གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Rahma Aulia Putri Rahma

Nama : Rahma Aulia Putri
NPM : 2213053123

Judul Jurnal PENANAMAN NILAI-NILAI MORAL PADA SISWA DI SD NEGERI LAMPEUNEURUT
oleh : Ruslan , Rosma Elly , Nurul Aini

Jurnal ini membahas tentang konteks persoalan nilai-nilai moral, yang dapat dilakukan oleh guru adalah penanaman nilai-nilai moral. Bangsa Indonesia telah mengalami kemerosotan moral menyangkut persoalan kejujuran, kebenaran, dan keadilan. Sehingga bangsa ini butuh kembali menanamkan nilai-nilai moral yang dimiliki bangsa ini. Kemerosotan moral generasi muda, perlu penanganan yang lebih intensif dimana kita perlu menanamkan nilai moral sedini mungkin.

Jadi penanaman nilai-nilai moral adalah bertujuan menanamkan nilai-nilai moral yang mulai luntur di lingkungan anak-anak akibat pengaruh buruk yang mereka dapatkan sehingga diharapkan anak-anak di masa yang akan datang mempunyai moral yang baik, karena kalau dibiarkan semenjak kecil maka akan mungkin mengahancurkan generasi-generasi muda pada masa yang akan datang.

Peneliti mengumpulkan data mengenai penanaman nilai-nilai moral pada siswa melalui observasi dan wawancara. Hasil wawancara yang dilakukan dengan guru-guru di SD Negeri Lampeuneurut dijabarkan sebagai berikut:

Dan hasil wawancara dan observasi guru sudah menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa Karena secara keseluruhan dari observasi menunjukkan 64% adalah ya. Sedangkan yang tidak menanamkan nilai-nilai moral 36%.

Penanaman nilai-nilai moral bukan hanya dapat dilakukan saat proses belajar mengajar tetapi saat berada di luar kelas juga dapat ditanamkan seperti dilingkungan sekolah maupun di rumah karena dengan adanya berkesinambungan akan menjadikan siswa mempunyai moral yang baik. Dan siswa yang sudah mempunyai nilai moral harus terus dibimbing/diajarkan agar nilai moral tersebut tidak hilang karena apabila sudah ada dasarnya maka segala sesuatu akan lebih mudah.
Nama : Rahma Aulia Putri
NPM : 2213053123


Judul Jurnal : Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini
Oleh: Lia Yuliana, M.Pd

Jurnal ini menjelaskan tentang Pendidikan moral diberikan di berbagai macam lembaga pendidikan, salah satunya di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). PAUD atau usia pra sekolah adalah masa di mana anak belum memasuki pendidikan formal. Untuk itu diperlukan penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini.

Pentingnya penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini agar karakter anak dapat berkembang dengan potensi dan kemampuan anak secara optimal serta tumbuhnya sikap dan perilaku positif bagi anak. Pendidikan moral menyangkut sikap dan kepribadian, sehingga di dalam pembelajarannya tidak hanya terbatas pada pengembangan kemampuan intelektualnya saja tetapi lebih kepada pengembangan karakter, sikap, dan perilaku peserta didik.

Pendidikan moral perlu ditanamkan kepada anak sejak usia dini, sebab usia dini merupakan saat yang baik untuk mengembangkan kecerdasan moral anak.. Dari pendapat di atas, moral dimaksudkan masih sebagai seperangkat ide, nilai, ajaran, prinsip, atau norma. Akan tetapi lebih konkret dari itu, moral juga sering dimaksudkan sudah berupa tingkah laku, perbuatan, sikap atau karakter yang didasarkan pada ajaran nilai, prinsip atau norma.

Pada jalur pendidikan non formal cara penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini bisa dilakukan melalui pendidikan keluarga dan pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan. Dalam pendidikan non formal tidak memiliki kurikulum baku, sehingga dapat menggunakan penggunaan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakter anak akan dapat memfasilitasi perkembangan berbagai potensi dan kemampuan anak secara optimal serta tumbuhnya sikap dan perilaku positif bagi anak.

Pendidikan memiliki peranan yang sangat penting dalam mewujudkan warga negara yang berkepribadian tinggi dan berakhlak mulia, sehingga dapat menciptakan SDM yang berkualitas tinggi. Peranan pendidikan tersebut kapan saja sangat dibutuhkan, lebih-lebih mengingat salah satu permasalahan bangsa yang sangat mengkhawatirkan saat ini adalah moral dan akhlak.

