Kiriman dibuat oleh ANJELITA SHAILIA

Nama: Anjelita Shailia
NPM: 2213053302
Kelas: 2A
Prodi: PGSD

Post test pertemuan 14
Analisis soal
1. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?

Jawab: Menurut saya setelah membaca artikel tersebut HAM di Indonesia dan khususnya pada tahun 2019 mengalami kemerosotan penerapan HAM dan gangguan terhadap penegakan HAM karena di dalam artikel menjelaskan masih banyak terjadi ketidak Adilan dalam penegakan HAM diantaranya diskriminasi yang terjadi di wilayah papua, diskriminasi terhadap gender baik laki-laki ataupun perempuan dsb. Hal positif yang dapat saya ambil dari artikel tersebut ialah kita sebagai mahasiswa ataupun warga negara Indonesia memiliki hak menyampaikan aspirasi selain itu kita sebagai mahasiswa juga dapat membantu untuk penegakan HAM seperti membuat gerakan Penegakan ham yang sama seperti artikel sebagai kontrol sosial dalam masyarakat, jadi kita sebagai mahasiswa mampu membantu penegakan HAM secara adil.

2. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?

Jawab: Menurut pendapat saya demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/ budaya salah satunya berdasarkan gotong-royong kekeluargaan, musyawarah, dan mufakat. Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa memiliki peran yang penting. Pancasila akan menilai sesuatu yang dapat diserap untuk disesuaikan dengan nilai-nilai pancasila. Prinsip demokrasi Indonesia yang ber-ketuhanan yang maha esa merupakan demokrasi yang tepat untuk di tetapkan karena dalam negara Indonesia memiliki keberagaman baik ras, suku, adat, budaya dan khususnya agama dengan prinsip ketuhanan yang maha esa warga negara Indonesia bebas menganut agama dan kepercayaannya masing-masing tanpa ada diskriminasi yang berati kita sebagai warga negara Indonesia harus menanamkan nilai toleransi dalam hal berbangsa dan bernegara.

3. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?

Jawab: Menurut pendapat saya praktik demokrasi Indonesia saat ini masih belum sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia dikarenakan masih banyak pelanggaran yang dilakukan pejabat negara dalam menerapkan tanggung jawab mereka, selain itu masih banyak yang melanggar hak asasi manusia dengan membedakan kelas perekonomian contohnya penerapan hukum yang tidak merata dan memandang gender atau siapa yang di adili, contoh penyelewengan nilai Pancasila pada pemerintahan ialah para pegawai pemerintahan menyalahgunakan kekuasaan dengan korupsi, melanggar lampu lalulintas, menyogok dsb yang mencerminkan pegawai pemerintah tidak menerapkan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 sehingga masyarakat tidak percaya pada para pegawai penegakan hukum dan pemerintahan.

4. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?

Jawab: Sikap saya mengenai kondisi mana anggota parlemen yang mengatasnamakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik diri mereka sendiri dan tidak sesuai dengan kepentingan dari rakyat ialah mengumpulkan data mengenai anggota parlemen tersebut saat melaksanakan agenda politik mereka, memberikan data tersebut kepada pihak yang berwewenang ketika kasus tidak segera di usut maka lebih baik untuk membuka suara untuk memberhentikan agenda politik mereka dan menuntut hak kita sebagai warganegara sekaligus tanggung jawab mereka memegang kekuasaan untuk rakyat. Sebagai mahasiswa kita juga dapat membuat gerakan menolak politik dalam kepentingan masyarakat yang dimana kita dapat mengasosiasikan melalui demo dengan baik dan sopan.

5. Bagaimana pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?

Jawab: Karena pada era ini, masih banyak masyarakat yang kurang pemahaman mengenai agamanya secara tepat dan mendalam, mereka langsung percaya penuh pada tokoh agama yang dapat menarik mereka secara emosional, begitu pula dengan tokoh tradisi. Mereka mudah dibodohi tokoh agama yang mereka percayai ini, padahal tokoh agama ini belum tentu benar. Selain itu, pengalaman rakyat mengenai Ideologi Pancasila masih sangat lemah. Sebab kebodohan rakyat yang langsung percaya penuh pada tokoh agama dan tradisi ini, dan kurangnya pemahaman mengenai dasar Negara, dimanfaatkan oleh tokoh politik untuk mengerahkan masyarakat guna mencapai tujuan mereka . Tokoh politik mengiming-imingi tokoh agama dan tokoh tradisi dengan hadiah tertentu (sebagai tumbal), dengan syarat mereka harus menyebarkan kepentingan politik tertentu dalam ajaran mereka.
Nama: Anjelita Shailia
NPM: 2213053302
KELAS: 2A
Prodi: PGSD

Pos test ANALISIS SOAL

1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?

2. Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?

3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikell diatas?

