Posts made by Tantri Ayu Ratna Sari 2213053269

Nama: Tantri Ayu Ratna Sari
NPM: 2213053269
Video tersebut merupakan sebuah presentasi yang memberikan penjelasan tentang pendidikan moral di sekolah dasar. Berikut adalah analisis video tersebut:
Topik yang dibahas yaitu pendidikan moral di sekolah dasar di mana diberikan definisi dari pendidikan moral sebagai upaya terencana untuk mengubah sikap, perilaku, dan tindakan peserta didik agar sesuai dengan nilai moral dan budaya masyarakat setempat. Selanjutnya menjelaskan tahap-tahap perkembangan moral dari bayi hingga dewasa. Ini memberikan pemahaman tentang bagaimana moral berkembang seiring dengan usia, dan pentingnya perkembangan pribadi dan sosial dalam proses pembelajaran bahwa anak-anak mungkin memerlukan teman sebaya untuk membantu proses belajar. Di dalam video juga sudah disebutkan pentingnya guru dan orang tua dalam mengajarkan anak-anak tentang identitas gender, sehingga perilaku mereka sesuai dengan identitas mereka. Dan di dalam video juga membahas beberapa masalah dalam perkembangan moral anak sekolah dasar, seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kerjasama, dan perilaku mencuri. Dia juga memberikan solusi untuk mengatasi masalah-masalah ini, seperti mengajarkan kejujuran dan tanggung jawab.

Nah jadi hasil snalisis video ini menunjukkan upaya untuk memberikan pengetahuan tentang pendidikan moral dan masalah-masalah moral yang mungkin dihadapi anak-anak di sekolah dasar. Dia juga memberikan solusi untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. Presenter menggunakan bahasa yang jelas dan sederhana untuk memahamkan audiensnya, yang kemungkinan besar adalah siswa sekolah dasar.
Nama: Tantri Ayu Ratna Sari
NPM: 2213053269
Video tersebut adalah pengajaran pendidikan moral oleh seorang guru kepada murid-muridnya mengenai tanggung jawab dalam keluarga. Berikut adalah analisis video tersebut: pertama mengenalkan topik utama, yaitu tanggung jawab dalam keluarga yang disampaikan oleh guru. selanjutnya terdapat gambar-gambar sebagai alat bantu untuk memvisualisasikan konsep-konsep yang diajarkan. hal ini dapat membantu murid-murid untuk lebih memahami dan mengaitkan konsep dengan situasi nyata. Dalam video tersebut mengajarkan bahwa anak-anak memiliki tanggung jawab untuk mendengarkan nasihat orang tua, karena orang tua memiliki pengalaman hidup lebih lama dan tahu apa yang baik dan buruk, perlu digarisbawahi juga pentingnya anak-anak membantu ibu dengan pekerjaan rumah tangga, seperti mencuci piring dan menghidangkan makanan, untuk menjadi anak yang bertanggung jawab. Selain itu dalam video menekankan pentingnya menjaga keselamatan adik-adik, contohnya dengan menemani mereka ke tempat bermain dan menghindari bahaya. Menjelaskan bahwa tanggung jawab dalam keluarga penting karena ini memastikan harmoni dalam keluarga dan menjaga keselamatan anggota keluarga. Contohnya, ketika orang tua tidak ada di rumah, anak-anak harus menjaga keamanan dengan mengunci pintu. Dalam video juga mengingatkan murid-muridnya untuk membantu kakek dan nenek ketika mereka balik kampung, karena ini dapat membantu meringankan beban mereka dan membuat mereka bahagia. Anak-anak yang bertanggung jawab untuk belajar dengan rajin dan mendapatkan prestasi akan dapat membanggakan keluarga.

