Posts made by Siti Nurhaliza

3J 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 2

by Siti Nurhaliza -
Nama : Siti Nurhaliza
Npm : 2253053028

Menurut saya hal ini terjadi karena kurangnya pengawasan dan didikan orangtua di rumah juga kurangnya pengawasan guru disekolah. Dan selain itu murid pun harus mengerti bahwa sekolah bukan tempat adu kekuatan. Anak-anak cenderung meniru atau merekam apa yang mereka lihat di sekitarnya, di sekolah , guru juga sangat berpengaruh pada perilaku anak murid, karena tugas guru adalah mendidik. sebagai seorang guru tidak hanya mengajari pembelajaran tetapi sebagai wadah bagi seorang anak untuk membentuk karakter dan sikap yang baik agar tidak terjadi perkelahian, pertengkaran, pembullyan dan sebagai.
Guru harus lebih waspada terhadap murid-murid nya, harus mengetahui apa yang dilakukan muridnya .

3J 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 1

by Siti Nurhaliza -
Nama : Siti Nurhaliza
Npm : 2253053028

Bagaimanapun kehidupan pasti akan ada yang dikorbankan semua tergantung keputusan yang akan diambil karena setiap keputusan memiliki resiko masing masing. keputusan yang kita ambil pasti ada pemikiran dari orang orang tentang baik atau buruknya keputusan itu. Terkadang kita perlu egois untuk mengorbankan satu orang demi menyelamatkan yang lain. Terkadang moralitas sering kali tidak mutlak dan dapat dipengaruhi oleh posisi dan kepentingan pribadi. Oleh karena itu, penting untuk kita mempertimbangkan berbagai sudut pandang dan konsekuensi dari keputusan moral yang ada dalam kehidupan sehari-hari.

3J 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal 2

by Siti Nurhaliza -
Nama : Siti Nurhaliza
Npm : 2253053028
Judul Jurnal : PENTINGNYA PENDIDIKAN NILAI DI ERA GLOBALISASI

Analisis Jurnal :
Didalam jurnal ini membahas tentang Indonesia mengalami krisis multidimensi atau krisis akhlak dan moral, dan gagal nya pendidikan diindonesia dalam membentuk akhlak dan moral seperti membentuk kepribadian,beriman,menghargai perbedaan dan berakhlak mulia. Pendidikan diindonesia lebih menitik beratkan pada pengembangan ranah kognitif dan konatif

Nilai nilai yang sementara ini dipegang kuat masyarakat mulai bergeser dan ditinggalkan, sementara nilai nilai yang menggantikan tidak selalu dengan landasan percayaan atau keyakinan masyarakat sehingga penyimpangan nilai semakin berkembang.

Globalisasi berlangsung disemua aspek kehidupan seperti politik, ekonomi,sosial budaya. Dan dampaknya bisa berupa dampak negatif atau positif tergantung dari diri kita yang menyikapi semua itu.

Penting nya nilai dan moral adalah dapat menjadikan peserta didik mempunyai karakter dan pendirian artinya dapat mengola hidup nya sendiri dan tidak mudah terpengaruh oleh hal hal yang negatif.

Dalam menghadapi dampak globalisasi dan perkembangan teknologi, sangat penting bagi kita untuk miliki pilar pilar yang kuat dalam menjaga nilai,moral dan budaya bangsa.
Nasionalisme yaitu memiliki kesadaran nasionalisme yang kuat seperti setia kawan sosial,ketahanan nasional,dan musyawarah nasional.
Norma dan agama yaitu sebagai landasan untuk dapat memilah informasi dan merupakan pilar utama dalam menangkal pengaruh negatif seiiring berkembangnya era globalisasi
Nilai budaya bangsa seperti gotong royong,rawe rawe,silih asah silih asuh. sebagi pendukung bagi nilai dan pengaruh positif dalam kehidupan masyarakat

