Posts made by Dian Anjani Cahyaningrum Sasongko 2253053018

Nama : Dian Anjani Cahyaningrum Sasongko
NPM : 2253053018

Dari jurnal tersebut saya dapat menganalisis tentang salah satu aspek yang mendukung pengembangan keterampilan kolaborasi, komunikasi, dan pemecahan masalah adalah membantu siswa berkembang secara etis secara optimal. ini sangat penting khususnya bagi para pelajar dari wilayah Indonesia yang masyarakatnya umumnya adalah masyarakat yang religius yang percaya bahwa moralitas adalah landasan terpenting bagi kesuksesan seseorang, baik dalam karir maupun kehidupan pribadi. Penalaran etis mengacu pada kemampuan seseorang untuk membuat keputusan moral ketika dihadapkan pada dilema moral yang melibatkan pilihan sikap dan perilaku. inilah inti dari suatu proses pendidikan. Moralitas dan Pendidikan moral dapat dilihat dari dua sisi, yaitu dari sisi luar dan dari sisi dalam. Dilihat dari luar, moralitas mengatur cara bergaul dengan orang lain, dan dari dalam mengatur cara bergaul dengan diri sendiri. Disini peran pendidik sangatlah penting untuk memahami perkembangan moral peserta didiknya.
Nama : Dian Anjani Cahyaningrum Sasongko
NPM : 2253053018

Dari jurnal tersebut saya menganalisi tentang Kehidupan manusia semakin kompleks. Kompleksitas mengemuka dalam tatanan global yang ditandai dengan munculnya berbagai masalah dan isuisu global seperti pelanggaran hak-hak asasi manusia (HAM), fenomena kekerasan, dan penyalahgunaan narkotika. Hal ini menuntut adanya pemikiran yang berkaitan dengan sistem pendidikan yang cocok untuk menjawab permasalahan tersebut. Pendidikan nilai di Indonesia disadari atau tidak masih belum banyak menyentuh pemberdayaan dan pencerahan kesadaran dalam perspektif global. perkembangan moral dipahami sebagai suatu internalisasi langsung norma-norma budaya eksternal. Pendidikan nilai moral merupakan alternatif pemecahan masalah yang bersifat lokal, regional, nasional, dan internasional. Jadi disini kita sebagai calon pendidiki hendaknya menegaskan pendidikan moral kepada siswa sekolah dasar dari tingkat rendah sampai dengan tingkat atas dengan berbagai metode penyampaian agar siswa dapat memahami nilai moral yang berlaku disekolah maupun dilingkungan luas.
Nama : Dian Anjani Cahyaningrum Sasongko
NPM : 2253053018

Dari video ini saya dapat menyimpulkan bahwa kekerasan/bullying di sekolah sangat sering terjadi. Pada bulan September 2015, seorang siswa sekolah dasar tahun kedua meninggal setelah bertengkar dengan teman sekelasnya. Pada bulan Agustus 2017, seorang siswa kelas dua sekolah dasar diintimidasi dan diberi minuman es karena berkelahi dengan teman sekolahnya. November 2017 bagi siswa kelas 5 SD saat lomba Hari Guru akibat penyerang memutar sepeda motornya sehingga menimbulkan kebisingan. Hal ini sering terjadi antara usia 12 dan 18 tahun, dan tidak hanya melibatkan guru tetapi juga peran pengawasan orang tua. Penggunaan jejaring sosial harus diwaspadai dalam penyebaran informasi yang berdampak negatif.
Nama : Dian Anjani Cahyaningrum Sasongko
NPM : 2253053018

Pada video kali ini saya dapat mengambil kesimpulan tentang ilmu moral dan tempatnya, digambarkan dengan kereta api yang akan menabrak sekelompok orang atau personel ikan, kemudian difilmkan menggunakan pesawat. Eksperimen yang dilakukan oleh Philippa Foot. juga dikenal sebagai masalah percobaan troli. Etika menjadi doktrin sosial bahwa sesuatu harus dikorbankan demi keuntungan, sehingga moralitas digunakan untuk membenarkan perang, genosida, diskriminasi terhadap kelompok minoritas, pemusnahan, perusakan lingkungan, industrialisasi, dan sebagainya, hanya sebagai alasan untuk perdamaian, demi masa depan yang cerah. , untuk kepentingan seluruh kelompok dunia. Meski mungkin merugikan orang lain, itu adalah perilaku yang tidak etis. Dalam video tersebut kita belajar bahwa moralitas menjadi alat pembenaran ketika kitalah yang mempunyai manfaat atau kelebihan dan bahwa moralitas pada akhirnya hanyalah keegoisan manusia, jadi mari kita gunakan moralitas dengan baik dan benar.
Nama : Dian Anjani Cahyaningrum Sasongko
NPM : 2253053018

Menurut Susanto (1998:109), perubahan masyarakat akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa dampak besar terhadap budaya, nilai, dan agama. Nilai-nilai yang saat ini tertanam dalam masyarakat mulai berkembang dan ditinggalkan. Sementara nilai-nilai yang menggantikannya tidak selalu dilandasi oleh kepercayaan masyarakat, sehingga kesenjangan nilai semakin subur dan melebar. Hal ini dapat dibuktikan dengan kejadian beberapa tahun terakhir ini, kita menyaksikan aksi kekerasan, kebrutalan, kriminalitas, pesta sabu, dan lain-lain. terjadi dimana-mana di seluruh Indonesia, terutama di kalangan generasi muda. Seiring berjalannya waktu, sikap dan perilaku mereka semakin bertentangan dengan nilai-nilai luhur bangsa. Para pendidik melihat fenomena ini sebagai gejala krisis atau merosotnya nilai pendidikan di negara kita, baik dalam konteks pendidikan formal di sekolah maupun pendidikan informal di rumah masyarakat.

Jadi, dengan memiliki nilai-nilai luhur, maka seseorang akhirnya bisa disebut berkepribadian luhur. Nilai merupakan energi yang memotivasi seseorang dalam berperilaku dan bertindak. Misalnya nilai keadilan merupakan salah satu jenis “energi” keadilan yang mampu mengarahkan masyarakat pada tindakan yang benar, nilai kebenaran merupakan “energi” kebenaran yang mampu mengarahkan masyarakat pada tindakan yang benar. Pengaruh positif globalisasi terhadap nilai-nilai moral: politik, ekonomi dan sosial budaya. Secara individu, setiap pendidik harus berupaya melaksanakan fungsi “pengajaran” dan “pendidikan” secara bertanggung jawab. Hal yang mendesak untuk dilakukan adalah mendidik siswa untuk memanfaatkan pikiran dan hatinya sebaik-baiknya, melalui segala aktivitas yang dapat membantunya berkembang. Agar peserta didik tidak terpapar arus globalisasi maka harus dibekali dengan pikiran dan hati yang benar, kuatnya norma dan agama, rasa nasionalisme yang sejati serta menjunjung tinggi nilai-nilai luhur pemerintahan bangsa.