Posts made by Andika Purbaya 2213053169

Nama : Andika Purbaya
Kelas : 2 G
Npm : 2213053169


Setelah saya membaca jurnal tersebut saya menyimpulkan bahwasanya salah satu sistem terciptanya proses dan hasil pembelajaran yang berkualitas di dalam kelas yaitu adalah desain pembelajaran. Desain pembelajaran sangat berpengaruh terhadap keberhasilan seorang guru dalam berinteraksi dengan siswanya saat melakukan pembelajaran. Dalam merancang sebuah pembelajaran tematik yang mengintegrasikan seluruh mata pelajaran harus berawal dari analisis kompetensi dasar indikator dan materi pelajaran semua mata pelajaran yang akan dipadukan dalam suatu tema. Upaya yang dilakukan rangka menentukan materi dari salah satu mata pelajaran yang akan dijadikan core centrenya untuk memadukan materi-materi mata pelajaran yang lain. Penentuan materi inti core content dari salah satu materi pelajaran yang tepat untuk menjadi alat pengikat termasuk pelajaran berdasarkan homogenitas materi di dalamnya. Berdasarkan penelitian, guru menggunakan core content Yang sudah dipilih ada satu mapel untuk jadikan core center pada seluruh mapel, Memberikan hasil bahwa desain pembelajaran berbasis chord content terbukti lebih memudahkan guru dalam melihat titik temu dari sejumlah mata pelajaran, keterhubungan konten antar mata pelajaran dan rangkaian keterhubungan antar indikator semua mata pelajaran dalam satu RPP. Desain ini dapat efektif yaitu menciptakan pembelajaran yang diwarnai aktivitas hubungan antara guru-siswa, siswa-siswa, siswa-guru, siswa-guru-materi, sehingga tercipta keterpaduan pengalaman belajar siswa.
Nama : Andika Purbaya
Npm : 2213053169
Kelas : 2G

Analisis video

Setelah saya menyimak video tersebut saya menganalisis bahwa, identitas nasional merupakan salah satu yang mendasari suatu negara yang menjadi kepribadian atau jati diri suatu negara atau bangsa yang membedakan bangsa satu dengan yang lainnya. Identitas nasional menjadi penting demi terjaganya keutuhan bangsa karena tak akan mungkin mampu menjaga suatu tanpa mengetahui tentang sesuatu tersebut.

A. 4 Unsur Identitas Nasional

1. Suku bangsa
Suku bangsa ialah golongan sosial yang khusus bersifat arsip ada sejak lahir yang sama coraknya dengan golongan umur dan jenis kelamin. Di Indonesia terdapat banyak sekali suku bangsa atau kelompok etnik dengan bidang kurang dari 300, yang lain saat ini diperkirakan mencapai 210 juta. Dari jumlah tersebut diperkirakan separuhnya berada di pulau jawa, sisanya yang mendiami kepulauan di luar Jawa seperti Suku Makassar Bugis 3,86% Batak 2,4% Bali 1,88% Lombok 1,66% Aceh 1,4% dan suku-suku lainnya.

2. Agama
Bangsa Indonesia dikenal dengan bangsa yang memiliki beberapa agama, agama-agama yang tumbuh dan berkembang di Nusantara adalah Islam Kristen Katolik Hindu Budha dan Konghucu.

3. kebudayaan kebudayaan adalah pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang isinya adalah perangkat-perangkat atau model-model pengetahuan yang secara kolektif digunakan sebelumnya Untuk menafsirkan dan memahami lingkungan yang dihadapi dan digunakan sebagai redupkan atau sebagai pedoman untuk bertindak sesuai dengan lingkungan yang dihadapi.

4. Bahasa
Bahasa merupakan unsur pendukung identitas nasional yang lain. Bahasa dipandang sebagai sistem perlambang yang secara arsitektur, dibentuk atas unsur-unsur bunyi maupun ucapan manusia dan juga digunakan sebagai sarana berinteraksi antar manusia baik secara lisan tulisan ataupun grafik.

Identitas nasional Indonesia tercantum dalam konstitusi Indonesia yaitu undang-undang Dasar 1945 dalam pasal 35 dan 36c. Identitas nasional yang menunjukkan jati diri Indonesia diantaranya adalah sebagai berikut.
1. bahasa nasional atau bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia;
2. bendera negara yaitu bendera merah putih;
3. lagu kebangsaan yaitu Indonesia Raya;
4. lambang negara yaitu Pancasila;
5. semboyan negara yaitu Bhinneka Tunggal .
Nama : Andika Purbaya
Kelas: 2G
Npm : 2213053169

ANALISIS JURNAL :

