Posts made by Christin ananta putri 2213053061

Nama : Christin Ananta Putri
NPM : 2213053061

Analisis jurnal 2

Nama jurnal : Jurnal Pengabdian Dharma Laksana Mengabdi Untuk Negeri
Nomor : 1
Volume : 3
Halaman : 79 - 84
Tahun terbit : 2019
Nama penulis : Ahmad Yani Nasution, Moh Jazuli
Judul : MENANGKAL DEGRADASI MORAL DI ERA DIGITAL BAGI KALANGAN MILLENIAL

Pembahasan :

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan tema “Menangkal Degradasi Moral di Era Digital bagi kalangan Millenial dilaksanakan oleh tim pengabdian kepada masyarakat program studi Manajemen Universitas Pamulang yang terdiri dari para dosen agama Universitas Pamulang untuk menjawab fenomena degradasi moral di era digital pada kalangan milenial.

Sebuah perguruan tinggi berkewajiban melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi berupa pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (P3KM). Tujuan dari PKM adalah memberikan pemahaman terkait degradasi moral di kalangan millennial, memberikan pemahaman terkait upaya menangkal degradasi moral di era digital. Manfaat dari kegiatan PKM adalah peserta didik mendapatkan materi dan termotivasi untuk menangkal terjadinya degradasi moral yang menjadi tantangan di kalangan millennial di era digital.

Degradasi berarti kemunduran , kemerosotan atau penurunan dari suatu hal. Sedangkan moral adalah akhlak atau budi pekerti menurut KBBI. Jika diinterpretasikan keduanya maka degradasi moral merupakan suatu fenomena adanya kemerosotan atas budi pekerti seseorang maupun sekelompok orang.
Nama : Christin Ananta Putri
NPM : 2213053061


Analisis jurnal 1
REKONSTRUKSI EVALUASI PENDIDIKAN MORAL MENUJU HARMONI SOSIAL

•identitas jurnal
nama penulis: Ulil hidayah
nama jurnal : jurnal pendagogik
nomor,vol : no 01,vol .05
tahun penerbit: 2018

•pendahuluan
Secara universal sistem Pendidikan Nasional memiliki peranan yang signifikan terhadap dinamika perjalanan bangsa Indonesia (Baharun, 2017a). Hal ini dapat dilihat dari fenomena-fenomenakerusuhan yang mewarnai negeri ini. Banyak diantaranya pemicu terjadi konflik dalam negeri diakibatkan oleh perbedaan yang dimaknai sebagai garis runcing pemisah antara kelompok satu dan lainnya, baik itu perbedaan agama, suku, budaya bahkan yang lebih fenomenal akhir-akhir ini perseteruan antara kelompok-kelompok yang memiliki paham ideology yang berbeda (Fauzi, 2017), sehingga bendera politik identitas mulai menjadi isu yang sensitif ketika dikibarkan di wilayah tertentu atau menjadi benturan keras yang memicu saling merasa benar dan saling menyalahkan antar golongan yang berbeda sudut pandang pemahaman.

• Tujuan pendidikan nasional
peran pendidikan sebagai agen perubahan adalah merubah orang yang kurang beradab menjadikan orang yang beradab atau merubah orang yang perilakunya tidak baik menjadi baik. Seorang ahli sosiologi Pierre Bourdieu mengatakan pendidikan adalah agen bagi reproduksi kultural (Piere Bourdieu). Artinya pendidikan berperan besar dalam memproduksi ulang dan
terus menerus mendampingi kelas-kelas sosial yang ada di masyarakat. Disekolah anak-anak yang datang berangkat dari keluarga yang memiliki kultur berbeda-beda dalam bentuk relasi/pergaulan sosial, bahasa dan tradisi, serta gaya hidup lainnya. Sehingga disinilah peran sekolah untuk membongkar jurang pemisah antar kelas-kelas sosial yang berbeda melalui nilai-nilai akhlak di sekolah (Fauzi, 2015).

