Nama: WINDI DESMILA
NPM: 2213053P60
Kelas: 2D
Demokrasi itu gaduh, tapi kenapa bertahan dan dianut banyak negara?!
Demokrasi itu pasti bising, demokrasi itu pasti berisi. Yang penting ributnya masih dalam konsep koridor demokrasi yang prosedural. Sistem demokrasi banyak menjadi pilihan negara karena sistem demokrasi lebih mampu mempertahankan keamanan dan kemakmuran jangka panjang. Demokrasi juga dipandang sebagai alat paling efektif mewujudkan kesetaraan, mengurangi konflik, dan meningkatkan partisipasi publik. Dari segi penegakan HAM, misalnya negara yang menganut demokrasi memiliki skor penegakan HAM yang lebih tinggi. Warga negara penganut demokrasi juga cenderung mempunyai angka harapan hidup yang tinggi. Pasca perang dingin, banyak negara ingin kebebasan dan kemakmuran, seperti halnya negara demokrasi. Sejak akhir 1980-an, negara yang menganut demokrasi meningkat pesat. Sebaliknya, Semakin banyak rezim autokrasi yang berjatuhan. Namun, bukan berarti Demokrasi adalah sistem pemerintahan yang sempurna. Para kritikus demokrasi kerap mempertanyakan soal apakah memberi hak pilih kepada warga atas persoalan yang mereka tidak kuasi adalah hal yang tepat? Pertanyaan tersebut terasa relevan ketika demokrasi menghasilkan pemimpin-pemimpin populis yang anti sains, juga para politikus yang menolak dikritik dan menampik kebebasan berpendapat. Kini, beberapa analisis mengatakan demokrasi berada dalam fase krisis. Pada 2019, skor rata-rata indeks demokrasi di 165 negara merosot dari 5,48 ke 5,44. Itu menjadi skor yang terburuk sejak 2006. Ada beberapa alasan yang mengemukakan Mengapa demokrasi dilanda krisis. Mulai dari rendahnya kepercayaan terhadap pemerintah dan politikus, penurunan jumlah keanggotaan partai politik, hingga regulasi pemerintah yang dianggap tidak transparan. Menurut Winston Churchill Demokrasi adalah sistem pemerintah paling buruk, tapi tidak ada yang lebih baik dari itu.
NPM: 2213053P60
Kelas: 2D
Demokrasi itu gaduh, tapi kenapa bertahan dan dianut banyak negara?!
Demokrasi itu pasti bising, demokrasi itu pasti berisi. Yang penting ributnya masih dalam konsep koridor demokrasi yang prosedural. Sistem demokrasi banyak menjadi pilihan negara karena sistem demokrasi lebih mampu mempertahankan keamanan dan kemakmuran jangka panjang. Demokrasi juga dipandang sebagai alat paling efektif mewujudkan kesetaraan, mengurangi konflik, dan meningkatkan partisipasi publik. Dari segi penegakan HAM, misalnya negara yang menganut demokrasi memiliki skor penegakan HAM yang lebih tinggi. Warga negara penganut demokrasi juga cenderung mempunyai angka harapan hidup yang tinggi. Pasca perang dingin, banyak negara ingin kebebasan dan kemakmuran, seperti halnya negara demokrasi. Sejak akhir 1980-an, negara yang menganut demokrasi meningkat pesat. Sebaliknya, Semakin banyak rezim autokrasi yang berjatuhan. Namun, bukan berarti Demokrasi adalah sistem pemerintahan yang sempurna. Para kritikus demokrasi kerap mempertanyakan soal apakah memberi hak pilih kepada warga atas persoalan yang mereka tidak kuasi adalah hal yang tepat? Pertanyaan tersebut terasa relevan ketika demokrasi menghasilkan pemimpin-pemimpin populis yang anti sains, juga para politikus yang menolak dikritik dan menampik kebebasan berpendapat. Kini, beberapa analisis mengatakan demokrasi berada dalam fase krisis. Pada 2019, skor rata-rata indeks demokrasi di 165 negara merosot dari 5,48 ke 5,44. Itu menjadi skor yang terburuk sejak 2006. Ada beberapa alasan yang mengemukakan Mengapa demokrasi dilanda krisis. Mulai dari rendahnya kepercayaan terhadap pemerintah dan politikus, penurunan jumlah keanggotaan partai politik, hingga regulasi pemerintah yang dianggap tidak transparan. Menurut Winston Churchill Demokrasi adalah sistem pemerintah paling buruk, tapi tidak ada yang lebih baik dari itu.