Kiriman dibuat oleh Okvi Nurbaeti 2213053296

Nama: Okvi Nurbaeti
NPM: 2213053296

Video ini menyoroti pendidikan moral di sekolah dasar sebagai fokus utama, memberikan penjelasan mendalam tentang berbagai aspek, termasuk konsep pendidikan moral, tahap-tahap perkembangan moral dari bayi hingga dewasa, implikasi perkembangan sosial, dan peran identitas gender dalam pengembangan moral anak.

Dalam konteks tahap-tahap perkembangan moral, video menjelaskan langkah-langkah penting yang harus diikuti:
1. Bayi usia 6-12 bulan : belajar tentang disiplin yang diterapkan oleh orang tua.
2. Antara usia 12-18 bulan : anak mulai memahami perasaan hati nurani, membuat janji, dan mematuhi aturan.
3. Usia 18-30 bulan : menandai awal perkembangan perilaku sosial, seperti menolong, rasa bersalah, malu, dan empati.
4. Usia 30-36 bulan : ditandai dengan penurunan agresi fisik dan peningkatan komunikasi verbal.
5. Di usia 3-4 tahun : altruisme dan perilaku menolong lainnya menjadi lebih umum karena anak ingin mendapatkan pujian.
6. Usia 4-6 tahun : menghadirkan peningkatan penalaran moral yang lebih fleksibel.
7. Usia 7-8 tahun : menunjukkan pertumbuhan empati dan perilaku pro-sosial, sementara jenis permusuhan berkurang.
8. Di usia 9-11 tahun : penalaran moral semakin dipengaruhi oleh keadilan.
9. Usia 12-15 tahun : menunjukkan peningkatan kesadaran akan keadilan dan pembuat aturan yang kooperatif.
10. Usia 16-20 tahun : melibatkan peran relativisme dalam penalaran moral.
11. Dewasa muda (20-40 tahun) dan dewasa tengah (40-65 tahun) : menunjukkan perkembangan penilaian moral yang lebih kompleks.
12. Dewasa tua (usia 65+) : mencerminkan penilaian moral yang lebih kompleks seiring bertambahnya usia.

Meskipun video ini menyajikan materi yang berharga, kekurangannya adalah ketiadaan ilustrasi yang dapat membantu pemahaman materi. Namun, isi dari video memiliki potensi besar untuk membantu membangun perilaku patuh terhadap aturan dan nilai-nilai moral, baik di keluarga, sekolah, atau masyarakat.

Dalam video tersebut, dibahas masalah dan solusi terkait perkembangan moral anak-anak di sekolah dasar. Beberapa permasalahan yang dijelaskan mencakup:
1. Hilangnya Kejujuran:
Anak-anak terkadang berbohong karena takut atau merasa bahwa berbohong adalah cara yang lebih mudah. Hal ini dapat menyebabkan mereka menjadi pribadi yang pembohong. Solusi untuk masalah ini adalah dengan mengajarkan anak untuk lebih percaya diri dan menjelaskan pentingnya kejujuran. Lebih baik memberikan dorongan positif daripada menghukum anak saat berbicara jujur.

2. Hilangnya Rasa Tanggung Jawab:
Beberapa anak mungkin tidak merasa bertanggung jawab terhadap tugas atau pekerjaan rumah mereka di sekolah. Guru perlu membimbing anak-anak dan mengajari mereka arti tanggung jawab. Salah satu metodenya adalah memberikan tugas atau pekerjaan dan memastikan anak memahami pentingnya menyelesaikannya.

3. Rendahnya Disiplin:
Beberapa siswa mungkin datang terlambat ke sekolah. Untuk mengatasi masalah ini, guru dan kepala sekolah perlu memberlakukan aturan yang tegas terkait kedisiplinan dan mengingatkan siswa pentingnya tepat waktu.

4. Kurangnya Kemampuan Bekerja Sama:
Ada siswa yang mungkin kesulitan bekerja sama dalam kelompok kerja. Solusinya adalah dengan melibatkan anak dalam kegiatan kerjasama, mengajar mereka keterampilan bekerja sama, dan memastikan semua siswa aktif berpartisipasi.

5. Mengambil Hak Orang Lain:
Anak-anak harus diajarkan untuk menghargai kepemilikan orang lain dan tidak mengambil hak milik orang lain. Ini dapat dicapai dengan mengajarkan anak untuk menghormati hak milik orang lain dan menerima apa yang mereka miliki.

