Kiriman dibuat oleh Jesica Agustina Yusman 2263053003

Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
Izin menjawab pertanyaan dari Fatma Wati

Menurut kelompok kami contoh kegiatan sehari-hari yang bisa dipelajari melalui pembelajaran IPS dalam mengembangkan nilai-nilai sosial bagi siswa sekolah dasar yaitu, misalnya kerja bakti di lingkungan sekolah, kegiatan tersebut bisa menjadi kegiatan yang mendidik siswa tentang pentingnya gotong royong dan tanggung jawab. Mereka belajar bahwa menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan bukan hanya tugas individu, tetapi tanggung jawab bersama. Melalui kerja sama dalam membersihkan lingkungan sekolah, siswa memahami bahwa kolaborasi dan partisipasi aktif adalah kunci dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik. Selain itu saling membantu antar teman juga menjadi contoh kegiatan sehari-hari dalam mengembangkan nilai-nilai sosial, baik dalam hal akademik maupun kegiatan lainnya. Ketika siswa membantu teman yang kesulitan, mereka belajar tentang kepedulian, empati, dan solidaritas.
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
Izin menjawab pertanyaan dari Choirunnisa Tasyania

Menurut kelompok kami sebagai calon pendidik, peran kita dalam mengembangkan pembelajaran IPS yang efektif di sekolah dasar sangatlah penting. Salah satu hal yang harus kita perhatikan adalah bagaimana menciptakan pengalaman belajar yang kontekstual dan relevan bagi siswa. Pembelajaran IPS tidak hanya berfokus pada hafalan saja, tetapi lebih pada pengembangan pemahaman siswa tentang lingkungan sosial, budaya, ekonomi, dan sejarah di sekitarnya.

Kita perlu menggunakan metode yang interaktif dan melibatkan siswa secara aktif, seperti diskusi kelompok, simulasi, atau proyek berbasis masalah. Dengan begitu, siswa dapat melihat keterkaitan materi IPS dengan kehidupan nyata, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. Selain itu, penggunaan teknologi dan media pembelajaran yang tepat juga dapat membantu menarik minat siswa dan membuat materi lebih mudah dipahami.

Sebagai calon guru, kita juga harus peka terhadap perbedaan karakteristik siswa, baik dari segi kemampuan, latar belakang sosial, maupun minat belajar. Dengan memahami hal tersebut, kita dapat merancang strategi pembelajaran yang inklusif, yang memungkinkan setiap siswa berpartisipasi aktif dan berkembang sesuai dengan kemampuannya masing-masing.