Posts made by Rifki Zibral Mahardika 2213053224

Nama : Rifki Zibral Mahardika
NPM : 2213053224

Contoh-contoh nilai dan moral positif dalam lingkungan masyarakat melibatkan:
- Memberikan bantuan kepada teman atau orang yang mengalami kesulitan
- Berkomunikasi dengan bahasa yang sopan dan ramah saat menyapa
- Menghormati pandangan dan pendapat orang lain.
- menyapa atau bertegur sapa yang bersahabat.
- Menjalani pembelajaran dengan sikap tenang dan penuh perhatian.

Dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai moral ini menjadi landasan bagi penilaian baik atau buruknya seseorang. Oleh karena itu, kita perlu menjaga dan mengedepankan nilai-nilai moral ini dalam kehidupan sehari-hari.
Nama : Rifki Zibral Mahardika
NPM : 2213053224

Moral merujuk pada perilaku baik yang mencerminkan karakter individu atau kelompok, terlihat dari cara berpikir, bertindak, dan merespons situasi. Dalam konteks ini, Pancasila berfungsi sebagai fondasi perilaku dan pedoman bagi bangsa Indonesia dalam mengambil sikap dan kebijakan. Namun, moral bangsa saat ini tidak lagi sejalan dengan kepribadian Indonesia yang berakar pada Pancasila, mencerminkan karakteristik khas bangsa yang dikenal dengan pluralisme dan pengaruh aturan adat istiadat.

Pancasila berperan sebagai moral bagi bangsa Indonesia, menjadi landasan perilaku dan acuan dalam mengambil sikap serta kebijakan. Sayangnya, moral saat ini tidak lagi mencerminkan kepribadian Indonesia yang berakar pada Pancasila. Setelah dianalisis lebih mendalam mengenai etika dan moral dalam masyarakat, ternyata hal ini bukanlah sesuatu yang sepele dan perlu dibahas secara serius. Dampak perubahan zaman terhadap etika dan moral masyarakat menjadi kompleks, mempengaruhi berbagai aspek kehidupan. Etika dan moral yang terbentuk dari kebiasaan baik bangsa semakin lama semakin tergerus oleh perubahan zaman.
Nama : Rifki Zibral Mahardika
NPM : 2213053224

Dalam jurnal tersebut, terdapat dua jenis konflik kepentingan, yakni kepentingan umum bagi masyarakat secara keseluruhan dan kepentingan khusus bagi setiap individu. Konflik muncul ketika kepentingan umum tidak mengakomodasi keberagaman tuntutan individual atau ketika kepentingan individual menghambat kepentingan umum, seperti dalam kasus pembebasan tanah untuk pelebaran jalan. Meskipun tradisi konflik antara kepentingan individu dan masyarakat tampak melemah, konflik yang muncul saat ini lebih bersifat antar individu atau kelompok untuk mendapatkan kekuasaan dalam pemerintahan.

Tradisi konflik kepentingan individu dan masyarakat yang dulu memperkaya dinamika sosial, kini berubah menjadi kesibukan untuk melawan korupsi. Namun, jika para pemimpin memiliki komitmen moral dan etika yang kuat, mengelola konflik kepentingan dapat menjadi keuntungan bagi seluruh individu dan masyarakat. Paradigma konflik sosial antara kepentingan individu (individualisme) dan kepentingan kolektif (kolektivisme) menjadi lebih kompleks. Potensi individual dalam individualisme dapat berubah menjadi keserakahan, terutama jika moral negatif ini menjadi ciri khas para pemimpin. Oleh karena itu, kunci penyelesaian terletak pada kesadaran moral dan etika yang membentuk perilaku individu, sehingga kepentingan individu dan kolektif dapat terpenuhi secara adil.
Nama : Rifki Zibral Mahardika
NPM : 2213053224

Perbedaan Sistem Pendidikan Di Indonesia dengan di Jepang;
1. Materi Pelajaran Sekolah
Materi pembelajaran di Indonesia dapat dikatakan lebih banyak daripada di Jepang.
2. Penerapan Etika dan Kedisiplinan Pada Siswa
Perbedaan yang sangat terlihat adalah dari etika dan kedisiplinan pelajar di Indonesia dengan Jepang.
3. Penekanan Pada Siswa
Sistem pendidikan di negara Jepang, mengajarkan siswa untuk mulai berpikir kritis dalam setiap kegiatan belajar mengajar. Hal itu tentunya membuat siswa terbiasa untuk berpikir kritis sehingga lebih banyak wawasan yang mereka dapat. Sedangkan di Indonesia, pelajar selalu diminta untuk menghafal setiap materi pembelajaran.
4. Jam Sekolah
5. Kebersihan Sekolah

Perbedaan Sistem Pendidikan Di Indonesia dengan di Jepang;
1. Materi Pelajaran Sekolah
Materi pembelajaran di Indonesia lebih banyak daripada di Jepang.
2. Penerapan Etika dan Kedisiplinan Pada Siswa
etika dan kedisiplinan pelajar di Indonesia dengan Jepang berbeda, lebih bagus etika orang jepang
3. Penekanan Pada Siswa
Sistem pendidikan di negara Jepang, mengajarkan siswa untuk mulai berpikir kritis dalam setiap kegiatan belajar mengajar. Hal itu tentunya membuat siswa terbiasa untuk berpikir kritis sehingga lebih banyak wawasan yang mereka dapat. Sedangkan di Indonesia, pelajar selalu diminta untuk menghafal setiap materi pembelajaran.
4. Jam Sekolah
5. Kebersihan Sekolah
Dengan berbagai perbedaan yang telah disebutkan, terlihat dengan sangat jelas bahwa sistem pendidikan di Indonesia masih memiliki banyak kekurangan jika dibandingkan dengan sistem pendidikan di Jepang. Saat ini, perbaikan dan perhatian lebih lanjut terhadap sistem pendidikan di Indonesia sangatlah penting. Meskipun pemerintah sedang berupaya keras untuk meningkatkan sistem pendidikan di Indonesia, kenyataannya adalah masih terdapat kelemahan yang signifikan dalam beberapa aspek, dan ketidakmerataan pendidikan di seluruh wilayah NKRI


Nama : Rifki Zibral Mahardika
NPM : 2213053224

Dalam video berjudul "Realitas Pendidikan di Desa Terpencil," terlihat bahwa SD Negeri Glak di desa Sikka, NTT, menghadapi tantangan ruang kelas yang minim. Dengan hanya 6 ruang kelas dan salah satu kelas yang tidak memiliki ruang karena digunakan sebagai kantor guru, proses belajar mengajar dilakukan di teras kelas. Meskipun dihadapkan pada pandemi corona dan minimnya jaringan telekomunikasi di desa tersebut, peserta didik tetap melanjutkan pembelajaran di sekolah. Pihak sekolah berharap pemerintah dapat lebih peka dengan menyediakan fasilitas yang diperlukan. Keberadaan fasilitas yang memadai di sekolah dianggap sebagai elemen krusial dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang efisien dan mendukung. Fasilitas yang baik tidak hanya memastikan optimalitas proses pengajaran, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap kualitas pendidikan yang diterima oleh siswa.