I Luh Gede Neliawati_2213033013
Kiriman dibuat oleh I Luh Gede Neliawati
Folklore adalah warisan budaya yang disampaikan melalui tradisi lisan, cerita rakyat, lagu, tarian, ritual, serta bentuk-bentuk seni lainnya yang berkembang di kalangan masyarakat. Folklore mencakup cerita rakyat, mitos, legenda, nyanyian rakyat, permainan tradisional, dan berbagai ekspresi budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Ciri-ciri folklore lisan
1. Lisan atau tertulis,folklore sering kali disampaikan secara lisan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Namun, beberapa bentuk folklore juga dapat dicatat dalam bentuk tertulis.
2. Turun-temurun. folklore lisan merupakan suatu budaya yang diturunkan dari suau generasi ke generasi selanjutnya oleh sebab itu folklore ini bersifat turun-temurun.
3. Bersifat anoym yaitu, tidak diketahui secara pasti siapa yang menciptakan folklore lisan tersebut kerena bersifat turun-temurun.
4. Berfungsi sebagai pembelajaran dan hibur,selain menyampaikan nilai-nilai dan norma-norma budaya, folklore juga berfungsi sebagai sarana pendidikan dan hiburan.
Jenis-jenis Folklore lisan
1. Cerita rakyat
2. Pribahasa dan teka-teki
3. Lagu daerah
4. Puisi dan pantun
5. Mitos dan lainya
Ciri-ciri folklore lisan
1. Lisan atau tertulis,folklore sering kali disampaikan secara lisan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Namun, beberapa bentuk folklore juga dapat dicatat dalam bentuk tertulis.
2. Turun-temurun. folklore lisan merupakan suatu budaya yang diturunkan dari suau generasi ke generasi selanjutnya oleh sebab itu folklore ini bersifat turun-temurun.
3. Bersifat anoym yaitu, tidak diketahui secara pasti siapa yang menciptakan folklore lisan tersebut kerena bersifat turun-temurun.
4. Berfungsi sebagai pembelajaran dan hibur,selain menyampaikan nilai-nilai dan norma-norma budaya, folklore juga berfungsi sebagai sarana pendidikan dan hiburan.
Jenis-jenis Folklore lisan
1. Cerita rakyat
2. Pribahasa dan teka-teki
3. Lagu daerah
4. Puisi dan pantun
5. Mitos dan lainya
Teknik wawancara:
1. Tentukan tujuan wawancara, memahami apa tuuan untuk melakukan wawancara tersebut.
2. Tentukan tema, mentukan tema agar lebih memahami narasumber yang bisa diwawancarai tentang tema yang anda pilih.
3. Membuat pertanyaan-pertanyaan yang masih secara umum tentang tema yang anda pilih lalu kepertanyaan yang lebih spesifik.
4. Pada saat wawancara estimasi berapa lama wawancara diharapkan berlangsung. Pastikan pertanyaan yang paling penting mendapatkan perhatian yang cukup.
5. Buat catatan tentang cara-cara khusus atau pendekatan tertentu yang ingin Anda coba selama wawancara.
6. Setelah wawancara, ulas draf wawancara anda. Tinjau pertanyaan dan jawaban untuk memastikan bahwa anda telah mendapatkan informasi yang diinginkan. Gunakan pengalaman ini untuk meningkatkan wawancara berikutnya. Dengan merencanakan wawancara dengan baik, anda dapat meningkatkan kemungkinan mendapatkan informasi yang berharga dan membangun hubungan yang baik dengan narasumber.
1. Tentukan tujuan wawancara, memahami apa tuuan untuk melakukan wawancara tersebut.
2. Tentukan tema, mentukan tema agar lebih memahami narasumber yang bisa diwawancarai tentang tema yang anda pilih.
3. Membuat pertanyaan-pertanyaan yang masih secara umum tentang tema yang anda pilih lalu kepertanyaan yang lebih spesifik.
4. Pada saat wawancara estimasi berapa lama wawancara diharapkan berlangsung. Pastikan pertanyaan yang paling penting mendapatkan perhatian yang cukup.
5. Buat catatan tentang cara-cara khusus atau pendekatan tertentu yang ingin Anda coba selama wawancara.
6. Setelah wawancara, ulas draf wawancara anda. Tinjau pertanyaan dan jawaban untuk memastikan bahwa anda telah mendapatkan informasi yang diinginkan. Gunakan pengalaman ini untuk meningkatkan wawancara berikutnya. Dengan merencanakan wawancara dengan baik, anda dapat meningkatkan kemungkinan mendapatkan informasi yang berharga dan membangun hubungan yang baik dengan narasumber.