3J 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal 1

by Siti Nurhaliza -
Nama : Siti Nurhaliza
Npm : 2253053028
Judul jurnal : PENDIDIKAN NILAI DAN MORAL DALAM SISTEM KURIKULUM PENDIDIKAN DI ACEH
Analisis Jurnal :
Jurnal ini membahas tentang penting nya nilai dan moral yang ada di aceh karena hal ini sangat penting bagi pembentukan karakter siswa yang ada diaceh karena sesuai dengan penerapan syariah islam yang ada diaceh dan sesuai dengan landasan dalam penyelenggaraan pendidikan.

pendidikan nilai telah diatur dalam sistem pendidikan nasional. Ada delapan belas nilai yang perlu diintegrasikan guru dalam pembelajaran. Kedelapan belas nilai tersebut adalah religius, jujur, toleransi, disiplin, pekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, ingin tahu, nasionalis, patriotik, menghargai prestasi, ramah dan komunikatif, cinta damai, gemar membaca, sadar lingkungan, peduli sosial, dan bertanggung jawab

Penerapan kurikulum islam diaceh berdasarkan Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2015 perubahan atas Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan, Pasal 44 ayat (2) mengatur bahwa kurikulum pendidikan Islam harus memuat mata pelajaran sebagai berikut: (a) Mata Pelajaran Inti: (1). Pendidikan Islam dan amalannya terdiri dari (Keyakinan dan akhlak, fiqh) dan Al Quran dan Hadis) (2). Pendidikan Kewarganegaraan; (3) Matematika / aritmatika; (4) Ilmu Pengetahuan Alam; (5) Ilmu Sosial; (6) Bahasa dan Sastra Indonesia; (7) Bahasa Inggris; (8) Arab; (9). Pendidikan jasmani dan olahraga; dan (10) Sejarah Kebudayaan Islam. (b). Mata pelajaran muatan lokal terdiri dari: (1) Bahasa daerah; (2) Sejarah Aceh; (3) Adat, budaya, dan kearifan lokal dan (4) Pendidikan Keterampilan. Dan peran guru sangat penting dalam keberhasilan implementasi kurikulum tersebut.

Pelaksanaan pendidikan di Sekolah di Aceh secara keseluruhan sudah Islami, dengan indikator sistem pengelolaan madrasah memiliki nilai transparansi, akuntabilitas, pendekatan keteladanan, pengembangan budaya berorientasi islami dan penerapan kurikulum islami sebagaimana diatur dalam qanun.

Pendidikan nilai dan moral di satuan pendidikan di Aceh diselenggarakan selain sesuai dengan pendidikan nasional, juga mengacu pada penerapan melalui kurikulum islami yang berpedoman sesuai dengan qanun pendidikan di Aceh. Proses pembelajaran yang dilaksanakan di Aceh berbasis dan berorientasi kepada budaya islami yang berbasis syariat islam di Aceh.

3J 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal-2

by Siti Nurhaliza -
Nama : Siti Nurhaliza
NPM : 2253053028
"Membina Nilai Moral Sosial Budaya Indonesia Di Kalangan Remaja"

