Posts made by Farida Juwita 2213053179

Nama : Farida Juwita
NPM : 2213053179

Analisis saya terhadap video berjudul "Identitas dan Integrasi Nasional" oleh Fajar Kurniawan.

Yang pertama, Identitas Nasional.
Identitas memiliki arti sebagai suatu kumpulan nilai budaya yang tumbuh dan berkembang di berbagai macam-macam aspek kehidupan dari keberagaman dan di himpun dalam satu kesatuan (kumpulan dari berbagai budaya).
• Pada dasrnya, hakikat identitas nasional ialah Pancasila. Karena mencerminkan kehidupan bangsa Indonesia yang beragam.
• Unsur dalam identitas nasional :
1) suku bangsa yang beragam
2) terdapat 6 agama di Indonesia
3) ragam budaya
4) bahasa yang beragam di nusantara
Dari unsur di atas, terdapat :
1. Identitas fundamental, yakni Pancasila
2. Identitas instrumental, yakni UUD 1945
3. Identitas alamiah, berupa kepulauan serta plularisme dalam suku, budaya, bahasa, agama dan kepercayaan

Selanjutnya, Integrasi Nasional
• Integrasi Nasional adalah penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam kehidupan masyarakat di suatu negara.
• Faktor pendorong Intergrasi Nasional :
1) sejarah
2) adanya keinginan bersatu
3) cinta terhadap tanah air
4) rela berkorban untuk bangsa dan negara
5) konsensus nasional yakni Pancasila dan UUD '45
•Faktor penghambat integrasi nasional
1) heterogen, yakni terlalu banyaknya keberagaman yang ada di bangsa Indonesia.
2) Etnosentrisme yakni fanastisme, merasa suku satu lebih baik dari sebelumnya.
3) Ketimpangan yakni ketidak adilan antara satu kelompok masyarakat dengan yang lain.
4) Gangguan luar yakni kepentingan luar negeri yang masuk dan menyebabkan masyarakat di dalam negeri menggalami perpecahan.
•Bentuk integrasi nasional ada 2 :
a. Asimilasi merupakan pembauran kebudayaan yang disertai ciri khas kebudayaan asli.
b. Akulturasi adalah penerimaan sebagian unsur-unsur asing tanpa menghilangan kebudayaan aslinya.
•Terdapat 2 bentuk intergrasi nasional diantaranya sebagai berikut:
1. Asimilasi merupakan pembauran kebudayaan yang disertai ciri khas kebudayaan asli.
2. Akulturasi adalah penerimaan sebagian unsur-unsur asing tanpa menghilangan kebudayaan aslinya.

Terkair pengertian integrasi nasional, terdapat lima definisi menurut Myron Weiner (1971).
1. Integrasi adalah bagaimana caranya menyatukan kelompok budaya masyarakat
2. Pembentukan wewenang kekuasaan jadi dengan adanya kekuasaan menjadi mampu untuk menyatukan perbedaan dari berbagai kelompok masyarakat tersebut.
3. Menghubungkan pemerintah dan yang di perintah. Penerintah berupaya untuk melayani masyarakat yang diperintahnya. Yang diperintahkanpun berupaya untuk memberikan kontribusi kepada pemerintah.
4. Konsesus terhadap nilai seperti kesepakatan bersama yaitu Pancasila dan Undang-Undan Dasa 1945.
5. Prilaku yang terintegrasi dimana terdapat pemahaman yang sama antara setiap kelompok sehingga menunjukan bahwa ini adalah perilaku yang menunjukan bangsa Indonesia kita
Nama : Farida Juwita
NPM : 2213053179

Kesimpulan yang didapat dari artikel berjudul "Efektivitas Desain Pembelajaran Terpadu Berbasis CORE CONTENT di Sekolah Dasar" oleh Een Y. Haenilah

Desain pembelajaran harus berdasarkan dengan tuntutan pendidikan, kurikulum, dan kebutuhan belajar siswa. Maka, pada Sekolah Dasar diperlukan desain pembelajaran yang berorientasi pada pembentukan kemampuan siswa secara holistik. Saat ini, kurikulum di SD menggunakan pembelajaran tematik yang terlahir dari kurikulum terpadu. Pada pembelajaran tematik prosesnya dapat menghilangkan batas-batas mata pelajaran. Kemudian menghadapkan siswa pada situasi yang mengandung problem untuk dipecahkan. Dalam merancang desain pembelajaran tematik, mengintegrasikan seluruh mata pelajaran harus berawal dari analisis kompetensi dasar, indikator, dan materi pelajaran semua mata pelajaran yang akan dipadukan dalam suatu tema. Maka diperlukan upaya dalam menentukan suatu materi inti (core content) untuk menjadi suatu tema. Setelah penentuan materi inti (core content), dilanjut dengan tema, kemudian pelaksaan pembelajaran terpadu dan juga evaluasi pembelajaran. Proses desain pembelajaran ini
berbasis core content.

