གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ INDAH APRILIA WINDIYANI

3H 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video

INDAH APRILIA WINDIYANI གིས-
Nama : Indah Aprilia Windiyani
NPM : 2213053033

Berdasarkan video tersebut nilai yang dapat diambil untuk kita teladani dalam kehidupan sehari-hari adalah
1. Ketuhanan yang maha esa
- Bersyukur kepada tuhan
- Melaksanakan ibadah sesuai agama yang dianut
- Tidak memaksakan suatu agama kepada orang lain
- Menghormati agama orang lain
- Berdoa sebelum dan sesudah makan

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
- Membantu korban bencana alam
- Membantu adik belajar
- Tidak berbuat kasar kepada orang lain
- Menolong teman yang kesulitan
- Bersikap sopan kepada orangtua

3. Persatuan Indonesia
- Mengikuti upacara dengan tertib
- Mencintai dan bangga menggunakan barang buatan indonesia
- Bermain dengan rukun
- Melestarikan budaya daerah
- Berteman tidakmembeda-bedakan suku dan agama

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
- Menyampaikan pendapat
- Berdiskusi/ kerja kelompok
- Menerima hasil musyawarah dengan lapang dada
- Saling menghargai pendapat
- Musyawarah dalam pemilihan ketua kelas

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia
- Tidak berbuat curang kepada orang lain
- Menghargai hasil karya orang lain
- Tidak boros dan suka menabung
- Melaksanakan hak dan kewajiban secara seimbang
- Bergotong royong membersihkan kelas

Cara agar seseoarang dapat meneladani dan menerapkan nilai nilai tersebut apa lagi saat ini era modern yang sangat terasa sudah terkikisnya nilai, moral, etika dilingkungan generasi muda yaitu dengan membangun semangat kebinekaan merupakan strategi yang bisa dilakukan. Pengakuan terhadap berbagai perbedaan, perlakuan sama terhadap berbagai komunitas, serta penghargaan yang tinggi terhadap hak asasi manusia harus ada dalam setiap kebijakan pemerintah.
Penanaman nilai moral melalui jalur pendidikan, dapat di lakukan dengan berbagai cara oleh guru. Satu diantara nya yaitu dengan menggunakan kearifan lokal sebagai sumber belajar peserta didik. Sebab kearifan lokal sendiri merupakan sebuah identitas dan jati diri dari bangsa itu sendiri (Susanto, 2019 ). Dalam kearifan lokal terdapat sebuah kebijaksanaan dan nilai-nilai yang mencakup, nilai sosial, etika ekonomi, nilai moral dan etos budaya. Apabila nilai kearifan lokal di implikasikan dalam kehidupan sehari-hari oleh peserta didik maka akan terbentuk pula sebuah nilai moral pada diri mereka sendiri.
Selain dengan menggunakan kebudayaan lokal, penanaman moral juga dapat di lakukan dengan cara membiasakan muridnya. Pembiasaan ini sendiri tentunya harus di lakukan oleh guru semenjak anak duduk di bangku SD sampai ke sekolah menengah. Pembiasaan itu sendiri seperti pembiasaan perilaku untuk jujur, jalan menunduk ketika ada orang yang lebih tua dan sikap bertanggung jawab atas apa yang mereka kerjakan (Ruslan, Elly dan Aini: 2016).

3H 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal -2

INDAH APRILIA WINDIYANI གིས-
Nama : Indah Aprilia Windiyani
NPM : 2213053033
Kelas : 3H

ANALISIS JURNAL

-Identitas Jurnal
Nama Jurnal : Jurnal INSANIA
Volume : 16
Nomor : 2
Halaman : 119-133
Tahun Terbit : 2011
Judul : PENTINGNYA PENDIDIKAN NILAI MORAL
BAGI GENERASI PENERUS
Nama Penulis : Ahmad Nawawi

PEMBAHASAN
Pendidikan nilai moral adalah suatu usaha sadar yang dilakukan oleh manusia (orang dewasa) yang terencana untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik (anak, generasi penerus) menanamkan keTuhanan, nilai-nilai estetik dan etik, nilai baik dan buruk, benar dan salah, mengenai perbuatan, sikap dan kewajiban; akhlak mulia, budi pekerti luhur agar mencapai kedewasaannya dan bertanggung jawab.

Pendidikan nilai moral/agama sangat penting bagi tegaknya satu bangsa. Tanpa pendidikan nilai moral (agama, budi pekerti, akhlak) kemung kinan besar suatu bangsa bisa hancur, carut marut. Munculnya kembali pendidikan budi pekerti sebagai primadona dewasa ini mencerminkan kegusaran bangsa ini akan terjadinya krisis moral bangsa dan kehidupan sosial yang carut marut. (Dedi Supriadi, Pikiran Rakyat 12 Juni: 8-9).