Teknik wawancara adalah suatu metode yang digunakan untuk mendapatkan informasi dari seseorang melalui pertanyaan-pertanyaan. Berikut ini salah satu hal penting terkait wawancara:
1. Mempelajari atau memahami tentang latar belakang narasumber yang akan diwawancarai.
2. Mempersiapkan pertanyaan yang sesuai dengan tema yang telah dipilih.
3. Pada saat wawancara harus fokus serta mencatat atau merekam sesi wawancara.
4. Saaat wawancara hindari memotong pembicaraan narsumber ketika menjelaskan sesuatu.
5. Perhatikan ekspresi wajah, gerakan tubuh, dan bahasa tubuh narasumber serta pastikan bahwa bahasa tubuh untuk mendukung suasana wawancara yang terbuka dan ramah.
6. Menutup wawancara dengan baik: Pastikan untuk menutup wawancara dengan terima kasih dan memberikan informasi lebih lanjut jika diperlukan.
1. Mempelajari atau memahami tentang latar belakang narasumber yang akan diwawancarai.
2. Mempersiapkan pertanyaan yang sesuai dengan tema yang telah dipilih.
3. Pada saat wawancara harus fokus serta mencatat atau merekam sesi wawancara.
4. Saaat wawancara hindari memotong pembicaraan narsumber ketika menjelaskan sesuatu.
5. Perhatikan ekspresi wajah, gerakan tubuh, dan bahasa tubuh narasumber serta pastikan bahwa bahasa tubuh untuk mendukung suasana wawancara yang terbuka dan ramah.
6. Menutup wawancara dengan baik: Pastikan untuk menutup wawancara dengan terima kasih dan memberikan informasi lebih lanjut jika diperlukan.
Ada tiga jenis dalam wawancara yaitu
1. Wawancara terstruktur,merupakan jenis wawancara yang sudah terstruktur dalam hal pertannyan atapun list angenda yang akan dilaksanakan ketika wawancara.
2. Wawancara tidak terstruktur, merupakan jenis wawancara yang pada saat mewawancarai narasumber itu tidak ada list pertanyaan yang sudah dipersiapkan pada saat wawancara, teknik ini bisanya akan mengallir dengan sendirinya atau secara alamiah.
3. Wawancara semi terstruktur, teknik wawancara ini merupakan teknik yang pada ssat wawancara pertanyaan untuk narasumber itu sudah dilist akan tetapi ada juga pertanyaan yang tidak ada di dalam list itu. Oleh sebab itu wawancara ini disebut dengan wawancara semi terstruktur .
Teknik-teknik yang dapat dilakukan ketika wawancara supaya lebih baik:
1. Gunakan Bahasa yang sopan ketika wawancara.
2. Tidak memaksa narasumber jika beliau tidak ingin menjawab pertanyaan yang diberikan.
3. Memperhatikan bahsa tubuh supaya wawancara berlangsung dengan lancar
4. Mencatat atau merekam untuk mempermudah dalam pembuatan transkip wawancara.
5. Jangan lupa mengucapkan terimakasih dan juga kata maaf ketika wawancara
1. Wawancara terstruktur,merupakan jenis wawancara yang sudah terstruktur dalam hal pertannyan atapun list angenda yang akan dilaksanakan ketika wawancara.
2. Wawancara tidak terstruktur, merupakan jenis wawancara yang pada saat mewawancarai narasumber itu tidak ada list pertanyaan yang sudah dipersiapkan pada saat wawancara, teknik ini bisanya akan mengallir dengan sendirinya atau secara alamiah.
3. Wawancara semi terstruktur, teknik wawancara ini merupakan teknik yang pada ssat wawancara pertanyaan untuk narasumber itu sudah dilist akan tetapi ada juga pertanyaan yang tidak ada di dalam list itu. Oleh sebab itu wawancara ini disebut dengan wawancara semi terstruktur .
Teknik-teknik yang dapat dilakukan ketika wawancara supaya lebih baik:
1. Gunakan Bahasa yang sopan ketika wawancara.
2. Tidak memaksa narasumber jika beliau tidak ingin menjawab pertanyaan yang diberikan.
3. Memperhatikan bahsa tubuh supaya wawancara berlangsung dengan lancar
4. Mencatat atau merekam untuk mempermudah dalam pembuatan transkip wawancara.
5. Jangan lupa mengucapkan terimakasih dan juga kata maaf ketika wawancara