Posts made by Rahma Aulia Putri Rahma

Nama : Rahma Aulia Putri
NPM : 2213053123

Judul Jurnal : REKONSTRUKSI EVALUASI PENDIDIKAN MORAL MENUJU HARMONI SOSIAL
Penulis : Ulil Hidayah

Pada jurnal ini membahas Secara universal sistem Pendidikan Nasional memiliki peranan yang
signifikan terhadap dinamika perjalanan bangsa Indonesia (Baharun, 2017a).
Hal ini dapat dilihat dari fenomena-fenomena kerusuhan yang mewarnai
negeri ini. hirkan dua sudut pandang yang berbeda (Fauzi, 2018), yaitu;
a) pendidikan Islam tidak lagi dimonopoli oleh kelompok liberalis dan fundamentalis, melainkan telah diwarnai oleh sekelompok Islam lain,
b) pendidikan Islam dipersepsikan menjadi embrio lahirnya kelompok Islam radikal dan Islam fundamentalis

• Tujuan Pendidikan Nasional
Merujuk pada pendapat Naquib Al-Attas, akar kata pendidikan mengambil pada istilah ta’dzib mempunyai pengertian bahwa pendidikan merupakan proses perwujudan manusia yang mempunyai adab. Maka peran pendidikan sebagai agen perubahan adalah merubah orang yang kurang beradab menjadikan orang yang beradab atau merubah orang yang perilakunya tidak baik menjadi baik.

• Tantangan Materi Pelajaran di Sekolah
Penanaman dan penghayatan sikap-sikap budi pekerti di sekolah sejauh ini masih bersifat formatif belum menjadikan nilai-nilai yang diharapkan dalam indikator pencapaian belajar terwujud secara permanen dalam diri peserta didik di sekolah, terlebih lagi tantangan ketika peserta didik sudah tidak berada di lingkungan sekolah. Ketika kasus potensi kepribadian dan sosial yang dipertayakan, maka materi pelajaran di sekolah yang dianggap paling bertanggung jawab atas kegelisahan ini adalah mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn).
Sedangkan PKn adalah pendidikan politik yang bertujuan untuk membantu peserta didik untuk menjadi warga Negara yang secara politik dewasa dan ikut serta membangun sistem politik demokratis (Subhan Sofhiyan). Kandungan moral dari kedua mata pelajaran di atas telah mencakup norma-norma hidup manusia yang berbudi pekerti, menghayati dan memahami agama dan Negara yang melindunginya serta memuat materi toleransi dalam bentuk mampu menghargai perbedaan di tengah-tengah
lingkungan masyarakatnya.

• Rekonstruksi Evaluasi Pendidikan Moral
Untuk mewujudkan harmoni sosial yang diharapkan PAI dan PKnSangat menentukan bagaimana isi materi bisa diajarkan dengan baik melaluitahap perencanaan pembelajaran hingga tahap evaluasi pada peserta didik disekolah. Lebih dari itu unsur evaluasi yang dianggap paling menentukanseberapa berhasilkah tujuan itu tercapai perlu melihat kembali dan menatakembali suasana belajar sekolah dengan mempertimbangkan keberadaanpeserta didik itu sendiri dari segi lingkungan ia tinggal dan melangsungkan kehidupan (Muali, 2016).

Tantangan moral yang menjadi permasalahan identitas bangsa menjadi tanggung jawab semua elemen masyarakat, khususnya pendidikan yang memiliki peran signifikandalam membentuk dan melahirkan generasi bangsa yang unggul secara intelektual dan moralitas. Sehingga evaluasi pendidikan perlu kiranya melakukan perbaikan secara terus menerus dan serius dalam memenuhi kebutuhan kegelisahan moral generasi bangsa. Dan melalui pendidikan moral di sekolah khususnya yang tercakup dalam materi pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti ditambah lagi dengan pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang secara jelas bertanggungjawab atas penanaman nilai-nilai moral bagi warga Indonesia.
Nama : Rahma Aulia Putri
NPM ; 2213053123

Judul Instrumen Penilaian dan Pengembangan Nilai Agama dan Moral

Video ini membahas tentang Instrumen Penilaian adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data sebagai bahan pengelolaan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar.
Manfaat penilain :
1. Bagi Anak
Memantau perkembangan anak.
2. Bagi orang tua
Memantau perkembangan anak, apakah ada kemajuan atau malah sebaliknya.
3. Bagi Guru
Membantu untuk menyesuaikan perencanaan pembelajaran.