Adapun ruang lingkup materi pendidikan nilai moral antara lain meliputi: ke-Tuhanan, kejujuran, budi pekerti, akhlak mulia, kepedulian dan empati, kerjasama dan integritas, humor, mandiri dan percaya diri, loyalitas, sabar, rasa bangga, banyak akal, sikap respek, tanggung jawab, dan toleransi (Pam Schiller dan Tamera Bryant, 2002), serta ketaatan, penuh perhatian, dan tahu berterima kasih.

Teori Pendidikan Nilai Moral
- Teori Perkembangan Pertimbangan Moral Kohlberg
Menurut Kohlberg perkembangan sosial dan moral manusia ter jadi dalam tiga tingkatan besar yaitu:
(a) tingkatan moralitas prakonvensional, yaitu ketika manusia berada dalam fase perkembangan remaja awal, yang belum menganggap moral sebagai kesepakatan tradisi
sosial;
(b) tingkat moralitas konvensional, yaitu ketika manusia menjelang dan mulai memasuki fase perkembangan masa remaja, yang sudah menganggap moral sebagai kesepakatan tadisi sosial;
(c) tingkat moralitas pasca konvensional, yaitu ketika manusia telah memasuki fase perkembangan masa remaja dan pasca remaja (usia 13 tahun ke atas), yang memandang moral lebih dari sekedar kesepakatan tradisi sosial.

- Teori Belajar Sosial dan Moral Albert Bandura
Prinsip dasar belajar hasil temuan Bandura meliputi proses belajar sosial dan moral. Menurut Bandura sebagian besar dari yang dipelajari manusia terjadi melalui peniruan (imitation) dan contoh perilaku (modeling). Anak mempelajari respon-respon baru dengan cara pengamatan terhadap perilaku model/contoh dari orang lain yang menjadi idola, seperti guru, orang tua, teman sebaya, dan atau insane film yang setiap saat muncul di tayangan televisi.

Remaja sebagai generasi penerus bangsa memiliki peran dan posisi yang strategis. Mereka merupakan harapan masa depan bangsa. Maju atau mundurnya bangsa dan Negara ada di pundak mereka. Oleh karena itu, remaja sebagai generasi penerus harus diselamatkan melalui pendidikan nilai moral.
Sehingga harkat dan martabat bangsa bisa terangkat. Kualitas hidup meningkat, dan kesejahteraan serta kenyamanan pun bisa didapat.

3H 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal 1

INDAH APRILIA WINDIYANI གིས-
Nama : Indah Aprilia Windiyani
NPM : 2213053033
Kelas : 3H

* Pentingnya Pendidikan Nilai dan Moral bagi Generasi Bangsa Indonesia
Pendidikan nilai moral adalah suatu usaha sadar yang dilakukan oleh manusia (orang dewasa) yang terencana untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik (anak, generasi penerus) menanamkan keTuhanan, nilai-nilai estetik dan etik, nilai baik dan buruk, benar dan salah, mengenai perbuatan, sikap dan kewajiban; akhlak mulia, budi pekerti luhur agar mencapai kedewasaannya dan bertanggung jawab.
Pendidikan nilai moral/agama sangat penting bagi para remaja sebagai generasi penerus bangsa, agar martabat bangsa terangkat, kualitas hidup meningkat, kehidupan menjadi lebih baik, aman dan nyaman serta sejahtera.
Pendidikan nilai moral/agama sangat penting bagi tegaknya satu bangsa. Tanpa pendidikan nilai moral (agama, budi pekerti, akhlak) kemung kinan besar suatu bangsa bisa hancur, carut marut. Munculnya kembali pendidikan budi pekerti sebagai primadona dewasa ini mencerminkan kegusaran bangsa ini akan terjadinya krisis moral bangsa dan kehidupan sosial yang carut marut. (Dedi Supriadi, Pikiran Rakyat 12 Juni: 8-9).

* Hambatan atau Tantangan dalam menegakkan nilai dan moral tersebut dikalangan generasi muda
Tantangan nya sendiri sebagai generasi penerus bangsa maka harus bisa menyesuaikan dan memahami nilai dan moral agar tetap menjaga sopan dan santunnya baik dalam berbahasa maupun bertingkah laku, karena kalau tidak akan termakan oleh pengaruh perkembangan zaman yang sudah sangat pesat ini.
Hambatannya sendiri tidak semua generasi bangsa mendapatkan pendidikan nilai dan moral artinya pendidikan nilai dan moral masih sangat minim diajarkan oleh generasi saat ini.