Secara keseluruhan, video ini memberikan wawasan yang berharga tentang bagaimana mengatasi beberapa masalah perkembangan moral yang dapat terjadi pada anak-anak di sekolah dasar. Itu juga menyoroti peran guru dan orang tua dalam membantu anak-anak mengembangkan nilai moral yang kuat dan perilaku yang baik.
Nama: Okvi Nurbaeti
NPM: 2213053296

Dalam video ini, disajikan beberapa contoh tanggung jawab dalam lingkungan keluarga. Dalam video menjelaskan bahwa tanggung jawab adalah kewajiban untuk melakukan tindakan tertentu atau patuh terhadap perintah yang baik. Beberapa bentuk tanggung jawab yang dijelaskan meliputi mendengarkan nasihat ayah, mendampingi kakak, menjaga adik, dan membantu ibu. Sebagai anak, kita harus memiliki tanggung jawab untuk saling membantu dalam keluarga.

Video menyoroti pentingnya tanggung jawab dalam keluarga, seperti memperkuat hubungan keluarga dengan contoh seperti berkunjung ke rumah nenek, menjaga keselamatan keluarga dengan memberi tahu adik untuk selalu mengunci pintu gerbang, serta membantu meringankan tugas rumah tangga. Semua ini merupakan cara untuk membanggakan keluarga, seperti dengan belajar dengan rajin. Video ini juga menekankan bahwa jika kita menjalankan tanggung jawab kita terhadap keluarga dengan baik, ini akan membuat keluarga merasa bangga dan hubungan antara anggota keluarga akan semakin erat. Selain itu, jika kita bertanggung jawab, orang tua dan keluarga akan lebih mencintai kita.

Video ini sangat cocok untuk anak-anak karena pembelajarannya yang menarik dan dapat membantu mereka memahami arti tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Namun, sebagai orang tua, kita juga harus memberikan contoh perilaku yang baik terkait dengan nilai dan moral, serta tentang tanggung jawab di rumah dan dalam masyarakat.
Nama: OKvi Nurbaeti
NPM: 2213053296

Nama jurnal : Pengabdian Dharma Laksana Mengabdi Untuk Negeri
Tahun : 2020
Judul jurnal : MENANGKAL DEGRADASI MORAL DI ERA DIGITAL BAGIKALANGAN MILLENIAL
Penulis : Ahmad Yani Nasution, Moh Jazuli

Jurnal ini memberikan fokus pada upaya untuk menanggulangi degradasi moral di kalangan generasi milenial dalam era digital melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Latar belakang jurnal ini menyoroti isu degradasi moral yang semakin merajalela di kalangan generasi milenial, yang secara signifikan dipengaruhi oleh perkembangan teknologi digital dan globalisasi.

Hasil dari kegiatan tersebut meliputi pemahaman yang lebih mendalam tentang degradasi moral di era digital dan solusi yang diusulkan untuk meningkatkan keagamaan, keimanan, serta penggunaan media sosial yang bertanggung jawab. Pada intinya, kegiatan PKM ini relevan dalam mengidentifikasi permasalahan sosial yang terkait dengan degradasi moral di era digital dan mencari solusi yang berlandaskan pada pendekatan keagamaan dan pemahaman teknologi digital.

Tujuan utama dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pemahaman mengenai permasalahan degradasi moral serta menemukan solusi konkret untuk mengatasi fenomena ini. Kegiatan tersebut melibatkan partisipasi dosen agama dalam menyusun program pelatihan yang berlangsung selama tiga hari di Mts Insan Madani Kp. Rahong, Bogor, dengan menggunakan metode presentasi dan diskusi interaktif.

Meskipun jurnal ini memberikan gambaran yang baik mengenai program pengabdian kepada masyarakat, akan lebih baik apabila dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi dampak konkret dari kegiatan pelatihan ini serta keefektifan solusi yang diusulkan. Kegiatan PKM yang dilaksanakan oleh tim pengabdian kepada masyarakat dari program studi Manajemen Universitas Pamulang secara positif memberikan dampak yang signifikan dalam menanggulangi degradasi moral di kalangan generasi milenial di era digital.

Kesimpulannya, jurnal ini memberikan pengetahuan tentang permasalahan degradasi moral di kalangan milenial pada era digital dan mengusulkan program pengabdian masyarakat sebagai solusi. Program tersebut dilaksanakan di Mts Insan Madani Kp. Rahong Desa Tegallega Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor dengan tujuan memberikan siswa bekal nilai-nilai moral dan penggunaan teknologi yang bertanggung jawab. Ditekankan pentingnya melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan mengembangkan soft skill sebagai faktor kunci dalam mengatasi degradasi moral di kalangan generasi muda. Jurnal ini juga menyoroti peran perguruan tinggi dalam menjalankan kewajibannya kepada masyarakat melalui kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Nama: Okvi Nurbaeti
NPM: 2213053296

Nama jurnal : Pedagogik
Tahun : 2018
Judul jurnal : REKONSTRUKSI EVALUASI PENDIDIKAN MORAL MENUJU HARMONI SOSIAL
Penulis : Ulil Hidayah

Jurnal ini membahas pentingnya rekonstruksi evaluasi pendidikan moral dengan fokus pada mencapai harmoni sosial. Isi artikel menyoroti ketidakharmonisan sosial dalam pendidikan dan perlunya mengevaluasi ulang hasil pendidikan moral, terutama dalam mata pelajaran seperti Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Kewarganegaraan. Artikel ini menekankan bahwa evaluasi pendidikan moral harus melampaui penilaian kognitif dan mencakup aspek penilaian afektif dan psikomotorik untuk menciptakan masyarakat yang harmonis.

