Posts made by Dian Anjani Cahyaningrum Sasongko 2253053018

Nama : Dian Anjani Cahyaningrum Sasongko
NPM : 2253053018


Pemerintah Aceh mengembangkan sistem pendidikan yang sesuai dengan karakteristik-karakteristik adat istiadat masyarakat Aceh serta otonomi khusus yang berlaku di Aceh Amin (2018) Sistem pendidikan yang diamanahkan berupa sistem pendidikan Islam seperti yang tertuang dalam Qanun No. 23 Tahun 2002. Qanun tersebut kemudian disempurnakan dengan Qanun Aceh No 5 Tahun 2008 dan pemerintah kemudian diganti oleh Qanun Aceh No 9 Tahun 2015 perubahan atas Qanun Aceh No. 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Islam di Aceh, Indonesia. Dasar qanun tersebut adalah pelaksanaan pendidikan Islam di sekolah di Provinsi Aceh, dapat terlaksana secara ideal. Penyelenggaraan pendidikan Islam berpedoman pada ketentuan Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2015 perubahan atas Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan, dan Pasal 1 ayat 21 adalah pendidikan yang didasarkan atau dijiwai dengan ajaran Islam. memberikan pengertian dasar pengertian pendidikan Islam dan pendidikan Islam, peneliti mengacu pada penjelasan ahli, sebagai berikut, Muhammad Fadhil al-Jamal dalam (Sulaiman, 2017) Pendidikan Islam memiliki upaya untuk melaksanakan, mendorong dan mengajak siswa untuk hidup yang lebih dinamis dengan berlandasan nilai-nilai dan Mulia. Pendidikan Islam merupakan proses mempersiapkan generasi muda dalam mengisi peran, nilai islami dan pengetahuan yang berhubungan dengan fungsi sebagai manusia dalam melakukan amalan di dunia dan menghasilkan pahala di akhirat suatu saat (Jandra, 2018).

2015 perubahan atas Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan. Pemerintah Provinsi Aceh melalui Dinas Pendidikan dan dinas-dinas terkait mulai mengimplementasikan kurikulum pendidikan islam mulai tahun 2018 dengan maksud, sistem pendidikan yang sesuai dengan kekhasan dan sosial budaya masyarakat Aceh. Selanjutnya penyelenggaraan Pendidikan Islami di Aceh adalah sebagai upaya untuk mengembangkan seluruh aspek kepribadian peserta didik dalam rangka mewujudkan masyarakat Aceh yang berperadaban dan bermartabat. Berdasarkan hasil monev dari Majelis Pendidikan Aceh mengungkapkan bahwa , terdapat 7 persen sekolah dari total yang diteliti, telah mencoba menerapkan kurikulum Aceh, dalam hal ini sekolah SMK dan SMA. Namun demikian, dilihat dari substansi, pelaksanaan kurikulum Aceh masih belum substantif, belum memiliki konsep yang pasti dan belum memiliki pola yang tetap, sehingga setiap sekolah menerjemahkan secara berbeda antara sekolah yang satu dengan sekolah lainnya. Selain itu, pengakuan guru, pemahaman kurikulum Aceh belum utuh, dan sulit untuk diterapkan di sekolah, selain tidak ada sarana dan prasarana pendukung, metode pelaksanaanya juga masih amburadul.
Nama : Dian Anjani Cahyaningrum Sasongko
NPM : 2253053018

Dalam analisis jurnal 1 ini kita dapat melihat dalam lingkungan kehidupan saat ini yang penuh dengan tuntutan, tantangan dan permasalahan, upaya orang tua ditujukan untuk membesarkan anak-anak dalam keluarga dengan sedikit dukungan untuk menjadi generasi penerus yang bertanggung jawab dan berakhlak mulia. Menjadi sesuatu yang langka. Kurangnya kontak orang tua menjadi gejala akhir-akhir ini dengan munculnya banyak kenakalan remaja, perkelahian antar pelajar, penggunaan obat-obatan terlarang, dan lain-lain, yang menciptakan pelarian dari kondisi mental remaja yang terminal. Oleh karena itu, upaya pendidikan memerlukan penanganan yang berfokus pada aspek emosi dan perilaku subliminal. Nilai-nilai hubungan antar manusia warga bangsa perlu dibangun berdasarkan saling menghargai, saling percaya untuk menciptakan kehidupan yang sejahterah.

