Posts made by Wulan Agustina

3J 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 1

by Wulan Agustina -
Nama : Wulan Agustina
Npm : 2213053011

Video tersebut mengisahkan Martencis Veronica Siregar, seorang volunteer/pengajar di desa Tanjung Matol, Kalimantan. Anak-anak di desa tersebut kurang berminat melanjutkan sekolah setelah SD, banyak yang menikah usia dini. Kurangnya perhatian orang tua pada pendidikan anak menjadi masalah. Meskipun kelasnya hanya diisi sedikit anak, pengajar berusaha menciptakan suasana belajar kondusif, bahkan dengan belajar sambil bermain di luar kelas.

Terkait kurangnya pendidikan pra-sekolah di desa tersebut, pengajar berusaha mengelola kelas dengan baik. Kepala sekolah memberikan reward berupa perjalanan keluar desa untuk meningkatkan motivasi murid. Video juga menunjukkan kondisi terpencil desa, dimana warga harus mencari makan di hutan.

Pesan dari cerita ini adalah pentingnya usaha untuk mendorong pendidikan di desa terpencil, bersyukur atas kesempatan bersekolah, dan harapan agar pemerintah memberikan bantuan pendidikan kepada desa seperti Tanjung Matol. Pendidikan dianggap penting untuk mencapai tujuan hidup.
Nama : Wulan Agustina
Npm : 2213053011

Pengamatan yang penulis buat ini bertujuan untuk melakukan penegakan hukum terhadap pelanggaran etika yang terjadi di masyarakat Kampung Cijambe Girang Sukaresmi, Kabupaten Sukabumi dan melakukan upaya hukum yang dapat dilakukan dalam membentuk moral bangsa.
Alasan yang melatar belakangin pengamatan ini dikarenakan banyaknya pelanggaran etika yang terjadi di dalam masyarakat sehingga membuat moral bangsa menjadi rendah.
Untuk menumbuhkan moral dan mencegah pelanggaran etika di dalam masyarakat diperlukanlah penegak dan upaya hukum.
Penegakan hukum ini bisa dimulai dari dibuatnya undang-undang yang mengatur tentang etika masyarakat, sedangkan upaya hukum didirikan dengan adanya kerjasama antara masyarakat dan pemerintah untuk menerapkan moral kepada setiap individu.
Kata kunci : moral, etika, dan hukum.
Dalam hal ini pancasila sebagai moral dari bangsa Indonesia yang menjadi dasar perilaku dan acuan bangsa dan negara dalam mengambil sikap dan kebijakan.

Moral bangsa saat ini tidak lagi sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia yang berlandaskan Pancasila.
Indonesia terkenal dengan pluralisme yang dapat mempengaruhi etika dalam suatu masyarakat yang dikenal dengan aturan adat istiadat.
Terbentuknya moral bangsa yang baik sangat memerlukan etika dalam kehidupan masyarakat yang sering dikenal dengan norma atau kaidah, yaitu suatu nilai yang mengatur dan memberikan pedoman atau patokan tertentu bagi setiap orang atau masyarakat untuk bersikap tindak, dan berperilaku sesuai dengan aturan-aturan yang telah disepakati bersama.
Dalam kehidupan, etika ataupun moral memiliki peran yang sangat penting yaitu untuk mempermudah manusia dalam berinteraksi dengan baik.
Namun dalam penerapannya masih ada yang melakukan pelanggran etika maupun moral hal ini akan menggelisahkan masyarakat dan menimbulkan kerugian baik pada dirinya sendiri maupun orang lain.
Etika baik masyarakat sedikit demi sedikit hilang dan berubah berganti dengan etika yang kurang baik dan tidak sesui dengan nilai, norma, kaidah yang terdapat di dalam rumpun masyarakat itu sendiri.
Sehingga menghasilkan etika kebiasan yang sesui dan moral yang mengajarkan nilai-nilai kebiakan dan keharmonisan dalam masyarakat.

Sehingga dapat dikatakn seiring berjalannya zaman ini semakin banyak pula moral generasi penerus bangsa mulai luntur.dikalangan masyarakat sekarang perkembangan moral, etika maupun akhlak menjadi terkikis karena pengaruh perkembangan dan kemajuan teknologi yang tidak digunakan sebagaimana mestinya.
Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis tertarik untuk meneliti hal tersebut dengan judul "Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakt di Kampung Cijambe Girang, Sukaresmi Kabupaten Sukabumi" B. METODE PENELITIAN Sifat Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian yang bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif yaitu untuk menerjemahkan data yang berkaitan dengan keadaan sosial, koneksi antar variabel yang terjadi, serta mengetahui munculnya fakta baru dan akibatnya kepada lingkungan dsb.