• Tantangan materi pembelajaran di sekolah
Penanaman dan penghayatan sikap-sikap budi pekerti di sekolah sejauh ini masih bersifat formatif belum menjadikan nilai-nilai yang diharapkan dalam indikator pencapaian belajar terwujud secara permanen dalam diri peserta didik di sekolah, terlebih lagi tantangan ketika peserta didik sudah tidak berada di lingkungan sekolah. Ketika kasus potensi kepribadian dan sosial yang dipertayakan, maka materi pelajaran di sekolah yang dianggap paling bertanggung jawab atas kegelisahan ini adalah mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Secara teoritis PAI adalah proses pendidikan yang dilakukan pendidik untuk membekali anak didik dengan pengetahuan, pemahaman, penghayatan pengamalan ajaran agama Islam (Muchlis Sholichin, 2007)

•kemudian Guru merupakan ujung tombak dari kegiatan pendidikan dan pembelajaran yang menjadi motivator bagi peserta didik dalam memacu aktivitas belajarnya (Baharun, 2017b). Dalam proses pembelajaran kurikulum 2013, saat ini lebih banyak memberikan ruang pada peserta didik untuk mengeksplor secara bebas pengetahuan yang diperoleh, bahkan ada rambu-rambu “guru haram menerangkan”. Pendidik bertindak sebagai fasilitator dan pendamping dalam kegiatan pembelajaran untuk mengantarkan peserta didikmencapai tujuan serta menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif (Bali, 2015).

•Rekonstruksi Evaluasi Pendidikan Moral
Untuk mewujudkan harmoni sosial yang diharapkan PAI dan PKn sangatmenentukan bagaimana isi materi bisa diajarkan dengan baik melalui tahap perencanaan pembelajaran hingga tahap evaluasi pada peserta didik di sekolah. Lebih dari itu unsur evaluasi yang dianggap paling menentukan seberapa berhasilkah tujuan itu tercapai perlu melihat kembali dan menata kembali suasana belajar sekolah dengan mempertimbangkan keberadaan peserta didik itu sendiri dari segi lingkungan ia tinggal dan melangsungkan kehidupan (Muali, 2016). Sebab, acuan kurikulum pemerintah yang berlaku secara umum tidak bisa memastikan keadaan pada tiap-tiap institusi pendidikan.

•Kesimpulan
Tantangan moral yang menjadi permasalahan identitas bangsa menjadi tanggungj awab semua elemen masyarakat, khususnya pendidikan yang memiliki peran signifikan dalammembentuk dan melahirkan generasi bangsa yang unggul secara intelektual dan moralitas. Sehingga evaluasi pendidikan perlu kiranya melakukan perbaikan secara terus menerus dan serius dalam memenuhi kebutuhan kegelisahan moral generasi bangsa. Dan melalui pendidikan moral di sekolah khususnya yang tercakup dalam materi pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti ditambah lagi dengan pelajaran
Pendidikan Kewarganegaraan yang secara jelas bertanggung jawab atas penanaman nilai-nilai moral bagi warga Indonesia. Sehingga menumbuhkan sikap toleransi, Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial.
Nama : Christin Ananta Putri
NPM : 2213053061

Instrumen penilaian pengembangan nilai agama dan moral anak usia dini

• Instrumen penilaian
Merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data sebagai bahan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik dengan berbagai cara dan beragam alat penilaian belajar peserta didik

• manfaat penilaian
1.bagi anak
adalah untuk memelihara pe Pertumbuhan anak Agar lebih sehat dan konsisten jadi dengan penilaian guru dapat mengukur perkembangan setiap anak sehingga tau ketika adanya gejala pertumbuhan pada masing" anak, Kemudian perkembangan anak menjadi lebih optimal, Anak juga mendapatkan stimulasi sesuai dengan minat perkembanganya, Anak juga mendapat dukungan Dengan kebutuhan dan juga perkembangan nya

2. Orang tua
mereka akan mendapatkan informasi tentang pertumbuhan ,perkembangan dan peminatan anak ,kemudian memudahkan orang tua dalam Memberikan stimulasi yang sesuai ,berkelanjutan ketika dirumah,dan membuat keputusan bersama antara orangtua dengan pihak sekolah

3. bagi guru
untuk mengetahui sikap, pengetahuan dan ketrampilan anak, dan mendapatkan informasi awal tentang hambatan atau gangguan dalam tumbuh kembang setiap anak

•prinsip-prinsip penilaian ada 8
1. mendidik
2. Berkeseimbangan
3. Objektif
4. Akuntabel
5. Transparan
6. Sistematis
7. Menyeluruh
8. Bermakna