Tanggung jawab dan akhlaq mulia akan dapat diwujudkan manakala, sejak dini kepada generasi muda sudah ditanamkan nilai-nilai keimanan dan disertai kegiatan ibadah dan muamallah yang terus menerus dan konsisten disertai keteladanan orangtua dan para pemimpin/tokoh masyarakat yang ada disekitar kita, masyarakat dan bangsa Indonesia ini, agar kelak tujuan pendidikan yang telah dirumuskan dalam UU Sisdiknas 2003 dapat tercapai dengan baik tanpa upaya tersebut maka pembinanaan generasi muda yang bertanggung jawab dan akhlaq mulia hanya sebagai buah bibir dan isapan jempol belaka.

Tri Pusat Pendidikan pada dasarnya sudah dikenal seusia kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Dalam realitas kehidupan saat ini terlihat ketiganya belum melakukan sinergitas yang optimal, sehingga di berbagai lingkungan pendidikan seringkali terjadi penyimpangan terhadap nilai moral dan norma yang tidak sesuai dengan kondisi sosial budaya masyarakat Indonesia.
Ke depan ke tiga lingkungan pendidikan tersebut perlu meningkatkan kerjasama yang kuat, koordinasi yang sistematis, dan saling bahu-membahu dalam bingkai nilai kekeluargaan yang sesuai dengan nilai- nilai agama yang suci, sebagai anak bangsa yang merindukan kembali kokohnya jati diri bangsa ini, menjadi bangsa yang cerdas otaknya, lembut hatinya, dan terampil tangannya sehingga bangsa ini menjadi bangsa yang maju yang bernilai, bermoral, dan berbudaya Indonesia yang di Ridhai Tuhan Yang Maha Esa.
Nama : Dian Anjani Cahyaningrum Ssasongko
NPM : 2253053018

Dalam analisis jurnal 1 ini kita dapat melihat tujuan dari pendidikan moral Pancasila yaitu untuk menumbuhkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila serta menjadi standar baik atau buruknya perbuatan manusia karena seiring perkembangan zaman dan perkembangan iptek, banyak kasus-kasus yang timbul salah satunya yaitu korupsi jadi pendidikan moral Pancasila ini sangatlah penting untuk meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Penanaman nilai moral Pancasila kepada peserta didik dapat membangun dan membekali peserta didik sebagai generasi emas dalam mewujudkan budaya anti korupsi sejak dini.

Ada banyak metode yang dapat kita sampaikan untuk berbagi ilmu tentang bagaimana cara menanamkan sikap dan nilai untuk membasmi adanya tindak korupsi. Seperti tahap pertama kita akan meminta izin terlebih dahulu terhadap kepala sekolah maupun guru-guru yang sekolahnya akan kita datangi untuk berbagi ilmu, kedua tim dapat memaparkan materi tentang penyampaian nilai-nilai anti korupsi kepada siswa dan tahap terakhir memberikan suatu pertanyaan tentang materi yang sudah dipaparkan tentang nilai-nilai anti korupsi, dengan ini setidaknya siswa dapat membekali bagaimana cara menghilangkan hal yang bersifat negatif dari korupsi ini.

Dari sosialisasi tentang bagaimana penanaman nilai-nilai moral Pancasila untuk membasmi adanya sikap korupsi kita dapat menanamkan nilai moral tersebut sejak dini sehingga penanaman nilai moral Pancasila kepada peserta didik dalam membangun dan membekali peserta didik sebagai generasi emas dalam mewujudkan budaya anti korupsi sejak dini.
Nama : Dian Anjani Cahyaningrum Ssasongko
NPM : 2253053018

