Kiriman dibuat oleh Nisa Az Zukhrufi

Nama : Nisa Az Zukhrufi

Npm : 2213053142


Analisis Video 3

Pantesan Negaranya Cepat Berkembang! Begini Perbedaan Pendidikan Dasar Jepang dan Indonesia

Perbedaan Pendidikan Dasar Jepang dan Indonesia :

1. Kebersihan Sejak Dini

Pada kurikulum pendidikan diindonesia tidak diajarkan pengelolaan sampah yang baik, kurikulum dijepang mengharuskan siswa bertanggungjawab atas kebersihan kelas

2. Makan Bareng

Indonesia sangat beragam terdapat kantin dan jajan diluar sekolah, sedangkan di jepang diatur makanan untuk siswa dan dilakukan makan secara bersama siswa dan guru

3. Mata Pelajaran Sedikit

Di indonesia mata pelajaran jumlah nya banyak, bahkan seminggu dua kali. Sedangkan di jepang mata pelajaran sedikit dan diajarkan di hari tertentu

4. Pendidikan Karakter

Pendidikan indonesia banyak diliputi ujian tulis untuk kenaikan kelas, sedangkan jepang tidak melibatkan ujian agar fokus pendidikan karakter

5. Membaca Dulu

Di indonesia minat baca terlalu rendah. Jepang membiasakan siswa untuk membaca buku 10 menit sebelum melakukan pembelajaran

6. Perlengakapan Sekolah

Dijepang perlengakapan setara/sama agar tidak ada perbedaan 

7. Seragam Sekolah

Seragam diindonesia ribet, terlalu banyak. Sedangkan jepang seragam siswa memiliki 1 seragam

Walaupun pendidikan jepang unggul daripada indonesia, tapi jepang memiliki tekanan belajar yang tinggi yang menyebabkan banyak kasus bunuh diri

Nama : Nisa Az Zukhrufi

Npm : 2213053142


Analisis Jurnal 2

Nama Jurnal : JURNAL RECHTEN: RISET HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA

Volume: 3

Nomor : 3

Halaman : 17-27

Tahun Terbit : 2021

Judul : Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat

Nama Penulis : Kanesa Putri, Muhammad Eko Maryana

Pembahasan

Tanpa kita sadari perubahan zaman dapat merubah segala hal terutama etika dan moral seperti perubahan etika dan moral pada masyarakat Kampung Cijambe Girang Sukaresmi, Kabupaten Sukabumi.

Pelanggaran adalah perbuatan melawan hukum. Penyebab yang menimbulkan masyarakat melakukan pelanggaran etika adalah kurangnya sanksi yang tegas, kesadaran masyarakat yang belum terbentuk, dan lingkungan tidak etis. Di kampung Cijambe Girang sering terjadi pelanggaran etika, salah satunya adalah pelecehan seksual terhadap perempuan. Hal ini terjadi karena system tata nilai yang mendudukan perempuan sebagai makhluk lemah dan lebih rendah dari pada laki-laki, perempuan masih ditempatkan dalam posisi subornasi dan marginalisasi yang harus dikuasai, di ekspolitasi dan diperbudak laki-laki dan perempuan masih di pandang second class citizen.

Dengan kasus tersebut harus ada Undang-undang yang jelas untuk mengatur etika dan moral dikehidupan bermasyarakat terutama pada kampung Cijambe Girang agar bisa memberikan pencegahan terjadinya perubahan moral dan etika yang semakin berlanjut karena pelanggaran etika dan moral ini apabila terus dilakukan akan terjadi ketidak nyamanan dalam kehidupan bermasyarakat dan awal mula terjadi pelanggaran etika dan moral yang besar tentunya timbul dari pelanggaran etika dan moral yang kecil dibiarkan tidak mendapatkan sanksi yang tegas. 

Salah satu penyebab terjadinya kehilangan etika dan moral khususnya pemuda pada era globalisasi ini dikarenakan tidak adanya pasal dan sanksi yang mengatur tentang etika dalam bermasyarakat, sehingga masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Kampung Cijambe Girang sukaresmi, Kabupaten Sukabumi bebas untuk bergerak melakukan perbuatan sesuai apa yang diinginkan dan tidak ada acuan untuk tidak melakukan perbuatan yang melanggar etika dalam masyarakat. 

Ada 3 upaya internal (dari dalam) yang bisa diterapkan untuk meningkatkan moral bangsa :

  1. Meningkatkan peran keluarga dalam membentuk moral
  2. Menciptkan lingkungan yang baik dalam masyarakat
  3. Membatasi teknologi yang ada

Selain upaya internal ada juga upaya eksternal yang meliputi :

  1. Mengimplementasikan pendidikan karakter di sekolah
  2. Seminar tentang kesadaran hukum
  3. Menegakan HAM dimasyarakat
  4. Pemerintah harus bertindak

Selain upaya-upaya diatas secara singkatnya untuk mempertahankan etika dan moral dalam masyarakat sekiranya harus ada hukum yang secara spesifik mengatur dalam hal ini. 

