Posts made by Anindita Prayogo 2253053027

Nama : Anindita Prayogo
NPM : 2253053027

Mereka harus mahir dalam kolaborasi, komunikasi dan pemecahan masalah, yang merupakan beberapa keterampilan yang dikembangkan melalui pembelajaran sosial dan emosional (SEL). Salah satu aspek yang menunjang perkembangan kemahiran dalam kolaborasi, komunikasi, dan pemecahan masalah adalah dengan membantu perkembangan moral siswa agar tumbuh optimal. Penalaran moral berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam mengambil keputusan moral ketika dihadapkan pada dilemma moral tentang sikap dan perilaku yang sebaiknya dipilih. Pendidikan merupakan proses seumur hidup mulai dari dalam kandungan dan berlangsung sampai akhir dari kehidupan. Moralitas dan Pendidikan moral dapat dilihat dari dua sisi, yaitu dari sisi luar dan dari sisi dalam. Dilihat dari luar, moralitas mengatur cara bergaul dengan orang lain, dan dari dalam mengatur cara bergaul dengan diri sendiri. Selain itu, masyarakat semakin sadar bahwa lingkungan dan masyarakat memainkan peran penting untuk melatih anak tentang norma-norma moral dan sosial yang mengatur kehidupan manusia. Teori Kohlberg Perkembangan moral telah dipelajari dari berbagai perspektif psikologis, termasuk teori belajar, psikoanalisis, dan lain-lain. Studi saat ini tentang perkembangan moral telah dipengaruhi oleh pendekatan perkembangan kognitif Jean Piaget dan Lawrence Kohlberg. Kohlberg mengidentifikasi beberapa masalah filosofis mendasar yang mendasari studi perkembangan moral, seperti pertanyaan tentang definisi konstruk yang adil secara budaya. Psikolog yang mempelajari moralitas atau perkembangan moral harus berurusan dengan masalah relativisme moral atau netralitas nilai, yang bermula dari kata-kata yang bermuatan nilai "moral" dan "pengembangan." Relativisme moral adalah posisi bahwa nilai-nilai moral berbeda di antara budaya dan masyarakat dan karenanya tidak universal (Naito, 2013). Asumsi utama Piaget adalah bahwa kognisi (pikiran) dan afek (perasaan) berkembang secara paralel dan keputusan moral merupakan proses perkembangan kognisi secara alami. Apa yang menampakan perbedaan dalam kematangan moral itu adalah pertimbangan-pertimbangan yang diberikan oleh mereka, mengapa mencuri mangga itu salah. Pertimbangan-pertimbangan inilah yang menjadi indikator dari tingkatan atau tahap perkembangan moral. Penelitian Kohlberg menunjukan bahwa bila penalaran-penalaran yang diajukan oleh seseorang mengapa ia mempunyai pertimbangan moral tertentu atau melakukan tindakan tertentu diperhatikan, maka akan tampak jelas adanya perbedaan-perbedaan yang berarti dalam pendangan moral orang tersebut. Dengan demikian, apa yang membedakan tingkatan moral seseorang apat dilihat dari alasan apa yang digunakan seseorang untuk melakukan sesuatu.
Nama : Anindita Prayogo
NPM : 2253053027

Dalam tatanan global yang ditandai dengan munculnya berbagai masalah dan isuisu global seperti pelanggaran hak-hak asasi manusia (HAM), fenomena kekerasan, dan penyalahgunaan narkotika. Hal ini menuntut adanya pemikiran yang berkaitan dengan sistem pendidikan yang cocok untuk menjawab permasalahan tersebut. Dengan kata lain kompleksitas global memiliki banyak keuntungan bagi yang kuat, tetapi sebaliknya keadaan itu dapat menghancurkan kehidupan bangsa yang kalah bersaing.
Fakta yang berkaitan dengan benturan antarperadaban itu cukup banyak. Oleh karena itu, keutuhan hidup dan sistem kehidupan manusia, baik secara lokal, regional, nasional maupun internasional, perlu diwujudkan nilai-nilai universal, misalnya: nilai Pendidikan Nilai Moral ditinjau dari Perspektif Global 211 kebenaran, kejujuran, kebajikan, kearifan, dan kasih sayang) secara seksama, sehingga tercipta kehidupan yang damai, yang merupakan "titik balik" peradaban manusia yang mewakili tumbuhnya kesadaran baru dalam kehidupan yang sarat nilai. Di samping itu, harus mampu memelihara perilaku etik pribumi yang harus dipertahankan sesuai dengan keanekaragaman dan keunikan yang dimiliki. Kesemuanya itu dapat disebut dengan pengembangan pendidikan nilai. Yang dimaksud pendidikan nilai di sini adalah penanaman dan pengembangan nilainilai dalam diri seseorang baik nilai-nilai personal maupun nilai sosial. Pengembangan pendidikan nilai itu tidak sekedar melalui program atau pelajaran khusus, tetapi dijadikan suatu dimensi dalam seluruh usaha pendidikan.
Nilai yang dicetuskan UNESCO 1993 diuraikan dalam dua gagasan yang saling berseberangan, yaitu nilai standar (terukur) secara material dan nilai yang abstrak dan sulit diukur yang berupa keadilan, kejujuran, kebebasan, kedamaian, dan persamaan (Mulyana, 2004: 8). Di samping itu, sistem nilai merupakan sekelompok nilai yang saling berkaitan, saling menguatkan dan tidak terpisahkan, seperti nilainilai yang bersumber dari agama atau tradisi humanistik.
Ruang lingkup klasifikasi nilai mencakup nilai terminal dan instrumental, instrinsik dan ekstrinsik, personal dan sosial, subjektif dan objektif.
Pembahasan dalam tulisan ini dibatasi pada nilai terminal dan nilai instrumental. Secara hierarkhis nilai instrumental berfungsi sebagai nilai perantara yang akan berujung pada nilai akhir atau terminal yang bersifat inheren, tersembunyi di belakang nilai instrumental. Tentunya pendidikan nilai moral disesuaikan dengan situasi dan kondisi masing-masing negara berdasarkan ideologi yang dianutnya.
Nama : Anindita Prayogo
NPM. : 2253053027