Prinsip-prinsip Penilaian yaitu : Mendidik, berkesinambungan, objektif,akuntabel, transparan, sistematis, menyeluruh, dan bermakna.
Teknik dan Lingkup Penilaian mencakup tingkat pencapaian perkembangan anak dan instrumen yang dapat dijadikan pedoman penilaian perkembangan anak meliputi instrument, catatan anekdot, rubrik atau instrument penilaian hasil kemampuan anak.
Mekanisme Penilaian :
1. Menyusun Teknik
2. Melaksanakan proses penilaian
3. Mendokumentasikan penilaian proses dan hasil belajar anak secara akuntabel dan transparan.
4. Melaporkan capaian perkembangan anqk pada orang tua.

Bentuk penilaian : Penilaian Harian, Mingguan, Bulanan, Semester, Portofolio anak, dan dokumentasi yang lain
Nama : Rahma Aulia Putri
NPM : 2213053123

Jadi video ini membahas tentang etika, nilai dan moral dan ini saling berkaitan. Etika,nilai dan moral saling berkaitan karena semuanya berusaha mengarahkan msanusia agar memiliki pola pikir,sikap dan perilaku yang baik dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Etika adalah cara memperlakukan sesame dan menjalani hidup dan kehidupan dengan baik, sesuai aturan yang berlaku di Masyarakat. Contohnya mengucapkan salam.
Moral dan etika mempunyai pengertian yang hamper sama atau berkaitan, karena mengandung nilai dan norma untuk mengatur tingkah laku manusia yang mengacu pada kebiasaan atau perilaku di dalam Masyarakat.

Nilai adalah sesuatu yang memberi makna untuk kehidupan dan mewarnai atau menjiwai tindakan ataupun perilaku seseorang.
Adapun sifat dan jenis nilai yaitu : bersifat relative nilai bergantung pada tempat dan waktu dan bersifat subjektif adalah nilai nilai berbeda-beda bagi setiap orang.

Moral juga adalah hal yang dapat mendorong manusia untuk melakukan tindakan yang baik sebagai kewajiban atau keharusan. Moral juga adalah sarana untuk mengukur benar atau tidaknya sikap dan tindakan manusia. Morl adalah kepekaan dalam pikiran, perasaan dan tindakan pada prinsip-prinsip dan aturan.
Nama : Rahma Aulia Putri
NPM : 2213053123

Judul : PERKEMBANGAN MORAL SISWA SEKOLAH DASAR BERDASARKAN TEORI KOHLBERG
Oleh : Enung Hasanah

Pada jurnal ini membahas tentang perkembangan moral siswa di Sekolah Dasar berdasarkan teori Kohlberg.

Penulis mengemukakan Teori Kohlberg dikenal sebagai teori yang mengukur tingkatan moral seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat perkembangan moral siswa SD yang berusia antara 11-12 tahun, berdasarkan tahapan perkembangan teori Kohlberg. Pendidikan merupakan proses seumur hidup mulai dari dalam kandungan dan berlangsung sampai akhir dari kehidupan. Pendidikan tidak hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai, pelatihan naluri, membina sikap yang tepat dan kebiasaan terhadap generasi muda. Dengan kata lain, pendidikan juga merupakan proses penanaman karakter.

Pembentukan moral anak dijadikan sebagai salah satu tujuan dasar dari pendidikan formal. Selain itu, masyarakat semakin sadar bahwa lingkungan dan masyarakat memainkan peran penting untuk melatih anak tentang norma-norma moral dan sosial yang mengatur kehidupan manusia. Bagi seorang pendidik, sangat penting untuk memahami perkembangan moral peserta didiknya.

Teori Kohlberg mengenai perkembangan moral secara formal disebut cognitive-dvelopmental theory of moralization, yang berakar pada karya Piaget. Untuk menemukan tahap kepatutan moral seseorang, Kohlberg telah menyusun instrumen penelitian guna menggolongkan proses penalaran orang tersebut dalam mengatasi dilema moral.

Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif. Responden dalam penelitian sederhana ini adalah siswa yang berusia antara 11-12 tahun. Menurut Teori Kohlberg (Darmiyati Zuchdi, 2008), secara umum anak usia 10-12 tahun termasuk praadolesen, tahap ½ yang dominan diikuti tahap 2 dan 2/3. Dalam penelitian kualitatif, peneliti merupakan intrumen utama.