Nah jadi video tersebut menekankan bahwa memahami dan menjalankan tanggung jawab dalam keluarga dapat membantu menciptakan harmoni, keselamatan, dan kebahagiaan dalam keluarga. Pengajaran pendidikan moral ini bertujuan untuk membentuk karakter anak-anak dengan nilai-nilai kebaikan, tanggung jawab, dan peduli terhadap keluarga. Selain itu, guru menggunakan gambar-gambar untuk memperjelas konsep-konsep ini, membuatnya lebih mudah dimengerti oleh murid-murid.
Nama: Tantri Ayu Ratna Sari
NPM: 2213053269
Artikel jurnal ini membahas tentang upaya menangkal degradasi moral di era digital yang dialami oleh kalangan milenial, terutama di lingkungan pendidikan dalam konteks pengaruh teknologi digital dan globalisasi terhadap moral dan etika. Berikut analisis dari artikel jurnal ini:

Yang pertama artikel ini membahas mengenai latar belakang, bahwa masa depan suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh para pemuda atau generasi muda, yang pada era digital saat ini menghadapi fenomena degradasi moral yang dipengaruhi oleh teknologi digital dan penggunaan media sosial.
Selanjutnya artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait degradasi moral di kalangan milenial, memberikan pemahaman terkait upaya dalam menangkal degradasi moral di era digital, dan memberikan bekal softskill kepada kalangan milenial melalui pelatihan.

Artikel tersebut juga menjelaskan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini dilakukan melalui pelatihan, termasuk presentasi dan diskusi antara pemateri dan peserta yang terdiri dari siswa-siswi di Mts Insan Madani. Di dalam artikel juga dijelaskan bahwa dalam sesi pelatihan, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dan banyak yang mengajukan pertanyaan. Pertanyaan tersebut berkaitan dengan dampak globalisasi dan cara efektif dalam dakwah kepada kalangan milenial.

Dan dalam pembahasan di artikel juga menyebutkan bahwa globalisasi, merupakan  akses mudah terhadap berbagai budaya dan nilai-nilai dari luar, serta media sosial, dapat mempengaruhi moral kalangan milenial. Solusi yang disarankan adalah memberikan wawasan keagamaan, meningkatkan keimanan dan ibadah, serta memberikan pemahaman tentang cara bermedia sosial yang baik.

Di dalam kesimpulan dan saran :
- Artikel menyimpulkan bahwa PKM ini memberikan pemahaman dan motivasi kepada peserta untuk menangkal degradasi moral di era digital.
- Saran yang diajukan adalah perlunya dukungan dari berbagai pihak untuk membantu generasi muda agar memiliki bekal moral yang baik dan kemampuan softskill yang baik. Selain itu, siswa juga perlu diarahkan dan dibantu untuk mencapai potensi mereka.

Selain itu artikel ini memiliki signifikansi dalam upaya memahami dan mengatasi degradasi moral di kalangan milenial, khususnya dalam lingkungan pendidikan. Kegiatan PKM ini memberikan kontribusi dalam memberikan bekal kepada siswa dan mendorong pendidikan moral di era digital. Serta kelemahan dari artikel ini adalah tidak menyediakan data empiris atau studi kasus yang mendukung klaim-klaimnya. Lebih banyak data konkret atau contoh empiris mungkin akan memperkuat argumen dalam artikel.
Selain itu artikel ini relevan dalam konteks pendidikan dan tantangan yang dihadapi oleh generasi muda dalam menghadapi dampak teknologi digital dan media sosial terhadap moral dan nilai-nilai tradisional. Artikel ini juga menggarisbawahi pentingnya peran perguruan tinggi dalam memberikan pemahaman dan solusi terkait masalah ini.

Jadi artikel ini memberikan pandangan yang baik tentang peran pendidikan agama dalam menangkal degradasi moral di era digital, dan juga menggarisbawahi mengenai pentingnya peran perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. Artikel ini juga menekankan perlunya pendekatan holistik yang mencakup pemahaman agama, moral, dan penggunaan teknologi yang bijak.
Nama: Tantri Ayu Ratna Sari
NPM: 2213053269
analisis video 2
Video tersebut merupakan sebuah percakapan yang berfokus pada topik pengembangan nilai agama dan moral pada anak usia dini. Berikut adalah analisis dari beberapa poin yang disampaikan dalam video:

1. Yang pertama pembicara memulainya dengan memberikan informasi mengenai mata kuliah yang akan dibahas, yaitu "Pengembangan Nilai Agama dan Moral pada Anak Usia Dini." Hal ini menunjukkan bahwa pembicaraan akan berkaitan dengan pendidikan anak usia dini dan pengembangan nilai-nilai agama dan moral pada anak-anak.
2. Yang kedua pembicara menjelaskan bahwa penilaian adalah salah satu tugas penting guru pada satuan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Penilaian memiliki tujuan untuk membantu guru dalam memahami perkembangan anak-anak, termasuk perkembangan moral dan agama. Ini membantu guru untuk merencanakan pendekatan pembelajaran yang sesuai.
3. Yang ketiga pembicara menyampaikan manfaat penilaian bagi berbagai pihak, termasuk anak-anak, orang tua, dan guru. Penilaian membantu memelihara pertumbuhan anak, memberikan stimulasi sesuai dengan minat perkembangan, memberikan dukungan yang sesuai, dan memberikan informasi tentang pertumbuhan anak.
4. Yang keempat pembicara menjelaskan delapan prinsip penilaian, termasuk prinsip berkelanjutan, objektif, angkutable, transparan, sistematis, menyeluruh, dan bermakna. Prinsip-prinsip ini menggarisbawahi pentingnya penilaian yang adil, berkualitas, dan bermakna bagi perkembangan anak.
5. Yang kelima pembicara membahas mengenai teknik penilaian yang mencakup berbagai tingkat perkembangan anak, seperti usia 2-3 tahun, 3-4 tahun, 4-5 tahun, dan 5-6 tahun. Pembicara juga menjelaskan teknik penilaian yang mencakup kategori nilai seperti "BB" (belum berkembang), "MB" (mulai berkembang), "BSH" (berkembang sesuai harapan), dan "BSB" (berkembang sangat baik).
6. Yang keenam pembicara juga menjelaskan mekanisme penilaian, termasuk menyusun instrumen penilaian, melaksanakan proses penilaian, mendokumentasikan hasil penilaian, dan melaporkan hasil penilaian kepada orang tua.
7. Yang ketujuh pembicara juga menyebutkan beberapa bentuk penilaian, seperti penilaian harian, penilaian mingguan, penilaian bulanan, dan penilaian semester. Portofolio anak dan dokumen lain digunakan untuk mencatat informasi tentang kemajuan belajar anak.dan yang terakhir pembicara menutup presentasinya dengan menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa yang mengikuti mata kuliah tersebut.

Nah jadi video ini memberikan pandangan yang baik tentang pentingnya penilaian dalam pendidikan anak usia dini dan memberikan wawasan tentang prinsip-prinsip, teknik, dan mekanisme penilaian yang relevan dalam konteks ini.
Nama : Tantri Ayu Ratna Sari
NPM: 2213053269

Analisis mengenai artikel jurnal "Rekonstruksi Evaluasi Pendidikan Moral Menuju Harmoni Sosial"
artikel jurnal ini menyoroti pentingnya evaluasi dalam pendidikan moral untuk mencapai harmoni sosial. Artikel ini menunjukkan bahwa meskipun telah dilakukan berbagai upaya oleh pemerintah untuk mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan, namun masih terdapat masalah kompleks dalam output pendidikan saat ini, terutama dalam hal disharmoni sosial.

Artikel ini juga menekankan bahwa evaluasi pendidikan moral harus lebih dari sekadar penilaian kognitif melalui ulangan. Evaluasi juga harus mencakup aspek afektif dan psikomotorik, yang belum terlalu mendalam dalam bentuk penilaian aksi moral yang dilakukan oleh peserta didik, baik di dalam maupun di luar sekolah.

Dalam konteks ini, artikel ini mengusulkan rekonstruksi evaluasi pendidikan moral dengan menekankan penilaian perilaku moral yang berbudi luhur dan tumbuh dalam kepribadian peserta didik sebagai hasil belajar. Evaluasi ini harus mencakup aspek afektif dan psikomotorik yang dapat membantu membentuk karakter dan kepribadian siswa.

Artikel ini juga menyoroti pentingnya kurikulum laten dalam membentuk karakter siswa. Kurikulum laten memberikan kebebasan bagi sekolah untuk mengkonstruksi kurikulum guna mengatasi kekurangan yang ada dalam kurikulum manifes. Kurikulum laten juga dapat mengkomunikasikan sikap sekolah terhadap berbagai persoalan, termasuk bagaimana sekolah memandang siswa sebagai manusia dengan latar belakang yang beragam.

Dalam rangka mencapai tujuan pendidikan moral yang ideal, artikel ini menekankan perlunya sistem evaluasi yang mencakup aspek afektif dan psikomotorik. Evaluasi ini harus melibatkan penilaian aksi moral yang dilakukan oleh peserta didik, baik di dalam maupun di luar sekolah. Dengan demikian, evaluasi pendidikan moral