Padah hasil penelitian, didapatkan bahwa Desain pembelajaran terpadu berbasis core content terbukti efektif menciptakan pembelajaran yang diwarnai aktivitas hubungan antar guru-siswa maupun siswa-guru-materi yang berperan sebagai core content dengan seluruh mata pelajaran, sehingga tercipta keterpaduan pengalaman belajar siswa yang bermuatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan secara holistik.
Nama : FARIDA JUWITA
NPM : 2213053179
Kelas : 2G

Analisis jurnal berjudul "KEARIFAN BUDAYA LOKAL PEREKAT IDENTITAS BANGSA " oleh Ida Bagus Brata.

Elemen budaya yang harus digali, dikaji, dan direvitalisasikan sekarang ini ialah kearifan lokal karena sangat penting dibutuhkan dalam penguatan jati diri bangsa dalam menghadapi tantangan globalisasi. Berbagai permasalahan di era kesejagatan ini perlu dihadapi dengan penerapan nilai-nilai budaya lokal sebagai perekat identitas bangsa masih relevan.
Kebudayaan Indonesia berakar dari kebudayaan lokal di Indonesia yang memiliki keragaman. Maka pemahaman terhadap kebudayaan lokal yang kaya akan nilai-nilai kearifan lokal diperlukan karena dapat merefleksikan identitas suatu kelompok etnik atau bangsa menjadi sangat relevan.

Secara umum kearifan lokal merupakan bagian dari kebudayaan. Kearifan lokal juga dapat dimaknai sebagai kebijakan manusia dan komunitas dengan bersandar pada nilai-nilai, etika, cara-cara, dan perilaku yang melembaga secara tradisional dalam mengelola berbagai sumber daya alam, sumber daya hayati ataupu sumber daya manusia untuk menjaga kelestarian sumber tersebut bagi kelangsungan hidup berkelanjutan. Maka, kearifan lokal ini merupakan ciri khas bangsa Indonesia yang sudah melekat sebagai jati diri bangsa. Dalam menerapkam kearifan lokal ini tentunya dibutuhkan hubungan yang baik antar suku bangsa atau antara golongan, maka beberapa hal yang harus diketahui untuk menganalisis hubungan ini dalah:
1) Sumber-sumber konflik
2) Potensi untuk toleransi
3) Sikap dan pandangan dari suku bangsa atau golongan terhadap sesama suku bangsa atau golongan
4) Tingkat masyarakat dimana hubungan dan pergaulan antara suku bangsa atau golongan tadi berlangsung.
Dijelaskan juga bahwa ada lima sumber konflik antara suku-suku bangsa atau golongan yaitu:
1) Konflik bisa terjadi kalau warga dari dua suku bangsa masing-masing bersaing dalam hal mendapatkan lapangan mata pencaharian hidup yang sama
2) Konflik juga bisa terjadi kalau warga dari satu suku bangsa mencoba memaksakan unsur-unsur dari kebudayaannya kepada warga dari suatu suku bangsa lain
3) Konflik yang sama dasarnya, tetapi lebih fanatik dalam wujudnya, bisa terjadi kalau warga dari satu suku bangsa mencoba memaksakan konsep-konsep agamanya kepada warga dari suku bangsa lain yang berbeda agama
4) Konflik terang akan terjadi kalau satu suku bangsa berusaha mendominasi suatu suku bangsa lain secara politis
5) Potensi konflik terpendam ada dalam hubungan antara suku-suku bangsa yang telah bermusuhan secara adat.
Maka, perlu ditelusuri juga apakah nilai nilai budaya lokal cukup relevan direvitalisasikan dalam menghadapi berbagai krisis konflik yang berdimensi sosial, ekonomi, budaya, politik, dan termasuk persoalan hak asasi manusia yang terjadi di tanah air.
 
Penting untuk kita sadari bahwa bangsa
Indonesia mewarisi berbagai kekayaan alam, kekayaan hayati, dan kekayaan keanekaragaman sosiokultural. Ini merupakan modal dasar yang harus dikelola untuk menjaga kesejahteraan masyarakatnya. Kearifan lokal merupakan salah satu modal budaya Indonesia yang diharapkan mampu menumbuh kembangkan identitas ke-Indonesiaan, menjadi referensi dalam mengembangkan wawasan kebangsaan, membangun bobot kualitas manusia dan bangsa Indonesia, kemuliaan harkat dan martabat bangsa yang memancar ke dalam bagi keadaban warga negara bangsa dan ke luar dalam membangun citra dan pergaulan antar bangsa dalam bingkai kebudayaan.