KEARIFAN BUDAYA LOKAL PEREKAT IDENTITAS BANGSA

Setelah membaca jurnal tersebut saya memberikan analisis yang pertama tentang pengertian Identitas bangsa. Identitas bangsa adalah suatu identitas atau rasa yang dimiliki seseorang terhadap suatu negara atau bangsa yang menjadi satu kesatuan yang utuh. Identitas masa dan ruang mempunyai makna penting dalam permasalahan kebudayaan. Bagi sebuah negara modern seperti Indonesia, bukan hanya berwujud sebuah unit geopolitik semata, namun dalam kenyataannya senantiasa mengandung
keragaman kelompok sosial dan sistem budaya yang tercermin pada keanekaragaman kebudayaan suku bangsa. Melalui perjalanan
sejarah, berbagai proses kehidupan manusia
telah melahirkan ciri keanekaragaman bentuk
budaya.Sejauh ini masih terjadi perbedaan
pemahaman dalam mengartikan konsep suku
bangsa, sehingga berapakah tepatnya jumlah
suku bangsa di Indonesia. Ada yang mengatakan bahwa di Indonesia terdapat sekitar 300 suku bangsa (Hildred Geerts, 1981; Poerwanto, 2003), bahkan ada yang menyebutkan jauh lebih banyak dari jumlah tersebut. Melalatoa (1997) mencatat tidak kurang dari 520 suku bangsa di Indonesia
dengan berbagai kebudayaannya. Identitas seseorang ditentukan oleh keanggotaannya di dalam berbagai kesatuan sosial. Seseorang adalah berasal dari suku Bugis dengan kebudayaan Bugisnya, sehingga dapat dikatakan ia mempunyai identitas Bugis, dan demikian seterusnya terhadap suku Dani, Amukme, Tugutil, Jawa, Bali, Manggarai dan lain-lain.Nasikun (2001:4) dengan menyitir pandangan beberapa ahli ilmu kemasyarakatan bangsa asing yang menganggap semboyan “ Bhineka Tunggal
Ika” sesungguhnya masih lebih merupakan
suatu cita-cita yang masih harus diperjuangkan oleh segenap bangsa Indonesia daripada sebagai kenyataan yang benar-benar hidup di dalam masyarakat.


Secara konsepsual kearifan lokal merupakan bagian dari kebudayaan. Haryati Subadio (1986:18-19) mengatakan kearifan lokal (local genius) secara keseluruhan meliputi, bahkan mungkin dapat dianggap sama dengan cultural identity yang dapat diartikan dengan identitas atau keperibadian budaya suatu bangsa. Sementara itu konsep kearifan lokal (local genius) yang dikemukakan oleh Quaritch Wales (dalam Astra,2004:112) adalah “....the sum of
cultural characteristic which the vast majority of people have in common as a result of their experiences in early life” (keseluruhan ciri-ciri kebudayaan yang dimiliki oleh suatu masyarakat/bangsa sebagai hasil pengalaman mereka di masa lampau). Dalam pandangan
Mundardjito (1986:41) bahwa kearifan lokal terbina secara kumulatif, terbentuk secara evolusioner, bersifat tidak abadi, dapat menyusut, dan tidak selamanya tampak jelas secara lahiriah. Sementara Poespowardojo (dalam Astra, 2004:114) secara tegas menyebutkan bahwa sifat-sifat hakiki kearifan lokal adalah: 1)
mampu bertahan terhadap budaya luar; 2)
memiliki kemampuan mengakomodasi unsur unsur budaya luar; 3) mempunyai kemampuan mengintegrasi unsur-unsur budaya luar ke dalam kebudayaan asli; 4) mampu mengendalikan; dan 5) mampu memberikan arah pada perkembangan budaya. Atas dasar itu kearifan lokal dapat dimaknai sebagai kebijakan manusia dan komunitas dengan bersandar pada filosofi,
nilai-nilai, etika, cara-cara, dan perilaku yang
melembaga secara tradisional mengelola
berbagai sumber daya alam, sumber daya
hayati, sumber daya manusia, dan sumber
daya budaya untuk kelestarian sumber kaya tersebut bagi kelangsungan hidup berkelanjutan.

Struktur masyarakat Indonesia yang
multi dimensional merupakan suatu kendala
bagi terwujudnya konsep integrasi secara
hoorizontal. Hal ini dapat dilihat dari
beberapa karakteristik yang dapat dikenali
sebagai sifat dasar dari suatu masyarakat
majemuk sebagaimana yang telah
dikemukakan oleh van den Berghe yakni: (1)
terjadinya segmentasi ke dalam bentuk
kelompok yang sering kali memiliki
kebudayaan atau lebih tepat sub kebudayaan,
yang berbeda satu sama lainnya; (2) memiliki
struktur sosial yang terbagi-bagi ke dalam
lembaga-lembaga yang bersifat non
komplementer; (3) kurang mengembangkan
konsesus di antara para anggota masyarakat
tentang nilai-nilai sosial yang bersifat dasar;
(4) secara relatif seringkali terjadi konflik di
antara kelompok yang satu dengan kelompok
yang lainnya; (5) secara relatif integrasi sosial tumbuh di atas paksaan (coercion) dan saling
ketergantungan di dalam bidang ekonomi;
serta (6) adanya dimensi politik oleh suatu
kelompok di atas kelompok-kelompok yang
lain. Berdasarkan uraian yang telah
dikemukakan tampaknya bangsa Indonesia
memang ditakdirkan sebagai bangsa yang
multikultur, atas dasar itulah semua komponen bangsa ini berkewajiban memelihara dan mendidik masyarakat untuk mampu hidup bersama dalam keanekaragaman tanpa kehilangan identitas budaya masing-masing dan mampu memberi jaminan hidup budaya orang/etnis lain.