Di dalam penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini dapat menggunakan berbagai metode yaitu metode bermain, bercerita, pemberian tugas dan bercakap- cakap, penggunaan metode tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi dan karakter anak yang menjadi sumber pertimbangan utama. Sebab metode akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini. Cara pelaksanaan penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini, pada jalur pendidikan non formal cara penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini bisa dilakukan melalui pendidikan keluarga dan pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan, pada jalur pendidikan formal dapat dilakukan melalui kegiatan pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan lingkungan bermain, kegiatan inti dan kegiatan penutup.

3J 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 2

Rahma Aulia Putri Rahma གིས-
Nama : Rahma Aulia Putri
NPM : 2213053123

video tersebut menjelaskan tentang Pendidikan moral di Sekolah Dasar

Pendidikan moral adalah usaha yang dilakukan secara terencana untuk mengubah perilaku dan sikap yang dilakukan peserta didik untuk mampu berinteraksi pada lingkungan dan masyarakat sesuai dengan nilai moral dan budaya yang ada di masyarakat.

Tahap perkembangan moral yaitu pada usia yang terkecil dari usia 6-36 bulan lalu menengah dari usia 3-20 tahun adapun dewasa muda,tengah dan tua.

Implikasi perkembangan sosial dan pribadi dalam KBM di SD sangat diperlukan dalam belajar, karena anak memerlukan teman untuk proses belajar. Perkembangan sosial dan pribadi memiliki implikasi penting dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) di Sekolah Dasar (SD). Berikut beberapa implikasi utama:
1. Interaksi Sosial: SD adalah tempat di mana anak-anak mulai berinteraksi secara intensif dengan teman sebaya dan guru. Ini memungkinkan mereka mengembangkan keterampilan sosial seperti berbagi, bekerja sama, dan berkomunikasi.
2. Pengembangan Identitas: Proses KBM di SD membantu anak-anak memahami siapa mereka, minat mereka, dan potensi mereka. Ini dapat memengaruhi perkembangan identitas pribadi mereka.
3. Empati dan Etika: KBM dapat membantu anak-anak memahami nilai-nilai etika dan mengembangkan empati terhadap orang lain, yang merupakan aspek penting dalam perkembangan sosial dan pribadi.
Oleh karena itu, pendekatan KBM yang mendukung perkembangan ini akan memiliki dampak positif pada perkembangan holistik siswa di SD.

Permasalahan serta solusi perkembangan moral anak sekolah dasar
1. Hilangnya kejujuran
2. Hilangnya rasa tanggung jawab
3. Rendahnya disiplin
4. Kurang bisa bekerja sama
5. Mengambil hak orang lain
solusi:
1.Memberikan Contoh: Orang dewasa, termasuk orang tua dan guru, harus memberikan contoh perilaku moral yang baik. Anak-anak cenderung belajar dari apa yang mereka lihat.
2.Fokus pada Pengembangan Empati: Ajarkan anak-anak untuk merasakan empati terhadap orang lain. Membantu mereka memahami perasaan dan perspektif orang lain.
3. Dukungan Profesional: Jika anak menghadapi masalah perkembangan moral yang serius, pertimbangkan bantuan dari seorang konselor atau psikolog.
Perkembangan moral adalah proses seumur hidup, dan penerapan solusi ini secara konsisten dapat membantu anak-anak dan remaja menjadi individu yang lebih moral dan etis.

Selain itu, keterlibatan orang tua, guru, dan komunitas dalam mendukung perkembangan moral anak sangat penting. Membangun fondasi moral yang kuat adalah tugas yang berkelanjutan dan memerlukan kesabaran serta konsistensi dalam memberikan bimbingan dan contoh yang positif.
Nama : Rahma Aulia Putri
NPM : 2213053123

Jadi video ini menjelaskan Pendidikan Moral untuk bertanggung jawab dalam keluarga seperti:
1. Mendengar nasihat dari ayah
2. Membantu ibu
3. Menjaga keselamatan adik ataupun kakak

Kepentingan tanggung jawab dalam keluarga menjadi sangat penting karena hubungan keluarga menjadi semakin erat dan lebih harmonis dan senang berada dengan keluarga. Seperti yang ada di ilustrasi pada video tersebut menunjukan keluarga yang punya hubungan erat, saling menjaga keselamatan sesame anggota keluarga, saling meringankan tugas keluarga agar lebih cepat selesai jika semuanya bekerja sama contoh ilustrasi ini mengajarkan gotong royong, dan membanggakan keluarga untuk belajar yang rajin agar dapat membanggakan keluarga.

