Posts made by Annisatul Alfaidah

Nama: Annisatul Alfaidah
NPM: 2213053078

Identitas Jurnal
Nama jurnal : Jurnal Dinamika Pendidikan
Nomor : 2
Halaman : 63-75
Tahun Terbit : 2008
Judul : pentingnya pendidikan nilai di era globalisasi
Nama penulis : Hidayati

Dari hasil membaca artikel jurnal tersebut, penulis menjelaskan bahwa Indonesia mengalami krisis akhlak dan moral. terjadinya degradasi nilai moral tidak lepas dari sistem pendidikan yang berlaku selama ini. globalisasi sebagai akibat perkembangan ilmu dan pengetahuan serta teknologi yang berdampak pada kehidupan masyarakat. Bila kita lihat dari peristiwa-peristiwa seperti kekerasan kriminalitas narkoba bahkan penyimpangan budaya. Dan kebanyakan terjadi dikalangan anak muda. Setelah melihat peristiwa tadi seharusnya bisa membuat kita sadar bahwa pendidikan nilai moral sangat penting.
Nilai adalah sesuatu yang berharga. Nilai berfungsi kita untuk mendorong dan berperilaku baik. Peneliti menulis ada 4 kelompok nilai yang tersusun secara hierarkis yaitu:
1. Nilai religius kerohanian
2. Nilai kejiwaan
3. Nilai-nilai kehidupan
4. Nilai-nilai kenikmatan
Empat macam ini harus tersusun secara berurutan dan benar.

pendidikan nilai adalah bagian integral kegiatan pendidikan karena pada dasarnya pendidikan melibatkan pembentukan sikap, watak, dan kepribadian peserta didik. pendidikan tidak hanya bertujuan menghasilkan pribadi yang cerdas dan terampil tapi juga pribadi yang berbudi pekerti luhur.

Nah di sini peneliti menulis tentang globalisasi dan dampaknya terhadap nilai moral
globalisasi berlangsung pada semua aspek kehidupan, seperti politik, ekonomi, sosial budaya dan lainnya. Teknologi informasi dan komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi. era globalisasi membuat kehidupan mengalami banyak perubahan bahkan degradasi moral dan sosial budaya yang cenderung ke perilaku menyimpang. Apalagi banyak korbannya adalah kalangan generasi muda Indonesia.
Peneliti juga menulis sebab gagalnya pendidikan nilai
pendidikan hanya mengutamakan kecerdasan intelektual akal dan penalaran tanpa diimbangi dengan pengembangan hati, perasaan emosi dan spiritual.
Peneliti menuliskan bahwa penyebab terjadinya gagalnya pendidikan nilai adalah
1. Pendidikan di sekolah adalah hanyalah acara formal
2. Banyaknya materi
3. Proses pembelajaran tidak dilibatkan pada pengalaman fisik dan mental

Pentingnya pendidikan nilai dan moral
Tujuan pendidikan sendiri adalah menjadikan manusia menjadi manusia yang utuh dan sempurna. Nah jadi Sudah seharusnya pendidikan di sekolah harus melibatkan pendidikan nilai dan moral karena sangat penting. karena dampak globalisasi sangat berpengaruh apalagi pada generasi muda sehingga sudah sepatutnya dibekali oleh pendidikan nilai dan moral sedini mungkin karena dengan pendidikan nilai dan moral mereka bisa dibekali untuk beradaptasi dengan baik untuk menghadapi arus globalisasi. Karena kita tidak bisa membendung arus zaman yang terus maju.

Jadi kita sebagai calon seorang pendidik sudah sepatutnya kita bisa mengajarkan dan mendidik secara tanggung jawab untuk pembentukan karakter dari peserta didik.
Jurnal ini sangat bagus untuk dibaca agar kesadaran akan pentingnya moral kita itu terbentuk.
Nama: Annisatul Alfaidah
NPM: 2213053078

Identitas Jurnal
Nama jurnal : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
Volume :9
Nomor : 3
Halaman : 710 - 724
Tahun Terbit : 2021
Judul : PENDIDIKAN NILAI DAN MORAL DALAM SISTEM KURIKULUM PENDIDIKAN DI ACEH
Nama penulis : Iwan Fajri, Rahmat, Dadang Sundawa, & Mohd Zailani Mohd Yusoff


Setelah saya membaca jurnal tersebut, Jurnal tersebut mengkaji tentang perubahan pesat dalam kehidupan sosial tentang hukum dan moral peserta didik, pendidikan memegang peranan yang sangat berarti dalam pembuatan akhlak ia golongan peserta didik. Perubahan yang sangat cepat ini berdampak pada kehidupan sosial melalui proses aspek kognitif dan emosi.

