Kiriman dibuat oleh Okvi Nurbaeti 2213053296

Nama: Okvi Nurbaeti
NPM: 2213053296

Video yang telah disajikan ini menunjukkan sebuah drama yang mengisahkan seorang Ibu bernama Lala yang memiliki dua anak, Caca dan Santi. Caca digambarkan sebagai adik yang baik hati, sementara Santi sebagai kakak yang angkuh, sering membohongi ibunya, dan mabuk-mabukkan. Ibu Lala dan adiknya Caca sudah memberitahu, menasihati bahkan mengajak kebaikan namun Santi tidak memperdulikan hal tersebut. Perilaku Santi ini juga sangat membuat Ibu Lala sedih dan menangis.

Dari Video Drama yang telah disajikan, dapat diambil pelajaran bahwa sebagai anak, kita harus selalu jujur dan menghormati orang tua. Tindakan yang membuat orang tua sedih sebaiknya dihindari, dan perilaku yang baik dan sopan di keluarga, terutama terhadap orang tua, sangat penting. Ini menunjukkan bahwa pendidikan moral harus ditanamkan sejak dini agar anak dapat tumbuh menjadi individu yang berkarakter baik.
Nama: Okvi Nurbaeti
NPM: 2213053296

Video yang telah disajikan ini menekankan peran kampus dalam membentuk karakter mahasiswa dan menciptakan generasi muda yang berakhlak dan berjiwa kritis. Kehidupan kampus dianggap sebagai awal pembentukan karakter mahasiswa, dan setiap kampus diharapkan mengajarkan mahasiswanya untuk berpegang teguh pada norma dan hukum yang berlaku. Pentingnya kebijakan pendidikan Pancasila di berbagai universitas di Indonesia disoroti, di mana Pancasila dianggap berperan penting dalam membangun jiwa nasionalis dan bermoral. Nilai-nilai Pancasila diarahkan agar diserap secara manusiawi dan alamiah, bukan sekadar melalui indoktrinasi. Video juga menyoroti pentingnya mata kuliah pendidikan kewarganegaraan untuk mempersiapkan warga negara muda agar aktif terlibat dalam masyarakat politik.

Dalam konteks pembentukan karakter, budaya kewarganegaraan perlu dibangun atas fondasi kebajikan dan komitmen kewarganegaraan berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Video juga mengidentifikasi beberapa masalah moral di lingkungan kampus, seperti vandalisme, kekerasan, pencurian, mencontek, perilaku tidak terhormat, kekejaman, penyerangan terhadap keyakinan orang lain, bicara kasar, pemerkosaan, pelecehan seksual, perilaku merusak diri, dan orientasi pada diri sendiri yang menurunkan tanggung jawab sebagai warga negara.

Dengan demikian, video menyimpulkan bahwa nilai-nilai Pancasila dapat menjadi dasar pendidikan karakter khas di Indonesia, dengan fokus pada keberagaman, toleransi, dan keadilan sosial. Pancasila dianggap sebagai landasan untuk mendidik karakter mahasiswa dengan nilai-nilai seperti toleransi dan penghargaan terhadap kepercayaan lain.
Nama: Okvi Nurbaeti
NPM: 2213053296

Video yang telah disajikan ini merupakann monolog komedi yang dibawakan oleh Arie Kriting, ia mengambil tema utama mengenai Pendidikan Tinggi Swasta versus Negeri di Indonesia. Arie menceritakan pengalaman pribadinya dengan perbandingan antara kampus swasta dan negeri. Meskipun awalnya kecewa tidak bisa masuk kampus negeri, Arie kemudian menyadari bahwa kampus swasta tempatnya lebih canggih dan berkualitas.

