Kiriman dibuat oleh Komang Yudi Ardika 2253053010

Om Swastyastu
Izin memperkenalkan diri

Nama : Komang Yudi Ardika

NPM : 2253053010

Kelas : 2E

Izin membantu menjawab pertanyaan dari Liza Ayu Mareta

Jadi Peran guru sangat penting dalam meningkatkan Project-Based Learning (PBL). Guru berperan sebagai :

1. Perencanan Pembelajaran:

Guru perlu merencanakan proyek-proyek yang relevan dengan kurikulum dan mengintegrasikannya dengan materi pembelajaran yang ada. Guru juga perlu memilih topik proyek yang menarik dan memotivasi siswa untuk berpartisipasi secara aktif.

2. Fasilitator Pembelajaran:

Guru berperan sebagai fasilitator dalam PBL dengan memberikan arahan, sumber daya, dan dukungan yang dibutuhkan oleh siswa selama proses pembelajaran. Guru dapat mengadakan diskusi kelompok, menyediakan bahan referensi, atau mengundang ahli dari luar untuk memberikan wawasan tambahan.

3. Motivator dan Pemacu Kreativitas:

Guru berperan sebagai motivator untuk meningkatkan partisipasi dan motivasi siswa dalam PBL. Mereka mendorong siswa untuk berpikir kreatif, mengembangkan ide-ide inovatif, dan menerapkan solusi yang orisinal dalam proyek mereka.

Terimakasih

Om santih santih santih Om
Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh ibu

Sebelumnya izin memperkenalkan diri saya Komang Yudi Ardika dengan NPM 2253053010 sebagai anggota dari kelompok 5

Izin mengumpulkan laporan hasil diskusi kelompok 5 pada hari ini ibu

Kelompok 5
Tempat Observasi: SD Negeri 6 Metro Selatan

Anggota Kelompok:
1.Asyifa Nurhaliza (2213053074)
2.Dhoa Natalia Pasaribu (2253053032)
3. Komang Yudi Ardika (2253053010)
4. Rian Andika (2213053203)
5. Wulan Puspita (2213053232)

Terimakasih ibu

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kelas 2E -> POST TEST

oleh Komang Yudi Ardika 2253053010 -
Nama : Komang Yudi Ardika
NPM : 2253053010
Kelas : 2E

Post Test

1.Bagaimanakah isi artikel diatas menurut pendapatmu secara lengkap, mempunyai dasar dan jelas ! Hal positif apa yang bisa anda ambil dari artikel tersebut?
Jawaban:
Isi artikel tersebut ialah tentang menggali Identitas dalam wayang Universitas Gadjah Mada Yogyakarta yang menetapkan filsafat wayang sebagai bidang studi. Pengembangan filsafat wayang bertujuan untuk membangun identitas bangsa yang kuat dan menjadi sumber ilmu pengetahuan yang memberi inspirasi bangsa Indonesia di kancah Internasional. Wayang dianggap sebagai simbol kehidupan yang mana wayang adalah aktualisasi suatu komunitas budaya. Hal positif yang bisa saya ambil dari artikel tersebut adalah kewajiban seluruh warga negara untuk melestarikan kebudayaan yang salah satunya dapat dilakukan dengan cara mengembangkan kebudayaan yang ada di Indonesia.

2. Dari artikel diatas, jelaskan apa yang menjadi hak dan kewajiban sebagai seorang warganegara?
Jawaban :
Dari artikel tersebut Hak dan kewajiban sebagai seorang warganegara yaitu melestarikan kebudayaan Indonesia yaitu wayang yang dapat membangun identitas negara.

3. Bagaimana strategi yang Anda dapat tawarkan/usulkan untuk memahami, menghayati, dan mengamalkan hak hak dan kewajiban warga negara Indonesia yang sesuai dengan Pancasila?
Jawaban:
Strategi yang dapat saya tawarkan/usulkan yaitu memahami terlebih dahulu setiap isi dari sila Pancasila. Lalu mengamati apa saja hak dan kewajiban yg harus dilakukan yg sesuai dengan Pancasila dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari sehari untuk menjadi warga negara yg patuh akan hak dan kewajiban.

Kelas 2E -> FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Komang Yudi Ardika 2253053010 -
Nama : Komang Yudi Ardika
NPM : 2253053010
Kelas : 2E

Analisis Jurnal

Pancasila sebagai staatfundamental norm dan ideologi bangsa menimbulkan kesadaran bahwa pancasila mengandung nilai-nilai yang menjadi landasan fundamental dalam penyelengaraan negara. Salah satu landasan pokok sebagai cerminan penyelengaraan negara berupa pemilu terdapat pada sila keempat dalam Pancasila tersebut adalah nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dan kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan. Oleh karena itu, Nilai-Nilai dalam sila keempat Pancasila merupakan bentuk dari Demokrasi.

Menurut Widodo, “arti dan makna Sila ke-4 yaitu:
a. Hakikat sila ini adalah demokrasi, yaitu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.
b. Pemusyawaratan, yaitu membuat putusan secara bulat, dengan dilakukan secara bersama melalui jalan kebikjasanaan.
c. Melaksanakan keputusan berdasarkan kejujuran. Keputusan secara bulat sehingga membawa konsekuensi kejujuran bersama. Nilai identitas adalah permusyawaratan.
d. Terkandung asas kerakyatan, yaitu rasa kecintaan terhadap rakyat, memperjuangkan cita-cita rakyat, dan memiliki jiwa kerakyatan.

Sesuai dengan amanat konstitusi pemilihan umum dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil setiap lima tahun sekali. Pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah secara langsung merupakan salah satu implementasi dari sistim demokrasi dalam rangka menciptakan pemerintahan yang lebih demokratis.
Pilkada yang tidak sesuai dengan pancasila sila keempat yang berupa pelanggaran, kecurangan yang dilakukan oleh penyelenggara, peserta pilkada, dan tim pendukung, serta masyarakat dapat diberikan sanksi pidana yang telah di atur.