Adapun uji diri yaitu :
1. Mengapa kamu perlu melaksanakan tanggung jawab terhadap keluarga?
Karena keluarga bisa bangga,senang hubungan lebih erat. Karena sangat penting untuk bertsanggung jawab terhadap keluarga dalam hal apapun karena kita sedarah. Perlu diingat bahwa tanggung jawab keluarga adalah saling berbagi dan tidak hanya berkaitan dengan tugas fisik. Ini adalah cara untuk menciptakan keluarga yang positif.
2. Nyatakan perasaan kamu apabila melaksanakan tanggung jawab terhadap keluarga?
Pastinya merasa senang dan bangga jika melaksanakan tanggung jawab dengan baik pada keluarga
Nama : Rahma Aulia Putri
NPM : 2213053123

Judul Jurnal : MENANGKAL DEGRADASI MORAL DI ERA DIGITAL BAGI KALANGAN MILLENIAL
Penulis : Ahmad Yani Nasution, dan Moh Jazuli

Kalangan millenial . Masa depan suatu bangsa sesungguhnya dipegang oleh para pemuda yang merupakan masyarakat yang berada pada usia remaja, maka dari
itu penting sekali bangsa ini untuk meningkatkan kualitas para pemudanya untuk Indonesia yang lebih baik. Banyak diantara kalangan millennial yang telah menunjukkan degradasi moral seperti minimnya sopan santun (cara berbicara dan berpakaian), kenakalan remaja (sex bebas dan konsumsi obat-obat terlarang), jauh dari nilai-nilai agama.
Tujuan dari PKM ini adalah memberikan pemahaman terkait degradasi moral di kalangan millennial, memberikan pemahaman terkait upaya dalam menangkal degradasi moral di era digital.

Manfaat dari kegiatan PKM ini adalah peserta didik mendapatkan materi dan termotivasi untuk menangkal terjadinya degradasi moral yang menjadi tantangan di kalangan millennial di era digital.

Solusi yang dipilih untuk menangani adanya fenomena degradasi moral di era digital pada kalangan millennial ialah dengan memberikan wawasan keagamaan,
meningkatkan keimanan dan ibadah, memberikan pemahaman bagaimana cara bermedia sosial yang baik

METODE PELAKSANAAN KEGIATAN
Metode yang digunakan adalah pelatihan dengan cara memberikan presentasi dan diskusi antara pemateri dan peserta

HASIL DAN PEMBAHASAN
Kegiatan PKM yang dilaksanakan memiliki beberapa tahapan yang dilakukan sebelu berkunjung langsung. Yang pertama dilakukan ialah tahap persiapan, yakni dengan melakukan survei awal. Pada tahap ini, dilakukan wawancara dengan kepala sekolah Mts Insan Madani terkait prosedur kegiatan PKM. Diantaranya pemantapan lokasi dan peserta PKM, penyusunan bahan pelatihan PKM. Di dalam sesi pelatihan atau sesi inti ini terlihat peserta sangat antusias sekali di mana terbukti banyak pertanyaan yang diajukan oleh peserta,Siswa sangat antusias mengkuti kegoatan PKM yang dilakukan oleh TIM PKM dari Universitas Pamulang karena kegiatan PKM dilakukan dalam bentuk pengarahan yang disertai games dan kegiatan seru lainnya.

Saran pada jurnal yaitu dari pelatihan menangkal degradasi moral dalam rangka kegiatan PKM ini adalah hendaknya tim dosen ataupun berbagai pihak lainnya turut serta
dalam mendukung program untuk membuat para generasi muda, termasuk pemuda agar mempunyai bekal moral yang baik yang berguna bagi mereka. Tidak hanya itu Siswa harus diarahkan dan dibantu agar tidak hanya cerdas dalam akdemis tapi juga mempunayi kemampuan softskill yang baik, terutama bagi siswa yang sedang
mencari jati diri. Harapannya pelatihan-pelatihan semacam ini dapat terus dilaksanakan dan ditingkatkan.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu kewajiban dosen untuk memenuhi kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menjadi aksi dari keterlibatan perguruan tinggi dalam pembangunan nasional. Dari kegiatan ini, masyarakat juga akan mendapatkan bekal untuk menyelesaikan permasalahan dan menjawab tantangan dalam kehidupannya. Masyarakat juga nantinya akan
memberikan pembelajaran bagi perguruan tinggi tentang realitas kehidupan.