Posts made by Memorila Dini Oktavia 2213053289

Memorila Dini Oktavia
2213053289

Video tersebut memberikan pertanyaan yang berkaitan dengan moral.
Eksperimen Philippa Foot 1967 yang dikenal sengan Trolley problem, yang membuat kita berpikir lebih jauh dalam mengambil keputusan, keputusan mana yang lebih bermoral di berbagai kondisi.
Membuat berpikir lebih jauh tentang konsekuensi dari sebuah pilihan, entah dari nilai moral atau hasil akhir dan bagaimana mengekspersikannya dalam kehidupan sehari hari.
Mengorbankan yang lebih sedikit demi menyelamatkan yang banyak itu sesuatu yang lebih bermoral atau hanya pembenaran belaka.
Di video tersebut terdapat ilustrasi yang menyadarkan bahwa moralitas sering dijadikan sebagai alat pembenaran saat kita berada di posisi yang diuntungkan atau yang memiliki kepentingan.
Memorila Dini Oktavia
2213053289

Artikel tersebut membahas tentang pentingnya pendidikan nilai di era globalisasi.
Globalisasi sangat berdampak terhadap perubahan nilai nilai yang ada di masyarakat. Penting dalam kehidupan sehari hari untuk mempelajari ataupun mengajari pendidikan nilai dan moral baik di dunia pendidikan formal maupun informal guna menyerap nilai-nilai dan informasi.
Globalisasi tentu saja menghadirkan dampak positif dan negatif. Pada artikel dipaparkan beberapa dampak positif dan negatifnya, yaitu diantaranya:
● Dampak positif
- Aspek politik
Pemerintahan dilaksanakan secara terbuka dan demokratis
- Aspek ekonomi
Meningkatkan lapangan kerja
- Aspek sosial budaya
Dapat meniru pola berpikir yang baik
● Dampak negatif
- Aspek ekonomi
Memudarnya rasa cinta terhadap produk lokal
- Aspek sosial
Banyak anak muda melupakan identitas diri sebagai bangsa Indonesia, munculnya sikap individualisme, dan terjadi kesenjangan sosial.

Saya setuju dengan pernyataan Nursid Sumoatmadja (2001) bahwa nasionalisme, norma dan agama, dan nilai budaya bangsa dijadikan sebagai landasan yang mendukung kesadaran dan wawasan dalam memilih atau memilah informasi atau nilai-nilai yang diperlukan dan tidak diperlukan.
Memorila Dini Oktavia
2213053289

Video tersebut memaparkan tentang kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah dasar.
Kasus pertama yang dipaparkan terjadi pada September 2015, dimana siswa kelas 2 SD meninggal diduga karena ada perkelahian mulut.
Menurut artikel yang saya baca di tribunnews.com, kejadian ini terjadi di SD N 07 Kebayoran Lama Utara, Kebayoran Lama Jakarta Selatan. Korban berinisial A dan pelaku berinisial R, keduanya sama sama berumur 8 tahun.

Kasus ke-2 terjadi pada Agustus 2017, dimana siswa kelas 2 SD meninggal diduga karena dirundung kemudian dilempar minuman beku.
Menurut artikel yang saya baca di jawapos.com, kejadian ini terjadi di SDN Longkewang, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cantayan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Korban berinisial SR berusia 8 tahun dan Pelaku berinisial D yang merupakan teman sekelas korban.
Ketika menelusuri kasus ini, ternyata terjadi kasus kekerasan yang juga terjadi di salah satu SD yang ada di Sukabumi pada bulan Mei lalu.

Kasus ke-3 juga terjadi tahun 2017 tapi pada bulan November, dimana siswa kelas 5 SD meninggal diduga karena pelaku terganggu motor bising korban.
Menurut artikel yang saya baca di new.detik.com, kejadian ini terjadi di SDN 2 Ciapus Banjaran. Korban berinisial AM dan pelaku berinisial AR, keduanya sama sama berusia 11 tahun.

Selain kasus di atas, tentu saja masih banyak kasus kekerasann yang terjadi di kalangan anak sekolahan, baik SD, SMP, ataupun SMA.
Hal ini menunjukkan adanya kelemahan pemahaman pendidikan nilai dan moral pada peserta didik juga kurangnya perhatian pendidik pada peserta didik dan lingkungan sekolahnya.
Memorila Dini Oktavia
2213053289

Artikel tersebut membahas tentang pemerintah Aceh yang menyelenggarakan pendidikan sesuai dengan pendidikan nasional namun berbasis syariat islam. Pemerintah Aceh menyelenggarakan pendidikan islam berdasarkan aturan khusus yang berpedoman pada Qanun Nomor 9 Tahun 2015. Artikel ini juga menekankan perlunya pendidikan nilai dan moral untuk membantu peserta didik dalam mengatasi masalah yang ada dalam masyarakat. Pendidikan sangat berperan penting dalam membentuk nilai-nilai moral peserta didik.
Dalam jurnal tersebut terdapat beberapa ahli yang menyampaikan strategi mengenai pembentukan nilai dan karakter, diantaranya:
- 6 strategi yang prosesnya berkelanjutan dalam pembentukan nilai menurut Maragustan (2016); 1) pembiasaan nilai, 2) nilai budaya, 3) pengetahuan moral, 4) perasaan dan cinta yang baik, 5) akting moral, dan 6) nilai keteladanan
- Mislia et al., (2016), strategi yang biasa digunakan dalam pembentukan karakter peserta didik; 1) intervensi, 2) panutan, 3) habituasi, 4) fasilitasi, 5) penguatan, dan 6) keterlibatan orang lain.
Memorila Dini Oktavia
2213053289

Artikel ini membahas tentang bagaimana orang tua, pendidik, dan tokoh masyarakat sangatlah berperan penting dan berpengaruh dalam pembentukan identitas dan karakter moral individu.
Selain itu, artikel ini juga menekankan bahwa pendidikan formal dan non formal serta agama berperan dalam membentuk nilai-nilai moral dan perilaku.

Pembinaan generasi muda melalui pendidikan dari zaman ke zaman itu berbeda, dalam membina kepribadian sebagai upaya membentuk jati diri, remaja tidak dapat lepas dari filsafat hidup masyarakat atau bangsa dimana mereka menjalani kehidupan. 
Jati diri generasi muda dapat dibentuk oleh tradisi kehidupan masyarakat atau usaha terprogram, direncanakan dengan baik, dan sistematis/modern (Jalaluddin, dan Abdullah Idi, 2007, 184-185).
Namun sesederhana apapun pembentukan jati diri generasi muda tidak bisa dilepaskan dari peran pendidikan.