Penulis menggambarkan permasalahan tentang perkembangan hidupnya
Untuk itu Peneliti meneliti mengenai pendidikan di Aceh dan secara spesifik mengenai pendidikan nilai dan moral yang diselenggarakan di provinsi Aceh berdasarkan kurikulum yang ada di Aceh.
proses pendidikan di sekolah harus diarahkan pada pembentukan nilai-nilai kebaikan peserta didik. di Indonesia pendidikan nilai telah diatur dalam sistem pendidikan nasional ada 18 nilai yang perlu diintegrasikan guru dalam pembelajaran. ke-18 nilai tersebut adalah religius, jujur, toleransi, disiplin, pekerja keras, kreatif mandiri, demokratis, ingin tahu, nasionalis patriotik, menghargai prestasi, ramah dan komunikatif, cinta damai, gemar membaca, sadar lingkungan, peduli sosial dan bertanggung jawab. nilai-nilai itu dipupuk dengan memadukan nilai dengan isi kurikulum tertulis kurikulum tidak tertulis serta kegiatanku kurikuler dan ekstrakurikuler. artinya pembelajaran tersebut tidak hanya di kelas tetapi juga bisa di luar kelas. penanaman nilai kepada peserta didik di sekolah dapat dicapai melalui berbagai cara.

Ada 6 strategi dalam pembentukan nilai yang memerlukan proses berkelanjutan seperti pembiasaan nilai, nilai budaya pengetahuan moral, perasaan dan cinta yang baik eksternal dan nilai keteladanan. Selain itu perlu kerja keras mulai dari perencanaan dalam hal ini kurikulum sampai dengan pendidik yang harus diberikan pemahaman terhadap nilai. pendidikan nilai juga bisa disebut sebagai pendidikan karakter, pendidikan moral dan pendidikan etika. Pendidikan nilai ini menjadi semakin penting di semua jenjang sekolah pada masa sekarang ini. Kegagalan dalam implementasi pendidikan nilai disebabkan oleh banyak hal seperti guru atau pendidik belum memiliki keterampilan yang cukup untuk mengintegrasikan nilai dalam pembelajaran di kelas. guru perlu mempelajari strategi yang digunakan untuk mengajarkan nilai yang baik kepada siswa melalui pendidikan formal maupun nonformal.. nilai-nilai utama yang harus dimiliki oleh seorang guru untuk mendukung keberhasilan implementasi kurikulum di nasional institute of education Singapura adalah keyakinan bahwa semua siswa dapat belajar, merawat dan memperhatikan semua siswa, menghormati keragaman, komitmen dan dedikasi terhadap profesi, kerjasama, berbagi dan kerja tim yang kuat, semangat belajar, keunggulan dan inovasi

Pendidikan di Aceh saat ini sedang mempersiapkan kurikulum remaja yang disusun berdasarkan ajaran qanun Aceh tentang penyelenggaraan pendidikan islam
Penyelenggaraan pendidikan Islam di provinsi Aceh mengacu pada qanun nomor 9 tahun 2015. pelaksanaan pendidikan di sekolah Aceh secara keseluruhan sudah Islami dengan indikator sistem pengelolaan madrasah memiliki nilai transparasi, akuntabilitas, pendekatan keteladanan pengembangan budaya berorientasi Islami dan penerapan kurikulum Islami. pendidikan nilai dan moral di satuan pendidikan di Aceh diselenggarakan selain sesuai dengan pendidikan nasional juga mengacu pada penerapan melalui kurikulum Islam yang berpedoman sesuai dengan qanun pendidikan di Aceh
Nama: Annisatul Alfaidah
NPM: 2213053078

Dari video yang saya tonton
Dari kasus yang terjadi, pembullyan, perkelahian, perundungan, bahkan sampai pembunuhan itu terjadi karena rendahnya nilai dan moral yang ada dalam diri generasi muda. Dan tentunya kurangnya pengawasan dan perhatian dari orang tua, guru dan orang dewasa disekitarnya.

Dari itu kita bisa tau bahwa moral sangat penting untuk diajarkan kepada anak-anak sedini mungkin. Agar mereka tahu mana yang baik, mana yang buruk. Agar bisa mencegah terjadinya hal-hal tidak diinginkan.

