Kiriman dibuat oleh Selly Defi Maharani 2253053024

Nama : Selly defi maharani
Npm : 2253053024

Pendidikan Moral Anak Sekolah(Pendidikan Pancasila)

Pendidikan moral sangatlah penting ditanamkan dalam diri masing masing, agar tidak mudah terpengaruh dalam perilaku yang buruk.Pendidikan moral anak di sekolah sudah mulai pudar karena pengaruh dari teman dan lingkungan dalam masyarakat.Pendidikan moral anak dalam pendidikan pancasila sangat penting untuk membentuk generasi muda yang memiliki kesadaran moral yang kuat, berintegritas, dan berkomitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan.Pendidikan Pancasila dalam membangun moral anak di sekolah penting. Maka dari itu kolaborasi antara guru dan siswa dalam hal ini sangat diperlukan untuk mencapai tujuan pengajaran moral dengan efektif.Untuk itu, pendidikan moral penting ditanamkan karena untuk mencegah pergaulan anak yang tidak baik dan mencegah berbagai macam kenakalan remaja yang dapat terjadi.
Nama : Selly defi maharani
Npm : 2253053024

Pentingnya Pendidikan Moral untuk Anak Sekolah Dasar

Pendidikan moral adalah suatu proses yang digunakan untuk menanamkan baik dan buruk tentang perbuatan untuk mencapai kedewasaan.Pendidikan moral sangat penting untuk anak sekolah dasar karena mereka harus memiliki sikap yang baik dilingkungan sekolah maupun keluarga.

Penyebab Menurunnya Moral Pada Anak
•Perundungan di sekolah
Perundungan sering terjadi di lingkungan sekolah baik dari anak perempuan atau laki-laki,perundungan yang terjadi yaitu dengan menyakiti korban secara fisik maupun sosial.
•Kekerasan Fisik dalam Keluarga
Adanya kekerasan fisik yang dilakukan oleh saudara kandungnya dirumah kepada anak tersebut.Dalam hal ini kita perlu peran orangtua dirumah.

Peran orangtua dan guru
Orangtua memiliki peranan penting untuk terbentuknya moral yang baik,orangtua juga merupakan model dalam perkembangan moral anak karena anak meniru tingkah laku orangtuanya.
Guru berperan untuk memperkaya dan memperkokoh kepribadian anak.
Nama : Selly Defi Maharani
Npm : 2253053024

Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini

Penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini agar karakter anak dapat berkembang dengan potensi dan kemampuan anak secara optimal serta tumbuhnya sikap dan perilaku positif bagi anak.Pendidikan moral menyangkut sikap dan kepribadian, sehingga di dalam pembelajarannya tidak hanya terbatas pada pengembangan kemampuan intelektualnya saja tetapi lebih kepada pengembangan karakter, sikap, dan perilaku peserta didik.

Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini dapat dilakukan dengan berbagai macam metode yaitu :
1.Metode Bermain karena dengan bermain anak-anak untuk mampu bersosialisasi dengan orang lain.
2.Metode Bercerita,Melalui cerita dapat menyampaikan pesan-pesan atau informasi moral yang dapat menambah pengetahuan anak tentang nilai-nilai moral yang berlaku di masyarakat.
3.Metode Pemberian Tugas individu atau kelompok.
4.Metode Bercakap-cakap,Bercakap-cakap mempunyai makna penting bagi perkembangan anak, sebab dapat meningkatkan keterampilan komunikasi dengan orang lain.

Cara pelaksanaan penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini, pada jalur pendidikan non formal cara penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini bisa dilakukan melalui pendidikan keluarga dan pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan, pada jalur pendidikan formal dapat dilakukan melalui kegiatan pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan lingkungan bermain, kegiatan inti dan kegiatan penutup.
Nama : Selly Defi Maharani
Npm : 2253053024

PENANAMAN NILAI-NILAI MORAL PADA SISWA DI SD NEGERI LAMPEUNEURUT

Penanaman nilai-nilai moral adalah bertujuan menanamkan nilai-nilai moral yang mulai luntur di lingkungan anak-anak akibat pengaruh buruk yang mereka dapatkan sehingga diharapkan anak-anak di masa yang akan datang mempunyai moral yang baik, karena kalau dibiarkan semenjak kecil maka akan mungkin mengahancurkan generasi-generasi muda pada masa yang akan datang.

Menurut pengamatan penulis di SD Negeri Lampeuneurut penanaman nilai- nilai moral yang belum dilakukan oleh kebanyakan guru karena tidak menyadari sepenuhnya bahwa mereka seharusnya berurusan dengan persoalan-persoalan pendidikan moral, mereka sendiri tidak memiliki pandangan yang jelas mengenai apa-apa saja nilai-nilai moral yang harus diberikan kepada peserta didik, dan mereka tidak pernah memperoleh suatu latihan atau pendidikan dalam pendidikan moral.Cara untuk menanamkan nilai-nilai tersebut adalah dengan menyisipkan ke semua mata pelajaran yang diajarkannya, melalui lingkungan sekolah dan kerjasama dengan orang tua. Disamping itu siswa di SD Negeri Lampeuneurut mempunyai tingkah laku yang baik karena sudah mengetahui beberapa nilai-nilai moral dan memudahkan guru untuk melanjutkannya.
Nama : Selly Defi Maharani
Npm : 2253053024

Pendidikan Moral Di Sekolah Dasar

Pendidikan moral adalah proses pendidikan untuk mengubah sikap, perilaku, tindakan dan juga kelakuan yang dilakukan oleh peserta didik agar mampu berinteraksi dengan lingkungan yang sesuai dengan nilai-nilai moral dan kebudayaan masyarakat setempat.
Tahap-Tahap Perkembangan Moral, diantaranya :
1. Usia 6 - 12 Bulan
2. Usia 12 - 18 Bulan
3. Usia 18 - 30 Bulan
4. Usia 30 - 36 Bulan
5. Usia 3 - 4 Tahun
6. Usia 4 - Tahun
7. Usia 7 - 8 Tahun
8. Usia 9 - 11 tahun
9. Usia 12 - 15 Tahun
10. Usia 16 - 20 Tahun
11. Dewasa Muda (Usia 20 - 40 Tahun)
12. Dewasa Tengah (Usia 40 - 65 Tahun)
13. Dewasa Tua (Usia 65 Tahun).

Permasalahan serta solusi dalam perkembangan moral anak sekolah dasar yaitu :
1. Hilangnya Kejujuran,misalnya mencontek saat ujian jadi solusi yang dapat diberikan yaitu dengan mengajarkan anak untuk lebih percaya diri untuk jawabannya dan selalu mengajarkan anak untuk bersikap jujur.
2. Hilangnya rasa tanggung jawab, misalnya ketika ada peserta didik yang tidak mengerjakan tugas maka anak tersebut diminta untuk maju kedepan dan mengerjakan tugas tersebut didepan.
3. Rendahnya disiplin,misalnya siswa masih ada yang datang tidak tepat waktu disekolah solusi yang dapat dilakukan guru yaitu memberikan tindakan tegas kepada siswa tersebut agar siswa tersebut tidak mengulanginya kembali.
4. Kurang bisa bekerja sama,misalnya memberikan tugas kelompok dalam hal tersebut dapat membiasakan anak untuk terlibat dalam kegiatan kelompok dan meletakkan anak untuk aktif dalam kelompok tersebut.
5. Mengambil hak orang lain, misalnya mencuri. Solusinya yaitu dengan membiasakan anak untuk menerima apa yang mereka miliki dan tidak mengambil hak milik orang lain.