Dalam analisis video tersebut banyak sekali nilai-nilai yang dapat kita teladani dan dilakukannya dalam kehidupan sehari-hari seperti :
1. nilai kepercayaan kepada Tuhan dan melaksanakan perintahnya , di kehidupan sehari-hari kita dapat melaksanakan ibadah sesuai dengan agama yang dianut dan tidak memaksakan kepada orang lain suatu agama dan saling menghormati agama orang lain.
2. nilai untuk saling mencintai sesama manusia , di sini kita dapat melaksanakannya dengan cara membantu korban bencana alam ataupun membantu adik saat belajar dan tidak berbuat kasar terhadap orang lain serta menolong sesama di dalam kesulitan.
3. nilai cinta terhadap tanah air Indonesia , kita dapat melakukannya di kegiatan sehari-hari seperti menggunakan barang atau produk buatan Indonesia melestarikan budaya dan tidak membeda-bedakan suku maupun agama.
4. nilai untuk bermusyawarah , di sini kita dapat menerapkannya dengan cara menyampaikan suatu pendapat pribadi dengan berdiskusi atau kerja kelompok dan juga menerima hasil musyawarah dengan lapang dada dan menghargai pendapat dari orang lain.
5. nilai untuk bersikap adil terhadap sesama , kita dapat menerapkannya dengan cara bergotong-royong di dalam kelas maupun di masyarakat.

Jika dilihat dengan baik banyak sekali anak-anak generasi muda yang hidupnya melenceng dari ke-5 poin Pancasila tersebut dan di sini kita sebagai seorang pendidik tentunya sangat prihatin melihat hal tersebut , daripada itu hendaknya kita berbagi ilmu tentang bagaimana cara untuk bersikap selayaknya seperti pada poin-poin dari nilai-nilai Pancasila tersebut dan juga kita dapat lebih menekankan pembelajaran PKN tentang Pancasila maupun nilai norma yang berlaku di manapun kita berada karena hal ini sangat berpengaruh terhadap kepribadian seseorang. Sebagai seorang pendidik kita hendaknya menjadi pelaku utama untuk mendidik para generasi muda untuk mengembangkan nilai-nilai Pancasila tersebut di kehidupan sehari-hari dan pikirkan bagaimanapun caranya agar anak dapat melihat kita sebagai panutannya.
Nama : Dian Anjani Cahyaningrum Sasongko
NPM : 2253053018
Kelas : 3i

1. Keuntungan belajar dan memahami pendidik nilai dan moral di sekolah dasar sangatlah penting bagi murid maupun guru karena disini adalah bermula dalam terciptanya/terbentuknya karakter pribadi yang lebih baik serta pribadi yang berakhlak mulia seperti tau sopan santun , saling mengharga , gotong royong dll . Selain itu keuntungan dari hal ini ialah membantu untuk memahami dan membuat keputusan yang tepat untuk memecahkan suatu masalah pribadi maupun kelompok.

2. Yang diharuskan pendidik untuk mengajarkan pendidikan nilai dan moral bagi peserta didik adalah kita sebagai pendidik atau orang yang lebih tua wajib untuk memberikan contoh yang baik untuk para siswa karena dengan ini siswa akan belajar secara perlahan bagaimana mengenal nilai nilai moral yang baik dan benar , lalu pendidik dapat mengajarkan nilai moral di setiap pelajaran seperti seni budaya disini murid diajarkan untuk mengenal berbagai jenis budaya dan hendaknya kita saling menghargai budaya budaya yang ada diindonesia . Pendidik juga dapat mengajarkan murid tentang sopan santun karena ini salah satu hal yang mendasar dari nilai sikap moral yang dimana sopan santun ini tidak hanya dilakukan dilingkungan sekolah saja tetapi dilakukan dilingkungan masyarakat dan keluarga.

3. Contoh - contoh nilai dan moral yang dilakukan disekolah seperti menerapkan 5S ( Senyum , Salam , Sapa , Sopan , Santun ) hal ini sangat-sangat harus diajarkan dan diterapkan oleh murid karena hal ini berlaku dimana pun murid berada . Lalu menghargai berbedaan yang ada di sekolah seperti agama , suku , budaya yang ada karena dengan ini akan mempererat tali persaudaraan . Disiplin , ini juga harus diterapkan pada setiap diri individu murid karena dengan disiplin murid akan melakukan segala sesuatu dengan lebih rajin - giat dan akan melakukan sesuatu dengan tepat waktu.