Posts made by SiskaTri Utami 2213053195

Nama : Siska Tri Utami
Kelas : 1A
NPM : 2213053195
Analisis Soal!
A. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?
Jawab : Pancasila dalam paradigma ilmu berperan sebagai landasan, acuan, metode, nilai dan tujuan yang ingin dicapai. Pada sila pertama bahwa tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan, dibuktikan dan diciptakan tetapi juga mempertimbangkan akibat untuk manusia dan alam sekitar. Pada sila kedua memberikan dasar moralitas dengan tujuan kesejahteraan. Pada sila ketiga hendaknya dapat menumbuhkan rasa nasionalisme, sehingga mewujudkan persatuan. Pada sila keempat bersikap demokratis itu penting dalam pengembangan ilmu. Dan sila kelima pengembangan ilmu juga harus menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan masyarakat. Pengembangan iptek merupakan faktor pendorong adanya globalisasi. Ditengah persaingan global sekarang ini proses pengembangan iptek sangat pesat, teknologo semakin canggih dan sudah menyebar luas keseluruh dunia.
B. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?
Jawab : harapan saya mengenai model pemimpin dan warganegara agar lebih bijak dan bertanggung jawab dengan apa yang dilakukan. Untuk ilmuwan saya berharap untuk lebih mengembangkan ilmu pengetahuan kearah dimana Indonesia bisa menjadi negara yang maju.
Nama : Siska Tr Utami
Kelas : 1A
NPM : 2213053195
Analisis Soal !
A. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai berita tersebut dan apa yang anda lakukan untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaxs?
Jawab : menurut saya mengenai berita diatas, memang benar saat ini banyak sekali orang-orang yang suka menyebarkan hoax tidak peduli benar atau salah berita tersebut. Bukan hanya orang biasa bahkan orang-orang terpelajar pun banyak yang ikut menyebarkan hoax. Itu semua dikarenakan penggunaan media sosial terutama facebook, saat melihat berita entah dari mana asalnya tidak peduli benar atau salah, mereka tetap menyebarkannya karena dinilai menarik.
Menurut saya cara mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoax adalah dengan menyaring berita-berita di media sosial dan mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu sebelum menyebarkannya. Atau dengan cara bertanya langsung dengan ahli atau orang yang mengetahui kebenaran berita tersebut.
B. Bagaimanakah pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dan solusi apa yang anda sampaikan bagi pengembangan iptek yang lebih baik?
Jawab : pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial sangat merugikan, contoh : adanya kejahatan siber, pornografi, dan hilangnya budaya tradisional karena pengaruh budaya barat dimedia sosial.
Solusi agar pengembangan iptek jadi lebih baik adalah dengan menggunakan teknologi untuk kegiatan yang positif, perlu adanya penegakan hukum yang berlaku untuk menjaga agar tidak ada kejahatan di media sosial, dan menggunakan iptek secara efektif dan efisien.
C. Sikap Konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju ipteknya, bagaimakah solusi menurut program studi/jurusan yang anda ambil saat ini atas permasalahan tersebut?
Jawab: masyarakat Indonesia memang banyak yang bersikap konsumerisme, bukti nyatanya seperti sekarang ini banyaknya orang menggunakan pinjol (pinjaman online) hanya untuk membeli barang-barang yang mereka inginkan dan bukan dibutuhkan. Solusinya adalah masyarakat harus sadar akan dampak negatif sikap konsumerisme yang dapat merugikan diri sendiri. Dengan menerapkan hidup sederhana, membatasi belanja online atau hanya belanja barang yang memang dibutuhkan, menabung, dan mengurangi bepergian.
Nama : Siska Tri Utami
NPM : 2213053195
Analisis Jurnal !
PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT ILMU DAN IMPLIKASI TERHADAP PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
Pancasila sebagai filsafat ilmu didalam mengadakan pemikiran yang sedalam-dalamnya, tidak hanya bertujuan mencari kebenaran dan kebijaksanaan, tidak sekedar untuk memenuhi hasrat ingin tahu dari manusia yang tidak habis-habisnya, tetapi juga hasil pemikiran yang berwujud filsafat pancasila tersebut dipergunakan sebagai pedoman hidup sehari-hari (pandangan hidup, filsafat hidup, way of life, dan sebagainya) dan juga sebagai pedoman pengembangan ilmu pengetahuan agar hidunya dapat mencapai kebahagiaan lahir dan batin, baik di dunia maupun di akhirat. Pancasila sebagai filsafat ilmu memungkinkan masyarakat dapat memikirkan masalah-masalah dasar hidupnya secara rasional dengan bahasa, wawasan dan argumentasi yang universal.
Implikasi sila-sila Pancasila dalam pengembangan IPTEK.
1. Sila pertama, Dalam Pengembangan ilmu pengetahuan manusia perlu memahami batas kemampuannya dalam berfikir, karena tidak semua yang ada di alam ini mampu dijangkau oleh pemikiran manusia, dari keterbatasan kemampuan tersebut manusia harus mengembalikan kepada sang Pencipta dan penguasa segala sesuatu yang ada di alam ini, Sehingga dalam pengembangan ilmu pengetahuan, manusia harus menciptakan perimbangan antara yang rasional dan irrasional, antara rasa dan akal. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa ini menempatkan manusia dalam alam ini sebagai bagiannya dan bukan sebagai pusatnya, Tuhanlah sebagai pusatnya bukanlah manusia.
2. Sila kedua, memberi arah dan mengendalikan ilmu pengetahuan. Ilmu dikembalikan pada fungsinya semula, yaitu untuk kemanusiaan, tidak hanya untuk kelompok, lapisan tertentu. Sila kemanusiaan yang adil dan beradab juga memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan ilmu pengetahuan haruslah secara beradab.
3. Sila ketiga, memberikan kesadaran kepada bangsa Indonesia bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia akibat dari sumbangan iptek, dengan iptek persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud dan terpelihara, persaudaraan dan pesahabatan antar daerah di berbagai daerah terjalin karena tidak lepas dari factor kemajuan iptek.
4. Sila keempat, setiap ilmuwan haruslah memiliki kebebasan untuk mengembangkan Iptek. Selain itu dalam pengembangan iptek setiap ilmuwan juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan harus memilki sikap yang tebuka artinya terbuka untuk dikritik/dikaji ulang maupun dibandingkan dengan penemuan teori lainnya.
5. Sila kelima, pengembangan iptek haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri, manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusia lain, manusia dengan msyarakat bangsa dan negara serta manusia dengan alam lingkungannya (T. Jacob, 1986).
Nama : Siska Tri Utami
NPM : 2213053195
ANALISIS VIDEO!
Pemboman Hiroshima terjadi pada 6 Agustus 1945 dan menewaskan 1400 orang yaitu nyaris setengah penduduk kota Hiroshima dan di Nagasaki pada 9 Agustus 1945. 6 hari pasca pemboman Nagasaki pada 15 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada sekutu, menteri luar negeri Jepang menandatangani surat tanda Jepang menyerah di atas kapal perang Amerika dan menandai berakhirnya perang dunia ke II diwilayah pasifik. Indonesia mengalami kekosongan kekuasaan dan dimanfaatkan untuk memproklamirkan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.