Jawab:
1. Pada artikel diatas mengenai isi artikel yang membahas tentang konflik geografi Indonesia dengan Timor Leste dapat diambil hal positif ialah: memperjelas garis batas antar negara agar tidak mengklaim satu sama yang lain sehingga menimbulkan konflik di perbatasan, sebagai warga negara Indonesia seharusnya kita memberikan contoh yang baik dan memiliki nilai sosial budaya yang baik dengan tidak membiarkan adanya interpretasi atau stigma negatif pada Timor Leste karena dengan cara menimbulkan stigma negatif akan memperkeruh masalah dan terlihat tidak menerima mereka sebagai negara sendiri yang berati kita tidak bersifat adil dengan itu membiarkan Timor Leste merdeka sendiri dengan pilihan mereka dengan lapang dada merupakan hal yang baik untuk memperkecil konflik. Masalah yang terjadi antar negara sebaiknya di serahkan pada pemerintah dan bukan kita sebagai warga negara Indonesia yang memulai duluan dengan melempari batu maka kita harus percaya pada pemerintah negara Indonesia.

2. Menurut pendapat saya ketika Indonesia tidak memiliki konsepsi wawasan Nusantara yakni Pancasila maka negara Indonesia akan terjadi banyak konflik karena tidak ada dasar atau ideologi bangsa sehingga masyarakat akan berprilaku semau mereka tanpa ada potokan dan dasar dalam bernegara yang dimana Indonesia terdiri dari beraneka ragam suku, agama, ras yang akan memunculkan konflik sehingga akan menimbulkan perpecahan antar wilayah di Indonesia, selain itu ketika warga Indonesia tidak memiliki wawasan Nusantara akan sulit untuk demokrasi yang berati terpecah belah antara yang satu dengan yang lain. Oleh karena itu diperlukannya konsep wawasan Nusantara seperti Pancasila untuk mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa dan meningkatkan nilai nasionalisme dalam jiwa

3. Seperti konsepsi wawasan Nusantara dalam mencegah konflik seperti artikel diatas adalah dengan dengan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam berbangsa dan bernegara sehingga dalam konflik antar negara warga negara Indonesia memiliki pedoman untuk menyelesaikan masalah dengan dasar-dasar negara yang tepat dan benar. Wawasan Nusantara berperan menata warga negara Indonesia berprilaku, memecahkan masalah dan memiliki jiwa Pancasila di setiap aktivitas
Nama: Anjelita Shailia
NPM :2213053302
Kelas: 2 A
Prodi: PGSD

Pretest pertemuan 13

Dari video diatas mengenai Geopolitik Indonesia dengan durasi 1.54 detik disana menjelaskan, konsep dasar geopolitik Indonesia, yang dapat dipahami ialah Geopolitik Indonesia merupakan ilmu penyelenggara negara yang setiap kebijakannya selalu dikaitkan atau dihubungkan dengan masalah-masalah geografi dari wilayah seluruh Indonesia. Pada geopolitik terdapat beberapa teori diantaranya:
1. Teori Geopolitik Friedrich Ratzel
merupakan teori yang berpokok pada ruang.
2. Teori Geopolitik Rudolf Kjellen
Pokok-pokok teori Kjellen ialah geopolitik merupakan suatu organisme hidup.
3.Teori Geopolitik Sir Walter Raleigh dan Alfred Thyer Mahan
Inti teori kedua ahli tersebut ialah konsep kekuatan maritim dan mencetuskan Wawasan Bahari, yaitu kekuatan di lautan.
4. Teori Geopolitik William Mitchell, Albert Saversky, Giulio Douhet, dan John Frederick Charles Fuller
Menurut keempat ahli geopolitik ini melahirkan teori Wawasan Dirgantara, yaitu kekuatan di udara.
5. Teori Geopolitik Sir Halford Mackinder
Inti teori Mackinder ialah konsep kekuatan daratan dan mencetuskan Wawasan Benua. Teori geopolitik diperkenalkan pertama kali oleh Ir. Soekarno pada sidang BPUPKI 1 Juni 1945 yakni Pancasila.

Pada konsep geopolitik Indonesia bangsa Indonesia menggunakan Pancasila sebagai ideologi nasional yang digunakan sebagai dasar dalam menentukan politik di Indonesia pada kondisi geografis wilayah dan kedudukan wilayah, geopolitik Indonesia memiliki prinsip tidak mementingkan suatu wilayah akan tetapi mementingkan membangun Kesatuan bangsa di suatu wilayah tersebut. Konsep wawasan Nusantara sebagai geopolitik Indonesia ialah wawasan nasional yang bersumber dari Pancasila dan UUD 1945, dengan cara pandang bangsa Indonesia yang menjadi satu kesatuan diantaranya:
Perwujudan kepulauan Nusantara menjadi suatu kesatuan politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan ketahanan. Pada konsep NKRI terdapat pada pasal 1 ayat 1 UUD 1945 yakni " Negara Indonesia adalah negara kesatuan, yang berbentuk republik "
Sebagai negara yang berbentuk NKRI, kesatuan wilayah Indonesia mencakup:
1. Kesatuan politik
2. Kesatuan hukum
3. Kesatuan sosial-budaya
4. Kesatuan Pertahanan dan keamanan