Kiriman dibuat oleh Issa Virnama 2213053043

Nama : Issa Virnama Della
Npm : 2213053043

Judul Pendidikan Moral Anak Sekolah
Pendidikan moral adalah pengajaran dan pembelajaran nilai-nilai moral yang bertujuan untuk membentuk karakter dan sikap positif pada diri anak-anak. Pendidikan moral anak sekolah penting untuk membantu mereka mengembangkan nilai-nilai etika, moralitas, dan kebajikan yang akan membantu mereka menjadi individu yang bertanggung jawab, moral, dan beretika.

Beberapa tujuan dari pendidikan moral anak sekolah antara lain:
1. Pembentukan karakter yang baik: Melalui pendidikan moral, anak-anak diajarkan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan memahami pentingnya perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
2. Mengembangkan empati: Pendidikan moral membantu anak-anak untuk memahami perasaan orang lain dan mendorong mereka untuk menghargai dan membantu orang lain.
3. Membentuk sikap positif: Anak-anak diajarkan untuk memiliki sikap positif seperti kejujuran, keadilan, ketulusan, dan kerjasama.
4. Mengembangkan kesadaran diri dan penilaian moral: Pendidikan moral membantu anak-anak untuk mengembangkan kesadaran diri tentang perilaku mereka sendiri dan dampaknya pada orang lain. Mereka juga diajarkan untuk melakukan penilaian moral terhadap perbuatan mereka sendiri dan perbuatan orang lain.
5. Membantu anak-anak membuat keputusan yang bijaksana: Pendidikan moral membantu anak-anak untuk belajar memikirkan konsekuensi dari tindakan mereka dan membuat keputusan yang bijaksana dalam kehidupan sehari-hari.
6. Mendorong tanggung jawab pribadi: Anak-anak diajarkan untuk bertanggung jawab atas tindakan mereka sendiri dan menghargai kebebasan dan hak orang lain.
7. Membantu anak-anak dalam menghadapi konflik moral: Pendidikan moral membantu anak-anak dalam menghadapi konflik moral dan mengembangkan keberanian untuk mengambil keputusan yang tepat.

Dalam memenuhi tujuan-tujuan tersebut, pendidikan moral anak sekolah biasanya disampaikan melalui berbagai metode, seperti cerita moral, diskusi, permainan peran, dan contoh-contoh dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan moral juga dibantu oleh peran guru dan orang tua dalam memberikan teladan yang baik serta memberikan pengarahan yang tepat kepada anak-anak.
Nama : Issa Virnama Della
Npm : 2213053043

Judul "Penting Pendidikan Moral Untuk Anak Sekolah Dasar"
Pengertian pendidikan Pendidikan moral adalah suatu proses yang digunakan untuk menanamkan baik dan buruk mengenal perbuatan untuk mencapai kedewasaan. Pendidikan moral sangat penting untuk anak-anak sekolah dasar karena mereka harus memiliki sikap atau perilaku yang baik di lingkungan sekolah maupun keluarga.
Penyebab menurunnya moral pada anak :
1. Perundungan di Sekolah
Perundungan kerap terjadi di lingkungan sekolah yang dilakukan oleh anak sekolah dasar baik perempuan maupun laki-laki. Perundungan yang dimaksud yaitu dengan menyakiti korban secara fisik maupun sosial.
2. Kekerasan Fisik dalam Keluarga
Hal lain yang menyebabkan perundungan oleh anak yaitu adanya kekerasan secara fisik yang dilakukan oleh saudara kandungnya dirumah kepada anak tersebut.
Peran orang tua dan guru
Orang tua merupakan tempat pertama terbentuknya moral anak. Kasih sayang yang diberikan orang tua terhadap anak, membangun sistem interaksi yang bermoral antara anak dengan orang lain. Hubungan dengan orang tua yang hangat, ramah, gembira dan menunjukkan sikap kasih sayang merupakan pupuk bagi perkembangan moral anak.
Peran guru dalam melaksanakan pembelajaran moral adalah sebagai model pembelajaran moral, aktor yang memainkan peran pendekatan pembelajaran moral dan model pembelajaran moral. Sedangkan peran guru dalam penilaian pembelajaran moral adalah sebagai perancang, pelaksana, dan penilai hasil pembelajaran moral.
Kesimpulan Dengan demikian upaya dalam mewujudkan nila-nilai moral melalu pendidikan moral harus diupayakan agar pendidikan moral betul-betul maksimal. Bukan hanya dari gunu, tetapi pendidikan moral sudah harus diajarkan sejak diri oleh orang tuanya. Terlebih anak biasanya mengikuti sikap atau perilaku orang tua yang kadang tidak bak untuk ditin Maka dari itu orangtua adalah peran utama yang harus mencontohkan skap dan perilaku bark agar anak memiliki skap yang bak di ingkungan sekolah maupun masyarakat
Nama : Issa Virnama Della
Npm : 2213053043

