Kiriman dibuat oleh Christin ananta putri 2213053061

Nama : Christin Ananta Putri
NPM : 2213053061
Kelas : 3i

Analisis jurnal 2

identitas jurnal
Nama penulis : Hidayati
judul : PENTINGNYA PENDIDIKAN NILAI DI ERA GLOBALISASI
nama jurnal : dinamika pendidikan
nomor : 2
tahun terbit : 2008

pembahasan
Sampai saat ini, Indonesia masih mengalami krisis Multidimensi salah satunya di bidang pendidikan. lebih jelas lagi tilaar (dalam mulyasa. 2000), Menyatakan bahwa Indonesia pada saat ini sudah mengalami krisis Ahlaq dan moral. Melalui pendidikan Indonesia telah gagal dalam membentuk manusia yang baik pribadian beriman, menghargai perbedaan dan berahlak mulia.
Tidak hanya itu di Era informasi dan Globalisasi sebagai akibat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini telah berdampak hampir ke semua aspek kehidupan masyarakat menurut Siswanto (1998:109) Menyebutkan bahwa perubahan masyarakat akibat berkembang nya pengetahuan dan teknologi tersebut membawa dampak yang besar pada budaya ,nilai dan agama Dan nilai nilai sementara ini dipegang kuat oleh masyarakat mulai bergeser dan tinggalkan sementara nilai nilai yang menggantikan tidak selalu dengan landasan kepercayaan atau keyakinan masyarakat ,sehingga penyimpangan nilai semakin subur dan berkembang.

1. Pengertian nilai
menurut 1 wayan koyan (Dwi siswoyo.2005 :22) Nilai adalah segala sesuatu yang berharga nilai itu ada dua yaitu nilai ideal dan nilai aktual. Nilai ideal adalah nilai yang menjadi cita cita setiap orang sedangkan nilai aktual adalah nilai yang di ekspresikan dalam perilaku sehari-hari. Tidak hanya itu nilai juga adalah suatu yang berharga, sesuatu yang Indah ,sesuatu yang berguna ,sesuatu yang memperkaya batin ,sesuatu yang menyadarkan manusia akan Harkat dan martabat.

2. Globalisasi dan dampak terhadap nilai dan moral
Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu. Kesepakatan bersama menjadi pedoman bersama bagi bangsa bangsa di seluruh dunia (A Jamil Edison, dkk :2005).

3. Mengapa pendidikan nilai gagal?
Telah diuraikan di atas bahwa Globalisasi telah membawa dampak yang sangat berarti dan berbagai dimensi kehidupan manusia fenomena kekerasan yang terjadi terus menerus Dan di mana mana dalam sekalah yang semakin luas dan serius. Ini yang menjadi gambaran yang buruk mengenai cita kita sebagai suatu bangsa mengapa ini semua terjadi pada bangsa kita yang sebelumnya dikenal sebagai bangsa yang Ramah,suka bergotong royong, suka bertoleransi ,suka hidup dalam damai dan penuh Kerukunan dan Budaya yang tinggi, tidak lain salah satu jawabannya adalah sebagai akibat kegagalan pendidikan dalam melaksanakan pendidikan nilai nilai luhur yang ditanamkan di sekolah tampaknya tidak masuk dan tidak berkembang dalam diri peserta didik.

4. Pentingnya pendidikan nilai dan moral bagi anak
Tujuan dikan adalah menjadikan peserta didik menjadi manusia yang utuh sempurna tercapainya kesempurnaan ditunjukkan oleh terbentuknya pribadi yang bermoral ( Driyakara 1980: 129) Pribadi yang bermoral adalah yang memiliki kemampuan untuk mengelola hidup sesuai dengan nilai luhur kemanusiaan.