Artikel ini menguraikan bahwa Sistem Pendidikan Nasional Indonesia memiliki dampak yang signifikan pada perkembangan negara. Dampak tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk perbedaan ideologi, budaya, dan identitas politik. Identitas politik menjadi hal yang sensitif, terutama bila dibandingkan dengan faktor lokal seperti kekuatan pemerintahan daerah dan kuatnya ideologi Islam. Sistem pendidikan Islam di Indonesia memiliki dua dimensi yang berbeda: pertama, tidak dipegang secara eksklusif oleh kelompok Islam liberal dan fundamentalis, dan kedua, dipengaruhi oleh kelompok Islam yang bersifat radikal dan fundamentalis.

Penelitian ini juga membahas tantangan dalam mengajarkan nilai-nilai moral di sekolah, termasuk kurangnya pemahaman dan kesadaran siswa terhadap nilai-nilai moral. Penulis menyarankan bahwa pendidikan moral harus melibatkan berbagai pihak, termasuk guru, orang tua, dan masyarakat, untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pembentukan karakter yang baik.

Dalam konteks pendidikan Islam, jurnal ini menyoroti peran pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang unik di Indonesia. Namun, peneliti juga mengkritik pendekatan pendidikan Islam yang terlalu fundamentalis atau radikal, dan menekankan pentingnya pendekatan yang lebih membumi dan humanistik.

Dalam hal evaluasi pendidikan moral, jurnal ini menyarankan agar evaluasi mencakup aspek perilaku dan pemikiran siswa, dan mengintegrasikan pendidikan moral dengan situasi kehidupan nyata dan pembelajaran multikultural. Guru memiliki peran penting dalam memfasilitasi pembelajaran moral dan menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan karakter siswa.

Kesimpulannya, jurnal ini mengusulkan rekonstruksi evaluasi pendidikan moral sebagai langkah menuju harmoni sosial. Artikel ini menyoroti tantangan dalam mengajarkan nilai-nilai moral di sekolah dan pentingnya pendidikan Islam dalam membentuk pemikiran dan perilaku siswa. Evaluasi pendidikan moral harus lebih holistik, mencakup aspek afektif dan psikomotorik, serta mengintegrasikan pendidikan moral dengan situasi kehidupan nyata dan pembelajaran multikultural. Guru berperan kunci dalam mendukung pembelajaran moral dan pembentukan karakter siswa.
Nama: Okvi Nurbaeti
NPM: 2213053296

Dalam video ini, pembicara secara fokus mengulas pentingnya mengembangkan nilai agama dan moral pada anak usia dini. Ada beberapa poin kunci yang sangat relevan:

1. Video dimulai dengan pengenalan topik yang menekankan peran sentral pendidikan nilai-nilai agama dan moral dalam pendidikan anak usia dini.

2. Pembicara menjelaskan peran penilaian dalam memahami perkembangan anak. Penilaian membantu guru untuk merancang pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak.

3. Manfaat penilaian dijelaskan, mencakup perkembangan anak, bantuan dalam memberikan stimulasi yang tepat, memberikan dukungan yang sesuai, dan memberikan informasi penting kepada semua pihak terkait.

4. Pembicara merinci delapan prinsip penilaian yang harus dipegang, yang menekankan pentingnya penilaian yang adil, berkualitas, dan bermakna.

5. Teknik penilaian diuraikan, dengan perhatian khusus pada berbagai tahap perkembangan anak dalam kelompok usia yang berbeda. Pembicara juga menjelaskan teknik penilaian yang menggunakan kategori nilai, seperti "BB," "MB," "BSH," dan "BSB."

6. Mekanisme penilaian, termasuk instrumen penilaian, pelaksanaan, dokumentasi, dan pelaporan hasil penilaian, diberikan dengan jelas.

7. Video juga mencakup berbagai bentuk penilaian yang mencakup berbagai periode waktu, mulai dari harian hingga semesteran, serta penggunaan portofolio anak dan dokumen lainnya untuk mencatat kemajuan belajar anak.

Pada akhirnya, video memberikan wawasan yang kuat tentang pentingnya penilaian dalam konteks pendidikan anak usia dini dan menyampaikan informasi yang berguna mengenai prinsip-prinsip, teknik, dan mekanisme penilaian yang relevan. Video ini juga Sangat bermanfaat untuk kita sebagai calon pendidik dalam melakukan penilaian perkembangan peserta didik.