Judul "PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL DI LINGKUNGAN KELUARGA SEBAGAI UPAYA MENGATASI KENAKALAN REMAJA"
Agar anak-anak memiliki moral yang baik dan terhindar dari pelanggaran-pelanggaran moral, maka perlu adanya pembinaan nilai moral sejak dini kepada anak-anak dalam keluarga. Lingkungan keluarga merupakan tempat di mana anak-anak dibesarkan dan merupakan lingkungan yang pertama kali dijalanai oleh seorang anak di dalam mengarungi hidupnya, sehingga apa yang dilihat dan dirasakan oleh anak-anak dalam keluarga akan dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan jiwa seorang anak.

Agar anak-anak memiliki moral yang baik, langkah pertama yang harus ditanamkan kepada anak-anak adalah nilai-nilai keimanan supaya anak-anak memiliki keimanan yang kuat. Proses pembinaan nilai-nilai keimanan yang harus ditanamkan kepada anak-anak, dapat dimulai sejak anak lahir sampai ia dewasa. Ketika lahir diperkenalkan dengan kaliamah thoyyobah, kemudian setelah mereka tumbuh dan berkembang menjadi anak-anak, maka yang pertama harus ditanamkan ialah nilai-nilai agama yang berkaitan dengan keimanan, sehingga anak meyakini adanya Allah dan dapat mengenal Allah dengan seyakin-yakinnya (ma'rifatullah).

Bersamaan dengan itu, anak-anak juga dibimbing mengenai nilai-nilai moral itu sendiri. seperti cara bertutur kata yang baik, berpakaian yang baik, bergaul dengan baik, dan lain- lainnya. Kepada anak-anak juga ditanamkan sifat-sifat yang baik, seperti nilai-nilai kejujuran, keadilan, hidup serderhana, sabar dan lain-lainnya, Selain itu, agar anak-anak memiliki nilai-nilai moral yang baik, juga di dalam keluarga, khususnya antara ibu dan bapak harus menjaga harmonisasi hubungan antara keduanya dan harus menjadi suri tauladan bagi anak-anaknya.
Keluarga merupakan institusi pendidikan utama dan pertama bagi anak. Karena anak untuk pertama kalinya mengenal pendidikan di lingkungan keluarga, sebelum mengenal masyarakat yang lebih luas. Di samping itu keluarga dikatakan sebagai peletak pondasi untuk pendidikan selanjutnya. Pendidikan yang diterima anak dalam keluarga inilah yang akan digunakan oleh anak sebagai dasar untuk mengikuti pendidikan selanjutnya di sekolah (MI.Soelaeman, 1978:23).
Masalah moral adalah suatu masalah yang menjadi perhatian orang dimana saja, baik dalam masyarakat yang telah maju, maupun dalam masyarakat yang masih terbelakang. Kenakalan-kenakalan atau kerusakan-kerusakan moral yang disebutkan di atas adalah di antara macam-macam kelakuan anak-anak yang menggelisahkan orang tuanya sendiri dan juga ada yang menggelisahkan dirinya sendiri. Dengan demikian pengertian moral dapat dipahami dengan mengklasifikasikannya sebagai berikut:
1. Moral sebagai ajaran kesusilaan, berarti segala sesuatu yang2 berhubungan dengan tuntutan untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik dan meningalkan perbuatan jelek yang bertentangan dengan ketentuan yang berlaku dalam suatu masyarakat. 2. Moral sebagai aturan, berarti ketentuan yang digunakan oleh masyarakat untuk menilai perbuatan seseorang apakah termasuk baik atau sebaliknya buruk.
3. Moral sebagai gejala kejiwaan yang timbul dalam bentuk perbuatan, seperti berani, jujur, sabar, gairah dan sebagainya Sofyan Sauri, 2010: 34).