Kemudian kesimpulannya adalah dampak Globalisasi telah menimbulkan Transformasi nilai nilai dalam kehidupan masyarakat. Kesadaran akan hak hak ke personal seorang semakin tinggi kehidupan .cenderung semakin individualis ,semakin permisif dan lunturnya nilai nilai moral. Di manakah letak akar permasalahan krisis pendidikan nilai di Indonesia ini?
Jadi nampaknya pendidikan nilai selama ini banyak terjadi adanya keterpaksaan yaitu nilai nilai diajarkan dengan paksa untuk diketahui secara kognitif dan dilaksanakan tetapi karena dipaksakan maka tidak sampai menyentuh hati hasilnya ,sikap dan perilaku anak tidak berakar dan dari pengalaman yang otentik.
Nama : Christin Ananta Putri
NPM : 2213053061

ANALISIS JURNAL 1

Identitas Jurnal:
Nama Jurnal : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Nomor : 3
Halaman : 710-724
Tahun Terbit : 2021
Judul : PENDIDIKAN NILAI DAN MORAL DALAM SISTEM KURIKULUM PENDIDIKAN DI ACEH
Nama Penulis :
• Iwan Fajri
• Rahmat
• Dadang Sundawa
• Mohd Zailani Mohd Yusof

Pembahasan
Di Indonesia, pendidikan nilai telah diatur dalam sistem pendidikan nasional. Terdapat 18 nilai yang perlu diintegrasikan pendidik dalam proses pembelajaran. 18 nilai tersebut adalah religius, jujur, toleransi, disiplin, pekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, nasionalisme, patriotisme, menghargai prestasi, ramah dan komunikatif, cinta damai, gemar membaca, sadar lingkungan, peduli sosial, dan bertanggung jawab (Kemendiknas, 2010). Nilai-nilai tersebut dipupuk dengan memadukan nilai isi kurikulum tertulis, kurikulum tidak tertulis (hidden curriculum), serta kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler. Artinya nilai yang akan dikembangkan harus diwujudkan dalam isi setiap mata pelajaran melalui proses pembelajaran di kelas, tugas di luar kelas, dan juga terwujud dalam aturan sekolah.

Provinsi Aceh dalam proses penyelenggaraan pembelajaran selain berpedoman dengan peraturan yang dikeluarkan oleh pusat, juga berpedoman pada qanun yang ada di provinsi Aceh. Dasar qanun tersebut adalah pelaksanaan pendidikan Islam di sekolah di Provinsi Aceh, dapat terlaksana secara ideal. Penyelenggaraan pendidikan Islam berpedoman pada ketentuan Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2015 perubahan atas Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan, dan Pasal 1 ayat 21 adalah pendidikan yang didasarkan atau dijiwai dengan ajaran Islam.

Pendidikan yang diselenggarakan di Aceh merupakan implikasi dari penerapan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Aceh yang berbasis islami. Salah satu bentuk otonomi khusus yang diberikan oleh pemerintah Indonesia untuk provinsi Aceh adalah penerapan syariah Islam di Aceh dan pelaksanaan teknisnya diatur dengan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Syariah Islam Di Provinsi Daerah Istimewa Aceh.

Penerapan pendidikan nilai dan moral dalam pendidikan di Aceh melalui kurikulum islami sesuai dengan yang diamanatkan oleh qanun Aceh tentang pendidikan. Kurikulum islami ini mengatur satuan pendidikan yang ada di Aceh melalui dinas pendidikan untuk diterapkan di sekolah. Proses penerapan ini melalui perumusan visi sekolah yang berdasarkan nilai-nilai islami, perumusan strategi pembelajaran berbasis nilai islami, integrasi dalam setiap mata pelajaran yang ada dan penambahan muatan lokal berbasis budaya syariat islam di Aceh melalui peraturan gubernur.
Nama : Christin Ananta Putri
NPM : 2213053061
Kelas : 3i

