Kiriman dibuat oleh Issa Virnama 2213053043

Nama : Issa Virnama Della
Npm : 2213053043

Hasil analisis jurnal
Jurnal "Pendidikan Nilai dan Moral dalam Sistem Kurikulum Pendidikan di Aceh" membahas mengenai pentingnya pendidikan nilai dan moral dalam sistem kurikulum pendidikan di Aceh. Pendidikan nilai dan moral sangat penting untuk membentuk karakter siswa yang baik, termasuk dalam menghadapi tantangan sosial dan globalisasi yang semakin kompleks.

Pelaksanaan pendidikan di Sekolah di Aceh secara keseluruhan sudah Islami, dengan indikator sistem pengelolaan sekolah memiliki nilai transparansi, akuntabilitas, pendekatan keteladanan, pengembangan budaya berorientasi islami dan penerapan kurikulum islami sebagaimana diatur dalam qanun. Pendidikan nilai dan moral di satuan pendidikan di Aceh diselenggarakan selain sesuai dengan pendidikan nasional, juga mengacu pada penerapan melalui kurikulum islami yang berpedoman sesuai dengan qanun pendidikan di Aceh. Proses pembelajaran yang dilaksanakan di Aceh berbasis dan berorientasi kepada budaya islami yang berbasis syariat islam di Aceh.

Penulis juga menyoroti perlunya kerjasama antara institusi pendidikan, keluarga, dan masyarakat dalam mengembangkan nilai dan moral bagi siswa di Aceh. Dalam hal ini, keluarga dan masyarakat di Aceh dapat berperan sebagai pendidik utama yang membantu membentuk karakter siswa yang baik.

Dasar qanun tersebut adalah pelaksanaan pendidikan Islam di sekolah di Provinsi Aceh, dapat terlaksana secara ideal. Penyelenggaraan pendidikan Islam berpedoman pada ketentuan Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2015 perubahan atas Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan, dan Pasal 1 ayat 21 adalah pendidikan yang didasarkan atau dijiwai dengan ajaran Islam, memberikan pengertian dasar pengertian pendidikan Islam dan pendidikan Islam, peneliti mengacu pada penjelasan ahli, sebagai berikut, Muhammad Fadhil al-Jamal dalam (Sulaiman, 2017) Pendidikan Islam memiliki upaya untuk melaksanakan, mendorong dan mengajak siswa untuk hidup yang lebih dinamis dengan berlandasan nilai-nilai dan Mulia. Pendidikan Islam merupakan proses mempersiapkan generasi muda dalam mengisi peran, nilai islami dan pengetahuan yang berhubungan dengan fungsi sebagai manusia dalam melakukan amalan di dunia dan menghasilkan pahala di akhirat suatu saat (Jandra, 2018). Pendidikan Islam berorientasi pada dua sasaran yang terintegrasi yaitu dunia dan akhirat (Mappasiara, 2018).

Secara keseluruhan, jurnal "Pendidikan Nilai dan Moral dalam Sistem Kurikulum Pendidikan di Aceh" menyajikan sebuah pandangan tentang pentingnya pendidikan nilai dan moral dalam menghadapi tantangan sosial dan globalisasi. Jurnal ini dapat menjadi acuan bagi para pengambil kebijakan pendidikan di Aceh maupun di tempat-tempat lain untuk meningkatkan pendidikan nilai dan moral dalam kurikulum pendidikan.
Nama : Issa Virnama Della
Npm : 2213053043

Pengamalan Sila Pancasila dalam kehidupan merujuk pada pentingnya mengimplementasikan nilai-nilai yang tercantum dalam prinsip dasar negara Indonesia, yaitu Pancasila, dalam setiap aspek kehidupan sehari-hari. Hal ini sangat penting untuk membentuk karakter bangsa yang berlandaskan moral dan etika yang baik, serta membentuk budaya sosial yang harmonis dan menghormati hak asasi manusia.

- Sila Pancasila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, menekankan pentingnya kepercayaan dan ketaatan terhadap Tuhan sebagai sumber pengetahuan dan nilai yang benar. Dalam kehidupan sehari-hari, pengamalan sila ini dapat dilakukan dengan menjalankan ibadah secara konsisten dan menghargai kebhinekaan dalam beragama.

- Sila kedua, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, menekankan bahwa setiap manusia harus diperlakukan dengan adil dan manusiawi. Pengamalan sila ini dapat dilakukan dengan menghormati hak asasi manusia, menolak diskriminasi, dan berperilaku santun dalam hubungan antarmanusia.

- Sila ketiga, Persatuan Indonesia, menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Pengamalan sila ini dapat dilakukan dengan menghormati kebhinekaan, menolak radikalisme dan ekstremisme, serta memupuk rasa toleransi antar-etnis dan agama.

- Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, menekankan pentingnya partisipasi aktif rakyat dalam proses pengambilan keputusan negara. Pengamalan sila ini dapat dilakukan dengan terlibat dalam proses demokrasi, menyuarakan pendapat secara bijak dan bertanggung jawab, serta menghargai keputusan yang diambil secara bersama-sama.

- Sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, menekankan pentingnya memperjuangkan keadilan sosial untuk semua rakyat Indonesia. Pengamalan sila ini dapat dilakukan dengan turut serta dalam upaya memperbaiki kondisi sosial dan ekonomi rakyat, menghormati hak-hak buruh dan petani, serta tidak mengambil keuntungan yang merugikan pihak lain.