KESIMPULAN
Dari apa yang telah dipaparkan di atas, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:
Lingkungan keluarga sangat besar peranannya dalam pendidikan nilai moral keagamaan, karena di lingkungan keluargalah anak-anak pertama kali menerima pendidikan yang dapat mempengaruhi perkembangan anak selanjutnya. Ada beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya kemerosotan moral pada anak, di antaranya: (1) Kurang tertanamnya nilai-nilai keimanan pada anak-anak. (2) lingkungan masyarakat yang kurang baik, (3) Pendidikan moral tidak berjalan menurut semestinya, baik di keluarga, sekolah dan masyarakat. (4) Suasana rumah tangga yag kurang baik, (5) Banyak diperkenalkannya obat-obat terlarang dan alat- alat anti hamil. (6) Banyak tulisan-tulisan, gambar-gambar, saran-siaran yang tidak sejalan dengan nilai-nilai moral, (7) Kurang adanya bimbingan dalam mengisi waktu luang dengan cara yang baik yang membawa kepada pembinaan nilai moral, (8) Kurangnya markas-markas bimbingan da penyuluhan bagi anak-anak. Agar anak-anak memiliki moral yang baik dan terhindar dari pelanggaran- pelanggaran moral, maka perlu adanya pembinaan sejak dini kepada anak-anak dalam keluarga dan adanya kerjasama antara keluarga, sekolah dan masyarakat. Sebaik apa pun pendidikan moral dalam keluarga tanpa adanya dukungan dari sekolah dan masyarakat, sulit bagi anak-anak untuk memiliki moral yang baik. Begitu juga pendidikan moral di sekolah, tanpa adanya dukungan dari keluarga dan masyarakat sulit bagi anak untuk memiliki moral yang baik. Dengan demikian. ketiga jenis lembaga ini tidak bisa dipisahkan dan harus saling mendukung. Proses pembinaan nilai-nilai moral keagamaan yang harus ditanamkan kepada anak-anak, dapat dimulai sejak anak lahir sampai ia dewasa. Ketika lahir diperkenalkan dengan kaliamah thoyyobah, kemudian setelah mereka tumbuh dan berkembang menjadi anak-anak, maka yang pertama harus ditanamkan ialah nilai- nilai agama yang berkaitan dengan keimanan, sehingga anak meyakini adanya Allah dan dapat mengenal Allah dengan seyakin-yakinnya (ma'rifatullah. Bersamaan dengan itu, anak-anak juga dibimbing mengenai nilai-nilai moral. seperti cara bertutur kata yang baik, berpakaian yang baik, bergaul dengan baik, dan lain-lainnya. Kepada anak-anak juga ditanamkan sifat-sifat yang baik, seperti nilai- nilai kejujuran, keadilan, hidup serderhana, sabar dan lain-lainnya. Selain itu, agar anak-anak memiliki nilai-nilai moral yang baik, juga di dalam keluarga, khususnya antara ibu dan bapak harus menjaga harmonisasi hubungan antara keduanya dan harus menjadi suri tauladan bagi anak-anaknya.
Nama : Issa Virnama Della
Npm : 2213053043

Pendidikan moral di sekolah perlu dilaksanakan secara bersungguh-sungguh untuk membangun generasi bangsa yang berkualitas. Walaupun peran utama untuk mendidik moral anak adalah di tangan orang tua mereka, guru di sekolah juga berperan besar untuk mewujudkan moral peserta didik yang seharusnya. Keluarga, sekolah, dan masyarakat bersama-sama bertanggung jawab untuk mendidik anak-anak muda agar bermoral baik sekaligus pintar secara intelektual sehingga terwujud generasi muda yang unggul. Itulah tujuan utama pendidikan sebagaimana dinyatakan oleh Aristoteles. Pendidikan moral di sekolah harus dirancang komprehensif mencakup berbagai aspek, yaitu: pendidik, materi, metode, dan evaluasi sehingga hasilnya diharapkan akan optimal.
Sekolah merupakan lingkungan mikrosistem. Bronfenbrenner (1979: 22) mengatakan bahwa mikrosistem adalah sebuah pola dari aktivitas, peran dan relasi interpersonal yang dialami oleh seseorang yang sedang tumbuh berkembang di dalam setting tertentu dengan karakteristik fisik khusus, yaitu suatu lingkungan kehidupan yang di dalamnya seorang individu meng- habiskan sebagian besar waktunya. seperti keluarga, teman sebaya, sekolah dan lingkungan tetangga. mikrosistem ini, seorang Di dalam individu berinteraksi langsung dengan orang tua, guru-guru, teman sebaya dan yang lain.
Hasil pembahasan
1. Pendidikan moral di sekolah
2. Menteri pendidikan moral
3. Metode pendidikan moral
4. Evaluasi pendidikan moral