• Teknik dan lingkup penilaian
Teknik penilaian mencakup tingkat pencapaian perkembangan anak dan instrumen yang dapat dijadikan pedoman penilaian perkembangan anak meliputi instrumen penilaian proses ,catatan Anekdot rubrik dan atau instrumen penilaian hasil kemampuan anak

• Mekanisme penilaian Terbagi menjadi empat
1. Menyusun teknik instrumen penilaian serta menetapkan indikator capaian perkembangan anak
2. Melaksanakan proses penilaian sesuatu dengan tahap, teknik dan instrumen penilaian
3. Mendokumentasikan penilaian proses dan hasil belajar anak Secara akuntabel dan transparan
4. Melaporkan capaian perkembangan anak pada orang tua

• Bentuk penilaian
Pada penilaian harian, penilaian mingguan ,penilaian bulanan ,penilaian semester ,portopolio anak ,dokumen lainnya diperlukan oleh setiap satuan
Nama : Christin Ananta Putri
NPM : 2213053061

ANALISIS VIDEO 1 "ETIKA,NILAI DAN MORAL"

Etika,Nilai dan Moral saling berkaitan, sebab semuanya berusaha mengarahkan manusia agar memiliki pola pikir,sikap dan perilaku yang baik dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

•Etika adalah cara manusia memperlakukan sesama dan menjalani hidup dan kehidupan dengan baik sesuai aturan yang berlaku di masyarakat. Contoh : mengucap salam ketika kita bertamu atau memasuki rumah, izin dan mencium tangan kedua orang tua ketika ingin pergi, membuang sampah pada tempatnya.

Etika dan Moral mempunyai pengertian yang berkaitan, karena keduanya mengandung nilai dan norma untuk mengatur tingkah laku manusia, yang mengacu pada kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat.

•Nilai adalah sesuatu yang memberi makna hidup yang dijunjung tinggi, yang mewarnai dan menjiwai tindakan atau perilaku seseorang. Nilai juga biasa disebut sebagai penghargaan, penghormatan atau kualitas terhadap sesuatu yang dapat bermanfaat, menyenangkan, memuaskan, menarik atau sebagai sistem keyakinan.

Sifat dan Jenis Nilai
1. Bersifat relatif (nilai bergantung pada tempat dan waktu)
2. Bersifat subjektif (nilai berbeda beda bagi setiap orang)

•Moral adalah hal yang dapat mendorong manusia untuk melakukan tindakan yang baik sebagai kewajiban atau keharusan. Moral juga sebagai sarana untuk mengukur benar atau tidaknya sikap dan tindakan manusia. Moral adalah kepekaan dalam pikiran, perasaan dan tindakan terhadap prinsip-prinsip dan aturan-aturan. Contoh nya dalam masyarakat yaitu sopan santun terhadap yang lebih tua.

Manfaat mempelajari etika,nilai dan moral adalah kita dapat menjunjung tinggi dan menghargai nilai nilai kemanusiaan, kita lebih toleransi etis santun dalam bersikap dan bertindak, kita dapat menilai kemampuan dari orang lain, kita lebih bertanggung jawab dalam bidang yang diampu, kita dapat meningkatkan profesionalitas
Christin Ananta Putri
2213053061

Penalaran moral adalah proses intelektual. Banyak orang yang berpendapat bahwa moralitas yang sebenarnya lebih
banyak berasal dari perasaan dari pada pikiran. Ajaran "meneintai tetangga" yang muneul dalam setiap Agama besar di dunia ini, bukanlah suatu putusan intelektual tetapi keputusan berdasarkan pertimbangan perasaan atau bati nurani

Pendidikan nilai dengan pendekatan konprehensif dipandang sesuai untuk di terapkan, karena pada masa sekarang ini
kehidupan sudah semakin komplek dan perubahan di segala segi kehidupan berlangsung dengan sangat cepat. Dilihat
dari segi materinya., pendidikan nilai dan moral Indonesia sudah cukup komprehensif,karena·nilai-nilai fundamental yang dapat tertentu ke arah pencapaian kebahagiaan
dunia dan akhirat untuk seluruh manusia telah di sampaikan kepada subjek didik di semua jenjang pendidikan, melalui
Pendidikan Agama dan Pendidikan Moral Pancasila. Namun dari segi metode dan strateginya, masih banyak kelemahan yang perlu diatasi.