Sumber Data Data primer adalah data yang diperoleh dari hasil penelitian di lapangan secara langsung dari pihak-pihak yang bersangkutan dengan masalah yang akan di teliti dalam hal ini masyarakat Kampung Cijambe Girang.Etika yang menyelidiki tentang kesusilaan masyarakat sama halnya dengan moral.
Nama : Wulan Agustina
Npm : 2213053011

Secara klasik, ada dua jenis konflik kepentingan yaitu antara kepentingan umum keseluruhan masyarakat dan kepentingan khusus bagi setiap individu.
Ketika kepentingan umum tidak menyerap keberagaman tuntutan individual dan ketika kepentingan individual mengganggu kepentingan umum, maka pasti terjadi konflik.
Misalnya, pembebasan tanah warga untuk pelebaran jalan akan mengakibatkan konflik antara kepentingan individual dan masyarakat keseluruhan, jika hak warga atas tanah itu dirampas begitu saja.

Kini, tradisi konflik antara kepentingan individu dan masya rakat melemah dan bahkan cenderung tidak muncul ke permukaan.
Sedangkan yang muncul adalah konflik antar individu atau grup untuk mendapatkan kekuasaan dalam pemerintahan.
Kalau tradisi konflik kepentingan individu dan masyarakat justru "menggairahkan" kehidupan bermasyarakat, maka gairah itu kini berubah menjadi sebuah kesibukan yang menghabiskan energi untuk memerangi para koruptor.
Padahal, jika para penguasa memiliki komitmen moral dan etika yang kuat, maka mengelola tradisi konflik kepentingan, justru memberi keuntungan bagi seluruh individu dan masyarakat dan otomatis bagi para pemimpin.
Karena di dalam diri individu terdapat potensi sosial dan di dalam masyarakat terdapat potensi individual.
Jadi, paradigma konflik sosial antara dua kepentingan menjadi lebih rumit.
Potensi individual yang terkandung di dalam individualisme berubah menjadi negatif berupa keserakahan.
Terlebih moral negatif keserakahan itu menjadi watak para pemimpin dan pejabat pemerintahan.
Maka konflik antara kepentingan individual (individualisme) dan kepentingan ko lektif (kolektivisme) justru menjadi potensi bagi eksistensi masyarakat.

Oleh sebab itu, kunci persoalannya terletak pada sejauh mana kesadaran moral dan etika menjadi watak perilaku setiap individu.
Jika kesadaran moral terbingkai dalam sistem norma-norma perilaku sosial (etika), maka kedua kepentingan akan terselenggara secara berkeadilan.
Misalnya analisis obyek tentang kepentingan individual, menghasilkan ragam jenis, dan bentuk.
Arti Moral dan Etika Dalam Webster's New Collegiate Dictionary dijelaskan bahwa moral berakar dari b ahasa Latin "mos" atau "mores", berarti costum,. Sedangkan mengenai etika, ditandaskan b ahwa "etika bukan sumber tambahan moralitas melainkan merupakan filsafat yang merefleksikan ajaran -ajaran moral".

Sedangkan moral adalah hal -hal yang mendorong orang untuk melakukan tindakan -tindakan yang baik sebagai kewajiban untuk norma".
Dari bentuk hubungan antara moral dan etika dapat dirumuskan bahwa moral lebih bersifat abstrak universal, sedangkan etika lebih bersifat konkret khusus (obyektif).
Nama :Wulan Agustina
Npm :2213053011

Artikel ini memberikan pandangan yang mendalam tentang bagaimana pendidikan moral berperan dalam membentuk perilaku anak-anak dan mendorong pembaca untuk merenungkan peran orang tua dan lingkungan keluarga dalam mendidik anak-anak dengan nilai-nilai moral yang baik. Artikel ini juga menawarkan pandangan tentang nilai agama dalam pendidikan moral. Keseluruhan, tulisan ini memberikan wawasan yang berharga tentang pentingnya pendidikan moral dalam masyarakat dan memberikan saran yang konstruktif kepada para pembaca yang tertarik untuk meningkatkan pendidikan moral dalam lingkungan keluarga.
Nama : Wulan Agustina
Npm : 2213053011

sebuah video yang mencerminkan perilaku buruk peserta didik. Beberapa perilaku negatif yang terlihat dalam video tersebut, seperti melemparkan kertas ke guru yang sedang menjelaskan, merokok, dan meminum minuman keras. Dari situ, saya mengambil kesimpulan bahwa saat ini banyak anak muda menghadapi krisis etika dan moral terhadap lingkungan sekitar mereka.

pentingnya peran pendidik dalam mengajarkan nilai-nilai kecil yang bisa membantu menghargai satu sama lain, terutama yang lebih tua. Saya berharap bahwa dengan pendidikan seperti itu, perilaku buruk seperti yang terlihat dalam video tersebut tidak akan lagi terjadi.