  1. Mewajibkan masyarakat menempuh pendidikan formal dan nonformal paling rendah tinggkat pendidikan sampai SMA
  2. Membentuk lembaga atau organisasi yang menajanin terselenggaranya penegakkan hukum etika dan moral
  3. Membuat aturan - aturan yang disahkan oleh negara mengatur khusus mengenai hukum etika
  4. Mengembalikan budaya masyarakat Indonesia pada jaman dulu agar ke asrian masyarakat Indonesia terus terasa sehingga tidak hilangnya etika dan moral yang terbentuk dari kebiasaan dari zaman dulu
  5. Pembentukan dan penanaman dasar akidah dalam setiap generasi sesui dengan kepercayaan agama. 
  6. Membuat aturan yang mengatur hubungan beretika baik masyarakat dengan masyarakat ataupun pemerintah dengan masyarakat.

Nama : Nisa Az Zukhrufi

Npm : 2213053142


Analisis Jurnal 1

Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat: Suatu Pemikiran Kefilsafatan

Memasuki abad ke-21, kehidupan nyata masyarakat manusia masih diliputi berbagai macam konflik. Secara klasik, ada dua jenis konflik kepentingan yaitu antara kepentingan umum keseluruhan masyarakat dan kepenti ngan khusus bagi setiap individu. Menurut filsafat moral (etika), masya-rakat adalah suatu sistem komunikasi sosial antar individu untuk mencapai tujuan bersama. Kunci persoalannya terletak pada kesadaran moral dan etika menjadi watak perilaku setiap individu. Jika kesadaran moral terbingkai dalam sistem norma-norma perilaku sosial (etika), maka kedua kepentingan akan terselenggara secara berkeadilan.

Arti dan Isi Filsafat

Secara etimologis, istilah filsafat berakar dari bahasa Yunani “philo sophia”, tersusun dari kata-kata ‘philein’ atau ‘philia’ yang berarti cinta, dan “sophia” yang berarti kearifan. Jadi, istilah filsafat berarti cinta kearifan. Cinta kearifan adalah suatu bentuk perilaku yang bersubstansi nilai -nilai aksiologis keindahan, kebenaran dan kebaikan. Oleh sebab itu, secara etimologis, dalam istilah filsafat terkandung persoalan tentang sistem perilaku ( morality) atau etika.

Arti Moral dan Etika

Dalam Webster’s New Collegiate Dictionary dijelaskan bahwa moral berakar dari bahasa Latin “mos” atau “mores”, berarti costum “relating to principles of right and wrong in behavior ”. Dalam bahasa Indonesia dikenal dengan “moralitas” ( Ensiklopedi Umum, 1977) yaitu “tata tertib tingkah laku yang dianggap baik atau luhur dalam suatu lingkungan atau masyarakat”. Jadi, moralitas berarti dorongan atau semangat batin untuk melakukan perbuatan baik. Sedangkan etika, berakar dari bahasa Yunani, “ ethos”, juga berarti kebiasaan atau watak.

Pemikiran Filosofis tentang Manusia dan Masyarakat

Mengenai pemikiran filosofis tentang manusia, pada umumnya pandangan “Timur” menitikberatkan sifat hakikat manusia sebagai makhluk sosial. Keberadaan masyarakat tergantung pada hubungan ko -eksistensial antar pribadi individual. Dari pemikiran tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa unsur-unsur hakiki kehidupan bermasyarakat adalah manusia sebagai makhluk individu dan sosial. 

Menurut keberadaannya, sifat hakikat manusia adalah sebagai makhluk individu yang memasyarakat dan makhluk sosial yang mengindividu. Jadi, kehidupan bermasyarakat adalah suatu sistem manajemen untuk mengorganisir kemampuan individual menjadi sebuah kekuatan sosial, agar kemudian tujuan bersama seluruh individu anggotanya dapat terwujud. Masyarakat bukan hanya tempat berkumpul, melainkan suatu proses sosial di dalam mana setiap ind ividu mendapat ruang gerak untuk melakukan berbagai aksi sosial (social action).

Kesadaran Moral, dasar Etika Bermasyarakat

Kesadaran moral setiap orang dorong untuk membangun potensi diri menjadi lebih otonom dan kreatif, agar kualitas kerja sama menjadi semakin kuat. Jika dorongan berkembang, maka otomatis dinamika kehidupan sosial ke arah kemajuan hidup berkembang pula. Kemudian, kesadaran moral berfungsi sebagai pengendali perilaku, sedemikian rupa sehingga seseorang mampu berperilaku jujur menurut moralitas bersyukur (ketika memperoleh sesuatu), bersabar (ketika mendapat ujian hidup) dan berikhlas (ketika harus kehilangan).