Disini peran orang tua dan guru sangat berpengaruh, apalagi jaman sekarang, teknologi yang sudah maju, bisa membuat anak-anak mencari, melihat hal-hal yang tidak baik yang nantinya bisa mereka lakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Jadi ayo bersama-sama kita bangun nilai moral di negara kita ini. Jangan sampai kita menyepelekan tentang moral.
Ajarkan anak untuk sopan santun, toleransi, saling menghormati, menghargai, menyayangi, dan peduli.
Nama: Annisatul Alfaidah
NPM: 2213053078

Dari video yang sudah saya tonton, menurut saya antara the trolley problem yang di jelaskan dan nilai moral yang di contohkan ada perbedaannya.

The trolly problem adalah suatu kondisi dimana saat kita tidak punya pilihan lain antara X dan Y, maka, mau tidak mau kita akan mengorbankan yang sedikit. Dan mengutamakan kepentingan Mayoritas.

Masalahnya dalam hidup selalu ada jalan yang baik. Kalau bisa ada opsi yang tidak menyakiti orang lain.
Mengapa tidak? Bahkan ada yang bisa jadi mengorbankan dirinya sendiri.
Mengapa kita bisa memulai perang, deskriminasi dan genosida? Padahal itu bisa tidak lakukan. Dan Ketika orang memilih untuk melakukan itu semua artinya pada saat itu bukan moral yang berperan tetapi keegoisan.

Moral terlalu sempit untuk diukur dari teori ini. Karena teori ini sangat sederhana untuk mendalami nilai moral manusia yang luas.
Dan kembali lagi, 'Hidup itu Pilihan'
Dan dalam menentukan pilihan banyak aspek yang harus dipertimbangkan bukan hanya moral saja
Nama: Annisatul Alfaidah
NPM: 2213053078

Identitas Jurnal
Nama jurnal: jurnal Pendidikan Sosiologi Dan Humaniora
Judul Jurnal: MEMBINA NILAI MORAL SOSIAL BUDAYA INDONESIA
DI KALANGAN REMAJA
Nama penulis: H. Wanto Rivaie
Tahun terbit: April 2010
Vol: 1
No: 1
Kata Kunci: Nilai Moral, Sosial Budaya,Indonesia.
Halaman: 89-105

Dalam artikel ini penulis membahas mengenai peran orang tua yang sangat membantu dalam penerapan nilai dan moral dalam kehidupan. Pembentukan nilai dan moral sosial budaya Indonesia dikalangan anak-anak dan remaja merupakan tanggung jawab orang tua masyarakat dan pemerintah. Tetapi kenyataannya ketiga nya belum berperan optimal dalam penerapan nilai dan moral karena masih banyak terjadi penyimpangan oleh generasi muda. Nilai-nilai hubungan antar manusia warga bangsa perlu dibangun
berdasarkan saling menghargai, saling
percaya untuk menciptakan
kehidupan yang sejahtera.
Pendidikan Generasi Muda Yang
Memiliki Jati Diri Indonesia Yang
Berkadar Modern. Harus dibina melalui pendidikan berbeda
dari zaman ke zaman. Diperlukan Pendidik Dalam Arti
Seluas-luasnya (Orang Tua, Guru,
Dosen, Tokoh Masayarakat
Formal/Non Formal).

Dalam artikel ini dijelaskan bahwa pendidikan berperan penting dalam pembentukan nilai dan karakter seseorang. Seorang pendidik harus bisa mencari strategi untuk bisa mendidik generasi muda.
Dalam artikel dijelaskan juga ada faktor faktor personal yang mempengaruhi tindakan manusia.
Secara garis besar ada dua aspek
1. Aspek biologis
2. Aspek Sosiopsikologis.

Artikel ini sangat memberi tahu secara nyata bahwa permasalahan nilai dan moral harus diperhatikan dan dicari solusinya. Mulai dari peran orang tua hingga pemerintah. Semua harus saling bekerja sama. Karena jika tidak ditangani secara serius maka secara terus menerus generasi muda tidak tahu akan pentingnya nilai dan moral.

Dalam artikel ini penulis sangat menekankan bahwa faktor personal sangatlah penting bagi pembentukan karakter dalam diri.
Pembentukan karakter ini juga berkaitan dengan teori behavioristik
Teori Behaviorisme adalah
teori belajar yang lebih menekankan
pada tingkah laku manusia. Memandang individu sebagai mahluk
reaktif yang memberi respon terhadap
lingkungan. Pengalaman dan pemeliharaan akan membentuk
perilaku mereka. Dalam Teori
Behaviorisme, ingin menganalisa hanya perilaku yang nampak saja,
yang dapat diukur, dilukiskan, dan
diramalkan.
Jadi dalam artikel juga menjelaskan bahwa pendidikan berperan sangat penting bagi penerapan nilai dan moral.