Secara keseluruhan, pengamalan Sila Pancasila dalam kehidupan menunjukkan betapa pentingnya setiap warga negara Indonesia untuk memahami dan mengamalkan nilai-nilai dasar bangsa Indonesia. Dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, diharapkan seluruh rakyat Indonesia dapat membangun bangsa yang maju, sejahtera, dan bermartabat.
Nama : Issa Virnama Della
Npm : 2213053043

Jurnal berjudul "Membina Nilai Moral Sosial Budaya Indonesia di Kalangan Remaja" membahas tentang pentingnya membina nilai-nIlai moral, sosial, dan budaya Indonesia di kalangan remaja. Jurnal ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai budaya Indonesia yang harus dipertahankan dan ditanamkan dalam diri remaja.

Dalam suasana kehidupan dewasa ini yang banyak tuntutan, tantangan dan masalah, upaya orang tua membina anak dalam keluarga dengan sentuhan kasih sayang untuk menjadi generasi mendatang yang bertanggung jawab dan berakhlaq mulia. Menjadi sesuatu yang langka. Kelangkaan sentuhan orang tua tersebut kini menggejala dengan munculnya berbagai kenakalan remaja, tawuran pelajar, dan penggunaan obat terlarang narkoba dan semacamnya, merupakan pelarian dari suasana mental remaja yang bersifat terminal. Untuk itu upaya pendidikan perlu perlakuan yang menitik beratkan pada aspek afektif dan perilaku yang luhur.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat mengidentifikasi sejumlah nilai-nilai sosial dan budaya Indonesia yang harus ditanamkan pada remaja. Nilai-nilai tersebut antara lain bermoral, berbudaya, bertanggung jawab, gotong royong, toleransi, menghargai perbedaan, menghargai orang tua dan guru, serta nasionalisme.

Menemukan bahwa lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat berperan penting dalam membentuk nilai-nilai sosial dan budaya remaja. Oleh karena itu, menyarankan para orang tua, guru, dan masyarakat untuk membimbing dan mengawasi remaja dalam mengembangkan nilai-nilai positif itu.

Jurnal ini memberikan banyak informasi yang berguna bagi orang tua, guru, dan masyarakat dalam membentuk remaja yang memiliki nilai-nilai sosial dan budaya yang baik dan positif. Selain itu, jurnal ini juga memberikan saran dan rekomendasi praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk membina nilai moral, sosial, dan budaya Indonesia di kalangan remaja.
Nama : Issa Virnama Della
Npm : 2213053043

Jurnal "PENERAPAN NILAI MORAL PANCASILA DALAM MEWUJUDKAN GENERASI ANTI KORUPSI DI SD NEGERI OSILOA KUPANG TENGAH!" membahas tentang penerapan nilai moral Pancasila dalam membentuk generasi yang anti korupsi di SD Negeri Osiloa Kupang Tengah. Tujuannya adalah untuk membantu mengatasi masalah korupsi yang menjadi salah satu masalah besar di Indonesia.

Pendidikan Moral Pancasila bertujuan untuk menumbuhkembangkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, serta menjadi standar baik atau buruknya perbuatan manusia. Seiring dengan perkembangan zaman, generasi muda rentan terhadap nilai moral pancasiala, ditambah dengan kemajuan IPTEK sehingga menimbulkan adanya korupsi. Pendidikan moral pancasila sangatlah penting, dengan adanya metode sosialisasi yang diterapkan bagi anak sekolah dasar diharapkan dapat menumbuhkan nilai-nilai moral pancasila yang ditanam sejak dini. Dengan menanamkan nilai moral sejak dini dapat mencengah ajakan/dorongan negatif untuk melalukan korupsi sejak dini. Penanaman nilai moral pancasila kepada peserta didik dapat membangun dan membekali peserta didik sebagai generasi emas dalam mewujudkan budaya anti korupsi sejak dini.

Dalam jurnal ini, penulis menggunakan metode sosialisasi dengan cara mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai moral Pancasila memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk generasi yang anti korupsi di SD Negeri Osiloa Kupang Tengah.

Menjelaskan bahwa nilai-nilai moral Pancasila seperti jujur, adil, bijaksana, dan integritas telah tertanam kuat dalam diri siswa di SD Negeri Osiloa Kupang Tengah. Hal ini dapat dilihat dari partisipasi aktif siswa dalam kegiatan yang bertujuan untuk mencegah korupsi, serta sikap mereka yang selalu mengutamakan kejujuran dan kebenaran.

Dari penelitian ini, bisa disimpulkan bahwa penerapan nilai moral Pancasila sangat penting dalam membentuk generasi yang anti korupsi. Sekolah sebagai lembaga pendidikan sangat berperan dalam membentuk karakter siswa, dan penerapan nilai moral Pancasila di SD Negeri Osiloa Kupang Tengah dapat menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lainnya dalam menjalankan pembinaan moral siswa.
Nama : Issa Virnama Della
Npm : 2213053043

Jurnal ini membahas tentang pentingnya pendidikan nilai moral bagi generasi penerus. Penulis menyampaikan bahwa di era globalisasi saat ini, pendidikan hanya fokus pada aspek akademik dan teknologi, sedangkan pendidikan nilai moral sering diabaikan. Padahal, pendidikan nilai moral sangat penting untuk membentuk karakter dan meningkatkan kesadaran pada nilai yang baik.

Penulis juga membahas peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam memberikan pendidikan nilai moral. Keluarga menjadi pengantar utama dalam memberikan nilai moral sejak dini, sedangkan sekolah dan masyarakat dapat memberikan pelajaran dan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis juga mengemukakan bahwa pendidikan nilai moral juga bisa dilakukan melalui media massa, seperti televisi dan internet, dengan menghadirkan program atau konten yang mengandung nilai moral positif.

Dalam kesimpulan, penulis menekankan bahwa upaya dalam memberikan pendidikan nilai moral perlu terus dilakukan agar generasi penerus dapat memiliki karakter yang baik, berintegritas, dan peduli pada lingkungan sekitar.