Selanjutnya, Arie membahas masalah Pendidikan Moral di Indonesia dengan memberikan kritik terhadap perubahan nama dan pendekatan mata pelajaran dari PMP ke PPKN, dan kemudian menjadi PKN. Ia menyoroti bahwa aspek moral yang diajarkan tidak selalu mencerminkan nilai-nilai yang seharusnya, seperti menyeberangkan nenek-nenek. Dalam gaya komedinya, Arie membuat lelucon tentang kriteria anak baik yang mencakup tindakan menyeberangkan nenek-nenek, dan ia mengakui bahwa kegagalannya menjadi anak baik dikarenakan tidak pernah melakukan hal tersebut.

Arie juga menyentuh topik tentang sulitnya membuat tugas kuliah, terutama saat harus berkelompok dengan mahasiswa yang lebih muda. Dengan nada humor, ia merujuk pada kemudahan menyalin tugas dari internet. Video ini menciptakan suasana humor sambil menyampaikan kritik terhadap beberapa aspek pendidikan dan moral di Indonesia.

Pada akhirnya, Arie menyampaikan harapan agar anak-anak Indonesia menjadi lebih baik di masa depan, bahkan jika itu berarti melakukan tindakan kecil seperti berdiri di pinggir jalan meminta sumbangan. Secara keseluruhan, video ini menggunakan humor sebagai alat untuk menyampaikan kritik dan pesan positif terkait pendidikan dan moral di Indonesia.
Nama: Okvi Nurbaaeti
NPM: 2213053296

video yang telah disajikan ini, membahas masalah lingkungan dari perspektif etika dan moral, dengan menyoroti tiga aspek utama:
1. Penyusutan Sumber Daya Alam
2. Polusi atau Pencemaran
3. Bisnis dan Konservasi Sumber Daya Alam

Dikemukakan bahwa sebagai manusia, menjaga lingkungan sangat penting untuk mencegah kerusakan akibat eksploitasi yang berlebihan. Etika dan moral dianggap krusial karena menentukan apakah perilaku seseorang dianggap baik atau buruk. Manusia yang bergantung pada alam diimbau untuk merawat dan menjaga lingkungan, termasuk dengan menghindari tindakan seperti penggundulan hutan untuk kepentingan bisnis.

Pentingnya menghindari polusi udara dan tidak mencemari lingkungan dengan membuang sampah sembarangan juga ditekankan. Video menyampaikan bahwa nilai-nilai etika dan moral ini harus diajarkan kepada anak-anak sejak dini, agar mereka dapat membentuk kebiasaan menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya bencana alam.
Pesan utama yang disampaikan adalah bahwa jika manusia tidak merawat alam dengan baik, mereka juga akan mengalami konsekuensi negatifnya ketika terjadi bencana alam. Oleh karena itu, nilai etika dan moral dianggap sangat berpengaruh dan penting untuk merawat lingkungan sekitar.
Nama: Okvi Nurbaeti
NPM: 2213053296

Video yang telah disajikan membahas dampak lingkungan terhadap pendidikan moral, dengan menyoroti bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) menjadi penyebab kemerosotan moral, terutama pada remaja. Untuk mengatasi hal ini, solusi yang diajukan adalah melalui pendidikan nilai moral di sekolah, dengan keyakinan bahwa moralitas tercermin dari tindakan sehari-hari.

Video ini menjelaskan bahwa moral dapat tumbuh dari setiap individu sesuai dengan lingkungannya, dan dengan menghargai nilai Pancasila, dapat terbentuk moral yang baik. Faktor-faktor yang menyebabkan krisis pendidikan moral, antara lain, pendidikan nilai di lingkungan keluarga, dampak globalisasi, dan kurangnya peran agama, lingkungan, dan individu itu sendiri.

Untuk mengatasi krisis moral, video menyarankan bantuan dari masyarakat dan pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan moral anak-anak. Kesimpulannya, moralitas tidak hanya penting untuk diajarkan kepada anak-anak, tetapi juga bagi mahasiswa dan masyarakat umum. Penerapan nilai moral yang baik di berbagai lingkungan, termasuk lingkungan kampus, dianggap sebagai langkah yang krusial.