Kiriman dibuat oleh yunita Lestari 2213053219

Nama : Yunita Lestari
NPM : 2213053219
Kelas : 3F

Analisis Video 2
Potret Pendidikan di Dusun Terpencil
Video tersebut memberikan gambaran yang mengkhawatirkan tentang kondisi pendidikan di SD Negeri Galak, sebuah sekolah di dusun terpencil. Dari penjelasan singkat, terlihat bahwa fasilitas di sekolah ini masih sangat kurang, bahkan sampai-sampai murid-murid harus belajar di teras kelas karena kekurangan ruang kelas. Dengan kondisi ini, sangat penting bagi pemerintah untuk segera mengambil tindakan guna meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tersebut.
Nama : Yunita Lestari
NPM : 2213053219
Kelas : 3F

Analisis Video 1
“Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Plosok Kalimantan_ lentera indonesia”

Video ini menggambarkan sebuh kisa nspiratif seorang pendidik muda , Martencis Veronica Siregar, yang dengan penuh semangat memberikan pengabdiannya di wilayah terpencil Kalimantan tepatnya di desa Tanjung Matol. Meskipun tempat penempatan Martencis terletak sangat jauh, bahkan memerlukan perjalanan sepanjang 7 jam ke kabupaten, namun semangatnya untuk mengajar di Tanjung Matol tetap luar biasa tak tergoyahkan.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> FORUM pertanyaan

oleh yunita Lestari 2213053219 -
Nama : Yunita Lestari
NPM : 2213053219
Kelas : 3F


Menurutt pendapat saya hardskill dan soft skill adalah dua yang berbeda berbeda yang digunakan untuk mengevaluasi kemampuan dan kualifikasi seseorang. Hardskill sejatinya lebih terstruktur sedangkan, sedangkan soft skill lebih berkaitan dengan aspek sosial dan juga emosional.

1. Hardskill
Merupakan komponen yang bersifat konkret terstruktur dan juga seringkali diajarkan melalui pendidikan formal maupun pelatihan khusus, contoh hard skill ialah keahlian teknis seperti bahasa asing, matematika, programmer computer dan lain sebagainya.

2.Soft skill
Adalah kemampuan interpersonal dan kelembutan yang mempengaruhi cara seseorang berinteraksi dengan orang lain memecahkan masalah dan beradaptasi dengan lingkungan kerja. Contoh soft skill seperti kemampuan komunikasi, kepemimpinan kerjasama tim, empati, kreativitas, serta kemampuan untuk mengatasi konflik.
Nama : Yunita Lestari
NPM : 2213053219
Kelas : 3F

Analisis Jurnal 2
Keluarga merupakan lingkungan pertama bagi setiap individu di mana ia berinteraksi. Keluarga dapat menjadi ukuran dalam sebuah masyarakat yang berarti apabila masing-masing keluarga itu berada dalam keluarga yang sehat maka akan sehatlah suatu masyarakat dan sebaliknya jika masing-masing keluarga itu tidak sehat dampaknya terhadap masyarakat pun akan menjadi tidak sehat. Menurut M.I Silamen (1978: 84) terdapat delapan fungsi keluarga yaitu fungsi edukasi, fungsi sosialisasi, fungsi proteksi fungsi efeksi fungsi religius, fungsi ekonomi, fungsi reaksi, dan fungsi biologis.

Terdapat faktor-faktor yang menyebabkan kemerosotan moral
1. kurang tertanamnya nilai-nilai keimanan pada anak-anak
2. lingkungan masyarakat yang kurang sehat
3. pendidikan moral tidak terlaksana menurut mestinya baik di rumah tangga sekolah maupun masyarakat
4. suasana rumah tangga yang kurang baik
5. diperkenalkannya secara populer obat-obat terlarang dan alat-alat anti hamil
6. banyaknya tulisan-tulisan gambar-gambar siaran-siaran kesenian-kesenian dan tidak mengindahkan dasar-dasar dan tuntunan moral
7. kurang adanya bimbingan untuk mengisi waktu luang dengan cara yang baik dan yang membawa kepada pembinaan moral
8. tidak ada atau kurangnya markas-markas bimbingan dan penyuluhan bagi anak-anak dan pemuda-pemuda
9.pengaruh westernisasi yaitu berupa yahudinisasi dan kristenisasi

Pendidikan nilai-nilai moral keagamaan yang harus ditanamkan kepada anak-anak dapat dimulai sejak anak lahir sampai ia dewasa. Ketika lahir sebaiknya mereka diperkenalkan dengan kalimah thoyyobah, selanjutnya mereka tumbuh dan berkembang menjadi anak-anak maka yang pertama harus ditanamkan ialah nilai-nilai agama yang berkaitan dengan keimanan, sehingga nantinya anak meyakini adanya Allah dan dapat mengenal Allah seyakin-yakinnya.
Nama : Yunita Lestari
NPM : 2213053219
Kelas : 3F

Analisis Jurnal 1
PENDIDIKAN MORAL DI SEKOLAH

Pendidikan moral di lingkungan sekolah memegang peran penting dalam membentuk generasi muda yang berkualitas. Meskipun seperti yang kita tahu bahwa orang tua lah yang memiliki peran utama dalam mendidik anak secara moral, namun guru juga memiliki tanggung jawab yang besar dalam mewujudkan siswa yang memiliki moral yang baik. Karena itu, keluarga, sekolah, maupun masyarakat semuanya harus bekerja sama dalam upaya mendidik anak-anak muda agar menjadi individu yang bermoral sertta cerdas secara intelektual.

Penididikan moral di lingkungan sekolah membutuhkan komitmen srius dari berbagai pihak untuk mencapai pendidikan moral yang baik. Terdapat beberapa komponen penting lainya yang harus diperhatkan dalam pendidikan moral adalah cakupan materi, variasi metode, dan evaluasi yang menyeluruh.