KESIMPULANDari uraian yang telah dikemukakan, dapat disimpulkan bahwa pendidikan moral di sekolah penting dilakukan oleh guru dan segenap komponen warga sekolah agar tercapai pendidikan moral yang komprehensif. Komponen-komponen pendidikan moral di sekolah yang lain yang tidak kalah penting adalah cakupan materi, variasi metode, dan evaluasi yang menyeluruh. Dengan memperhatikan komponen- komponen tersebut, sekolah dengan guru sebagai peran utama dapat merancang pendidikan moral secara lebih komprehensif sehingga hasilnya dapat dicapai secara optimal, yaitu berkembangnya nilai-nilai moral dalam diri peserta didik sehingga mereka menjadi generasi muda yang berkualitas.
Nama : Issa Virnama Della
Npm : 2213053043

PENDIDIKAN MORAL DI SEKOLAH DASAR

Pengertian Pendidikan Moral : Usaha yang dilakukan secara terencana untuk mengubah sikap, perilaku, Tindakan, kelakuan yang dilakukan peserta didik agar mampu berinteraksi dengan lingkungan masyarakatnya sesuai dengan nilai moral dan kebudayaan daerah setempat.

Tahap-tahap perkembangan Moral

1. Usia 6 - 12 bulan orang tua akan menggunakan disiplin untuk memandu, mengendalikan dan melindungi bayi.
2. Usia 12-18 bulan membuat komitmen dan patuh sesuai dengan keadaan merupakan awal tanda hati nurani perhatian terhadap objek yang cacat atau rusak mencerminkan cemasan diri dalam melakukan hal yang salah.
3. Usia 18-30 bulan anak mungkin menunjukkan perilaku menolong, rasa bersalah, malu, dan empati mendorong perkembangan moral akurasi terkait mainin dan ruang muncul.
4. Usia 30-36 bulan, si fisik berkurang lebih banyak verbal.
5. Usia 3-4 tahun akruIsme dan perilaku menolong yang lain menjadi lebih lazim motifnya untuk mendapat pujian dan menarik penolakan rasa bersalah dan kepedulian mengenai berbuat salah memuncak.
6. Usia 4-6 tahun penalaran moral makin fleksibel.
7. Usia 7-8 tahun penalaran moral makin fleksibel dan perilaku prososial meningkat agresi terutama jenis permusuhan berkurang.
8. Usia 9-11 tahun penalaran moral makin dipandu oleh rasa keadilan anak ingin menjadi baik untuk memelihara tatanan sosial, agresif beralih ke hubungan.
9. Usia 12-15 tahun moral mencerminkan peningkatan kesadaran akan keadilan dan pembuat aturan yang kooperatif.
10. Usia 16-20 tahun relativisme memainkan peran penting dalam penalaran moral.
11. Usia 20-40 (dewasa muda) penilaian moral bisa menjadi lebih rumit
12. dewasa tengah pada usia 40 sampai 65 tahun penilaian moral bisa membeli lebih rumit
13. dewasa tua pada usia 65 tahun penilaian moral bisa menjadi lebih rumit

Implikasi perkembangan sosial dan pribadi anak dalam KBM di sekolah dasar

Pada implikasi ini pentingnya perkembangan pribadi dan sosial dalam diri masing masing peserta didik.

Implikasi identitas gender dalam perkembangan moral anak sekolah dasar

Pentingnya ditanamkan sejak dini agar peserta didik dapat mengontrol perilaku sesuai dengan apa yang seharusnya dilakukan (gender).

Permasalahan serta solusi perkembangan Moral anak di Sekolah Dasar:

1. Hilangnya kejujuran,
2. Hilangnya rasa tanggung jawab,
3. rendahnya disiplin,
4. kurang bisa bekerjasama,
5. Mengambil hak orang lain