* Dampak Positif
penerapan pendidikan nilai dan moral sejak dini selain dapat membentuk dan memperkuat kepribadian diri sendiri, juga membantu meningkatkan dan melatih peserta pendidikan karakter secara mental dan moral, mencegah kegilaan orang-orang yang berakhlak dan berakhlak buruk.
* Dampak Negatif
Dampak negatif yang ditimbulkan dari penerapan nilai dan moral ini yaitu apabila tidak terlaksana dengan baik maka perilaku amoral remaja saat ini sangat mencemaskan dan meresahkan, bahkan telah mengganggu ketertiban umum dan membuat kehidupan tidak aman serta nyaman. Kalau hal ini tidak segera ditangani secara serius dan terencana yaitu dengan pendidikan nilai moral/agama, kemungkinan besar bangsa ini akan kehilangan generasi penerus

3H 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal

INDAH APRILIA WINDIYANI གིས-
Nama : Indah Aprilia Windiyani
NPM : 2213053033
ANALISIS JURNAL

Nama Jurnal : jurnal pendidikan kewarganegaraan
Nomor : 3
Halaman : 710-724
Tahun Terbit : 2021
Judul Jurnal : PENDIDIKAN NILAI DAN MORAL DALAM SISTEM KURIKULUM PENDIDIKAN DI ACEH
Nama Penulis :
- Iwan Fajri
-Rahmat
-Dadang Sundawa
- Mohd Zailani Mohd Yusoff

Pembahasan
Berdasarkan jurnal tersebut  ialah Penyelenggaraan pendidikan di provinsi Aceh, Indonesia, pada dasarnya mengacu pada sistem pendidikan nasional, sama dengan provinsi lain di Indonesia. Tetapi, semenjak Aceh diberikan status khusus lewat Undang- Undang No 44 Tahun 1999 tentang Keistimewaan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam serta Undang- Undang No 18 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus, Pemerintah Aceh mempunyai kewenangan otonom dalam melaksanakan pendidikan dengan keunikan serta otonomi khusus provinsi Aceh dengan hukum Islam (Ahamd, 2019; Bahri, 2013).

Di Indonesia, pendidikan nilai telah diatur dalam sistem pendidikan nasional. Ada delapan belas nilai yang perlu diintegrasikan guru dalam pembelajaran. Nilai-nilai tersebut dipupuk dengan memadukan nilai dengan isi kurikulum tertulis, kurikulum tidak tertulis (hidden curriculum), serta kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler. Khusus pendidikan di Aceh sama hal nya dengan pendidikan di provinsi lainnya secara nasional. Hanya saja di Aceh diberikan keistimewaan sesuai dengan Undang-Undangan nomor 44 tahun 1999 tentang tentang Keistimewaan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus, Pemerintah Aceh memiliki kewenangan otonom dalam penyelenggaraan pendidikan dengan keunikan dan otonomi khusus provinsi Aceh dengan hukum Islam (Ahamd, 2019; Bahri, 2013) Aceh memiliki ciri-ciri khusus dalam penyelenggaraan syariat Islam (Ulya,2016) dan penerapan pendidikan Islam dalam rangka pembentukan generasi muda Aceh yang berakhlak mulia mengikuti budaya Aceh dan syariat Islam.

Penerapan kurikulum Islam berdasarkan Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2015 perubahan atas Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan, Pasal 44 ayat (2) mengatur bahwa kurikulum pendidikan Islam harus memuat mata pelajaran sebagai berikut: (a) Mata Pelajaran Inti: (1). Pendidikan Islam dan amalannya terdiri dari (Keyakinan dan akhlak, fiqh) dan Al Quran dan Hadis) (2). Pendidikan Kewarganegaraan; (3) Matematika / aritmatika; (4) Ilmu Pengetahuan Alam; (5) Ilmu Sosial; (6) Bahasa dan Sastra Indonesia; (7) Bahasa Inggris; (8) Arab; (9). Pendidikan jasmani dan olahraga; dan (10) Sejarah Kebudayaan Islam. (b). Mata pelajaran muatan lokal terdiri dari: (1) Bahasa daerah; (2) Sejarah Aceh; (3) Adat, budaya, dan kearifan lokal dan (4) Pendidikan Keterampilan.

Pendidikan nilai dan moral di satuan pendidikan di Aceh diselenggarakan selain sesuai dengan pendidikan nasional, juga mengacu pada penerapan melalui kurikulum islami yang berpedoman sesuai dengan qanun pendidikan di Aceh. Proses pembelajaran yang dilaksanakan di Aceh berbasis dan berorientasi kepada budaya islami yang berbasis syariat islam di Aceh.

Secara singkat, penerapan pendidikan nilai dan moral dalam pendidikan di Aceh melalui kurikulum islami sesuai dengan yang diamanatkan oleh qanun Aceh tentang pendidikan. Kurikulum islami ini mengatur satuan pendidikan yang ada di Aceh melalui dinas pendidikan untuk diterapkan di sekolah. Proses penerapan ini melalui perumusan visi sekolah yang berdasarkan nilai-nilai islami, perumusan strategi pembelajaran berbasis nilai islami, integrasi dalam setiap mata pelajaran yang ada dan penambahan muatan lokal berbasis budaya syariat islam di Aceh melalui peraturan gubernur (Yusuf et al., 2019).