Dalam suasana kehidupan dewasa ini yang banyak tuntutan, tantangan

dan masalah, upaya orang tua membina anak dalam keluarga dengan
sentuhan kasih sayang untuk menjadi generasi mendatang yang
bertanggung jawab dan berakhlaq mulia. Menjadi sesuatu yang langka.
Kelangkaan sentuhan orang tua tersebut kini menggejala dengan
munculnya berbagai kenakalan remaja, tawuran pelajar, dan
penggunaan obat terlarang narkoba dan semacamnya, merupakan
pelarian dari suasana mental remaja yang bersifat terminal. Untuk itu
upaya pendidikan perlu perlakuan yang menitik beratkan pada aspek
afektif dan perilaku yang luhur.Dalam membina keluarga,
baik hubungan antara suami istri
maupun antara orang tua dengan
anak, ada rujukan yang kuat dengan
menggunakan ayat Qur’an surat ArRum (30): 21, yang artinya “... dan di
antara tanda-tanda kebesaran-Nya
ialah dia menciptakan pasanganpasangan untukmu dari jenismu
sendiri, agar kamu cenderung dan
merasa tentram kepadanya, dan dia
menjadikan di antaramu rasa kasih
dan sayang. Sungguh, pada yang
demikian itu benar-benar terdapat
tanda-tanda kebesaran Allah bagi
kaum yang berpikir Surat ke dua Al
Isra (17): 23-25: yang artinya“.... dan
hendaklah engkau merendah diri
kepada keduanya karena belas
kasihan dan kasih sayangmu, dan
doakanlah untuk mereka dengan
berkata: wahai Tuhanku cucurilah
rahmat kepada mereka berdua
sebagaimana mereka telah
mencurahkan kasih sayangnya
memelihara dan mendidikku semasa
kecil”. (Sofyan Sauri, 2008, 96-97).
Ke dua surat di atas yaitu ArRum dan Al Isra, Allah telah
memberikan pedoman pada umat
manusia untuk membina anak agar
menjadi generasi mendatang yang
bertanggungjawab dan berakhlaq
mulia. Generasi yang bertanggung
jawab dan berakhlaq mulia adalah
generasi yang kelak mampu
mempertanggungjawabkan perbuatan,
tindakan dan perilaku sekecil apapun, harus dapat dipertanggungjawabkan
baik terhadap Tuhan, dirinya sendiri
dan kepada masyarakat luas. Untuk
itu tanggung jawab perlu ditanamkan
sejak dini sampai dengan akhir
kehidupannya (Nursid Sumaatmadja,
2007, 40-44; UU. Sisdiknas, 2003,
Bab II, pasal 3, hal 6; Zaim
Elmubarok, 2008, 159-160).
Tanggung jawab dan akhlaq
mulia akan dapat diwujudkan
manakala, sejak dini kepada generasi
muda sudah ditanamkan nilai-nilai
keimanan dan disertai kegiatan ibadah
dan muamallah yang terus menerus
dan konsisten disertai keteladanan
orangtua dan para pemimpin/tokoh
masyarakat yang ada disekitar kita,
masyarakat dan bangsa Indonesia ini,
agar kelak tujuan pendidikan yang
telah dirumuskan dalam UU
Sisdiknas 2003 dapat tercapai dengan
baik tanpa upaya tersebut maka
pembinanaan generasi muda yang
bertanggung jawab dan akhlaq mulia
hanya sebagai buah bibir dan isapan
jempol belaka.Menurut Edward E. Sampson,
terdapat perspektf yang berpusat pada
persona dan perspektif yang berpusat
pada situasi. Perspektif yang berpusat
pada personal mempertanyakan
faktor-faktor internal, apakah baik
berupa instik, motif, kepribadian,
sistem kognitif yang menjelaskan
perilaku manusia. Secara garis besar
terdapat dua aspek:
1. Aspek Biologis
Faktor biologis terlibat dalam
seluruh kegiatan manusia, bahkan
berpadu dengan faktor-faktor
sosiopsikologis.
2. Aspek Sosiopsikologis
Kita dapat mengklarifikasikannya
ke dalam tiga komponen:
a. Komponen Afektif; merupakan aspek
emosional dari faktor
sosiopsikologis, didahulukan karena
erat kaitannya dengan sebelumnya.
b. Komponen Kognitif; Aspek
intelektual yang berkaitan dengan
apa yang diketahui manusia,
c. Komponen Koaktif; Aspek
Volisional, yang berhubungan
dengan kebiasaan dan kemauan
bertindak.
3. Motif Sosiogenesis
Motif Sosiogenesis disebut
juga dengan motif sekunder sebagai
lawan motif perimer (motif biologis).
Berbagai klasifikasi motif
sosiogenesis .
Kesimpulan: Pembentukan nilai moral sosial
budaya Indonesia di kalangan anak anak dan remaja merupakan tanggung
jawab orang tua, masyarakat dan
pemerintah secara bersinergis