Nama : FARIDA JUWITA
NPM : 2213053179
Kelas : 2G
Analisis jurnal berjudul "KEARIFAN BUDAYA LOKAL PEREKAT IDENTITAS BANGSA " oleh Ida Bagus Brata.
Elemen budaya yang harus digali, dikaji, dan direvitalisasikan sekarang ini ialah kearifan lokal karena sangat penting dibutuhkan dalam penguatan jati diri bangsa dalam menghadapi tantangan globalisasi. Berbagai permasalahan di era kesejagatan ini perlu dihadapi dengan penerapan nilai-nilai budaya lokal sebagai perekat identitas bangsa masih relevan.
Kebudayaan Indonesia berakar dari kebudayaan lokal di Indonesia yang memiliki keragaman. Maka pemahaman terhadap kebudayaan lokal yang kaya akan nilai-nilai kearifan lokal diperlukan karena dapat merefleksikan identitas suatu kelompok etnik atau bangsa menjadi sangat relevan.
Secara umum kearifan lokal merupakan bagian dari kebudayaan. Kearifan lokal juga dapat dimaknai sebagai kebijakan manusia dan komunitas dengan bersandar pada nilai-nilai, etika, cara-cara, dan perilaku yang melembaga secara tradisional dalam mengelola berbagai sumber daya alam, sumber daya hayati ataupu sumber daya manusia untuk menjaga kelestarian sumber tersebut bagi kelangsungan hidup berkelanjutan. Maka, kearifan lokal ini merupakan ciri khas bangsa Indonesia yang sudah melekat sebagai jati diri bangsa. Dalam menerapkam kearifan lokal ini tentunya dibutuhkan hubungan yang baik antar suku bangsa atau antara golongan, maka beberapa hal yang harus diketahui untuk menganalisis hubungan ini dalah:
1) Sumber-sumber konflik
2) Potensi untuk toleransi
3) Sikap dan pandangan dari suku bangsa atau golongan terhadap sesama suku bangsa atau golongan
4) Tingkat masyarakat dimana hubungan dan pergaulan antara suku bangsa atau golongan tadi berlangsung.
Dijelaskan juga bahwa ada lima sumber konflik antara suku-suku bangsa atau golongan yaitu:
1) Konflik bisa terjadi kalau warga dari dua suku bangsa masing-masing bersaing dalam hal mendapatkan lapangan mata pencaharian hidup yang sama
2) Konflik juga bisa terjadi kalau warga dari satu suku bangsa mencoba memaksakan unsur-unsur dari kebudayaannya kepada warga dari suatu suku bangsa lain
3) Konflik yang sama dasarnya, tetapi lebih fanatik dalam wujudnya, bisa terjadi kalau warga dari satu suku bangsa mencoba memaksakan konsep-konsep agamanya kepada warga dari suku bangsa lain yang berbeda agama
4) Konflik terang akan terjadi kalau satu suku bangsa berusaha mendominasi suatu suku bangsa lain secara politis
5) Potensi konflik terpendam ada dalam hubungan antara suku-suku bangsa yang telah bermusuhan secara adat.
Maka, perlu ditelusuri juga apakah nilai nilai budaya lokal cukup relevan direvitalisasikan dalam menghadapi berbagai krisis konflik yang berdimensi sosial, ekonomi, budaya, politik, dan termasuk persoalan hak asasi manusia yang terjadi di tanah air.
Penting untuk kita sadari bahwa bangsa
Indonesia mewarisi berbagai kekayaan alam, kekayaan hayati, dan kekayaan keanekaragaman sosiokultural. Ini merupakan modal dasar yang harus dikelola untuk menjaga kesejahteraan masyarakatnya. Kearifan lokal merupakan salah satu modal budaya Indonesia yang diharapkan mampu menumbuh kembangkan identitas ke-Indonesiaan, menjadi referensi dalam mengembangkan wawasan kebangsaan, membangun bobot kualitas manusia dan bangsa Indonesia, kemuliaan harkat dan martabat bangsa yang memancar ke dalam bagi keadaban warga negara bangsa dan ke luar dalam membangun citra dan pergaulan antar bangsa dalam bingkai kebudayaan.