Saat ini Indonesia masih mengalami krisis multidimensi, salah satunya di bidang pendidikan. Melalui pendidikan Indonesia gagal dalam membentuk manusia yang berkepribadian. Era informasi dan globalisasi sebagai akibat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini berdampak hampir semua aspek kehidupan masyarakat. Nilai - nilai yang sementara ini dipegang masyarakat mulai bergeser dan di tinggalkan. Mendidik tidak harus berurusan dengan nilai nilai. Maka, pendidikan nilai merupakan agenda yang mesti ada dalam setiap penyelenggaraan pendidikan.

Pendidikan nilai merupakan integral kegiatan pendidikan, karena pada dasarnya melibatkan pembentukan sikap, watak, dan kepribadian peserta didik. Pendidikan tidak hanya bertujuan menghasilkan pribadi yang cerdas dan terampil, tetapi pribadi yang luhur. Era globalisasi telah membuat sebuah perubahan yang signifikan. Bahkan terjadi degrafasi moral dan nilai nilai yang menyimpang. Hal ini menjadi penyebab gagal nya pendidikan nilai.
Nama : Anindita Prayogo
NPM. : 2253053027

Pemerintah Aceh mengembangkan sistem pendidikan yang sesuai dengan karakteristik-karakteristik adat istiadat masyarakat Aceh serta otonomi khusus yang berlaku di Aceh Amin (2018) Sistem pendidikan yang diamanahkan berupa sistem pendidikan Islam seperti yang tertuang dalam Qanun No23 Tahun 2002Qanun tersebut kemudian disempurnakan dengan Qanun Aceh No 5 Tahun 2008 dan pemerintah kemudian diganti oleh Qanun Aceh No 9 Tahun 2015 perubahan atas Qanun Aceh No11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Islam di Aceh , Indonesia .
Ada enam strategi dalam pembentukan nilai yang membutuhkan proses keberlanjutan seperti pembiasaan nilai nilai budaya pengetahuan moral, perasaan dan cinta yang baik, akting moral, dan nilai keteladanan. Bagaimanapun guru memiliki peranan yang sangat penting dalam proses pembentukan nilai siswa selama di sekolah . Oleh karena itu, para guru perlu mempelajari strategi yang digunakan untuk mengajarkan nilai-nilai baik kepada siswa baik melalui pendidikan formal maupun nonformalPeran guru sebagai panutan bagi siswa dinilai sangat penting dalam pendidikan nilai. Nilai- nilai utama yang harus dimiliki oleh seorang guru untuk mendukung keberhasilan implementasi kurikulum di National Institute of Education (NIE), Singapura adalah: keyakinan bahwa semua siswa dapat belajar, merawat dan memperhatikan semua siswa, menghormati keragamankomitmen dan dedikasi terhadap profesi.
Nilai moral Islam adalah Alquran dan Hadits Nabi, dan ini berarti bahwa nilai harus mutlak dan stabil. Dari sisi individu membantu mereka untuk merasakan keamanan, stabilitas, dan keselamatan untuk menentukan identitas mereka, dan kepemilikan kelompok serta penerimaan mereka terhadap nilai-nilai dan keyakinan yang diatur oleh agamaDari sisi masyarakat membantu dalam mengatur emosi dan keberlanjutannya, dan ini merupakan salah satu pilar keberlangsungan dan keberlanjutan masyarakatSingkatnya, seorang Muslim harus mengembangkan karakter moralnyaDengan demikian, nilai-nilai yang lebih baik. yang dimasukkan oleh seorang Muslim ke dalam karakternya, menjadi Muslim yang lebih baik.