Pada dasarnya daya kreativitas ada secara menginti di dalam tujuan hidup, dorongan hidup dan kecakapan hidup. Artinya, untuk mencapai tujuan hidup, maka harus ada kreativitas yaitu suatu kecakapan dan ketrampil an dalam membuat perubahan. Perubahan berfungsi sebagai dorongan ke arah tujuan hidup. Hakikatnya, kreativitas selalu mencipta perubahan untuk kemajuan, karena itu mengandung nilai.

Secara keseluruhan, sistem nilai adalah suasana moralitas manusia yang harus dipertanggung jawabkan secara etis di sepanjang kehidupan. Di dalam kehidupan bermasyarakat, setiap orang berpedoman pada norma-norma etika, menurut kesadaran moral, karena mereka akan selalu diperhadapkan dengan masalah hak dan kewajiban. Jadi, kesadaran moral memiliki kekuatan memposisikan dan memfungsikan segala potensi individual untuk “social eforcement”, sedangkan masyarakat difungsikan sebagai sistem proses mencapai kesejahteraan umum. 

Moral dan Etika Bermasyarakat dalam Pendidikan

Pendidikan adalah persoalan tentang sistem proses perubahan menuju pendewasaan, pematangan atau pen cer-dasan tiga potensi kejiwaan manusia yaitu rasa, cipta dan karsa. Karena itu, ruang lingkup pendidikan mencakup tiga hal yaitu: 

1) pencerdasan spiritual, menumbuhkan kesadaran tentang asal-mula, tujuan, dan eksistensi kehidupan

2) pencerdasan intelektual, membina kemampuan akal agar mampu memecahkan setiap persoalan yang muncul di sepanjang kehidupan

3) pencerdasan moral, membimbing setiap perilaku agar selalu bernilai bagi tujuan kehidupan. 

Orang yang terdidik memiliki kesadaran tentang dari mana asal mula dan tujuan kehidupan. nilai-nilai moral dan etika perlu ditanamkan di dunia pendidikan dan dikembangkan di dalam kehidupan sosial pada umumnya. Sebagai sistem, masyarakat seharusnya berkharakteristik mendidik agar dinamika sosial berkembang menurut doro ngan moral (hati nurani individual) dan nilai -nilai etika.

Nama : Nisa Az Zukhrufi
Npm : 2213053142

Analisis Video 2
Potret Pendidikan di Dusun Terpencil

Divideo memperlihatkan bahwasanya siswa SD NEGERI GLAK kabupaten sikang membutuhkan perhatian lebih sebab lokasinya terpencil dan harus melakukan pembelajaran diteras kelas karena tidak ada ruang kelas yang layak mereka tempati. SD NEGERI GLAK hanya memiliki 6 ruangan, 5 ruang kelas 1 kantor dan ruang guru, tidak terdapat perpustakan. Namun hal tersebut tidak membuat siswa malas mereka tetap semangat bersekolah walaupun harus menempuh jarak 2km guna sampai ke sekolah. Pada masa covid SD NEGERI GLAK tidak dapat menerapkan pembelajaran daring karena tidak terdapat jaringan. Lalu, pada saat musim hujan siswa tidak bisa belajar, saat panas mereka bertenduh di bawah pohon. Dengan kondisi ini sekolah berharap pemerintah dapat membuka mata dan memenuhi fasilitas sekolah yang dibutuhkan.
Nama : Nisa Az Zukhrufi
Npm : 2213053142

Analisis Video 2
Pendidikan Moral Anak Sekolah (pendidikan pancasila)

Pada video tersebut, terlihat seorang peserta didik yang berperilaku tidak sopan kepada pendidik. Lalu pendidik memberi hukuman kepada peserta didik untuk keluar kelas sehingga tidak dapat mengikuti pembelajaran. Hal ini dilakukan pendidik untuk memberikan efek jera kepada peserta didik. Pada saat pendidik keluar kelas dengan membawa banyak buku, ada seorang siswa yang menabraknya sehingga buku yang dibawa jatuh kelantai, namun bukannya membantu siswa tersebut malah meninggalkan pendidik.

Setelah jam pulang sekolah, terdapat siswa yang merokok dan minum-minum, hal ini diketahui oleh rekan nya lalu dilaporkan kepada pendidik. Pendidik memberikan nasihat kepada siswa yang melakukan kesalahan.

Dengan ini maka pendidikan moral harus diajarakan, dengan pendidikan pancasila yang mampu mengajarkan tanggung jawab, kedispilinan dan etika yang baik