang tua, guru, teman sebaya, dan lainnya. Pentingnya sekolah yang berkualitas menjadi suatu keharusan agar pengaruhnya terhadap anak menjadi positif. Tujuan utama pendidikan adalah memacu kreativitas siswa, memupuk nilai-nilai manusiawi dan spiritual, serta meningkatkan keterampilan produktif siswa. Oleh karena itu, sekolah dapat mempromosikan nilai-nilai akademik, sosial, dan religius.

Sekolah memiliki pengaruh signifikan terhadap perkembangan siswa. Sekolah yang baik adalah yang memprioritaskan pendidikan moral dan nilai-nilai, bukan hanya fokus pada pembelajaran ilmu pengetahuan. Selain guru, seluruh komunitas sekolah, seperti staf administrasi, petugas kebersihan, tukang kebun, dan masyarakat sekolah, berperan dalam membentuk moral siswa. Guru tetap menjadi figur sentral dalam menginspirasi moral yang baik pada siswa. Komponen kunci dalam pendidikan moral meliputi materi, metode pengajaran, dan evaluasi. Dengan memperhatikan keempat komponen ini, guru dapat merancang pendidikan moral secara holistik.
Nama : Rifki Zibral Mahardika
NPM : 2213053224

Dalam era modernisasi dan globalisasi, pentingnya etika dan moral dalam keluarga serta pembelajaran daring, seperti yang dibahas dalam video "SMAN 1 Pandeglang," sangat mencuat. Kemudahan akses informasi dan paparan kepada berbagai aspek kehidupan orang lain melalui media sosial memengaruhi pemikiran dan perilaku generasi muda. Oleh karena itu, sebagai generasi muda, kita harus mampu memilah antara perilaku yang baik dan buruk, mengingat kasus-kasus yang melibatkan tindakan kurang etis, seperti penyalahgunaan narkoba, penistaan agama, tawuran, dan bahkan tindakan kekerasan terhadap orang tua. Etika dan moral memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan perilaku manusia, dan pendidikan serta dukungan dari keluarga dan sekolah merupakan faktor utama dalam pengembangan nilai-nilai moral ini.