Nama:Safira Sita Salsabilla
NPM :2213053027
Kelas :2G
Identitas Jurnal
Judul jurnal : INTEGRASI NASIONAL
SEBAGAI PENANGKAL ETNOSENTRISME DI INDONESIA
Halaman : 7 halaman
Nama Penulis: Agus Maladi Irianto
Kata kunci: Integrasi nasional, etnosentrisme dan konflik kepentingan.
A. Pendahuluan
Negara dan bangsa Indonesia, sejak
proklamasi kemerdekaan hingga saat ini telah mempunyai sejumlah pengalaman. Di antara sejumlah pengalaman itulah, bangsa Indonesia mengalami berbagai perubahan
azas, paham, ideologi dan doktrin dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.Berbagai perubahan azas dan ideologi tersebut, menciptakan disintegrasi dan instabilisasi nasional.
B. Identitas dan Integrasi Nasional
Di masa awal Indonesia merdeka,
identitas nasional ditandai oleh bentuk fisik serta kebijakan umum bagi seluruh rakyat Indonesia (di antaranya yaitu penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, Bahasa Indonesia, dan seterusnya). Identitas adalah produk
kebudayaan yang berlangsung demikian kompleks. Identitas akan terbentuk berdasarkan kemauan kita sendiri, sedangkan di sisi lain
identitas akan sangat tergantung dari
kekuatan-kekuatan objektif yang terjadi di sekitar yang mengharuskan kita untuk meresponsnya. Pada suatu sisi integrasi terbentuk jika ada identitas yang mendukungnya seperti kesamaan bahasa, kesamaan dalam nilai sistem budaya, kesamaan cita-cita politik, atau kesamaan dalam pandangan hidup atau orientasi keagamaan.
C. Intergrasi Nasional Versus Otonomi
Daerah
Konsep integrasi nasional pada dasarnya sejalan kondisi Indonesia saat ini. Indonesia adalah negara yang majemuk.Akan tetapi, perbedaan tersebut tidak selalu memisahkan, apalagi menimbulkan pertentangan sepanjang masing-masing anggota
masyarakat menyadari akan pluralitas
tersebut. Strategi kebudayaan dalam hal ini mengacu pada kekuatan budaya yang bertolak pada kedekatan dan pandangan hidup pelaku kebudayaan dalam kaitannya dengan
kompleksitas kebudayaan yang dianut.
Dengan demikian, mengembangkan konsep integrasi nasional sebagai strategi kebudayaan Indonesia pada dasarnya menyatukan visi dan misi antara sejumlah kepentingan dan identitas masing-masing anggota masyarakat berlatar belakang
kebudayaan yang kompleks.
D. Penutup
Kebijakan otonomi daerah yang kini
marak di sejumlah penjuru negeri ini, justru menjadi penghambat cita-cita menerapkan konsep integrasi nasional. Cita-cita
menerapkan konsep integrasi nasional akan terwujud, manakala sekelompok anggota masyarakat bersedia menerobos identitasnya dan mengambil jarak dari segala kepentingan yang selama ini dianggap membentuk watak dirinya atau watak kelompoknya.
NPM :2213053027
Kelas :2G
Identitas Jurnal
Judul jurnal : INTEGRASI NASIONAL
SEBAGAI PENANGKAL ETNOSENTRISME DI INDONESIA
Halaman : 7 halaman
Nama Penulis: Agus Maladi Irianto
Kata kunci: Integrasi nasional, etnosentrisme dan konflik kepentingan.
A. Pendahuluan
Negara dan bangsa Indonesia, sejak
proklamasi kemerdekaan hingga saat ini telah mempunyai sejumlah pengalaman. Di antara sejumlah pengalaman itulah, bangsa Indonesia mengalami berbagai perubahan
azas, paham, ideologi dan doktrin dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.Berbagai perubahan azas dan ideologi tersebut, menciptakan disintegrasi dan instabilisasi nasional.
B. Identitas dan Integrasi Nasional
Di masa awal Indonesia merdeka,
identitas nasional ditandai oleh bentuk fisik serta kebijakan umum bagi seluruh rakyat Indonesia (di antaranya yaitu penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, Bahasa Indonesia, dan seterusnya). Identitas adalah produk
kebudayaan yang berlangsung demikian kompleks. Identitas akan terbentuk berdasarkan kemauan kita sendiri, sedangkan di sisi lain
identitas akan sangat tergantung dari
kekuatan-kekuatan objektif yang terjadi di sekitar yang mengharuskan kita untuk meresponsnya. Pada suatu sisi integrasi terbentuk jika ada identitas yang mendukungnya seperti kesamaan bahasa, kesamaan dalam nilai sistem budaya, kesamaan cita-cita politik, atau kesamaan dalam pandangan hidup atau orientasi keagamaan.
C. Intergrasi Nasional Versus Otonomi
Daerah
Konsep integrasi nasional pada dasarnya sejalan kondisi Indonesia saat ini. Indonesia adalah negara yang majemuk.Akan tetapi, perbedaan tersebut tidak selalu memisahkan, apalagi menimbulkan pertentangan sepanjang masing-masing anggota
masyarakat menyadari akan pluralitas
tersebut. Strategi kebudayaan dalam hal ini mengacu pada kekuatan budaya yang bertolak pada kedekatan dan pandangan hidup pelaku kebudayaan dalam kaitannya dengan
kompleksitas kebudayaan yang dianut.
Dengan demikian, mengembangkan konsep integrasi nasional sebagai strategi kebudayaan Indonesia pada dasarnya menyatukan visi dan misi antara sejumlah kepentingan dan identitas masing-masing anggota masyarakat berlatar belakang
kebudayaan yang kompleks.
D. Penutup
Kebijakan otonomi daerah yang kini
marak di sejumlah penjuru negeri ini, justru menjadi penghambat cita-cita menerapkan konsep integrasi nasional. Cita-cita
menerapkan konsep integrasi nasional akan terwujud, manakala sekelompok anggota masyarakat bersedia menerobos identitasnya dan mengambil jarak dari segala kepentingan yang selama ini dianggap membentuk watak dirinya atau watak kelompoknya.