ANALISIS VIDEO 2
Judul : mirisnya kekerasan lingkungan sekolah

ada sejumlah kasus penganiayaan anak yang dilakukan oleh teman sebayanya. harusnya di lingkungan sekolah bisa menjadi tempat kedua untuk mendapatkan pendidikan dan perlindungan bukan justru menyebabkan korban jiwa.
pada September 2015 di SD negeri 2 Kebayoran lama, Jakarta, terdapat siswa kelas 2 SD yang meninggal dunia setelah berkelahi dengan teman sekelasnya di lingkungan sekolah, diduga karena perkelahian mulut.
pada Agustus 2017 di Sukabumi, Jawa Barat terdapat siswa kelas 2 SD meninggal dunia setelah berkelahi di halaman sekolah, diduga karena dirundung dan dilempari minuman beku.
pada November 2017 di sebuah sekolah dasar bandung, terdapat duel antara dua siswa kelas 5 SD saat perlombaan senam hari guru diduga karena pelaku terganggu korban yang menyalakan motor bising.
seharusnya ada hak dan kewajiban dari orang tua untuk melakukan pembinaan terhadap anaknya sendiri karena anak-anak tersebut masih di bawah umur
Nama : Christin Ananta Putri
NPM : 2213053061
Kelas : 3i

ANALISIS VIDEO 1
Judul : The trolley problem.
philippa foot tahun 1967, foot mengajukan sebuah eksperimen yaitu tentang the trolley problem. eksperimen yang telah diadaptasi untuk memahami konteks moral dalam berbagai kondisi antara lain: perang, penyiksaan, drone, aborsi, dan euthanasia. studi ini semakin penting saat perkembangan dengan kehadiran AI (artificial intelligence), machine learning gimana mesin diberi kontrol untuk mengambil keputusan mana yang lebih bermoral pada berbagai kondisi yang terjadi. The trolley problem membuat kita berpikir lebih jauh tentang konsekuensi dari sebuah pilihan, apakah itu dibuat berdasarkan nilai moral tertentu atau lebih kepada hasil akhirnya dan bagaimana kita mengekspresikannya dalam kehidupan sehari-hari. Bahwa memang harus ada yang dikorbankan demi kepentingan yang lebih besar, maka tak heran jika kemudian moral sering digunakan sebagai alat oleh penguasa atau segelintir orang untuk membenarkan perang, membangun etnis tertentu, genosida, diskriminasi minoritas, pengerusakan lingkungan, industrialisasi hanya dengan alasan demi perdamaian dunia, demi kepentingan umum, demi kepentingan kelompok yang lebih besar, demi masa depan yang lebih cerah, atau karena 90% orang berpikir demikian tak mengapa mengorbankan yang sedikit untuk yang lebih besar lantas semua itu seolah menjadi benar dan bermoral.
sebab pada akhirnya moralitas hanyalah soal egoisme manusia dengan kepentingan dirinya atau kelompoknya sendiri.
Nama : Christin Ananta Putri
NPM : 2213053061
kelas : 3i

Pembentukan nilai-nilai sosial etika budaya Indonesia pada anak dan remaja menjadi tanggung jawab orang tua, masyarakat dan
pemerintah secara koordinasi. Kerja sama yang baik antara ketiga lingkungan pendidikan pada Ki Hajar Dewantoro (1964) disebut dengan Tri Pusat Pendidikan. pada dasarnya sudah dikenal
tahun merdeka Negara Republik indonesia. Dalam kehidupan nyata saat ini nampaknya ketiganya belum mencapai sinergi yang optimal, sehingga dalam lingkungan pendidikan yang berbeda terdapat penyimpangan etika dan nilai Ketidakpatuhan terhadap standar sering terjadi. dengan kondisi sosial budaya masyarakat Indonesia. Kedepannya ketiga lingkungan pendidikan memerlukan mempererat kerjasama yang erat, koordinasi sistematis dan bekerja sama dalam kerangka nilai-nilai kekeluargaan yang selaras dengan nilai-nilai keagamaan yang suci, adalah anak bangsa yang ingin memulihkan kekuatan jati diri bangsa, menjadi bangsa yang cerdas dalam kebijaksanaan, kelembutan hati, ketrampilan tangan agar bangsa ini menjadi bangsa yang maju dengan nilai dan etika.